Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 34: Pertarungan dan Masalah terbuka.


__ADS_3

...Suara dari ledakan tersebut membuat ketenangan di malam itu terusik....


...Haku dan Mao Lan yang sedang santai di dekat dinding kediaman Ling Hao merasa sedikit terkejut dengan serangan Haku....


..."CEPAT KAU KEMBALIKAN HIKARI, BRENGSEK."Tatap tajam Haku dengan penuh rasa amarah membunuh....


...Reapernya tertahan oleh rantai senjata dari Mao Lan yang melingkar di samping kirinya yang hampir menyentuh lengan kirinya....


..."Apa yang kau bicarakan."Mao Lan pura-pura tidak mengetahuinya....


...Saat itu Mao Lan menghempaskan senjata Haku....


...'Trang...'...


...Mao Lan melesat pergi menjauh dari kediaman LIng Hao menuju ke arah dinding besar kota....


..."JANGAN PERGI KAU BRENGSEK."Haku pun dengan sigap mengejar dirinya dengan kecepatan yang sama....


..."Tebas dirinya, Haku."Ucap Reaper milik Haku....


...Haku mengayunkan reapernya ke arah kanan dan mencoba menebas dirinya dari jauh....


..."RASAKAN INI."Haku menatap tajam ke arah depan tepat Mao Lan di depannya dan mencoba menebas dirinya dari jauh....


...'Cringgggggg.......'...


...Sebuah angin tebasan dari Reapernya Haku berwarna biru gelap melesat ke depan arah Mao Lan berada....


...Mao Lan merasakan hal tersebut dan dirinya yang sedang berlari itu melompati angin tebasan dari Haku....


...'WUSSHHH...'...


..."Hampir saja."Mao Lan melihat serangan dashat itu dan dirinya berbelok....


...Serangan Haku menabrak dinding dan dinding itu terbelah hingga sampai menimbulkan ledakan....


...'DUAARRRRR...'...


..."JANGAN LARI KAU BRENGSEK, CEPAT LEPASKAN HIKARI ATAU KEPALAMU AKAN AKU TEBAS."Haku terus mengejar Mao Lan yang berbelok tajam ke arah kanan untuk ke sebuah tempat....


...Saat itu juga Lui Zang melihat dan memperhatikan Haku dimana dirinya menyebut nama Hikari sambil mengejar Mao Lan....


...Lui Zang tersentak kaget dan dirinya mencoba memahami apa yang terjadi....


..."A-Apa maksudnya lepaskan Hikari? Bukan kah dirinya ada bersama dengannya? Jangan-jangan..."Lui Zang mulai mengamati situasi dan mencoba memahami....


...Tatapan Lui Zang langsung berubah menjadi serius dan mengejar Haku....


...Xao Ba melihat pertarungan kejar-kejaran Haku dan Mao Lan yang dimana dirinya tidak menyangka kalau Haku menyerang Mao Lan....


...Xao ketika itu juga tidak sengaja bertemu Lui Zang dimana juga sedang mengejar mereka....


..."Tuan Lui Zang."Kaget Xao....


..."Apa kau Xao Ba?"Tanya Lui Zang yang melihat sesosok orang berjubah yang dirinya menutup seluruh tubuh dan wajahnya....


...Xao Ba bingung bagaimana harus bersikap dan jika Tuan Lui Zang tau masalah tersebut, pastinya malah akan memperburuk kondisinya....


...Xao Ba terdiam dan tidak menjawabnya dimana auranya dirinya redam walau mungkin Lui Zang mengenalinya....


...Lui Zang seakan kesal tidak di jawab dan dirinya memutuskan untuk mencari tau sebenarnya apa yang terjadi....


...Kenapa Haku bicara seakan Hikari tidak berada di sisinya....


..."Aku tidak punya waktu untuk permainan konyol ini. Sudah cukup bagiku diam dan menahan sabar ini."Tatap tajam Lui Zang yang melesat lebih cepat menuju ke arah Mao Lan dan Haku....


...Area dinding di luar kerajaan....


...'CRING...CRING...CRINNG.... DUARRRRRRRRRR'...


...Kembali dinding luar di kerajaan yang dekat dengan pemukiman pedesaan hancur di malam itu hingga menimbulkan keributan....


...Beberapa warga lari dari posisi area dinding besar pertama kerajaan Lui Zang yang di mengelilingi desa yang khusus untuk mengolah pangan ke kota itu....


...Mao Lan lari ke hutan lebat yang gelap di susul Haku dengan aura gelap birunya....


..."BERHENTI....."Teriak Haku dengan wajah penuh amarah....


