
...Paginya yang cerah kembali di istana Lui Zang....
...Lui Zang terbangun setelah mencoba sesuatu yang ia lakukan di bawah Hikari dan itu cukup bisa membuat Hikari juga ke titik puncak, walau akhirnya hanya sekali keluar Hikari dan setelah itu Lui Zang akhiri....
...Lui Zang melihat Hikari sedang tertidur pulas di samping dirinya dengan wajah cantiknya....
..."Hari ini kita akan kembali berpiknik di luar kerajaan, Sayangku. Kau pasti akan aku jaga nanti di saat kita jalan-jalan. Bersama bayi tercinta kita." Lui Zang melihat lembut wajah Hikari yang tenang sedang tertidur itu sambil mengelus perutnya yang menyamping ke arahnya itu dengan tangan kanannya....
...Lui Zang yang masih berpakaian jubah tidur berwarna putihnya keluar untuk menemui pelayan yang ada di luar....
...Nam saat itu tidak ada, karena Lui Zang berada seharian bersama Hikari dan dirinya juga libur....
...Lui Zang memerintahkan untuk membawakan makanan pagi ke dalam kamar dan mempersiapkan bekal piknik untuk dirinya bawa dengan menyiapkan juga kereta untuk membawa mereka berdua nanti....
...Pelayan perempuan itu menyegerakan perintah Lui Zang dan Lui Zang kembali ke kamarnya dan naik kembali ke atas tempat tidur lalu bersandar di dinding kepala tempat tidur sambil mengelus lembut kepala Hikari dengan tangan kirinya....
..."Aku sungguh sangat menyayangimu dan mencintaimu, Hikari. Betapa bahagianya aku melihat dirimu berada di sampingku lagi, dengan dirimu yang bersama bayi kita tiga sekaligus. Aku tidak pernah sekali pun menyangka akan bisa mendapatkan langsung tiga bayi setelah sekian lama aku inginkan, bahkan jika satu pun aku benar-benar sudah bersyukur dan merasa bahagia, tapi kau lebih memberikannya dan itu membuatku sangat jauh lebih bahagia dan tidak terbayangkan sebelumnya." Lui Zang tersenyum dan mendekatkan wajahnya untuk mencium dahi Hikari....
...'Mucchh..'...
...Lalu tidak lama ada yang mengetuk pintu dan menandakan kalau makanan pagi sudah siap....
...Lui Zang beranjak dari tempat tidur dan kembali membuka pintu kamarnya untuk mempersilahkan para pelayan itu masuk untuk menyediakan makanan untuk mereka makan pagi....
...Makanan itu di tata dengan rapih di atas meja bulat oleh pelayan perempuan yang masuk secara bergiliran ke kamar Lui Zang dan Hikari berada....
...Setelah semuanya sudah di bawakan, pintu itu kembali di tutup dan Lui Zang kembali duduk di dekat Hikari tertidur....
...Namun saat itu Hikari perlahan membuka kedua matanya....
..."Hmm..ehh.." Lirik sayu Hikari dengan kedua matanya yang masih belum terbuka sepenuhnya....
..."Hei, Sayangku. Perempuan cantik yang sedang hamil, apa tidurmu nyenyak?" Sapa lembut Lui Zang kembali mengelus kepalanya yang masih berada di atas bantal lembut tempat tidur itu....
..."Tidurku sangat nyaman dan nyenyak, Sayang." Jawab Hikari dengan senyum manisnya dengan masih posisi terbaring menyamping....
..."Makanan sudah siap di meja, apa kamu ingin aku bantu untuk bangun dari terbaringmu itu." Lui Zang mengelus lengan kiri Hikari....
..."Aku ingin bersandar di pelukan hangatmu lagi, Sayang." Ucap Hikari dengan pipi memerah....
..."Kau ingin bersandar di pelukanku lagi, Sayang? Baiklah, aku akan membantumu bersandar di tubuhku." Tersenyum Lui Zang dan membangunkan perlahan Hikari yang masih lemas itu dan dirinya sandarkan di depan tubuhnya....
...HIkari menyandarkan tubuhnya di depan tubuh Lui Zang yang ada di belakangnya dan memejamkan kedua matanya....
...Lui Zang memeluk Hikari dari belakangnya dengan kedua tangannya itu dan menaruh kepala di pundak atas kiri Hikari....
..."Walau kau baru bangun tidur, tetapi kecantikanmu tidak lah pudar, apalagi di saat kau tertidur, Sayangku." Puji Lui Zang kepada Hikari yang sedang bersandar di tubuhnya dengan kedua mata terpejam di atas tempat tidur itu....
