Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 57: Menemani Cintanya Bekerja.


__ADS_3

...Hikari dan Nam kembali berjalan-jalan di dekat luasnya kerajaan Lui Zang itu....


...Angin sepoi-sepoi menerpa wajah dan rambut panjang cantik milik Hikari dan juga Nam yang sedang menuntun Hikari....


...Suara dedaunan dari pohon-pohon yang bergesekan di taman terdengar....


...Begitu juga dedaunan yang sudah berguguran di tanah taman yang sudah di alasi bebatuan....


...Ketika itu Hikari mencoba ingin ke suatu tempat....


..."Nam, bisa kah kita bersama pergi ke tempat Lui Zang berada? Aku ingin lihat dirinya sedang bekerja." Lirik Hikari yang meminta Nam mengantar dirinya pergi ke tempat Lui Zang berada dimana berada di bangunan lainnya yang tidak seperti menara dimana hanya ada ruangan dasar saja....


..."Baiklah, Nona Hikari. " Nam tentu melaksanakan perintah dari Hikari itu....


...Nam menuntun Hikari menuju ke tempat Lui Zang bekerja dimana agak sedikit jauh dari tempat tinggal mereka....


...*****...


...Lui Zang yang sedang fokus bekerja itu tiba-tiba terkejut melihat siapa yang datang dari pintu luar ruangannya....


..."Heh.. Istriku.. Kenapa kau di sini?" Kaget Lui Zang sampai beranjak dari tempat duduknya dan menghentikan kerjanya sejenak....


...Peramal Xion pun melirik ke arah kiri dimana Nam dan Hikari datang....


..."Aku hanya ingin melihat ruangan dirimu bekerja." Tersenyum ramah Hikari yang berjalan santai ke dalam ruangan itu....


...Lui Zang langsung menghampiri Hikari dengan wajah senyumannya yang tampan....


..."Kau itu jangan memaksakan diri, apa kau lelah, Sayangku? Duduk lah di kursi panjang yang tersedia itu, mari aku tuntun. Nam, bisa kau ambilkan bantal lebih untuk membuat dirinya nyaman di tempat duduk itu." Lui Zang langsung sigap menuntun Hikari dan memerintahkan Nam untuk mengambil bantal lebih untuk Hikari duduk di kursi kayu panjang yang tersedia....


..."Tidak perlu berlebihan seperti itu, Lui Zang. Hehehe.." Hikari tersenyum dimana dirinya di tuntun mendekat ke kursi itu dan di bantu duduk perlahan....


..."Apa yang kau bicarakan itu, kau itu sangat spesial bagiku, apalagi kau sedang mengandung buah hati kecil kita, aku sebagai Ayah mereka tentu harus melakukan itu kepada Ibu mereka yang cantik ini." Lui Zang menggoda Hikari sambil menatap lembut wajahnya yang cantik itu....


...Bagian belakang kursi itu di sangga oleh bantal yang Lui Zang taruh....


...Kemudian Nam datang dan menaruh bantal panjang lainnya yang empuk agar lebih nyaman....


...Lui Zang kembali ke mejanya dan mengambil beberapa tumpukan kertas dan di taruh di atas kursi samping kiri Hikari duduk yang masih ada ruang....


...Begitu juga alat tulis milik Lui Zang di taruh di samping tempat duduk Hikari dan Lui Zang duduk di lantai dekat kaki Hikari....


..."Kenapa kau duduk di sini? Lebih baik kau duduk di mejamu." Tatap bingung Hikari sambil menapakan tangan kanannya di perut karena merasakan sedikit pergerakan samar bayinya....


..."Aku akan bekerja di sini dan menemani dirimu, sayang. Mungkin kau bisa memberikan diriku pendapat mengenai beberapa kertas yang akan aku setujui, tapi jangan terlalu di pikirkan nantinya, kau tidak harus memikirkan itu." Lirik Lui Zang yang menatap wajah Hikari dari bawah lantai tempat dirinya duduk....


