Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 7: Pada Akhirnya


__ADS_3

...Sebuah hidangan mewah di sajikan oleh pelayan perempuan di atas sebuah meja bulat dengan ruangan yang tertutup....


...Hikari di dudukan oleh Lui Zang di sebuah kursi kayu....


...'Silahkan duduk, Istriku."Ucap Lui Zang dengan ramah....


...Hikari duduk dan melihat banyak makanan enak di atas meja, seperti ikan dan daging yang aromanya di panggang menggugah selera makannya....


..."Huaaa... Makanannya sepertinya enak..'Ucap Hikari yang terbuai dengan makanan yang tersedia di depan meja....


...Lui Zang lalu di bantu pelayannya untuk duduk di kursinya....


..."Silahkan duduk, Tuan Lui Zang."Ucap pelayan yang membantu duduk Lui Zang dengan menarik kursinya sedikit untuk Lui Zang duduk....


...Lui Zang tersenyum melihat Hikari yang terlihat senang dengan makanan yang di sajikan oleh para pelayannya....


..."Sepertinya kau itu lapar sekali kah? Kalau begitu silahkan makan sesuka hatimu masakan yang semuanya di buat dari bahan yang berkualitas ini, silahkan."Ucap Lui Zang dengan wajah ramah....


..."Kau yakin aku bisa makan sesuka hatinya? I-Ini makanan yang terlihat enak dan cukup mewah, dimana aku mungkin belum pernah merasakan masakan china mewah pada umumnya."Tersenyum Hikari....


...Tanpa pikir panjang, Hikari mengambil beberapa makanan dan di taruh di piringnya yang bulat berwarna putih....


...Hikari memakan makanan itu dengan lahap dan tanpa memperdulikan Lui Zang yang ada di depannya sedang memperhatikan dirinya dari seberang meja bulat itu....


...Walau dengan makan hanya satu tangan saja, tetapi itu tidak jadi masalah olehnya, karena tangan kanannya baik-baik saja....


..."Hmnnm...hmnn.. Enak sekali... Kebetulan saat aku bangun, aku merasa lapar."Ucap Hikari sambil makan dengan lahapnya....


...Lui Zang ikut makan dengan layaknya seorang raja yang tau sekali tata krama, dimana ia dengan santai menyendok beberapa makanan yang tersedia dan memakannya dengan tenang....


...Para pengawal, prajurit yang sedang mengawasi dan berjaga di ruangan itu sangat terlihat kontras sekali perbedaan makan antara Kaisarnya dan yang di sebut Dewi itu....


...Kemudian sorak-sorai terdengar samar dan semakin menjelang malam, ada sebuah kembang api yang menghiasi langit di luar kerajaan itu....



...Hikari melihatnya setelah selesai makan dengan lahap dan habis hampir semuanya di habiskan, sementara Lui Zang sendiri tidak banyak kebagian makanannya....


..."Ramai sekali di luar, apa ada pesta perayaan khusus?"Ucap santai Hikari sambil melirik ke arah kanan yang ada jendelanya memperlihatkan sebuah kembang api menghiasi langit malam di dunia itu....


..."Tentu rakyatku merayakan pesta pernikahan kita berdua. Setiap aku menikah, akan di selenggarakan pesta megah di dekat Istana ku di luar dengan penjagaan yang ketat tentunya."Jawab Lui Zang sambil menyeka bibirnya setelah makan dengan sapu tangan yang di sediakan oleh pelayannya....


...Hikari kembali baru sadar kalau dirinya telah menikah. Makanan enaknya dari pelayan itu membuat lupa akan hal tersebut....


..."AKU LUPA SOAL ITU.... AHHHH... MAKANAN INI TELAH MEMBUTAKAN PIKIRAN KUUU..."Teriak Hikari dengan keras membuat para pelayan dan penjaga di ruangan itu kaget....


...Lui Zang hanya tersenyum....


...Lui Zang beranjak dari tempat duduknya dan langsung menarik tangan kanan Hikari....


..."Sekarang ayo kita beranjak ke kamar ku dan langsung ingin aku buktikan apakah kau itu benar dalam ramalan dari kerajaan ku ini."Ucap Lui Zang dengan menarik Lengan kanan Hikari....


