Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 43: Pesan Cinta dan Hasrat kebahagian.


__ADS_3

...Menara singgasana Lui Zang di malam hari dengan ada Haku dan Naga Hijau itu di atas atap....



..."Aku merasa kesepian karena sahabatku entah lupa atau bagaimana dirinya hampir tidak keluar untuk menemuiku atau kucingnya."Tatap Haku yang sedang tiduran di atap berwarna hijau ke langit malam yang cerah penuh serpihan cahaya bintang yang begitu banyak di langit seperti dunianya berada dulu....


..."Tuanku juga beberaoa hari ini jarang keluar kamar tempat selirnya masih di rawat. Kenapa kau tidak langsung menemui dia saja."Ucap Naga Hijau itu yang melirik-lirik ke berbagai arah bawah untuk menjaga istana....


..."Sebenarnya ingin aku lakukan, tetapi aku merasa sangat bersalah karena keteledoran diriku sebelumnya, dia akhirnya terculik dan hilang sampai 1 bulan lebih. Entah apa yang terjadi selama 1 bulan lebih itu kepada dirinya. Tetapi sebelumnya Mei cerita kepadaku kalau dirinya mendapatkan kekerasan fisik dan lainnya."Haku mengangkat tangan kanannya seperti ingin meraih bintang di langit itu....


..."Sebenarnya mungkin aku juga yang salah di awal saat dirinya pergi dimana Tuanku mulai acuh dan aku kira juga dirinya bukan seorang dewi, mungkin itu awal kebodohanku mempersilahkan dirinya keluar."Naga Hijau besar itu melihat ke arah cahaya kota yang menerangi malam dengan lentera dan obor....


..."Sudah lah, jangan lagi salah menyalahkan, aku jadi merasa bersalah lebih dalam. Ngomong-ngomong bisa kau memberitahuku Asal usul Naga Hitam itu bisa sampai ada dan kenapa dirinya sangat dendam sekali terhadap wilayah selatan ini."Lirik Haku ke arah kepala Naga Hijau yang besar itu dengan tatapan serius....


..."Setiap kehidupan itu ada antara suka dan benci, seperti kebalikan Lui Zang tuanku itu dan diriku sebagai mahluk penjaga yang tidak akan mati sebelum pemilikku juga tewas atau menyerahkan kekuataan kekuasaan dirinya terhadap orang lain tentu akan terus hidup dan berenkarnasi ke selanjutnya. Naga Hitam itu ibarat sebuah sisi gelap koin, begitulah dunia ini keadaanya. Aku yang hanya sebagai penjaga pun tidak mengetahui banyak hal kecuali sekedar bertarung dan melindungi, hanya itu."Jawab santai Si'ryu....


..."Begitu rupanya, ternyata masih banyak misteri yang kau sendiri belum mengetahuinya, juga akan selalu ada sisi gelap yang hadir di dunia lainya, termasuk dunia ini juga."Haku mengingat sekilas tempat dirinya dulu tinggal yang juga banyak sekali sisi gelap yang tampak dari sisi manusia itu sendiri dengan kekuasaanya....


..."Begitulah kira-kira. Aku akan kembali mengitari dinding wilayah benteng kerajaan Lui Zang ini, sebaiknya kau istirahat." Si'ryu kembali terbang menuju ke area depan dinding benteng kerajaan Lui Zang yang menutupi kerajaanya itu....


..."Aku masih ingin di sini sebentar lagi, kau pergilah." Tersenyum Haku....


...Malam itu Haku menghabiskan waktunya hingga larut malam di atap sambil memandangi langit malam....


...Haku saat itu dengan tubuhnya juga perempuan dan pakaian minim seksi, tidak sekalipun dirinya merasa lemah....


...Sesuatu yang spesial di Dunia tersebut ialah, tidak ada yang namanya nyamuk....


..."Untunglah di dunia ini tidak ada sekali pun nyamuk.. Hehehe.."Tersenyum Haku....


...( Impian manusia mungkin yah seperti penulis juga yang terkadang risih kalau ada nyamuk, apalagi saat sedang menulis.)...


...*****...


...Pagi menjelang siang di musim gugur yang cerah dan dedaunan mulai berubah hampir seluruhnya menjadi memerah, kuning, termasuk di area taman kerajaan Lui Zang....



...Haku sedang berada di taman dengan beberapa pelayan dan prajurit berlalu lalang berjalan melewati taman sedang dalam tugasnya di dalam istana....


...Dirinya menghampiri Liano yang sedang terbaring santai sambil memainkan salah satu pohon di taman tersebut....


