
...Pintu gerbang besar itu pun di buka oleh 4 kerbau penjaga gerbang dan mereka pun keluar dari Istana Lui Zang menuju ke tempat pertama yang akan di kunjungi oleh Lui Zang....
...Dalam kereta yang di naiki oleh Hikari dan Lui Zang....
...Lui Zang setengah tidur di samping Hikari yang sudah tertidur lelap dimana tangan Lui Zang mengelus-elus perut Hikari yang buncit itu....
..."Masih lama bayi kita akan lahir, tapi aku menikmatinya. Terima Kasih telah mengandung dan menjaga bayi kita di saat kau dalam bahaya, Sayang. Mungkin sisi keibuanmu mulai tampak di saat itu. Tapi... Aku malah melupakan hal itu dan hanya menikmati tubuhmu saja, sampai lupa dengan dirimu dan bayi kita." Lui Zang menatap dalam wajah Hikari....
...Ciuman di dahi kembali Lui Zang berikan dan Hikari sedikit merespon ciuman itu dan menggerakan tubuhnya sedikit....
...'Muchh.'...
...Lui Zang mengelus perutnya kembali dan menenangkan Hikari yang sedang istirahat di pangkuan sandaran tubuhnya dimana dirinya ikut mulai setengah tidur di samping kepala kanan Hikari itu....
...Sementara di luar....
...Haku dan Liano berjalan santai dengan melihat-lihat ke arah kiri dan kanannya, dimana pohon-pohon besar itu memang saling terhubung satu sama lain jika lebih di lihat teliti....
..."Benar yang di katakan Lui Zang. Kalau pohon-pohon ini seakan membuka jalan dan bahkan rapih di area pinggirnya, dengan terbatasi jalan yang sudah di tanam batu-batu." Ucap Haku yang membenarkan cerita Lui Zang mengenai pohon yang tidak sembarangan bisa di potong dan lainnya untuk membuat pemukiman atau jalan yang di lalui....
...Haku mulai paham dan kenapa pohon-pohon itu bisa begitu rapih dimana menghisi sisi jalan dan juga mengelilingi area desa lainnya tanpa pohon itu masuk dan bahkan akarnya yang besar itu tidak merenggut sesuatu sampai ke dalam desa dimana akar-akar itu hanya mengelilingi desa atau jalan tersebut dan tidak ada yang keluar....
..."Semuanya rapih dan memang itu benar." Tersenyum Haku yang bangga dan terkesan unik dengan dunia yang belum banyak di ketahui....
...Karena hal itu, jadinya tidak sembarangan orang untuk membuka lahan seperti sebelumnya dan harus persetujuan dari pemimpin....
...Apalagi pemimpin seperti Lui Zang ini....
...Mungkin generasi sebelumnya juga sama atau juga mungkin berbeda....
...Kemudian tiba-tiba......
...Sebuah gerombolan memakai senjata dan tunggangan kerbaunya datang di arah depan sisi kiri dan kanan jalan dimana dari arah hutan....
...Tentu kereta kerbau itu di hentikan oleh si penungagang....
...Lui Zang bingung dimana dirinya dengan masih posisi melindungi Hikari yang tengah tertidur di tubuhnya....
..."Ada apa? Kenapa berhenti?" Tanya bingung Lui Zang....
...Liano dan Haku pun maju ke depan dengan tatapan serius tajam ke arah mereka....
..."Wah..wah..wah.. sepertinya ada yang berani menghadang kereta kerbau kami rupanya." Ucap Haku dengan sombongnya....
..."Majikanku sedang istirahat di dalam kereta itu, jika kalian berani mengganggu dirinya sampai terbangun, akan aku makan tubuh kalian." Ucap Liano yang kedua matanya berwarna merah, dimana dirinya bersiap untuk mengeluarkan sihir api dari dalam mulutnya....