..."Boleh-boleh... Aku juga ingin tau mengenai apa-apa saja yang kau kerjaan di sini." Tersenyum ramah Hikari....


..."Silahkan jika kamu ingin tau, ambil lah kertas itu dan coba baca, lalu berikan pendapatmu itu kepadaku. Lalu Nam, berhubung kau ada di sini, bantu peramal Xion untuk mengerjakan tugasnya seperti biasa, aku yang akan menjaga istriku sampai dirinya memutuskan untuk kembali." Lui Zang memegang lutut Hikari sambil melihat ke arah Nam dan memerintahkan dirinya....


..."Baik, Tuan Lui Zang." Nam tertunduk dan langsung duduk di kursi dekat Peramal Xion Berada....


..."Selamat datang kembali, pengawal Selir Tuan." Goda Peramal Xion dengan senyum ramahnya....


..."Peramal Xion bisa saja, Hehehe.." Nam tersenyum dan langsung membantu pekerjaan Peramal Xion dan mengambil alat tulis dan tumpukan kertas itu yang sudah ada di atas meja bulatnya....


...*****...


...Hikari sangat aktif membantu Lui Zang dan bahkan Lui Zang sampai bisa bercanda dengan Hikari hari itu....


..."Istriku, buka lah sedikit kakimu, aku ingin sejenak mendengarkan denyut jantung bayi kita itu." Tatap lembut Lui Zang....


..."Heh.. Ahh.. Baiklah.." Hikari tidak masalah karena dirinya memakai pakaian Dress panjang semata Kaki dan bisa membuka kakinya dan membiarkan Lui Zang berada di antara kedua kakinya itu....


...Lui Zang tepat di hadapan perut Hikari yang besar itu dan langsung memeluk perutnya sambil menaruh telinga di kirinya untuk mendengarkan denyut jantung bayinya yang berharga itu....


..."Hmm..." Lui Zang memeluk lembut sambil mengelus perut Hikari....


...Hikari merasa malu-malu dimana Lui Zang begitu dekat di antara kedua kaki dan perutnya yang besar itu....


...Telapak tangan kanan Hikari di taruh di kepala Lui Zang dan mengelusnya perlahan dengan wajah memerah karena malu-malu....


..."Ba-Bagaimana? Apa kau bisa mendengar denyut jantung mereka?" Ucap sedikit gerogi Hikari....


...Lui Zang memejamkan kedua matanya sambil terus memeluk perut Hikari yang hangat dan besar itu....

__ADS_1


..."Rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukan yang lembut ini, Sayangku."...


..."A-Apa yang kau bicarakan, Lui Zang. Kau harus mengerjakan semua ini, masih begitu banyak kertas dan warga desa yang menunggu keputusan dirimu." Hikari malu sambil terus mengelus kepala Lui Zang dengan rambutnya yang halus dan panjang indah sampai bisa menyentuh lantai ruangan itu di saat dirinya duduk di lantai....


..."Aku tau itu sayang, tapi biarkan aku sejenak memeluk perutmu dimana ketiga bayi kecil kita sedang berada tenang di dalam tubuh cantikmu ini." Lui Zang kembali menggoda Hikari dan kedua matanya perlahan membuka....


...Nam dan peramal Xion tersenyum melihat kemesraan mereka berdua....


..."Mereka mungkin masih terlalu kecil, aku terkadang hanya sedikit merasakan sentuhan dari dalam perutku ini." Ucap Hikari yang bicara mengenai dirinya bisa merasakan gerakan halus walau samar....


..."Benar, aku juga tidak merasakan gerakan kecuali denyut jantung yang begitu banyak." Lui Zang menjauhkan wajahnya dan melihat ke arah atas tempat wajah Hikari berada....


...Hikari tersenyum melihat wajah tampan Lui Zang dan Lui Zang mencium bagian depan perut Hikari....


...'Muchh..'...