...Tangan Lui Zang saling menggenggam di atas perut buncit Hikari dan Hikari menapakan tangannya juga di atas telapak tangan Lui Zang sedang menapak di atas perutnya yang buncit itu....
...Kepala Hikari memiring ke arah kanan dan masih merasa mengantuk....
..."Hmm..."...
...Lui Zang mencium leher Hikari dan juga pipi kirinya sambil menggenggam kedua tangan halusnya yang berada di perut besarnya itu....
...'Muchh..'...
...'Muchh.'...
...Hikari menikmati sandaran dan hangatnya pelukan Lui Zang di pagi itu sampai dirinya kembali tertidur....
...Lui Zang menyandarkan tubuhnya di dinding dan dirinya membuat nyaman Hikari dimana dirinya kembali tertidur....
..."Kau itu kembali tidur di sandaraan diriku? Ya ampun." Tersenyum manis Lui Zang yang melihat istrinya yang cantik itu kembali tertidur setelah sempat bangun dan meminta untuk di sandarakan di tubuhnya....
...Lui Zang menyibak sisi kiri rambut Hikari ke belakang telinga dan melihat sekali lagi bibir dan wajahnya yang begitu sangat ia cinta dan sayangi dengan masih mengenakan Dress besarnya itu....
...Lui Zang memeluk kembali hangat Hikari dan ikut memejamkan kedua matanya sebentar....
...Namun perlahan dirinya malah ikutan masuk ke alam bawah sadar dan tertidur....
...*****...
...Ketika itu Lui Zang tiba-tiba melihat di sebuah ruangan yang penuh cahaya emas dengan terdengar suara denyut jantung....
..."Dimana aku." Tanya Lui Zang ke dirinya sendiri....
...Terdengar suara yang Lui Zang kenal saat itu juga....
__ADS_1
..."Lui Zang.. Ayo bangun.." Ucap suara yang mirip Hikari itu....
..."Hikari, istriku." Ucap Lui Zang....
...Perlahan dirinya terbangun dan membuka kedua matanya perlahan, dimana sudah ada wajah cantik dekat di wajahnya dan menghadap dirinya dengan perut yang menyentuh bagian bawah Lui Zang....
..."Hehh.. Hi-Hikari.." Kaget Lui Zang....
..."Ayo bangun, Lui Zang, sayangku." Tatap lembut Hikari dengan kedua pipi memerah....
...Lui Zang lalu memeluk tubuh Hikari dan merasakan perut buncitnya Hikari lebih dekat ke perutnya yang berotot itu di tekan olehnya....
..."Hikari... Aku sayang padamu." Ucap Lui Zang yang memeluk tubuh Hikari yang berhadapan ke dirinya....
..."Ehh.. Iyah.. A-Aku juga sayang kepadamu... Lui... Zang.... Sa-Sayangku.." Ucap gerogi Hikari dengan wajahnya di atas pundak kanan Lui Zang dan sedang di peluk lembut olehnya....
...Lui Zang memejamkan kedua matanya sambil mengelus kepala dan pinggang belakang Hikari....
...Perutnya yang tertekan dengan perut Hikari itu ia rasakan denyut jantung ketiga bayinya dengan aura miliknya....
..."Aku sangat menyayangimu, Sayangku, juga bayi yang ada di perutmu." Kembali Lui Zang berbicara demikian dari hatinya yang paling dalam....
..."Iyah.. Lui Zang... Aku juga... Tetapi bisa kah kau lepaskan pelukanmu? Aku ingin pipis." Ucap HIkari....
...Sontak Lui Zang langsung melepaskan pelukan itu dan memegang kedua pundak atas Hikari dengan tangan besarnya itu....
..."Kalau begitu sekalian saja kita bersih-bersih dan berendam di air hangat besar di bawah lantai seberang menara ini sebelum makan." Tersenyum Lui Zang dengan itu ide yang bagus dia coba lakukan, apalagi memang itu adalah pemandian air hangat yang sudah jarang di pakai oleh Lui Zang....
..."Heh... Pe-Pemandian air hangat?" Bingung Hikari, karena dirinya belum tau kalau ada pemandian air hangat di bawah lantai dekat mereka tinggal....
...Lui Zang dalam posisi duduk itu menggendong tubuh Hikari dengan mudahnya dan dirinya beranjak dari atas tempat tidur lalu berdiri....
..."Kita mandi air hangat bersama agar tubuh kita jauh lebih enak setelah malam yang panjang itu." Tatap lembut dengan penuh suasana gembira Lui Zang....
..."I-Iyah... Hehehehe... Baiklah.." Hikari jelas mengingat malam yang begitu membuat dirinya tidak bisa melupakannya setiap detik dan setiap kenikmatannya....
