Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 26: Kejadian terburuk terjadi.


__ADS_3

...Dalam Hutan....


...Xao melihat Haku dan Liano terkapar tak sadarkan diri dengan asap penidur tersebut di sekeliling mereka....


..."Mereka terkena asap penidur, dimana selir Kaisar."Xao kaget tidak melihat selir dari Kaisar Lui Zang....


...Xao menggunakan kekuatannya....


...Xao mengeluarkan sayap besar dari belakang punggungya dan mengibas asap penidur itu agar menghilang dari tempat Haku dan Liano terbaring....


...Namun Xao tidak bisa mendekat karena alasan dirinya sedang dalam memata-matai mereka dan senjata dari Haku itu masih sadar....


..."Aku tidak bisa mendekat dan menanyakan lebih jauh. Tetapi..."Bingung Xao....


...Xao tidak ada pilihan lain dan bergegas kembali ke arah Mao Lan tadi datang....


..."Aku harus menemui dirinya."Ucap Xao langsung kembali melesat dan meninggalkan Haku dan Liano terbaring malam itu dengan asap penidur yang sudah hilang sepenuhnya....


...Namun dosisnya sangat kuat....


...*****...


...Matahari pagi cerah pun terbit....


...Ghyo baru setengah jalan menuju tempat persembunyian yang jauh itu....


...Namun dirinya sudah sangat jauh dari Hikari dan Liano....


...Kedua tangan Hikari di ikat ke belakang, begitu juga dengan kedua kaki dan mulutnya yang di ikat....


...Ghyo menaruh Hikari dengan lembut di sandaran pohon besar untuk dirinya berhenti sekedar istirahat dan minum....


...Ghyo masih mengenakan jubah tertutup dan sebuah topeng untuk menutupi wajah aslinya dari Hikari....


...Hikari perlahan terbangun dengan sinar matahari yang menyinari wajahnya....


..."Hmm..."Perlahan Hikari membuka kedua matanya dan dirinya melihat Ghyo sedang duduk sambil minum dengan cangkir kayu seperti di buat khusus untuk berkelana....


...Ghyo melihat Hikari yang sudah membuka kedua matanya....


..."Akhirnya kau bangun juga."Ucap Ghyo menatap dalam wajah Hikari yang cantik itu dimana dirinya tidak bisa berbuat apa-apa....


..."HHMMPPP...HMPP..."Hikari panik dan melihat sekeliling, dimana sudah tidak ada Haku dan Liano sambil berteriak dengan mulut yang tersumpal kain....


...Ghyo mendekati Hikari dan membawa minuman di tangannya....


..."Apa kau mau minum?."Tanya Ghyo ke arah Hikari....


..."Hhh...."Hikari menatap Ghyo sambil melirik-lirik ke arah tempat minum kayu itu yang berbentuk kotak panjang....


..."Aku akan memberikan air ini untuk mu, tapi jangan sekali-sekali teriak, atau ..."Ghyo mengambil pisau kecil dari balik punggung dengan tangan kirinya dan mengarahkan ke arah perut buncitnya Hikari....


...Hikari melihat pisau tajam itu yang begitu dekat dengan perutnya....


..."Hmmpp.."Hikari mengangguk dan pasrah, karena tidak bisa bergerak tangan dan juga kakinya....


..."Bagus, perempuan pintar. Aku akan buka pengikat di mulutmu."Ghyo mulai melepaskan ikatan mulut Hikari....



...Ghyo memegang kepala Hikari dan memberi minum Hikari dengan perlahan....


...Hikari meminum air yang segar itu dari tempat minum Ghyo dengan perlahan....


...Ghyo melihat wajah yang begitu cantik dan sangat indah itu begitu dekat, dimana dirinya merasakan bagian dari setiap helai rambutnya begitu halus, bahkan kulitnya....


...Ghyo terus menatap Hikari sambil memegangi kepala belakangnya Hikari untuk dirinya minum....


..."Sudah atau mau lagi?'Tanya Ghyo kepada Hikari yang sambil menaruh tempat minum itu di dekat dirinya....


..."Ke-Kenapa aku bersama dirimu? Kemana kau ingin membawaku?"Tanya Hikari gugup....


...Ghyo menyandarkan kembali tubuh Hikari ke dinding pohon....


..."Kau tidak perlu tau. Jangan melakukan hal bodoh atau nyawa dirimu dan juga Bayi yang ada di dalam kandunganmu akan melayang."Tatap serius Ghyo ke arah Hikari....


..."..... Apa Lui Zang yang melakukan ini?"Tanya kembali Hikari dengan wajah sedih....


...Hikari ingin memastikan apakah itu benar atau tidak....


...Namun Ghyo tentu mengiyakan hal tersebut, karena rencana itu memang untuk menjatuhkan Lui Zang....


