Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 21: Bayangan Mulai Kembali.


__ADS_3

...Hikari pun kembali berjalan dengan Haku dan Liano untuk menuju desa selanjutnya....


...Sementara Lui Zang harus bersabar mengenai apa yang telah terjadi dengan Hikari mengenai dirinya....


...*****...


...Beberapa hari setelah kejadian tersebut dan Pesta Kerajaan mengenang kembali berdirinya wilayah selatan pun datang....



...Seluruh kota hampir menyiapkan layaknya seperti festival besar di area wilayah Kerajaan kota istana Lui Zang di malam yang cerah....


...Warga desa pun menyambut datangnya hari kembalinya berdiri wilayah selatan tersebut dengan penuh keceriaan....


...Lui Zang masih belum bisa melupakan raut wajah Hikari yang sempat melihat dirinya di malam yang indah itu....


...Namun dirinya mempercayakan semuanya kepada Xao Ba dan istrinya Mei Wong untuk membuka hatinya kembali Hikari untuk kembali dengan keinginan dirinya sendiri....


...Suasana di dalam istana pun sangat ramai dengan para bangsawan juga yang hadir sampai menjelang malam....


...Namun beberapa dari mereka mempertanyakan secara berbisik mengenai selir Lui Zang dan Nasibnya itu....


...Karena setelah pernikahan dengan Hikari, Lui Zang tidak lagi menikah dengan perempuan lainnya dan itu menjadi pertanyaan besar bagi para bangsawan mau pun warga wilayah selatan sendiri yang seluruhnya merayakan hari kembalinya kerajaan Selatan....


...Bahkan desa yang di singgahi dulu oleh Hikari dan Haku merayakannya....


...Karena sudah menjadi tradisi baru sebagai ibaratnya kemerdekaan baru wilayah Selatan....


...Penjual makanan, sirkus keliling dan lainnya benar-benar memenuhi area wilayah selatan dengan suasana riang gembira....


...Semuanya berbalut warna hijau dan merah....


...Lui Zang pun harus ikut mendatangi pesta besar wilayahnya itu, namun tanpa Hikari di sampingnya....


...Lui Zang mencoba tetap tegas dan berwibawa di depan para bangsawan yang hadir di temani penasehat dan beberapa pengawal saat memasuki area pesta....


...Nagai milik Lui Zang saat itu pun mengitari wilayah kerajaan dirinya....


...Lui Zang berpakaian layaknya kaisar yang berwibawa dan tegas dengan wajah yang serius saat dirinya mulai memasuki area taman kerajaan yang luas terbuka dengan banyaknya bangsawan yang hadir dan para petinggi prajurit lainnya ikut datang....


...Para perempuan bangsawan pun melihat diri Lui Zang yang tampan dengan tatapan seriusnya itu di kawal oleh penasehat dan prajurit khususnya....


...Mereka masih berharap ada yang ingin di nikahkan oleh Kaisar Lui Zang....


...Bahkan mantan istri Lui Zang yang dulu di nikahi dari kalangan bangsawan pun masih ada yang berharap dirinya kembali di persunting oleh Kaisar Lui Zang....


...Selanin tampan, Lui Zang juga seperti sosok simbol bagi kaum laki-laki yang kuat di wilayah selatan....


...Tidak heran para kaum wanita menginginkan dirinya....


...Namun di area keramaian itu, Lui Zang menyapa kepada bangsawan yang hadir dan menyalami mereka dengan senyum tipis di bibirnya itu, dimana tidak terlihat pun Lui Zang merasa gelisah....


...Tapi dalam hatinya, ia benar-benar berharap Hikari saat itu berjalan ke arahnya dan kembali bersama dirinya....


...Tetapi nyatanya dia berpaling dan itu membuat Lui Zang sedikit kesal dengan dirinya sendiri yang tidak menyertakan cinta ketika dirinya berada di dekatnya....