...Lui Zang menggendong Hikari keluar dari pintu dan penjaga di suruh berjaga di luar pintu....
...Hikari kembali melihat pagi yang cerah dan sedikit dingin itu dari gendongan Lui Zang yang hanya memakai jubah tidur menutupi tubuhnya tanpa alas kaki dimana sama Hikari tidak mengenakan alas kaki....
...Lui Zang perlahan menuruni anak tangga dari atas tempat mereka berada....
...Lui Zang berjalan di sebuah lorong terbuka menuju ke tempat bangunan besar tersebut yang di jaga oleh dua pelayan perempuan dan beberapa prajurit yang lewat di atas dinding mau pun di bawah....
...Mereka menyapa Tuannya dan Hikari yang sedang berjalan di hadapan mereka....
...Ketika sampai di dekat pintu itu, kedua pelayan perempuan itu membuka kedua pintunya bersamaan dan terlihat ada jalan dengan di sisi kiri dan kanannya air dimana sudah di rasakan begitu hangat di dalamnya....
...Lui Zang masuk bersama Hikari dan langsung pintu itu di tutup....
...Terlihat banyak bunga berwarna merah muda yang mengapung di atas air hangat di kedua sisi itu yang berwarna agak sedikit kebiruan gelap dan ada uap yang keluar terlihat....
...Lui Zang berjalan di antara kedua kolam itu di jalan alas kayu sambil menggendong Hikari....
...Lui Zang berbelok ke arah kanan dan menurunkan Hikari perlahan....
..."Mari kita berendam bersama, air hangat ini sangat baik, apalagi bunga-bunga yang kau lihat mengapung di atas air ini membuat lebih segar dan jernih airnya walau agak kebiruan gelap, tetapi kau akan rasakan setelah berendam." Lui Zang menatap wajah Hikari yang masih melihat-lihat sekeliling dalam ruangan itu....
...Dimana hanya ada suara aliran air mengalir dan mereka berdua....
...Bahkan sudah ada handuk dan pakaian untuk di gunakan seperti yang ada di jepang ketika berada di Onsen penginapan di area pedesaan dan tempat wisata....
..."Aku tidak menyangka ada pemandian air hangat di sini." Kaget Hikari....
...Lui Zang lalu mendekatkan diri ke hadapan Hikari dan kedua tanganya membuka lipatan pakaian Dress Hikari yang tepat di atas perutnya....
...Perlahan pakaian Dress Hikari terlepas oleh Lui Zang dan Lui Zang taruh di tangannya....
...Sampai Hikari tidak lagi mengenakan sehelai pun pakaian dan dirinya juga tidak memakai dalaman pakaian bagian atas juga rupanya....
...Hikari menutupi bagian bawahnya dengan tangan kanan dan juga bagian payudaranya dengan lengan dan telapak tangan kirinya....
..."Lu-Lui Zang.. Ummm..." Hikari malu dimana dirinya tidak lagi berbusana....
..."Tubuh cantikmu itu memang tidak pernah bosan aku lihat, Sayangku." Lui Zang tersenyum sambil membawa pakaian Hikari yang tadi ia kenakan....
...Lui Zang lalu berjalan ke bilik penutup dan menaruh pakaian Hikari di atasnya....
...Kemudian dirinya membuka jubah tidurnya dan melepaskan dari tubuhnya. dimana Hikari melihat kembali tubuh tinggi Lui Zang dari belakang dengan otot-otot di tubuhnya sampai ke kakinya....
__ADS_1
...Lui Zang menaruh jubah tidurnya itu juga di atas bilik penutup dan membalikan tubuhnya ke arah Hikari kembali....
..."Mari kita berendam bersama." Ucap ramah Lui Zang dengan senyum manisnya....
...Lui Zang berjalan ke hadapan Hikari dan ternyata milik Lui Zang sudah dalam kondisi menunjuk ke atas sampai menyentuh perut Hikari yang buncit itu....
..."Ehh.." Hikari melihat milik Lui Zang yang tentunya pasti akan berfungsi saat dalam kondisi seperti itu....
...Hikari yang dahulu seorang laki-laki pun pasti akan melihat hal yang sama jika dirinya seorang laki-laki....
..."Maaf, perutmu jadi tersentuh milikku. Aku benar-benar tidak menyangka kembali harus mengakui kalau kau itu bisa membuat gairah diriku kembali memuncak, Sayangku." Tatap lembut Lui Zang dan memegang lengan kiri Hikari lalu menariknya perlahan ke dalam kolam air panas itu....
...Hikari ikut Lui Zang perlahan dimana kedua matanya tidak lepas dari pandangan miliknya yang sudah dalam posisi siap....