..."Benar, Suami mu lah yang ingin dirimu pergi?"Jawab Ghyo serius....


..."A-Apa.... Apa kau serius?"Tanya kembali Hikari dengan hati dan perasaan yang sudah hancur dengan bayangan dari Lui Zang tersebut....


...Namun kenyataanya Hikari tidak tau kalau sedang di adu domba oleh bangsawan yang ingin menggulung tahta Lui Zang....


..."Aku serius."Ghyo kembali menatap serius Hikari....


...Air mata Hikari jatuh dan pada akhirnya sisi feminimnya keluar, dimana dirinya menangis sambil bersandar di dinding pohon besar dan pasrah dengan keadaanya itu....


..."Hiks... Kenapa..."Menangis Hikari dengan terisak-isak....


...Ghyo hanya melihat Hikari yang sedang menangis di depannya tanpa melakukan apapun....


...*****...


...Kembali ke Desa dimana Mei berada....

__ADS_1


...Xao mendatangi Mei dengan melompati dinding sebelumnya....


...Namun di saat itu berbarengan dengan Ling Hao keluar dari gerbang desa terebut menuju ke tempat Ghyo membawa Hikari dengan dua pengawal perempuannya memakai dress tradisinoal China berwarna merah....


..."Kita berangkat langsung ke tempat tujuan."Ucap Ling Hao yang berjalan ke sebuah jalan menuju desa selanjutnya namun dia berbelok ke arah Hutan dan mengeluarkan tunggangan belalangnya bersama kedua perempuan yang mengikuti dirinya....


...Xao langsung masuk ke dalam kamar Mei dari atap jendela yang terbuka....


..."Mei, ini gawat."Xao panik....


..."Ada apa, Xao?"Tanya balik panik Mei yang sedang menggendong bayinya yang sudah bangun itu....


..."Buka gerbang ke dekat kediaman Ling Hao, aku harus kesana."Tatap serius Xao Ba....


..."Ada apa memangnya, Xao? Kenapa dengan kau yang ingin kesana tiba-tiba."Bingung Mei....


..."Selir Tuan Lui Zang hilang dari teman dan kucingnya itu."Jawab Xao Ba....


..."A-Apa... Hilang?"Kaget Mei....


..."Iya. Tapi sebelum aku menemukan mereka tidak sadarkan diri dari asap penidur, aku melihat Mao Lan terluka dengan arah jalan tempat aku ingin mencari mereka, juga aku melihat seperti ada bekas pertempuran di dalam hutan."Xao berkeringat dan takut kalau terjadi sesuatu kepada Hikari....


..."Bagaimana ini, Xao. Kalau Tuan Lui Zang tau, dia pasti akan mengamuk dan tidak peduli terhadap kutukan yang ada di dalam dirinya."Mei pun khawatir jika Lui Zang tau....


..."Maka itu aku ingin bertanya kepada Mao Lan yang saat itu lari. Karena sepertinya ada yang aneh dengan dirinya."Tatap Xao ke Mei....


..."Apa rumor kalau Lui Zang ingin di runtuhkan sudah di mulai?"Tanya Mei....


..."Kita masih belum ada bukti mengenai hal itu, sekarang buka gerbang ke kediaman tempat bangsawan Ling Hao berada."Tatap Xao....


..."Baiklah, Sayang."Mei pun membuat gerbang dengan tangannya untuk Xao pergi ke dekat kediaman bangsawan Ling Hao....


...*****...


...Sementara itu di area tempat Haku dan Liano....


..."Hikari!!"Haku tersentak bangun dan melihat sekeliling....


..."Akhirnya kau bangun juga, Haku."Ucap Reaper....


..."Reaper... Kemana Hikari pergi?"Tanya Haku dengan tatapan tajam ke senjatanya....


..."Jejaknya tidak bisa aku rasakan lagi dan itu sudah lama sekali sebelum matahari terbit. Tapi dia aku rasakan mengarah ke arah Selatan sedikit ke arah barat."Jawab Reaper....


...Liano tidak lama bangun juga dan tersentak....


...'HIKARI... HIKARI.."Tersentak Liano bangun dengan wajah marah....


..."Liano, kita pergi ke tempat Kaisar itu berada. Kau tau jalannya kan?"Ucap Haku sambil mengambil senjatanya....


..."Kenapa kau malah mau ke tempat penguasa ini? Arahnya dia menjauh ke arah selatan atas."Bingung Haku....


..."Kau benar, Haku."Tatap serius Liano....


...Haku menaiki punggung Liano...


..."Terbang lah dengan kecepatan tinggi. Aku akan melindungimu jika ada serangan."Ucap Haku yang sudah menaiki punggung Liano dan tangan kanannya memegang senjatanya....