..."Jangan kau rusak pohon di istana ini atau kau akan di makan oleh naga besar itu, Liano."Tersenyum Haku yang berjalan santai ke arah Liano....


..."Dari pada aku berkeliaran di wilayah yang sepenuhnya masih hutan, lebih baik aku di sini."Tersenyum Liano sambil melirik ke arah Haku datang di kirinya....


...Haku melompat sedikit agak tinggi dan jatuh tepat di bulu-bulu halus Liano dan tidur di tubuhnya yang lembut dan hangat itu....


..."Hup.. Ternyata benar yang di katakan Hikari, kalau tubuhmu itu jauh lebih lembut dan hangat di bandingkan kasur tempat tidur yang aku tiduri di kamar yang di sediakan oleh Lui Zang."Tersenyum Haku sambil memejamkan kedua matanya....


..."Aku kangen sekali ingin di tiduri tubuhku ini oleh Hikari.. Hhuhuhu.."Liano merasa sedih dan kangen ingin tubuhnya di tiduri lagi oleh Hikari....


..."Hei, ada aku di sini, kau masih bisa berbincang dengan diriku walau aku sendiri tidak tau apa yang ingin aku bicangkan kepada kucing seperti mu."Haku kembali membuka matanya dan memiringkan tubuhnya tepat ke arah wajah Liano berada....


..."Aku juga tidak tau apa yang aku bicarakan kepadamu, Haku. Sebenarnya aku juga masih bersalah dengan insiden itu."Tertunduk Liano dan wajahnya di baringkan di kedua kaki depanya yang ia luruskan di atas tanah....


..."Itu kau bicara, ya ampun.. Aku juga masih berfikir sama, tapi tidak ada salahnya kita biarkan Hikari terlebih dahulu di dalam istana bersama Suaminya itu."Jawab darar Haku dengan perasaan masih bersalahnya....


..."Aku bicara karena hanya itu yang bisa aku pikirkan, dasar.. Yah sebaiknya memang kita menunggu dan menikmati musim gugur di dunia ini yang hampir sama dengan di sana."Liano tersenyum dan mengingat musim gugur dahulu bersama Hikari di jepang tempat mereka tinggal....


..."Kau benar, walau di sini jauh lebih dingin, karena alamnya masih asri dan belum ada benda-benda aneh yang merusak alam."Tersenyum Haku yang juga kembali memejamkan kedua matanya....


...Walau menjelang siang, namun suasananya begitu sejuk saat menjelang musim dingin itu dengan matahari yang menyinari pun masih cukup sejuk seperti di ruangan AC....


...*****...


...Waktu yang sama di kamar Hikari berada....


__ADS_1


...Lui Zang dan Hikari sedang berada di atas tempat tidur dan saling berpelukan dimana Hikari malah semakin menjadi manja di dekat Lui Zang....


...Hikari bersandar di tubuh Lui Zang dimana Lui Zang bersandar di dinding samping tempat tidur itu sambil mengelus kepala Hikari dan memeluk hangat dirinya....


...Tiba-tiba terdengar suara laki-laki dari luar pintu....


..."Tuan Lui Zang, sekarang waktunya anda mengurus beberapa data kertas untuk kepentingan wilayah anda dan beberapa desa-desa di wilayah kekuasan anda. Tuan sudah izin tidak mengurus beberapa surat-surat dan itu sekarang sudah menumpuk tuan."...


...Raut wajah Lui Zang terlihat tidak enak....


...Hikari menatap wajahnya itu yang berubah seakan tidak merasa enak dari sandarannya itu....


..."Lui Zang, Siapa dan apa yang di maksud oleh suara laki-laki yang ada di luar itu?"Tanya Hikari sambil melirik dirinya dengan kedua matanya yang indah itu....


...Lui Zang melihat tertunduk wajah Hikari yang ada di dekat dadanya....


..."Aku sebagai penguasa tentu harus menjalankan kewajiban mengenai apa-apa saja yang harus di urus untuk kemajuan negeriku, semua itu harus melalui keputusan diriku langsung sebagai kaisar. Aku meminta libur setelah dirimu kembali, Sayang."Lui Zang membangunkan tubuh Hikari dari sandaran tubuhnya dan menggenggam kedua pundaknya dengan lembut....


...Hikari sadar kalau memang dirinya seperti seorang presiden jika di ibaratkan di dunianya....


..."Oh.. Jadi begitu, kalau begitu segeralah laksanakan dan jangan menundanya lagi."Hikari tersenyum dan dirinya menyemangati Lui Zang karena sesuatu yang bagus jika bisa membuat keadaan wilayahnya baik....