..."Baik-baiklah di dalam, ketiga bayiku yang berharga. Ibu kalian yang cantik ini akan selalu Ayah jaga sampai kalian nanti lahir." Ucap Lui Zang di depan perut Hikari sambil mengelusnya dengan lembut dengan tangan kanannya....


...Hikari merasa sedikit agak tergelitik dimana perutnya itu di elus oleh Lui Zang....


..."Hehehe.. Geli.." Hikari tertawa....


..."Maaf, Sayangku. Hehehe.." Lui Zang ikut tertawa....


...*****...


...Hampir menjelang sore....


...Hikari mulai mengantuk dan staminanya lagi-lagi harus ia isi karena terserap habis oleh ketiga bayinya....


...Nam menyediakan karpet besar merah hangat tebal yang di perintahkan oleh Lui Zang dan di taruh di dekatnya untuk alas Hikari tidur....


...Lui Zang tidak ingin Hikari tidur di sofa itu yang bisa membuat jatuh tubuh Hikari....


...Maka itu Hikari di sarankan oleh Lui Zang tidur di atas karpet dan sudah ada bantal yang tadi di pakai dan selimut untuk juga menutupi dirinya....


...Hikari terbaring menyamping jke arah kanan dimana ada Lui Zang yang duduk menyila di dekat kepalanya....


..."Maaf jadi membuatmu repot di ruangan kerjamu, Lui Zang. Aku merasa memang mengantuk dan ingin tidur." Tatap sayu Hikari ke wajah Lui Zang berada dan bersiap untuk istirahatkan dirinya....


..."Tidak apa, istriku. Kau malah menjadi penyemangat diriku di sini. Lagi pula bayi kita membutuhkan dirimu juga untuk berkembang, tidur lah yang nyenyak dan aku akan menjagamu di sini sampai kau bangun." Lui Zang menatap lembut Hikari dan mengelus kepala Hikari yang sudah terbaring di atas bantal menyaping melihat dirinya yang masih harus bekerja....


...'Mucchh.'...


..."Aku istirahat sejenak dulu, Lui Zang." Ucap lemah Hikari yang mulai perlahan memejamkan kedua matanya....


...Lui Zang menundukan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke arah Hikari sambil tangan kanannya memegang bagian leher belakang Hikari lalu mencium dahi dan ke bibirnya yang lembut tipis berwarna merah muda....


...'Mucchh.. Muchh...'...


..."Mimpi indah, Sayang. Juga untuk ketiga bayi kita." Lui Zang melihat kedua mata Hikari semakin terpejam dan akhirnya dirinya perlahan tertidur....


...Lui Zang kembali mengerjakan tugasnya di samping Hikari yang sudah tertidur lelap....


...Peramal Xion dan Nam tidak berani berisik dan bicara seperti sebelumnya dimana waktu Hikari masih bisa bercanda dan berbincang dengan Tuan Mereka berdua....


...*****...


...Hari mulai gelap dimana menjelang musim dingin, memang langit cepat berlalu menjadi malam....


...Padahal masih terbilang waktu menunjukan pukul 5 sore, tetapi langit sudah gelap....


...Lampu lampion di ruangan Lui Zang di nyalakan oleh pelayan perempuan yang datang dan mulai menerangi seluruh rungan dari beberapa lampion yang di taruh di sudut-sudut ruangan lantai ruangan itu....


...Lui Zang beberapa kali melihat Hikari yang sedang di tidur di ruanganya itu sambil beberapa kali juga mengelus perutnya dari selimut hangat berwarna putih yang menutupi bagian tubuh dirinya sampai ke kakinya....


...Tiba-tiba datang Ang dengan beberapa perban di lengannya sudah dirinya lepas....


...Tentu Lui Zang, Nam dan Peramal Xion terkejut dengan kehadiran dirinya....


...Ang melihat Lui Zang sedang duduk di lantai di samping tempat Hikari tergeletak tidur di dekat pinggir kiri karpet jalan berwarna merah yang mengarah ke tempat meja Lui Zang berada dari tempat dirinya berdiri melihat....