...Lui Zang melihat dari kaca jendela dimana keretanya sudah di kepung oleh gerombolan orang yang itu adalah pencuri keliling....
..."Sepertinya aku tidak perlu turun untuk menangani mereka. Apalagi ada istriku yang tengah tertidur nyenyak di sandaran tubuhku ini." Lui Zang kembali melihat wajah cantiknya Hikari yang tertidur di pangukan sandaran tubuhnya dengan mengelus perutnya yang buncit....
...Haku turun dari punggung Liano dan berjalan ke arah kerbau hitam yang tentunya di tandai sebagai pemimpin mereka....
..."Kalian ingin merampok kami?" Tanya Haku....
...Kemudian bukan hanya ada satu kerbau berwarna hitam yang ada di hadapan oleh Haku, melainkan 5 sekaligus datang dengan gerombolan yang begitu banyak....
..."Kami di sini untuk membalaskan dendam pemimpin kami yang telah kau bunuh." Ucap salah satu laki-laki yang bertubuh besar dan lagi-lagi memakai tombak panjang di kedua tangannya dengan pakaian layaknya pemimpin dan hampir warnanya berwarna hitam, juga ada zirah di sisi-sisi dari jubah yang keenam pemimpin pencuri keliling itu gunakan....
..."Areeee... Jadi itu pemimpin kalian selama ini? Sekali tendangan kepalanya sudah aku putuskan loh. Bagaimana dengan kalian?" Haku menggoda dan merendahkan mereka semua yang ada....
..."KAMI TIDAK AKAN PUAS DAN AKAN MEMBALAS DENDAM KETUA KAMI YANG KAU BUNUH. KAMI AKAN MEMBUNUH KAU, PEREMPUAN KECIL." Teriak salah satu pemimpin lainnya dari arah Kanan....
...Lalu sorak-sorai menggema dengan begitu banyaknya para pengikut dari masing-masing pengikut pemimpin pencuri keliling itu yang hampir bisa di bilang seperti warga desa mengepung beberapa orang di jalan....
...'MATIKAN PEREMPUAN ITU... KITA BUNUH DIA... SERET DIA... BAKAR...'...
...Haku hanya tersenyum dengan sorak-sorai yang baginya tidak akan bisa menang melawannya dalam kemarahaan....
...Karena sumber utama kekuatan Haku sudah ia ketahui, yaitu semakin dirinya marah, maka semakin dirinya kuat....
..."Kalian ingin membuatku marah? Bersiaplah kalian kalau begitu menunggu ajal kematian. Liano, lindungi kereta kerbau itu dan tidak perlu menahan diri." Ucap Haku dengan tersenyum lebar sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah langit....
..."Tentu saja, Haku." Liano pun mengeluarkan cakarnya di dalam kakinya dan kesembilan ekornya pun melebar panjang bersiap menyerang....
...Kemudian dari tempat dinding kerajaan yang berwarna merah dan hijau dimana Reaper Haku tersangkut, tiba-tiba tercabut dan langsung terbang ke arah Haku dengan cepat....
..."Ehhhh... Dasar.." Gerutu Reaper Haku yang akhirnya di tarik kembali oleh Haku....
...Tidak lama Reapernya sudah ada di genggaman tangan Haku dan terbuka sabitnya....
...'Trak....
...'Ccriinng...'...
...Suara dari genggaman Haku dan sabitnya yang terbuka....
__ADS_1
...Haku meluruskan tangannya dengan bagian sabitnya berada di dalam....
..."Akhirnya kau menarikku juga, dasar kau." Gerutu Reapernya....
..."Diamlah, kita bertarung." Tersenyum Haku....
...Kemudian para pemimpin pencuri keliling itu mengeluarkan senjata-senjata berat mereka seperti gada, pedang dan tombak....
...Pengikutnya ada yang memakai panah dan bersiap memanah Haku dan yang ada di sekeliling kereta....