..."Tuan Lui Zang.. Tuan Lui Zang.. Saya tunggu di sini."...


...Terdengar kembali suara laki-laki itu dari balik pintu kamar....


..."Hikari, ayo sekarang kau pindah ke kamar kita yang dahulu pernah kita tidur bersama. Kau aman di kamarku yang jauh lebih luas di bandingkan kamar perawatan ini."Tersenyum Lui Zang....


..."Ehh... Ka-Kamar mu yang luas itu?"Jawab lembut Hikari....


..."Iyah.. Ayo, aku bantu kau berdiri."Lui Zang membantu Hikari turun dari tempat tidur dan berjalan bersama menuju pintu keluar kamar perawatan itu....


...Pintu itu pun di buka oleh Lui Zang dan Hikari bersamanya....


...Para pelayan perempuan penjaga pintu dan beberapa prajurit, juga seorang laki-laki tua berjenggot dan berkumis panjang abu-abu dengan pakaian seperti pejabat kerajaan dengan pakaian dan topi tradisional China berwarna hijau gelap langsung membungkukan dirinya ketika Lui Zang keluar bersama Hikari....


..."Aku akan kembali bertugas secepatnya, tapi tidak sampai larut malam walau tugas menumpuk. Sebelum itu aku ingin mengantar istriku dulu ke kamar milikku tetunya."Tatap serius Lui Zang....


...Saat itu Lui Zang menyodorkan lengan siku kirinya untuk Hikari kaitkan dengan tangannya....


..."Apa kau ingin menggandeng lenganku ini dan jalan bersama tanpa paksaan, Sayang? Sebaiknya kau gandeng lenganku ini karena aku tidak ingin dirimu terjadi sesuatu sekecil apapun, karena kau sedang mengandung anakku yang berharga di dalam perutmu itu." Lirik Lui Zang dengan senyum manisnya dan ucapan godaan hangat untuk Hikari....


...Para pelayan perempuan yang ada di sekitar ruangan rawat khusus kerajaan itu ikut tersenyum melihat kebahagiaan Tuannya terhadap istrinya yang cantik itu....


...Dimana dahulu Hikari di paksa menggandeng tangan Lui Zang dan tidak bisa lepas....


...Namun sekarang Hikari perlahan menggengam tangan itu dengan hatinya yang sudah terbuka karena rasa kasih sayang dan cintanya di buktikan oleh Lui Zang dengan begitu lembut....


..."Ayo." Tersenyum lembut Hikari dengan seidikit mendangakan wajahnya ke atas arah wajah tampannya Lui Zang berada....


...Hati Lui Zang seakan tidak bisa lagi memendam rasa gembiranya dimana Hikari membuka diri terhadap dirinya....


..."Ayo, Sayang." Lui Zang berjalan ke arah tempat kamarnya berada di sebuah menara lainnya yang hanya satu lantai di bawah singgasananya berada dengan Hikari di sampingnya....


...Para pelayan perempuan lainnya yang melihat kembali wajah tersenyum Lui Zang yang sangat begitu gembira dengan mendampingi istrinya yang tengah terlihat perutnya membuncit besar itu merasa senang....



...Mereka menundukan diri sambil tersenyum....


...Bgeitu juga Lui Zang yang senyumannya tidak turun selama perjalanannya itu menuju kamar dirinya berada....


...Menaiki tangga memutar terbuka perlahan-lahan dimana ada Hikari di samping Lui Zang....


...Sampai pada akhirnya mereka berdua berada di lorong tempat kamar Lui Zang berada dengan sudah ada beberapa pelayan wanita kembali dan prajurit khusus berjaga di beberapa sudut....


...Lui Zang membuka pintu kamarnya yang besar itu dan di tutup kembali oleh pelayan wanita di depan pintunya....


__ADS_1


...Hikari di dudukan di pinggir tempat tidur besar kamar Lui Zang itu dengan dahi yang berkeringat dan terlihat dirinya bernafas cepat....


...Lui Zang duduk di samping dirinya....


..."Apa kau lelah?"Tanya Lui Zang sambil menyeka keringat yang ada di dahi Hikari dengan lengan panjang pakaian kaisar miliknya....


..."Iyah.. Hehehe.. Ternyata memang benar kalau dalam kondisi hamil seperti ini, aku jadi cepat lelah."Tersenyum Hikari dimana kedua pipinya memerah....


...Hikari begitu di sayang dan di perhatikan baik oleh Lui Zang....


