
...Kemudian datanganlah musim dingin tersebut di wilayah selatan dengan beberapa pohon sudah tidak lagi memiliki daun, kecuali beberapa pohon khusus yang memiliki daun tipis rncing yang masih memiliki daun....
...Kerajaan Lui Zang....
...Pagi di musim dingin dengan langit begitu tebal mendung menurunkan serpihan-serpihan salju mulai menutupi seluruh wilayah selatan dengan selimut salju putih....
...Kamar kedua Hikari dan Lui Zang....
...Hikari merasakan dingin dari tubuhnya dimana Lui Zang pagi itu sedang membakar kayu di perapian dalam ruangan tersebut....
..."Musim dingin di sini, sedikit membuatku terasa lebih dingin, Lui Zang." Ucap Hikari yang sedang terduduk di pinggir tempat tidur itu, menyelimuti tubuhnya dengan selimut tempat tidur berwarna putih yang tebal....
...Tubuhnya benar-benar merasakan dingin dari luar....
..."Duduk lah di dekat perapian ini, Sayang." Lui Zang berjalan ke arah Hikari....
...Dirinya membantu Hikari berdiri dan berjalan ke arah tempat duduk panjang dekat perapian yang sudah menyala dengan api....
...Hikari di dudukkan perlahan oleh Lui Zang di bangku panjang kayu bersama dirinya yang duduk di sebelah kiri Hikari....
..."Aku tidak menyangka seketika datang musim dingin setelah malam turun salju. Dingin sekali rasanya, Huhhh..." Hikari sampai memeluk tubuhnya sendiri dengan selimut....
...Lui Zang pun merangkul memeluk tubuh Hikari yang ia rasakan menahan dingin....
..."Apa kau butuh air hangat untuk nanti jika kau ingin ke kamar mandi? Dari tadi kau juga bolak-balik ke kamar mandi bukan?" Lui Zang menatap wajah Hikari dengan penuh ke khawatiran, dimana dirinya kedinginan dan harus bolak-balik ke kamar mandi di karenakan bagian bawahnya tertekan oleh perutnya yang buncit....
...Itu alasan dirinya selalu ingin buang air kecil....
..."Iyah.. Dingin.." Lirik Hikari ke wajah Lui Zang dengan tatapan tidak ada senyuman di wajahnya....
...Lui Zang beranjak dari kursinya dan membuka pintu....
...Terlihat ada kedua pelayan perempuan penjaga pintu dan juga Nam sedang menunggu di luar....
...Lui Zang menatap wajah Nam yang sudah cantik....
..."Nam, kau bisa bawakan makanan hangat untuk istriku? Dia kedinginanan." Lanjut Lui Zang melirik ke arah salah satu pelayan di kiri tepat Lui Zang menghadap "Pelayan, segera hangatkan air selalu di kamar mandi untuk istriku gunakan nanti."...
..."Baik, Tuan Lui Zang." Perempuan pelayan itu bergegas pergi bersama Nam untuk menjalankan tugas yang di perintahkan oleh Lui Zang....
...Lui Zang menutup pintu kamarnya kembali dan mengambil selimut yang ada di lemari kayu untuk Hikari gunakan....
...Lui Zang memenmukan di tumpukan bawah selimut dan langung menyelimuti tubuh Hikari yang sedang duduk di kursi panjang menghadap perapian....
..."Aku bawakan selimut untukmu, Sayang." Ucap Lui Zang sambil menyelimuti tubuh Hikari dan duduk kembali di samping kirinya....
..."Terima kasih, Lui Zang." Tersenyum tipis Hikari yang memeluk selimut itu di seluruh tubuhnya....
...*****...
...Musim dingin di wilayah selatan sangat begitu dingin karena alamnya masih terjaga....
...Namun alam juga memberikan banyak pohon yang siap di tebang untuk di jadikan kayu bakar atau perapian di setiap rumah....
...Sebuah timbal-balik dan pohon-pohon di wilayah selatan itu akan tumbuh lagi setelah musim semi datang....
...Walau sudah di tebang, bukan berarti pohon itu lama tumbuhnya, melainkan karena kekuatan alam yang kuat, pohon-pohon besar itu mudah kembali tumbuh sebesar sesuai yang sudah ada....