...Perlahan tekanan kekuatan Haku muncul dan menekan tubuh mereka....
...Mereka seakan begitu berat untuk mengangkat senjata mereka dan merasakan aura yang tidak enak yang di pancarkan oleh Haku....
..."Tekanan apa ini?" Tanya salah satu pemimpin mereka yang menggunakan gada sampai gadanya tidak bisa ia angkat....
...Kedua bola mata Haku bersinar dan senyum membunuhnya hadir....
..."Hehehehe... Bersiaplah.." Haku melebarkan kedua kakinya dan meregangkan tubuhnya sedikit membungkuk untuk melesat ke arah depan....
...Namun mereka semua tidak begeming dan karena jumlahnya banyak, mereka seakan percaya diri....
...Lalu di saat yang bersamaan....
...Hikari terbangun karena suara berisik itu....
..."Ehhh.. Lui Zang... Suara berisik apa itu?" Ucap Hikari dengan kedua mata yang masih belum terbuka sempurna melihat ke arah Lui Zang yang tepat ada di samping kanannya....
...Dimana Hikari sedang tertidur di sandaran dada Lui Zang....
...Lui Zang tersenyum dan dirinya teramat sangat kesal melihat istrinya yang sedang tertidur untuk memulihkan energinya terbangun....
...Namun dia tahan dan tidak ingin di lihat oleh istrinya....
..."Hehehe.. Mereka di luar berisik sekali memang. Aku akan menaruhmu di bangku yang ada di depanku untuk kau tidur, aku akan keluar dan memperingatkan mereka." Lui Zang sangat kesal dan mungkin begitu marah dari balik senyumannya yang ramah itu ke Hikari....
...Tapi dia menahan rasa amarahnya itu sebentar setelah Hikari di tidurkan kembali....
...Lui Zang menaruh bantal di bangku yang ada di depannya yang panjang juga dan bisa di gunakan untuk tidur, lalu ganjalan yang sebelumnya ia keluarkan dari bawah kursi sebelumnya ia lipat kembali dan menarik ganjalan di kursi depan hingga jadi seperti tempat tidur untuk satu orang....
...Hikari perlahan di tidurkan dengan posisi miring ke arah Lui Zang dan kembali menutup kedua matanya....
..."Tidur yang nyenyak yah, sayang." Ucap Lui Zang yang masih menahan emosinya....
...Lui Zang menutup matanya perlahan dan kembali membuka matanya dengan bola matanya sudah bersinar berwarna hijau....
...Tiba-tiba di waktu yang sama saat Haku mengeluarkan tekanannya yang membuat para pemimpin dan pengikut pencuri keliling itu tertekan tubuhnya dengan tekanan Haku....
...Tiba-tiba ada yang meniban tekanan itu dan hawanya tidak enak....
...Seperti secara tiba-tiba langit yang cerah berubah tertutup awan mendung dan angin menjadi sangat kencang....
...Haku dan Liano merasa itu sebuah tekanan besar berkali-kali lipat mereka rasakan yang datang dari dalam kereta tempat Hikari dan Lui Zang berada tentunya....
..."Orang ini, ternyata." Haku kaget dengan tekanan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya ia rasakan....
..."Tekanan yang dashyat." Ucap Liano....
...Para pengikut dan pemimpin pencuri keliling itu mulai gelisah dimana langit tiba-tiba mendung dan angin bertiup cukup kencang secara mengejutkan....
...Pintu dari arah kanan kereta kerbau itu perlahan terbuka dan terlihat jubah hijau yang Lui Zang gunakan dengan kedua matanya bercaya keluar dari dalam kereta dan menuruni tangga kecil yang ada di bawahnya lalu menutup pintu itu kembali....
..."Berani sekali kalian berisik sampai membangunkan istri tercintaku yang sedang tertidur." Ucap Lui Zang dengan tenang berjalan dimana tekanannya jauh melebihi Haku....