..."Ada perlu apa kau kesini, Ang?" Tanya Lui Zang dengan merendahkan suaranya agar Hikari tidak terbangun....


..."Aku ingin bicara padamu, Lui Zang." Tatap serius Ang....

__ADS_1


...Lui Zang melirik ke arah wajah tenang Hikari yang masih terlelap tidur dengan posisi masih sama seperti sebelumnya dan mengelus kepalanya dengan lembut....


..."Kalau begitu kita bicara di luar, kau lihat istriku sedang tidur." Tatap lembut Lui Zang ke arah wajah Hikari....


..."Aku mengerti, kalau begitu aku tunggu di taman sebelah kiri dari arahku berdiri ini." Ang berjalan ke arah kiri dirinya berada....


...Lui Zang beranjak berdiri dari duduknya di lantai....


..."Nam, jaga istriku selagi aku keluar sebentar." Lirik Lui Zang ke arah Nam....


..."Baik, Tuan Lui Zang." Nam berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Hikari berada untuk duduk di sampingnya....


...Sementara peramal Xion meneruskan kembali pekerjaanya....


...Lui Zang pun berjalan ke pintu luar dimana di luar sudah di terangi obor dan lampion yang di nyalakan oleh yang pelayan lainnya....


...Lui Zang berjalan ke arah kanan dimana tadi Ang jalan ke arah kiri dari tempat dirinya berdiri menghadap ke dalam ruangan itu....


...Ang berdiri di dekat taman ruangan itu sambil memandangi langit yang mulai gelap dan masih tersisa biru langit yang mulai tertutupi awan gelap....


..."Apa yang ingin kau bicarakan kepadaku, Ang?" Tanya Lui Zang yang berada di belakang Ang....


...Ang membalikan badannya ke belakang dan memperlihatkan telapak tangannya yang di atasnya sudah ada ketiga gelang kecil berwarna merah gelap, biru langit dan putih dimana crsytalnya sudah retak....


..."Ini adalah gelang yang aku lihat di ingatan istrimu dimana waktu itu dirinya tidak sengaja masuk ke kedai Hang Da dan membelinya untuk ketiga bayinya setelah lahir." Tatap serius Ang....


..."Hang Da katamu? Apa kau ingin mencelakakan bayiku?" Tatap tajam Lui Zang....


..."Energi sihir yang tertanam di crsytal ini sudah tidak aktif lagi karena istrimu menyerap otomatis sihir dari Hang Da. Sekarang ini hanya crstal biasa dan tidak memiliki kekuatan sihir, aku pastikan memang tidak ada lagi yang tersisa, kau pasti juga merasakannya bukan?" Ang berjalan ke arah Lui Zang sambil menyodorkan ketiga gelang itu di atas telapak tangannya....


...Lui Zang mengambil ketiga gelang itu dari tangan Ang dan memang ia rasakan tidak ada energi sihir yang tersisa di dalamnya....


..."Kenapa kau memberikan ini kepadaku?" Tanya Lui Zang sambil menatap gelang kecil itu....


..."Berikan saja itu sebagai hadiah dirinya dan ganti lah dengan Crystal Hijau yang ingin kau pasang dimana bisa menditeksi ketiga bayimu nanti seperti Hang Da yang menaruh hal tersebut untuk menemukan Hikari." Tersenyum Ang....


..."Tunggu dulu, jika aksesori yang ketika itu di beli oleh Hikari, artinya Haku tentu juga pasti memilikinya bukan?" Tanya Lui Zang dengan wajah khawatir jika itu terjadi....


..."Tidak perlu cemas. Aksesoris yang di pakai anting oleh Haku sudah tidak juga memiliki energi sihir dan sudah dirinya ganti setelah aku memebritahu dirinya, dimana dirinya ganti dengan batu giok hijau dari tanah ini."...