...Saat itu Lui Zang mendahului Haku dengan melesat cepat dan membuka jubah dirinya yang ia pakai....


...Lui Zang melesat melewati Haku dan juga menyusul Mao Lan....


...'SRRRKKKK...'...


...Lui Zang menahan lajunya di sebuah tempat luas perbukitan dimana hanya ada rerumputan saja dan mengehentikan langkah kaki dari Mao Lan....


..."Kalian berdua bisa berhenti."Ucap Lui Zang dengan wajah marah sambil mengedepankan tangan kanannya....


...Namun saat itu Mao Lan hiraukan Lui Zang dan kembali berbelok ke sisi kanannya untuk melewati Lui Zang....


...Lui Zang tidak tinggal diam dan melesat cepat ke arah Mao Lan sambil memgedepankan siku kaki kanannya ke arah perut Mao Lan....


...'Wussshh...'...

__ADS_1


..."Aku bilang berhenti." Tatap kesal Lui Zang....


...'Bug...'...


...Mao Lan terkena serangan tersebut dan dirinya terpental ke Belakang sampai dirinya berguling di tanah dan Mao Lan menghentikan tubuhnya yang beguling itu dengan menancapkan rantai di tanah....


...Haku yang juga datang langsung menhentikan langkah kakinya....


...Haku melihat Mao Lan yang terjatuh dan langsung mengayunkan kembali Reapernya ke arah dirinya sambil melesatkan tubuhnya ke arah Mao Lan....


..."CEPAT KATAKAN DIMANA HIKARI, LAKI-LAKI BRENGSEK."Haku benar-benar marah....


...'CRINGGG.....'...


..."Perempuan keras kepala."Mao Lan mengindari serangan itu dan menarik reaper milik Haku dengan mengikat di area yang tajamnya dan melemparnya bersama dirinya dengan rantai senjatanya itu....


..."IHHKK.. SIAL."Haku terbang ke langit dan ikatan rantai itu ia coba putuskan dengan di genggam dengan tangan kirinya....


...'TRAANG..'...


...Rantai itu putus hanya dengan di genggam tangan kiri oleh Haku....


...Haku kembali melesat dengan menendang angin dengan kaki kirinya dan melesat kembali ke arah Mao Lan....


..."KALAU KAU TIDAK MAU MEMBERITAHU HIKARI ADA DIMANA, MAKAN AKU AKAN MENGGUNAKAN DENGAN CARA KASAR."Ucap Haku yang sudah siap menebas kembali tubuh Mao Lan dengan reapernya yang ada di tangan kanan....


...'WUSSHHHH..'...


...Haku melesat....


...Namun di depannya di halau oleh Lui Zang yang juga sangat cepat dan mengeluarkan senjata warna hijaunya....


..."Sudah aku bilang berhenti."Tatap serius Lui Zang yang santai menerima serangan Haku....


...'DUARRRRRRRRRRRRRRR....'...


...Serangan itu di tangkis oleh Lui Zang dan membuat gelombang angin kuat yang berhembus yang membelah di antara Lui Zang yang sedang berdiri sambil menahan serangan Haku....


...Sisi kiri dan kanan Lui Zang terlihat bekas sayatan Haku yang terbelah akibat Lui Zang yang menghalangi....


..."Lui Zang."Haku benar-benar terkejut....


...Xao yang datang pun langsung menghampiri Lui Zang dan Haku....


...Mao Lan langsung bergegas mencoba pergi di situasi tersebut....


...Namun......


..."Jangan harap kau pergi, brengsek."Xao Ba mengubah tubuhnya menjadi naga emas dan langsung menerkam Mao Lan dengan mulut tajamnya....


...Mao Lan menangkis serangan terkaman mulut dari Xao Ba dengan rantai di tangannya dan menahan terkaman mulutnya itu dengan kaki dan tangannya yang di balut rantai di gigi-gigi tajamnya Xao Ba miliki....


..."Ada apa ini sebenarnya? Xao Ba, Haku. Jelaskan semuanya kepadaku jika kalian tidak ingin aku marah."Tatap serius Lui Zang dengan wajah marah ke arah Haku yang sedang berada di hadapannya dan Xao Ba yang mencoba menerkam Mao Lan dengan mulut naganya....


...Mao Lan namun masih memberontak dari mulut Xao Ba....


..."Kalian benar-benar brengsek... Terutama kau, Xao Ba."Tatap serius Mao Lan dan mencoba melepaskan terkaman mulut naga dari Xao Ba....


...Saat itu Lui Zang habis kesabarannya dan dirinya melesat cepat ke arah Mao Lan berada dan sekali lagi menendang pinggangnya dengan kaki kanan Lui Zang dengan kuat....