...Tidak perlu ratusan tahun sampai menjadi besar dan tinggi kembali, melainkan hanya dalam 6 bulan, pohon baru akan tumbuh sudah sebesar pohon-pohon lainnya....
...Suasana di kota kerajaan Lui Zang pun banyak anak-anak yang bermain di luar dan juga banyak orang membakar perapian di luar....
...Mereka menyambut Musim dingin adalah musim untuk istirahat....
...Karena kebanyakan mereka bekerja sebagai petani dan peternak....
...Warga desa pun hanya fokus di rumah dan sesekali yang merawat ternak akan berkunjung ke kandang-kandang....
...Makanan dedaunan yang melimpah di luar kerajaan Lui Zang mereka sudah kumpulkan untuk memberi makan hewan-hewan mereka....
...Bahan sayuran pun sudah di kumpulkan untuk 2 bulan melewati dinginnya musim dingin....
...Mereka yang sudah terbiasa dengan suasana musim dingin tersebut, dengan memakai baju, pakaian, sepatu dari kulit hewan yang hangat merasakan dinginnya tidak seberapa....
...Sementara Hikari yang dahulu tinggal di jepang dengan empat musim juga merasakan musim dingin, tetapi karena polusi, musim dingin di jepang tidak sedingin dulu dan bahkan salju hanya turun beberapa minggu sekali dan itu pun tidak banyak....
...Karena perubahan iklim dan faktor manusia yang merusak, hingga pada akhirnya alam pun berubah....
...*****...
__ADS_1
...Nam mengantarkan nampang berisi makanan dan minuman hangat ke dalam kamar Lui Zang dan Hikari yang sedang bersama duduk di perapian bersama pelayan lainnya....
..."Tuan Lui Zang, makanan hangatnya sudah datang." Ucap Nam....
...Lui Zang menggenggam tangan kiri halus Hikari yang sedang menggenggam erat selimut tersebut dan merasakan dingin tangannya saat dirinya ingin menuntun jalan ke meja makan....
..."Kau benar-benar kedinginan, Sayangku." Lui Zang tentu takut terjadi sesuatu kepada Hikari, juga bayi yang ada di dalam kandungannya....
..."Ada apa tuan?" Nam menaruh nampan berisi makanan di atas meja dan langsung menghampiri mereka berdua....
..."Tangan istriku terasa dingin, Nam, bisa kau lakukan sesuatu?" Lirik Lui Zang ke arah kanan dimana Nam melihat juga Hikari yang sedang kedinginan....
..."Aku akan mengambil cream penghangat dan sarung tangan, juga kaos kaki." Nam pergi ke luar pintu dengan tergesa-gesa....
..."Hhhh.." Hikari benar-benar kedinginan walau sudah ada di dekat perapian....
...*****...
...Sementara itu di desa tempat Haku berada....
...Gedung besar pengungsian....
...Haku sudah memakai jubah kulit yang menutup seluruh tubuhnya, dimana jubah itu di berikan oleh Dam En, seorang pemimpin pencuri keliling yang memakai gada dan jenggot di kuncir bulat-bulat....
...Jubah tersebut ia gunakan sebelumnya ketika hidup di luar desa sebagai pencuri keliling dan itu hangat dan tebal sekali seperti ukuran tubuhnya....
...Pintu besar itu pun di buka dan membuat angin dingin masuk ke gedung besar pengungsian di tengah desa yang masih banyak warga baru yang belum dapat rumah....
...Mereka berkumpul dimana ada perapian besar di bagian tengah dalam juga yang di buat untuk situasi musim dingin....
...Para laki-laki pemimpin pencuri keliling itu berdiri di belakang Haku yang ingin pergi ke tempat misterius tersebut....
..."Apa anda yakin ingin pergi ke tempat itu? Ketua Haku?" Tanya Dam En....
..."Anda tidak perlu sejauh ini untuk mengetahui apa yang ada di sana, kami dan penguasa wilayah sebelumnya pun tidak mengerti dengan misteri tersebut." Kata Lan Yu yang juga khawatir kepada Hikari....
...Angin dingin semakin kencang dengan beberapa serpihan halus salju masuk ke dekat pintu besar tersebut....
..."Tenang saja, aku akan pergi jika memang di rasa tidak memungkinkan. Kalian berlima jagalah tempat ini sampai aku kembali." Haku melirik ke belakang sambil memperlihatkan senyum manisnya kepada mereka berlima....