..."I-Itu.." Salah satu pemimpin pencuri itu terkejut melihat Lui Zang keluar dari kereta kerbau yang sederhana tersebut....
...Mereka perlahan mundur dan keringat dingin tampak di dahi semua para gerombolan itu termasuk pemimpin mereka yang berjumlah 6 orang....
...Lui Zang tiba-tiba melesat ke arah pemimpin yang memakai gada itu dengan sekelebat cahaya Hijau....
...'Wushh..'...
...Telapak tangan Lui Zang sudah ada di wajah laki-laki pemimpin yang memakai gada itu dengan mencengkram seperti Naga dan wajah tampannya yang penuh kemarahan....
..."Kau bosan hidup rupanya." Ucap Lui Zang yang bersiap meremukan wajah dari laki-laki itu dengan penuh amarahnya....
...Tetapi tiba-tiba dirinya mengingat sesuatu....
...Sesuatu yang dikatakan oleh Mei dan Pengawal perempuannya itu....
...'Jangan pernah membunuh di saat istri anda sedang mengandung, itu akan berakibat buruk secara tidak langsung nanti kepada bayi anda.' Ucap Mei di ingatan Lui Zang yang tiba-tiba itu....
...Lui Zang langsung menarik diri ke belakang dan hampir sekian detik membunuh orang itu....
...Kedua kakinya menahan laju mundur Lui Zang yang tiba-tiba itu ke dekat kereta kerbaunya berada....
__ADS_1
..."Sial... Hampir saja aku membunuh. Aku lupa peringatan itu." Ucap Lui Zang yang berkeringat dimana hampir dirinya membunuh orang di saat Hikari sedang hamil....
...Karena ada kepercayaan memang jangan membunuh sesuatu atau hewan di saat perempuan ketika hamil....
...Bisa-bisa terjadi sesuatu dengan bayinya nanti di dalam atau setelah lahir....
...(Peringatan juga untuk kalian yah di saat mungkin istri atau pembaca sedang hamil, jangan membunuh hewan di jeda itu, apalagi manusia, tidak boleh dan memang tidak di perbolehkan membunuh sesama manusia, namun di cerita ini hanya fiksi yah, jadi tolong kebijakannya.)...
...pemimpin pencuri keliling yang memakai senjata Gada itu pingsan dan terjatuh dari tunggangan kerbaunya karena selamat dari kematian....
...Haku pun mendekati Lui Zang yang sedang berlutut di atas tanah karena menahan tubuhnya yang tiba-tiba ia lesatkan ke belakang dan menepuk punggung kirinya....
...'Puk..'...
..."Biar aku saja yang menangai masalah bunuh membunuh. Aku tau larangan tersebut dari Mei." Tersenyum Haku....
...Lui Zang melirik ke arah kirinya melihat senyuman Haku itu....
...Perlahan tekanan Lui Zang hilang dan suasana alam kembali seperti biasa walau di langit masih mendung dan angin tidak lagi berhembus kencang seperti sebelumnya....
...Haku pun maju dengan menggenggam Reapernya yang ia seret di tanah hingga menimbulkan garis dan bunyi khas besi yang terseret....
..."Baiklah, siapa yang mau maju duluan? Kalian sudah melihat siapa yang ada di dalam kereta ini, tapi tidak perlu khawatir, dirinya tidak akan bertarung. Cukup diriku yang harus kalian lawan? Bagaimana?" Haku kembali mengeluarkan tekanannya kembali....
...Para pemimpin dan anggota pencuri keliling itu lantas langsung sudah tidak berani lebih jauh melangkah walau Haku yang mereka lawan....
...Namun pemimpin mereka tentu seakan menghiraukan tekanan itu dan terkesan malah membuat riuh para pengikutnya kembali....