...'BRUGGG...'...


..."Sudah aku bilang untuk berhenti."Marah Lui Zang....


...'DUARRRR..... KRKKK..RRRRKKKK...RRRKRKRKRKRKRKKKKKKKK..'...


...Tubuh Mao Lan terpental jauh dan menembus beberapa pohon-pohon besar di hutan dari terkaman mulut Xao Ba dan langsung dalam kondisi pingsan di sandaran sebuah pohon....


...Xao melihat Lui Zang dalam raut wajah marah dan dirinya mau tidak mau harus siap dengan konsukwensinya jika dirinya tau kalau Hikari telah di culik....


...Lui Zang benar saja meminta penjelasan itu kepada Xao Ba dan Haku di bukit terbuka yang sunyi dan hanya terdengar angin malam berhembus di rerumputan....


...Lui Zang terkejut mendengar pengakuan itu....


..."Istriku... Dia..."Tatapan datar terlihat dari wajah Lui Zang....


...Haku dan Xao Ba melihat Lui Zang seakan sangat shock mendengar hal itu....


..."Maaf karena menyembunyikannya, Tuan Lui Zang. Tapi ini untuk kebaikan anda dan kami berdua sedang berusaha untuk mencarinya."Xao berlutut di hadapan Lui Zang....


...Lui Zang merasa kecewa terahadap Xao Ba....


..."Ke-Kenapa kau bisa berbohong dan menutupi semua ini dariku, Xao Ba?"Lui Zang hampir menangis di kala itu....


...Lalu Lui Zang melihat Haku dengan tatapan sedih....


..."Kenapa kau bisa kehilangan dirinya yang sangat berharga bagiku? Pantas saja kau tidak bersama dirinya."Lui Zang pun kecewa kepada Haku....


...Saat itu lah Lui Zang bukannya marah malah jatuh terduduk sambil tertunduk....


..."Istriku..."Lui Zang tertunduk sedih....


...Haku bergegas menuju ke arah Mao Lan yang pingsan dan akhirnya kedua kaki Mao Lan di remukan oleh Haku saat dirinya masih pingsan sampai dirinya tersadar dari pingsanya itu dan berteriak....

__ADS_1


..."AAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRKKKKKKK."...


...Haku tanpa belas kasihan menatap tajam Mao Lan dengan tangan kirinya sudah meremukan kaki kanannya yang menggantung....


..."SEKARANG KAU SUDAH SADAR DAN BICARALAH, ATAU KEDUA TANGANMU JUGA AKAN AKU REMUKAN SEPERTI KAKIMU YANG SUDAH TIDAK LAGI MEMILIKI TULANG LUTUTNYA."Tatap Tajam Haku....


...Haku benar-benar merasa marah dan dirinya tidak segan melakukan hal itu, karena dahulu dia juga demikian bisa kejam jika satu gengnya ada yang terluka atau terbunuh....


...Haku tentu akan membalas dendam....


...Mao Lan menahan rasa sakitnya itu dan tidak bicara kecuali hanya menahan rasa sakitnya....


...Saat itu lah Haku dan Mao Lan merasakan aura yang begitu besar dari dekat mereka berada....


...Xao akhirnya melihat Lui Zang marah dan aura Hijaunya membara dari seluruh tubuhnya sampai kedua matanya bersinar terang juga dengan warna yang sama....


...Namun auranya itu tercampur dengan aura kegelapan....


..."Tuan Lui Zang. Hentikan."Xao mencoba menghentikan Lui Zang....


..."Tidak bisa di maafkan orang yang telah menculik istriku."Lui Zang kembali berdiri dengan aura dashyatnya sampai angin berhembus kencang dan langit jadi gelap dengan ada petir yang menyala-nyala, pijakan Lui Zang pun sampai retak....


..."I-ni gawat.."Xao mencoba menjauh dari amarah Lui Zang....


...Haku melihat kalau itu adalah sesuatu yang begitu besar dan hampir membuat tekanan lebih dari dirinya bisa buat dengan amarahnya....


..."Kekuatan yang besar."Haku terkejut dengan kekuatan itu....


...Hujan deras pun turun dengan di iringi suara geledek dan petir yang menyambar-nyambar di seluruh wilayah kerajaan Lui Zang sampai ke luar....


... Tatapan Lui Zang mengarah ke Mao Lan dan dirinya ingin membunuhnya....


...Xao tidak bisa menghentikan kemarahan Lui Zang yang sudah sampai puncaknya....