...Akibat pernikahan yang begitu sering di lakukan oleh Lui Zang....


...Hingga akhirnya setelah dirinya tidak merespon dari ramalan yang di katakan oleh peramal kerajaan, akhirnya Lui Zang mencampakannya setelah tanda-tanda kehamilannya tidak kunjung tampak di dirinya....


...Sampai pada akhirnya dia pergi walau masih menyandang status istri....


...Beberapa bangsawan tidak berani berkata apapun mengenai pernikahan itu dan dengan selir sebelumnya kepada Lui Zang langsung....


...Namun saat itu, Lui Zang belum menyadari, bahwa di antara para bangsawan itu, ada yang mau merebut Tahtanya dengan cara licik....


...Beberapa bangsawan yang mencoba ingin menjatuhkan Lui Zang mulai bergerak di saat Lui Zang lemah dan kabar dari selir istrinya yang seorang dewi menurut peramal Kerajaan....


...Salah satu bangsawan yang sedang merencakan sesuatu itu adalah bangsawan Quan Gi....


...Seorang laki-laki berkumis tebal berwanrna putih dengan tubuh besar hampir dua kali lipat dari tubuh Lui Zang, memakai baju bangsawan merah dan hitam dimana dirinya sedang memperhatikan Lui Zang yang di kerumunan banyak bangsawan lainnya....



...Quan Gi merencakan untuk membunuh selir Lui Zang yang seharusnya hadir itu dengan beberapa pengikut dan aliansi bangsawan lainnya yang mau sudah bergabung dengan dirinya....


...Quan Gi di jaga oleh seorang laki-laki juga dengan pakaian prajurit zirah berwarna merah dan hitam yang khusus Quan Gi rekrut untuk melindungi dirinya....


...Sekaligus sebagai pesuruh anak buah lainnya yang ada di belakang layar....


..."Kemana Selir dari Kaisar itu, Ghyo Ro?"Tanya Quan Gi dengan wajah serius dan sinis ke arah Lui Zang berada....


..."Kami sudah memata-matai kalau tidak ada tanda-tanda kalau selir dari Kaisar itu ada di istana. Akses para pengintai tidak bisa lebih dari ini, Tuan."Ucap Gyho Ro bisik tegas....


..."Apa Kaisar menyembunyikan selirnya itu."Cemberut wajah Quan Gi yang harusnya rencananya bisa terlaksana, malah gagal dengan ketidak hadiran dari Hikari....


...Karena itu satu-satunya celah yang bisa di manfaatkan untuk menjatuhkan Lui Zang, apalagi kabarnya sudah tersebar kalau selir Kaisar telah hamil....


...Artinya, para bangsawan yang ikut bersama Quan Gi mengharapkan kematian Lui Zang secara perlahan....


...Tapi karena kabar demikian itu, mereka menargetkan Hikari untuk di bunuh, karena dirinya akan berpengaruh dan malah bisa melepaskan kutukan Naga Hitam tersebut, hingga rencana mereka saat Lui Zang lemah pun akan sia-sia....


..."Kami belum mendapat kabar pasti mengenai selirnya berada di mana. Tetapi para pengintai dari aliansi sudah menyebar untuk mencoba mencari tahu keberadaan dari selir Kaisar yang mungkin bisa saja di sembunyikan di wilayah lain."Tatap serius Ghyo Ro....


..."Bagus... Tapi ngomong-ngomong. Sebaiknya tankap dirinya dahulu hidup-hidup sekarang, karena rencana ini 100% gagal. Aku ketika melihat selirnya itu juga jatuh cinta kepadanya, jika sudah tertangkap, usahakan kau diam-diam tanpa memberitahu aliansi pemberontakan ini, aku tidak peduli dirinya sedang hamil anak kaisar itu, aku ingin merasakan juga tubuhnya yang cantik dan tidak biasa itu, kemudian saat anaknya lahir, akan aku bunuh dan aku jadikan selir itu budak **** para bangsawan aliansi pemberontak kita."Tersenyum lebar Quan Gi dengan ide gilanya itu....