...Haku pun perlahan melangkahkan kedua kakinya ke luar dimana seluruh tanahnya sudah tertutup salju....
...Itu bisa menghangatkan dirinya....
..."Ketua Haku, ingat kalau kau sedang lapar, berburu lah serigala di hutan." Teriak Dam En sebelum Hikari perlahan jauh menuju ke gerbang depan utama desa baru itu....
...Haku membawa peta itu di dalam jubah tersebut dan juga uang....
...Karena dirinya perlu untuk menginap di desa di waktu malam, juga makan....
...Masalahnya setelah melewati bagian wlayah yang tidak ada lagi desa-desa kecil di peta tersebut menuju gunung terbesar di wilayah selatan yang mungkin sekarang jauh lebih berbahaya dengan salju yang mungkin akan lebih tebal....
...Apalagi tempatnya itu seakan di kelilingi tebing-tebing batu dan pohon akar tinggi....
..."Tempat yang cocok untuk bersembunyi bagi kegelapan pasti lah tempat itu, apalagi di dalam game atau kisah-kisah renkarnasi majalah komik atau novel pasti akan ada tempat seperti ini. Dari pada bertele-tele, aku akan langsung datangi saja." Tersenyum Haku yang berjalan di tengah salju yang turun deras....
..."Apa kau benar-benar yakin ingin mendatangi tempat itu? Kau lupa kalau di dalam game juga ada level yang menjadi patokan bisa tidaknya petualang itu bisa masuk ke suatu tempat, bahkan di Anime yang kau tonton mengenai menara-menara, pasti ada tingkatan levelnya." Ucap Reaper Haku yang berada di punggung dalam jubah Haku kenakan....
..."Aku sangat benci menunggu sampai kebangkitan Naga HItam itu kembali untuk mengusik wilayah yang tenang ini, apa kau tidak berfikir kalau kita bisa kesini karena ada alasan lainnya? Apalagi membawa kekuatan yang aneh, dimana gelang di tangan kananku tersebut tidak bisa di lepas." Jawab Haku....
...Dirinya memang merasakan kalau ada alasan sesuatu dirinya masuk ke dunia aneh yang penuh kekuatan itu....
..."Mungkin bisa saja kebetulan karena kau mati membawa gelang tersebut dan berakhir di dunia ini."...
...Haku menghentikan langkah kakinya sejenak dan mengangkat tangan kanannya ke dekat dadanya sambil melihat gelang miliknya....
..."Aku bahkan tidak ingat dimana aku mengambil gelang ini dari mana, seakan ada ingatan yang terhapus. Hanya kematian dan ini saja aku ingat, juga masa-masa kenangan dahulu tinggal di jepang." Haku pun bingung dan masih tidak mengingat dari mana dirinya mendapat gelang itu....
...Ingatan dirinya bagian itu seakan terhapus saat berada di dunia Lui Zang berada....
...Haku kembali melangkahkan kedua kakinya menuju arah yang sudah ia rencanakan ruternya sampai ke wilayah tersebut....
...Dirinya tentu tidak khawatir akan di jarah atau apapaun, karena kekuatannya sudah melampaui apa yang ia coba rasakan....
...Apalagi saat sebelumnya melawan naga Lui Zang, dirinya mendapatkan sesuatu yang baru, tubuhnya yang sekarang pun sudah pulihh 100%...
...*****...
...Kemudian di area pelabuhan....
__ADS_1
...Ada beberapa kapal kayu besar yang terbuat dari pohon dimana khas perahu wilayah selatan....
...Air di pantai hingga gerbang yang ada di atas air sekitar 500 meter membeku karena hawa dingin....
...Namun akar-akar besar pohon yang menjadi rel laut untuk perahu khusus besar wilayah selatan masih bisa berjalan di atas es karena akar-akar tersebut tidak membeku....
...Sebuah kapal kayu besar dengan pohon di atas-atasnya berlabuh di pinggir pantai dergama yang beralaskan akar-akar pohon....
...Tangga kayu besar di turunkan oleh penjaga prajurit Lui Zang yang berjaga dan memberi hormat membungkuk kepada seseorang yang akan turun....
...Terlihat seseorang bertubuh besar berwarna sedikit coklat dan penuh otot hanya memakai celana panjang coklat dan ikat pinggang tali tambang besar meilit di pinggang antara celana....