..."KITA BISA MEMBUNUH PEREMPUAN ITU DAN MAHLUK TERSEBUT, WALAU ADA KAISAR SELATAN, TAPI SEPERTINYA DIRINYA TIDAK BISA BERTARUNG KARENA KUTUKAN ITU." Ucap salah satu pemimpin pencuri keliling itu yang memakai tombak dan kembali memprovokasi mereka....
...Haku saat itu kembali merasa marah dan tekanannya lebih kuat....
..."PEMIMPIN BODOH SEPERTI KALIAN ITU AKAN MEMBUAT SIA-SIA NYAWA PENGIKUT KALIAN YANG BERANI MELAWANKU.' Tatap tajam Haku dan kembali mengangkat reaper miliknya yang di genggam dengan tangan kanannya....
..."KAU YANG BODOH, DASAR PEREMPUAN KECIL. HAHAHAHA.." Dengan sombong pemimpin pemegang tombak itu kembali memandang rendah Haku....
..."Kalau begitu akan aku habisi terlebih dahulu pemimpin mereka yang banyak bicara itu." Ucap Haku yang sudah meyakinkan dirinya....
...'Wushh..'...
...Tiba-tiba Haku sudah menaruh Reaper di sabitnya yang dalam di leher laki-laki pembawa tombak itu....
..."Selamat tinggal, dasar pemimpin bodoh." Bisik Haku....
...'Cring...'...
...'Srukk..'...
...Haku menarik Reapernya dengan tangan kanannya dan langsung memutus kepala pemimpin pemegang tombak tersebut dengan rapih dan mengenggam kepala rambutnya dengan tangan kiri....
..."Kena kau, hahahaha.." Tertawa Reaper milik Haku....
...'Wushhh.'...
...Haku melesat dan kembali ke sisi Liano sambil menenteng kepala pemimpin pemegang tombak itu dengan raut wajah mengerikan yang tidak bisa lagi berbuat apa-apa....
...Darah segar keluar dari leher tubuh laki-laki pemegang tombak tersebut dan tubuhnya jatuh dari atas punggung kerbau hitam tunggangannya....
..."Siapa lagi yang ingin kepalanya aku lepas dari tubuhnya, atau... Kalian ingin hidup baik dengan syarat-syarat yang akan aku berikan kepada kalian? Dari pada kalian semuanya aku bunuh dan mengumpulkan kepala kalian di sini? Sebuah kebetulan sekali tiba-tiba kalian datang dengan jumlah banyak. Bagaimana, apa kalian menerima tawaranku ini, dari pada kepala kalian tertebas semuanya dengan hanya satu tebasan? Jangan kalian pikir aku tidak mampu melakukan itu dengan Reaperku ini." Tersenyum lebar Haku dengan kedua mata bersinar membulat membuat takut yang melihatnya kecuali Lui Zang....
..."Tungguu... Kita tebas mereka semua saja... Aku lebih senang kau menebas mereka dan membelah dua tubuh mereka walau tidak menebas kepalanya di leher." Ucap Reapernya Haku yang membuat seakan mereka harus memilih hidup atau mati di tangan Haku dan senjatanya....
..."Hehe..." Haku tertawa....
...Para gerombolan pencuri keliling itu dan termasuk pemimpin yang masih hidup menelan ludah dengan keringat mengucur deras di tubuh dan dahi mereka....
...Next.......
...Hampir saja Lui Zang membunuh dan lagi-lagi sepertinya Lui Zang tidak bisa beraksi karena keadaan yah....
...Syukurlah.....
...Tapi Haku......
...Kembali ke kisah action dan cinta....
...Sekarang mulai menegangkan dan tunggu kelanjutannya....
...Silahkan Like, comment dan Vote....
...Ya ampun.. sedihnya di kasih rating jelek dan terus turun, apa salahnya kisahku ini......
...Semoga aku tidak menghentikan cerita ini karena turun terus ratingnya, entah orang jahat mana yang memberikan rating jelek, huhuhuhu.....
...Terima kasih......
__ADS_1