...(WUSSSSHHHHH....)...


...Liano terbang dengan cepat ke arah dimana Istana Lui Zang berada....


...*****...


...Tepat Ghyo dan Hikari berada....


...Ghyo menghampiri Hikari untuk membawanya ke tempat persembunyian yang sudah di siapkan oleh Ling Hao dengan cara menggendongnya....


...Namun Ghyo tidak mengikat kembali mulut dari Hikari....


...Hikari melihat Ghyo mendekatinya....


..."Ma-Mau apa kau?"Takut Hikari....


..."Aku akan menggendongmu dan membawamu ke tempat yang sudah di sediakan?"Jawab datar Ghyo....


..."Kemana... Kenapa jika dirinya ingin aku terbunuh, kenapa tidak di lakukannya sekarang?"Tanya Hikari dimana air matanya masih mengalir ke pipinya itu....


..."Aku tidak berhak menjawabnya."Jawab datar Ghyo dan langsung menggendong tubuh Hikari kembali....


..."Tu-Tunggu dulu... "Hikari melihat wajah Ghyo yang sudah menggendong tubuhnya....


..."Kenapa?'Tanya Ghyo....


...Hikari saat itu tidak tahan ingin buang air kecil....


..."A-Aku ingin buang air kecil dahulu... Sebentar saja.."Tatap takut Hikari....


...Ghyo sebenarnya sudah tidak tahan dengan kecantikan dari Hikari ini....


...Ghyo pun menurunkan Hikari dimana ia di sandarkan dan membuka ikatan kedua kakinya....


...Saat itu Ghyo menyikap bagian bawah pakaian Hikari sampai ke atas dadanya....


..."A-Apa yang kau lakukan?"Tatap Hikari takut....


..."Aku benar-benar tidak kuat menahan kecantikanmu itu."Ghyo dengan tubuh besarnya itu berdiri di depan Hikari yang sedang bersandar dengan pekaian tersingkap ke atas....


..."He-Hentikan...."Hikari mencium aura buruk hal tersebut....

__ADS_1


...Kemudian benar apa yang terjadi di dalam hutan tersebut yang sunyi tanpa ada seorang pun dimana Hikari tidak berdaya dengan ada seorang laki-laki besar dan kuat sedang berada di dekatnya dengan nafsu yang memuncak....


...*****...


...Hari menjelang siang di tempat yang sama....


...Hikari sudah di gendong kembali dengan Ghyo dalam kondisi kelelahan dan tatapan mata kosong dari Hikari dimana air matanya masih mengalir....


...Kedua kakinya sudah kembali terikat....


..."Hikss..."Menangis Hikari....


..."......"Ghyo melihat wajah cantik Hikari yang sedang menangis di gendongannya itu dengan kondisi kelelahan....


...Ghyo benar-benar melakukan sesuatu itu atas dasar nafsu dengan kecantikan dari Hikari....


..."Bunuh saja diriku, Hikss.. Hikss.."Ucap datar Hikari tanpa menatap Ghyo yang sedang menggendongnya dan melompat dari dahan ke dahan lainnya menuju ke tempat persembunyian....


..."Bukan tugasku untuk melakukan pembunuhan itu."Jawab Ghyo menatap Hikari sekilas....


..."Hikss... Hikss... Kau benar-benar menodai diriku dan bayiku ini... Bunuh saja aku... Bunuh saja diriku...."HIkari meronta....


..."Hoi..."Ghyo bingung....


...Hikari terus meronta dengan tubuhnya saat dalam perjalanan itu berharap dirinya terjatuh dari gendongannya dan meninggal....


...Ghyo menghentikan langkahnya dan menaruh tubuh Hikari di tanah....


..."Bunuh aku... Dari pada aku kembali di serahkan kepada Kaisar mesum itu yang juga memanfaatkan tubuh ini. Aku sudah cukup menderita dahulu, sekarang lebih baik aku membunuhku saja. Tubuh ini juga sudah kotor... Hikss.. Hikss..."HIkari kembali menangis dan dia merasakan denyut perutnya merespon tangisan Hikari yang ingin dia elus, tetapi tidak bisa karena tangannya terikat....


...Namun kalung dari Hikari terus menyala setelah dirinya di bawa hingga sekarang....


...Ghyo mengeluarkan cairan penidur ke sebuah kain dan menutup hidung juga mulut Hikari....


..."hmppp..."Perlahan tubuh, kaki dan tangan Hikari mulai melemah dan dirinya kembali tidak sadarkan diri....


..."Maaf telah melakukan hal itu kepada dirimu, tetapi kecantikanmu benar-benar membuatku lupa."Ghyo kembali menggendong tubuh Hikari dan melanjutkan perjalannya....