..."Begitu, lalu apa lagi yang ingin kau bicarakan lagi kepadaku selain ini?" Tanya kembali Lui Zang dengan perasaan sedikit tenang karena sudah tau masalah itu....


..."Besok aku akan pergi menjelajah kembali ke tempat lainnya, karena aku sudah satu tahun menunggu waktu dimana ingatan itu muncul. Karena sekarang itu sudah terlewat dan aku tepat mengikuti alur cocoknya dimana aku harus bertindak di saat yang tepat, karena itu intinya semua ini berjalan lancar. Jika suatu saat kau mendapat sesuatu yang janggal atau yang lainnya, kabari aku dan aku coba membantumu." Ang berbalik kembali membelakangi Lui Zang....


..."Apa maksudmu itu? " Lui Zang kembali masih belum bisa tenang karena kekuatan Ang yang begitu bisa di bilang Over Power jika dirinya menjadi penjahat, karena memanipulasi ingatan itu dan bisa melihat masa depan walau sekilas, sesuatu yang gila walau kekuatannya tidak sekuat Lui Zang....


..."Untuk sekedar berjaga-jaga saja, karena seperti yang selalu aku ingatkan kalau setiap dunia itu memiliki kegelapan di dalamnya, dimana pun kau akan tinggal, kecuali kematian sesungguhnya di surga nanti yang tidak akan ada lagi kegelapan setelah dunia ini selesai." Lirik dari arah Kiri Ang dengan tatapan tajam di kedua matanya ke arah Lui Zang berada di belakangnya....


...Ang lalu pergi meninggalkan Lui Zang yang sudah di genggam ketiga kalung kecil milik Hikari yang ia beli di toko Hang Da sebelum dirinya di culik....


...Lui Zang sedikit agak khawatir memang dengan masih adanya kekuatan kegelapan itu....


...Walau dirinya perlahan mulai pulih dan mungkin itu karena efek dari tubuh Hikari yang mentralkan kutukan dari Lui Zang....


...Dirinya mengingat dan lihat saat cairan suci miliknya keluar dari dalam milik Hikari yang Lui Zang keluarkan di dalamnya sudah semakin sedikit noda Hitam dari pada sebelumnya....


...Kekuatannya berangsur-angsur pulih dan sebelumnya pun dirinya memainkan lebih lama dengan Hikari....


...Lui Zang tertunduk sambil menggenggam ketiga gelang kecil di telapak tangannya....


..."Semua ini berkat kau, Istriku. Kau sudah banyak membantu diriku dan memberikan keturunan yang selama ini aku idamkan sebagai seorang kaisar. Benar yang di katakan Haku, sahabatmu itu, kalau diriku hanya membuahi 20% saja dan sisanya kau yang menanggung." Lui Zang menaruh ketiga gelang kecil itu di sakunya dan berbalik ke arah ruangan kerja miliknya berada....


..."Aku akan selalu menyayangi dirimu dan juga melindungimu dari bahaya apapun, dengan nyawaku sendiri tentunya, dimana kau telah memberikan impian diriku yang sebelumnya hampir putus asa karena tidak ada satu pun perempuan yang bisa hamil dengan kondisiku yang terkena kutukan dari Naga Hitam itu. Mulai hari ini, tidak akan ada lagi orang yang boleh menyakiti dirimu dan juga buah hati kita." Tatap tajam kedua mata Lui Zang dengan di iringi keyakinan Hatinya ingin terus melindungi Hikari dan Buah hati yang ada di dalam perutnya....


...Lui Zang tidak akan memaafkan orang yang ingin mencoba menyakiti Hikari untuk kedua kalinya....


...Next......


...Waahhh... Semakin romantis dan ada saja yang membuat cinta mereka semakin kuat....


...Bagaimana kelanjutannya?...


...Selalu tunggu kisah mereka kembali di Kingdom of Prismatic tentunya....


...Silahkan Like, Comment dan Vote....

__ADS_1


...Terima kasihhhh.....


...Cium penulis untuk pembaca setia.....


__ADS_2