...Lui Zang masuk terlebih dahulu ke dalam air panas itu dan membantu Hikari masuk ke kolam yang tidak dalam itu dengan kedua tangannya dirinya genggam di tangan Hikari....
..."Hati-hati, Sayang." Lirik Lui Zang yang memperhatikan langkah Hikari....
..."I-Iyah..." Hikari menggengggam balik tangan Lui Zang dan perlahan kakinya masuk ke kolam itu dengan ada tangga memanjam ternyata di pinggir kolam itu persis sama seperti Onsen penginapan umum di jepang....
...Perlahan kedua kakinya semakin masuk ke dalam air yang hangat itu di bantu Lui Zang yang juga sudah sampai ke dasar kolam yang tidak dalam itu dimana hanya sampai semata kakinya....
...Lui Zang lalu mengarahkan Hikari ke pinggir kanan dan dirinya duduk di dasar sambil bersandar di pinggir kolam air hangat itu....
..."Sayang, duduk lah di depanku." Ucap Lui Zang yang menarik perlahan tubuh Hikari ke bawah....
..."Ehh.. Du-Duduk di depanmu." ekspersi malu terlihat di wajah cantik Hikari dimana dia tau kalau miliknya Lui Zang ada di dalam dekat di antara kedua kakinya....
...Kalau dirinya berkata begitu, pastinya dia ingin melakukan sesuatu....
...'Iyah, aku akan basuh tubuhmu yang cantik itu." Tersenyum Lui Zang....
...Lui Zang perlahan menarik tubuh Hikari yang sudah bersiap duduk dan kedua tangannya memegang kedua pinggul Hikari yang sudah berbalik membelakangi dirinya....
...Namun pikiran Hikari salah dan dirinya benar-benar duduk kembali bersandar di tubuh Lui Zang walau merasakan memang ada yang mengganjal hangat di belakang antara bokong kirinya....
..."Uhhh... Hangat.." Lirik kebelakang Hikari dengan kedua pipi memerah....
..."Benarkan, kenapa aku baru kepikiran untuk mengajakmu mandi bersama, ya ampun>" Lui Zang merasa senang bisa bersama Hikari di dalam ruangan air hangat itu di musim gugur yang dingin....
...Lui Zang lalu menciduk air hangat di kolam itu dengan kedua tangannya dan membasahai bagian atas Hikari yang tidak terendam dimana Hikari memegang kedua lutu Lui Zang yang berada di dekat kedua kakinya....
...Suara gemericik air yang di ciduk oleh Lui Zang lalu menumpahkannya di atas tubuh Hikari sambil membasuhnya dari belakang membuat Hikari malu dan terdiam....
...Apalagi dia merasakan denyut di bagian bawah bokongnya yang tentunya sudah tau itu miliknya....
...Lui Zang membasuh kembali tubuh Hikari, lalu dirinya menanyakan sesuatu hal yang membuat Hikari malu dan merasa canggung....
...Dimana Lui Zang merabah kedua payudaranya yang tidak lagi ada sehelai pakaian pun menutupi, dimana hanya ada bagian menonjol berwarna merah muda di atas payudaranya yang semakin besar itu....
..."Apa cuma perasaannku, kalau payudaramu semakin besar dan kenyal, Sayang? Apa kehamilan itu membuat kau mulai Mereproduksi ASI untuk Bayi kita nanti minum." Tanya Lui Zang dengan nada berat dan mendekatkan bibirnya di leher Hikari hingga Hikari merasakan nafasnya Lui Zang....
..."Mu-Mungkin... Hehehe... Kata Nam dan Mei se-seperti itu." Jawab malu-malu Hikari yang merasakan kedua payudaranya mulai di mainkan oleh Lui Zang sambil menyiramkan air hangat itu dari tangannya....
..."Kalau begitu aku akan coba memijitnya perlahan agar mungkin bisa semakin besar." Ucap Lui Zang dengan arti yang Hikari pahami sambil mencium pipi kiri Hikari dan melihat persisi payudaranya itu lalu mencium bagian kiri atas pundak Hikari....
...'Muchh.'...
...'Muchh.'...
..."Hummmpp.." Hikari tertunduk malu dan bersiap apa yang ingin di lakukan Lui Zang di saat dalam bangunan ruangan hangat itu di pagi hari yang cerah....
...Next......
...Aahhhh.. Kenapa masih terus berlangsung seperti ini.....
...Maafkan penulis yah......
...Sekali lagi penulis minta maaf jika membuat kalian membayangkan pikiran yang aneh-aneh....
...Silahkan Like, comment dan Vote....
...Jika kalian suka dengan part ini....
...Huhhuhuhuhuh.....
...Terima Kasih....
...Penulis harus bersih-bersih lagi....
__ADS_1