...Lui Zang perlahan membaringkan tubuh Hikari di tempat tidur dengan dirinya juga sambil menatap lembut wajah cantik Hikari....


...Lui Zang mencium bibir Hikari dengan sambil menatap indah kedua mata dirinya dengan Hikari dalam posisi terbaring di atas tempat tidur....


...'Mcchh.'...


...Ciuman singkat itu membuat darah Hikari kembali naik dengan kondisi masih lelah dan wajah semakin merah....


..."Setelah aku pulang nanti dari menyelesaikan tugasku sebagai kaisar wilayah selatan ini, bisa kah kita bermain sebentar."Tatap serius Lui Zang yang sedang melihat wajah Hikari di bawah wajahnya berada....


...Hikari tau apa yang di maksud olehnya itu, dimana memang sebelumnya Lui Zang belum pernah melakukan hubungan itu dan fokus merawat dirinya....


..."Kau ingin bermain dengan diriku dan bayi ini?"Tersenyum tipis Hikari sambil memegang pundak Lui Zang yang sedang ia lihat di atas tubuhnya....


...Telapak tangan kanan Lui Zang menapakan di perut Hikari yang buncit dengan terbalut pakaian kerajaan tradisional china itu lalu mengelusnya....


..."Aku akan jauh lebih lembut dari sebelumnya karena ada yang sedang tumbuh di perutmu ini, yaitu buah hati kita. Bagaimana, apa kamu mau ingin merasakan kembali rasanya waktu itu terjadi?"Tersenyum Lui Zang....


...Hikari sejenak menatap lembut wajah Lui Zang yang tampan itu dengan pipi yang memerah, lalu mengangkat kepalanya untuk mencium bibir Lui Zang tepat di atasnya berada....


...'Mucchh.'...


..."Kalau begitu jangan pulang terlalu larut sebelum aku tertidur bersama ketiga bayi kita ini."Hikari menjawab rasa Lui Zang itu dengan cara dirinya yang juga terbawa....


...Senyum lebar hadir dan Lui Zang kembali berdiri tegap....


..."Kalau begitu akan aku selesaikan sebelum jam larut tiba."...


...Sebelum Lui Zang pergi, Hikari yang masih terbaring di atas tempat tidur milik Lui Zang menitipkan pesan ke dirinya....


..."Jadilah pemimpin yang baik dan adil untuk seluruh rakyatmu itu, Sayang."Hikari memanggil sebutan Sayang kepada Lui Zang dimana itu pertama kalinya ia ucapkan....


..."Ehh.... Sayangku, Hikari."Lui Zang terkejut di panggil balik sayang oleh Hikari....


...Dengan cepat Lui Zang pergi keluar kamar dengan semangat yang menggebu-gebu untuk mengurus pekerajaanya sebagai penguasa wilayah selatan itu....


...Para pelayan itu bingung dimana Lui Zang begitu cepat keluarnya sampai pintunya terbuka....


...Hikari hanya tersenyum melihat tingkah suaminya itu sambil menapakan kedua tangannya di perutnya....


...Pelayan perempuan penjaga pintu kamar Lui Zang kembali menutupnya dengan rapat dan Hikari bisa istriahat untuk juga mempersiapkan dirinya untuk malam....


...*****...


...Kemudian di sebuah ruangan kamar rawat khusus di lantai dasar....


...Perempuan misterius yang menyelamatkan Hikari sedang duduk di tempat tidur dengan perban di beberapa bagian tubuhnya dan di temani penasehat perempuan Lui Zang dalam kondisi sepi di sekitar ruangan itu....


..."Kakak, apa benar yang Kakak katakan itu kalau ingatan dari Istri Lui Zang sedikit di rubah karena suatu alasan?" Tanya perempuan penasehat Lui Zang yang cantik itu kepada perempuan misterius yang juga sebagai kakaknya yang misterius....


..."Aku melihat ingatan dirinya dimana itu bukanlah ingatan yang baik dan bisa membuat dirinya masalah dengan Lui Zang, maaf aku tidak bisa membahasnya dengan dirimu, karena itu bukan sesuatu hal yang patut untuk di ceritakan."Tertunduk perempuan misterius itu....


...Perempuan misterius tersebut ternyata sedikit merubah apa yang di ingatan Hikari....


...Next.....


...Penasaran dengan kelanjutan dan pembahasan lainnya di kisah cinta antara Hikari dan Lui Zang....


...Silahkan Like, comment dan Vote selalu agar memotivasi aku sebagai penulis terus update kisah ini....

__ADS_1


...Terima Kasih....


__ADS_2