...Haku menjauh dan melihat Lui Zang yang sedang mengarahkan dirinya ke arah Mao Lan berada yang sudah tidak bisa lagi menggunakan kedua kakinya untuk lari....


...Haku sadar kalau kekuatan dirinya tidak bisa menahan kekuatan Lui Zang yang besar itu....


..."Ehh...."Haku menjauh....


...Namun tiba-tiba......


...Penasehat perempuan Lui Zang datang dan langsung menapar pipi kiri Lui Zang....


...'Plaakkk...'...


..."Hentikan apa yang sudah kau lakukan itu, Tuan Lui Zang. Ingat kalau kekuatan amarah mu itu bisa bangkit karena istri anda. Jangan sia-sia kan dirinya yang sudah membuat kutukan di tubuh anda mulai pudar dan sekarang dia tengah hamil anak anda. Ingat itu, Tuan Lui Zang."Tatap lembut penasehat perempuan itu yang berani berdiri di hadapan Lui Zang yang marah dengan kondisi seluruh tubuh dan rambutnya basah akibat hujan deras yang di akibatkan oleh Lui Zang....


...Sontak Lui Zang mengingat hari dimana Hikari pernah berada di dekatnya dan merasakan tingkah anehnya di saat masih dalam istana....


...Wajahnya Hikari nampak jelas di ingatan Lui Zang dan akhirnya amarahnya itu memudar perlahan....


..."Hikari..."Lui Zang meneteskan air mata dan auranya perlahan memudar dengan seluruh tekanannya juga....


...Namun langit masih hujan dan belum berhenti....


...Lui Zang berlutut dan penasehat perempuan itu langsung memeluk tubuh Tuannya yang tengah rapuh tersebut....


...Malam itu menjadi malam yang menegangkan....


...*****...


...Xao Ba dan panasehat perempuan Lui Zang, Haku juga Mao Lan di bawa ke istana Lui Zang....


...Xao Ba dan Haku menceritakan lebih rinci mengenai Hikari yang hilang di temani penasehat perempuannya yang terus mencoba menenangkan amarah Lui Zang....


...Lui Zang saat itu benar-benar merasa gagal sebagai seorang suami dan kaisar....


...Lui Zang yang masih basah kuyup karena hujan dari luar dan duduk di singgasana merasa kesal....


..."KENAPA.... KENAPA BISA JADI SEPERTI INI.... ANDAI SAJA SAAT ITU AKU TIDAK MENCAMPAKANNYA SAAT TANDA KEHAMILANNYA ITU TELAT, PASTI KEJADIAN SEPERTI INI TIDAK PERLU TERJADI."Lui Zang Akhirnya merasa kesal dengan dirinya sendiri....


..."Tenang lah, Tuan Lui Zan. Xao dan Nona Haku juga berusaha untuk menemukan selir anda yang berharga itu."Ucap Penasehat perempuan tersebut yang juga masih basah kuyup....


..."Aku dan Mei juga sedang berusaha sekeras mungkin menemukan tempat persembunyian Ling Hao yang dimana sepertinya dirinya sudah tidak ada di kediamannya selama satu bulan ini."Ucap Xao....


...Penasehat perempuan itu menghampiri tuan Lui Zang....


..."Tuan sebaiknya bersikap biasa dan jangan sampai mengeluarkan ekspersi yang tidak enak kepada bangsawan lainnya, karena kita masih belum tau siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya, dimana orang-orang yang ingin mengambil tahta anda dengan cara ini."Ucap Penasehat perempuan itu dengan lembut....


...Xao setuju dengan pendapat dari Penasehat perempuan Lui Zang itu....


..."Benar yang di katakan olehnya Tuan Lui Zang. Kami akan segera menemukan Hikari secepat mungkin dan juga mencari siapa-siapa saja yang terlibat."Ucap Xao Ba sambil berlutut di hadapan Tuan Lui Zang....


...Lui Zang lagi-lagi meneteskan air matanya di malam yang dingin dengan hujan deras membasahi seluruh area wilayah kerajaanya....


..."Tolong lah temukan istriku secepat mungkin dan langsung bawa ke diriku. Aku tidak lagi ingin kejadian ini terulang kembali, apalagi dia sedang mengandung anakku."Tatap lembut Lui Zang dengan air mata di kedua matanya yang jatuh di kedua pipinya....


...Next.......


...Silahkan like, Comment dan Vote agar terus lanjut kisah ini yah....


...Terima Kasih yang terus membaca kelanjutan dari Kingdom of Primsatic sampai part ini....

__ADS_1


...Selalu tunggu kelanjutannya walau penulisnya naik turun kondisi kesehatanya, hehehe......


__ADS_2