..."Tentu, Tuan Quan Gi."Jawab tegas Gyho Ro....

__ADS_1


..."Kita akan mendapatkan dua hal yang berharga, yaitu kerajaan dan sang dewi."Tatap tajam Quan Gi dengan rencana liciknya tersebut....


...Lui Zang pun tidak mengetahui hal tersebut dan Hikari pada akhirnya menjadi target sebuah pemberontakan dari kalangan beberapa bangsawan yang ingin menjatuhkan Lui Zang sepenuhnya untuk mendapatkan tahta tersebut tanpa pertarungan....


...Suara kembang api di langit terus menghiasi malam yang indah itu di wilayah kerajaan Lui Zang....


...Sementara di sisi lain masih wilayah selatan....


...Hikari dan Haku sedang masuk ke sebuah desa lainnya yang ia temui, dimana di desa itu juga mengadakan festival yang sama....


..."Sepertinya ada festival besar?"Tanya Haku....


..."Iyah, ramai sekali dengan penuh kembang api."Ucap Hikari sambil memandangi langit desa di depannya itu yang penuh lampu dan kembang api....


..."Kita menyusup sekarang saja, sekalian kita membaur untuk menanyakan informasi lainnya tentang festival ini."Tersenyum Haku....


...'Hoi Haku, jangan meninggalkan ku lagi dengan kucing besar itu."Ucap Reaper senjata milik Haku yang sedang berada di pundaknya....


..."Hei, kita ini tim, kau harus dengan dirinya. Itu adil kan, dimana di pisah menjadi dua group."Ucap jengkel Haku melirik ke arah Reaper di punggungnya....


..."Ahhh... Andai aku punya kaki dan tangan, aku pasti akan berbuat semauku."Kembali Reaper itu menggerutu....


..."Sudah lah, jangan mulai lagi. Kau tetap bersama Liano. Kami berdua akan masuk."Haku menyerahkan senjatanya kepada Liano....


...Liano melihat Hikari dengan aksesoris anting di telinga kanannya yang sudah di pasang oleh Hikari dimana itu sebagai hadiah dari desa sebelumnya....


...Liano sangat senang di berikan anting itu dan walau bentuknya kecil, tapi dirinya senang menerimanya....


..."Baik-baik yah, Liano."Hikari mengelus kepala Liano sebelum kembali berpisah....


..."Kau juga hati-hati, Hikari."Tersenyum Liano sambil menikmati elusan lembut dari tangan Hikari....


..."Liano, tandanya tidak aku rubah yah. Kau tetap selalu di sisi dinding di jalan yang akan kita masuk."Tersenyum Haku....


..."Baiklah, Haku. Jaga Hikari untuk ku ya."Tatap serius Liano....


..."Tentu saja. Kau tidak perlu khawatir."Tersenyum Haku....


...Mereka pun ke sisi lain dinding yang sunyi untuk masuk secara sembunyi-sembunyi....


...Namun kali ini....


...Haku menggendong Hikari sambil melompat dinding tersebut dengan kekuatannya....


...Liano dan Reaper pun kembali masuk ke dalam hutan yang rimbun....


...Hikari di gendong oleh Haku....


..."Kau siap, Hikari? Kita sudah berlatih seperti ini."Tersenyum Haku ke Hikari yang sedang di gendong oleh dirinya di depan tubuhnya....


..."Aku siap, Haku."Tersenyum Hikari....


...Haku mengambil ancang-ancang dan berlari....


...Lalu....


...(Wushhh...)...


...Haku melompat tinggi sampai melewati dinding itu....


...Haku menahan nafasnya dan mendarat sempurna tanpa suara di atas suatu rumah warga desa....