...Terlihat bagian perutnya penuh luka, kedua tangannya pun demikian dimana otot-otot juga uratnya terlihat, menandakan kalau tubuhnya memang tidak ada satu pun yang bukan bagian dari otot....
..."Wah-wah... Pada Akhirnya aku kembali ke sini lagi. Hahahaha.." Ucap Laki-laki besar itu yang akan turun pertama kali dari kapal besar tersebut....
...Tiba-tiba api berwarna kuning menyelimuti tubuhnya dan membentuk seperti jubah mantel mewah terbalut api sampai menutupi tubuh atasnya yang dirinya tidak berpakaian....
...Bahkan rambut yang awalnya hitam dengan panjang sebahu menyala bersama kumis dan jenggot hitamnya seleher menjadi seperti kobaran api....
...Api itu seperti mantel bagi orang tersebut yang menutupi bagian tubuh atasnya yang penuh otot....
...Dialah Tuan Han Wei....
...Penguasa wilayah Timur yang di juluki Phoenix Abadi....
...Han Wei turun perlahan dari kapal itu dengan menuruni tangga....
...Salju yang turun dari langit dan jatuhnya mengarah ke dekat tubuh Han Wei langsung menghilang....
...Seakan dirinya tidak bisa tersentuh salju....
...Kemudian di ikuti 4 orang yang turun dan salah satunya adalah perempuan....
...Beberapa dari mereka ada yang mengenakan pakaian tradsional seperti Jepang....
...Satu laki-laki dan perempuan tanpa lengan bajunya, kemudian satu laki-laki lainnya memakai lengan panjang, sementara yang satu lagi memakai Zirah Armor besar seperti robot....
...Seorang laki-laki yang berambut jabrik ke atas berwarna kuning dengan tatapan tajam di arah kiri Han Wei dan tinggi 170Cm....
...Laki-laki yang menggunakan pakaian atas tanpa lengan itu seperti seorang ahli bela diri dengan lipatan perban di antara kedua lengan kaki dan lengan tangannya, tubuhnya pun sangat ramping dan otot-otot tentunya....
...Sebelah kanan laki-laki yang terlihat seperti ahli bela diri itu, ada seorang perempuan berpakaian seperti memakai Kimono khas jepang yang juga tanpa lengan dan memiliki warna kuning motif api berkobar....
...Rambutnya yang di kuncir pony tail berwarna kuning terlihat....
...Tingginya 160Cm dari laki-laki sebelumnya....
...Terdapat 3 buah bungkusan yang di lilit perban di belakang punggungnya yang hampir sama dengan tubuh dirinya....
...Sementara di samping kanan perempuan itu memakai pakaian lengan pajang....
...Terlihat rambut dirinya di sisir belah tengah dengan tatapan tajam....
...Dirinya membawa sesuatu gulungan di belakang punggungnya dengan seperti ada penyanggaan yang menyangga di pundaknya agar gulungan itu tidak jatuh....
...Sementara laki-laki yang terakhir memakai armor zirah tebal berwarna kuning dan masih sama bermotif api yang menutupi seluruh tubuhnya dengan tinggi hampir 2 meter lebih....
...Dirinya yang paling besar dan bahkan melebihi tinggi Han Wei dengan juga tubuhnya....
...Terlihat seperti robot dengan api-api di sendi-sendinya yang menyala....
...( Kurang lebih gambarannya seperti yang ada di atas kertas yah, walau jelek Hehehe.)...
..."Ayo kita turun dan menuju kerajaan wilayah selatan tempat sahabatku berada, 4 Pilar Api Terkuatku HAHAHAHA." Ucap Han Wei dengan senyum lebar di wajahnya dan terlihat gigi-gigi putih dari dalam mulutnya....
...Mereka berempat mengikuti Tuan Han Wei turun dari kapal besar itu menggunakan tangga dan si sambut oleh para prajurit Lui Zang penjaga pesisir pantai yang sudah sepi tidak ada pedagang atau nelayan karena musim dingin....
...Rombongan Tuan Han Wei sudah datang di wilayah Timur bersama 4 pilar Api terkuatnya mendampingi....
...Next.....
...Muncul Juga penguasa wilayah Timur bersama 4 Pilar api penjaganya....
...Bagaimana kelanjutan kisahnya?...
...Bersabar yah, di tunggu yang akan terus update setiap harinya....
__ADS_1