...Ghyo benar-benar terhipnotis dengan kecantikan Hikari sampai melakukan sesuatu yang di luar kesepakatan terhadap Ling Hao untuk membawanya dengan keadaan baik....


..."Kenapa aku bisa berbuat seperti itu kepada dirinya... Kenapa..."Ghyo merasa sedikit menyesali perbuatannya....


..."Ling Hao benar telah melakukan hal ini untuk membawanya ke tempat persembunyian untuk menghindar dari Tuan Quan Gi. Dimana dia pasti akan jadi bulan-bulanan nafsu bejatnya walau dengan keadaan hamil seperti ini hingga dirinya melahirkan. Kecantikannya itu benar-benar menghipnotis laki-laki yang baru pertama kali melihatnya. Tetapi aku ..."Ghyo juga melakukan hal itu dimana tentunya sudah melihat kalau Hikari tengah hamil....


...Namun ketika itu dia mencoba lembut....


...Namun tetap saja yang ia lakukan salah....


..."Seharusnya aku menahan itu... Bodohnya diriku... Ling Hao pasti akan marah."Ghyo menatap serius ke arah jalan depan hutan yang gelap terus menuju ke arah persembunyian....


...*****...


...Ling Hao dengan cepat juga sedang menuju ke tempat persembunyiannya yang sudah ia siapkan untuk menyekap Hikari....


...Dengan hewan tunggangannya yang berbentuk belalang berwarna hijaunya itu bersama kedua pengawal perempuannya terus merambah masuk hutan....


..."Aku tidak sabar untuk menyelidiki perempuan misterius itu dan dengan santai, aku bisa melihat perpecahan antara Lui Zang dan para bangsawan lainnya."Tersenyum Ling dengan rencana-rencana Liciknya itu yang sudah di siapkan untuk merusak ketenangan yang ada di wilayah selatan tersebut....


...*****...


...Sementara itu di kediaman Quan Gi....


...Quan Gi sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu kabar dari Ling mengenai rencananya dengan menghubungi dirinya melalui bola Crystal yang ada di depan meja kayu besar kebesaranya itu....


..."Kenapa masih belum ada kabar juga, Padahal aku sudah meminjamkan wakilku yang berharga itu kepada dirinya. Dasar kau Ling Hao. Awas saja kalau kau melakukan sesuatu kepada perempuan cantik itu yang akan aku jadikan budak pelampiasan ku."Kesal Quan Gi yang belum mendapatkan kabar dari Ling Hao beberapa minggu setelah festival tersebut....


...*****...


...(Cape bolak balik terus ceritanya, hehehe.. Iklan dulu mendengar keluh kesah Penulis. Padahal lagi tegang yah...)...


...Kembali ke tempat Haku dan Liano berada yang sedang melesat cepat melewati jalan menuju kerajaan utama Kaisar Lui Zang berada....


...Hembusan angin dari Liano terbang membuat dedauan sekeliling ikut terdorong kuat....


...Liano tidak peduli dan memaksimalkan kekuatannya untuk cepat menuju ke arah kerajaan Lui Zang masih cukup jauh jaraknya....


...Rambut panjang Haku pun di terpa angin kuat akibat Liano yang menggunakan kecepatan maksimal terbangnya itu....


...Kalau ada Hikari di punggungnya, tentu tidak mungkin ia lakukan....


..."Kita harus cepat ke istana itu, Liano, sebelum sesuatu terjadi kepada Hikari."Ucap Haku dengan tatapan tajamnya dan wajah yang membelah angin kuat....


..."Kalau sampai Hikari benar-benar di bunuh, maka aku akan benar-benar memakan tubuh Kaisar itu tanpa sisa."Liano pun kesal sampai bola matanya berubah menjadi berwarna merah gelap....


...Berbeda seperti sebelumnya yang merah agak terang....


...Bagaimana dengan Hikari? Bagaimana dengan Lui Zang jika mendengar hal itu? Bagaimana dengan Xao?...


...Tunggu kelanjutannya di selanjutnya yah....


...Penulis sudah ngebul pikirannya.....


...Hehehehe.....


...Oh iya, penulis ingin sedikit memberitahu kepada kalian pembaca kalau penulis itu dalam kondisi medis (Autoimun) dengan gejala yang tidak akan di publis tentunya....


...Autoimun itu seperti apa, kalian bisa search google yah.....


...Hanya menginformasikan jika ada kata yang aneh itu artinya sedang dalam kondisi low kosentrasi dan merasakan tubuh yang gak enak atau sewaktu-waktu mungkin gak update kalian gak kaget dan bertanya lagi....

__ADS_1


...Terima Kasih yang terus membaca kisah ini....


__ADS_2