...Hal itu dia lakukan untuk meredam sedikit kekuatannya yang sudah ia coba latih beberapa hari lalu selama dalam perjalan ke desa lain yang hampir 1 minggu sebelum menemukan desa lainnya....


...Terlihatlah keramaian di seluruh desa malam itu....


...Lampu-lampu lampion menyinari setiap jalan desa dengan warga yang penuh keceriaan dan baju khas berwarna hijau dan merahnya....


...Haku dan Hikari turun di antara celah bangunan yang gelap dan keluar dari sana dengan mengenakan jubah sebelumnya yang mereka pakai....


...Haku melirik-lirik ke arah kiri dan kanan, lalu menarik tangan Hikari keluar dari celah bangunan itu yang gelap menuju ke keramaian desa yang begitu terang dan ramai dengan suara dari genderang sirkus dan acara mirip seperti barongsai yang di ketahui oleh mereka....


...Haku menarik tangan Hikari di tengah keramaian itu untuk mencari penginapan langsung....


...Sementara Hikari melihat-lihat keindahan sisi kiri dan kanannya yang banyak jajanan makanan, akrobat, permainan dan lainnya layaknya festival yang terkadang di adakan juga di tempatnya dulu tinggal di jepang....


..."Ramai sekali, ya ampun."Keluh Haku....


..."Iyah.."Jawab singkat Hikari....


...Kemudian, tidak lama, Haku melihat tulisan penginapan dan langsung masuk sambil menarim tangan Hikari....


...Haku kembali melihat kedai yang ramai dengan penuh orang bersenang-senang....


...Dirinya langsung menuju meja pesanan yang sekarang ia lihat adalah seorang perempuan gemuk dengan dandan menor, dimana bibirnya sangat merah, berpakaian dress tanpa lengan yang memperlihatkan lengan besarnya, lalu rambutnya yang di bentuk jambul tinggi dengan pola linkarang ke atas....


...Sesuatu yang aneh memang....


...Haku tanpa basa-basi langsung bicara....


...Namun bicaranya itu berbarengan dengan orang lainnya yang juga tiba-tiba datang ke meja pesanan itu....


...(Dua kamar untuk satu malam.)...


...Ucap Haku dengan seorang laki-laki berkepala botak dan dengan tubuh besarnya....


..."Ehhh... Tersisa satu kamar saja malam ini."Ucap perempuan gemuk dengan dandanan menor itu....

__ADS_1


..."Hei perempuan kecil, Kau sebaiknya ikut bersama dengan rekan ku tidur bersama, tentu kau tidak perlu bayar."...


...Haku menghela nafas....


..."Hahhh... Kenapa banyak sekali orang mesum di dunia ini juga. Ya ampun."Haku mengeluarkan kantung uang dari dadanya dan langsung membayar....


...Hal itu membuat laki-laki botak itu marah dan langsung mengambil uang milik Haku yang ia taruh di atas meja....


..."Ka-Karena festival, harganya jadi 6 keping perunggu, bukan 4 keping."Jawab Perempuan gemuk wajah menor itu ke arah mereka berdua....


...Haku menatap tajam laki-laki botak itu dan laki-laki botak itu menatap balik tajam Haku....


..."Apa kau berani menantangku, Perempuan kecil?"Tatap tajam laki-laki itu yang menantang Haku....


...Dengan sombongnya Haku menjawab....


..."Coba saja, bagaimana kalau kita adu panco untuk mendapatkan kamar itu."...


..."Boleh juga, Ayo."Tersenyum lebar laki-laki itu....


...Mereka berdua pun meminjam salah satu meja untuk adu panco kepada pengunjung lainnya....


...Hal itu lagi-lagi menjadi pusat perhatian yang jauh lebih ramai....


..."Haku, lagi-lagi." Tersenyum Hikari yang sudah jelas siapa yang akan menang....


...Kemudian salah satu pengunjung jadi wasit di antara mereka yang akan adu panco....


...'Siap'...


...Beberapa ada yang bertaruh untuk laki-laki botak itu, namun hanya satu orang yang bertaruh ke Haku, yaitu seorang laki-laki kurus yang melihat kecantikan Haku....


...'MULAIII....'...


...Dan....


...(Wusshhh...)...


...Tubuh laki-laki itu sampai memutar setelah pertandingan di mulai....


...(DUAAARRRRRR........)...


...'HUUEEEEEEEEE!!!!!'...


...Dalam sekejap, Haku menang dan menumbangkan laki-laki besar itu, dengan meja yang hancur dan tubuhnya yang terbanting sampai tangannya patah....


..."AAAAAAAA... TANGANKUUUUU.."Meringis kesakitan laki-laki bertubuh besar berkepala botak tersebut....


...Lalu laki-laki satunya yang ikut dengan kepala botak itu menghampiri dirinya yang sedang meringis kesakitan....


..."Dasar bocah besar mesum, lain kali jangan lihat dari ukuran tubuhnya."Tersenyum Haku dan meninggalkan area meja itu yang sudah hancur....


...Seketika sunyi dan tidak ada sorak sorai sepeti sebelumnya....


...'AKU DAPAT HADIAH BESAR... YAAAAAA....'...


...Teriak seorang laki-laki yang bertaruh kepada Haku memecah keheningan itu....


...Uang mereka di ambil dimana banyak yang bertaruh untuk si botak tersebut yang akhirnya kalah....


...'AKU KAYAAAAA...'...


...Ucap laki-laki kurus itu yang keluar dari kedai penginapan dengan wajah gembira menang taruhan sendirian....


..."Kamar untuk dua orang satu malam."Ucap Haku sambil mengeluarkan 6 keping perunggu dari kantung uangnya....


..."Ehhh... Baiklah.."Wajah perempuan gemuk itu pun memucat melihat kekuatan dari Haku....


...Sampai semua yang ada di kedai pun juga takut, tapi bersenang-senang dengan hasilnya....


..."Hikari, kau ke atas duluan. Aku sedikit ingin bersenang-senang di sini."Ucap Haku....


..."Baiklah, Haku."Tersenyum Hikari....


..."Silahkan ikut saya."Tersenyum perempuan gemuk itu....


...Hikari pun di tunjukan kamarnya dan dirinya langsung masuk ke kamar yang tidak jauh sama dengan sebelumnya tempat desa yang ia tinggali....


...Hikari mendengar suara-suara samar dari luar yang ramai dan juga di kedai, dimana dirinya duduk di pinggir tempat tidur di terangi lampu minyak seperti biasanya....


...Hikari menyikap pakaiannya sampai ke bagian bawah payudaranya....


...Ketika itu yang ia lihat dan rasakan benar, kalau perutnya sudah terlihat menunjukan tengah mengembang akibat cairan untuk bayinya tumbuh, persis yang di bilang oleh Mei....


..."Baru beberapa minggu sudah tampak seperti ada benjolan, mungkin saat sebulan berlalu, perutku sudah besar seperti usia kandungan 4 Bulan kalau di lihat."BIngung Hikari sampai dirinya mengelus perutnya yang sudah tampak ada benjolan sebesar bola kasti yang ukurannya melebar besar....


...Mau tidak mau, Hikari harus memberitahu Haku....


...Namun di sisi lain, ada yang mengincar Hikari di balik bayang mulai sekarang....


...Bagaimana kisahnya? Apakah ingin terus tetap stay dan menunggu kelanjutan kisah mereka?...


...Temukan di episode selanjutnya dan tetap like, comment dan vote sebagai apresiasi dan penyemangat penulis, yaitu aku....


...Terima Kasih semuanya......


...Tetap tunggu kisah dari Kingdom of Prismatic selanjutnya....

__ADS_1


__ADS_2