...Hikari langsung panik dan merasa tidak sekali pun siap....


..."HEEHHHH.... TU-TUNGGU DULU... KAU GILA?? INGIN MELAKUKANNYA SEKARANG JUGA?? HAHHH!!"Panik Hikari dengan wajah pucatnya....


..."Memangnya kenapa? Tidak ada salahnya? Kau sudah melewati upacara pernikahan itu, tentu tidak ada larangan kau untuk menolak."Jawab Santai Lui Zang sambil menarik lengan Hikari keluar ruang makan itu....


..."HEIII... TU-TUNGGU DULU..."Hikari mencoba menahan tubuhnya, tetapi tubuhnya tidak sekali pun kuat menahan kekuatan dari Lui Zang....


..."Kalian semua berajaga di sekliling kerajaan dan jangan ganggu kami berdua sampai aku keluar dari kamar."Ucap Lui Zang kepada seluruh pelayan dan prajurit yang ada....


...{BAIK TUAN LUI ZANG} Serentak mereka menjawab....


...TU-TUNGGU DULU... HEIII!! LEPASKAN LENGANKU.."Hikari terus meronta agar lengannya terlepas dari genggaman Lui Zang....


...Namu secara tiba-tiba Lui Zang mengangkat tubuh Hikari dan menggendongnya kembali seperti ratu....


..."Kau ini sangat lucu yah."Tersenyum Lui Zang....


..."Huaahh... Kenapa kau gendong aku lagi?"Hikari kembali merasa dirinya malu saat di gendong dan di tatap oleh Lui Zang....


..."Aku hanya ingin cepat mencoba dirimu, apakah memang benar dirimu bisa memberikan keturunan diriku yang sudah lama aku dambakan, atau sekedar omong kosong belaka."Lui Zang tersenyum....


...Kemudian Lui Zang mengambil ancang-ancang untuk berlari......

__ADS_1


...Dan.......


...(Wusshhh) Dengan cepat Lui Zang berlari seperti angin menuju ke sebuah tempat dan arahnya menuju ke atas tangga....


..."Huaahhhh... Bagaimana kau bisa bergerak secepat ini... Haaaaa.."Hikari terkejut melihat Lui Zang bisa bergerak cepat seperti dalam sebuah Game....


...Liano yang melihat itu meneriaki Hikari dari arah taman luar yang luas....



..."HIKARIIIII.... KECEPATAN MACAM ITU..."Liano pun terkejut....


...Naga Hijau itu mendatangi Liano di hadapannya....



..."Itu adalah kemampuan dari Majikan ku, kau sebaiknya di sini saja dan menemani ku menikmati malam yang indah ini."Naga Hijau itu dengan santai berbincang dengan Liano....


..."Hei... Kau ini benar-benar membuatku kesal yah... Majikan ku di bawa oleh majikan dirimu, bagaimana aku tidak khawatir."Tatap Sinis Liano ke arah Naga Hijau itu....


..."Mereka berdua sedang mengurus urusan antara laki-laki dan perempuan saat setelah menikah, kau pasti paham maksud ku."Tersenyum Naga Hijau itu....


...Wajah Liano perlahan memerah dan memahami apa yang di bilang Naga HIjau itu....


..."MA-MAKSUD MU MEREKA BERDUA AKAN MELAKUKAN ....."Ucap terkejut Liano....


...Liano ingat sebagai kucing dahulu, dimana dia tentu paham maksudnya, yaitu melakukan hubungan suci....


..."Sebaiknya kau jangan ganggu mereka atau kau akan aku gigit."Ucap Naga Hijau itu dengan membuka kedua mulutnya lebar-lebar ke arah Liano....


..."Ehhh... Sepertinya kalau soal itu, aku tidak mau ikut campur.."Ucap Liano yang membaringkan tubuhnya di taman luas itu dan menurunkan 9 ekornya seperti kucing pada umumnya yang sedang istirahat....


..."Ohhh.. kau menurut juga rupanya."Terseyum Naga HIjau itu....


...Liano memejamkan kedua matanya dan menaruh kepalanya di kedua kaki depannya....


..."Aku tidak mau ikut campur saja jika masalah itu. Cihh..."Ucap Singkat Liano....


...*****...



...Hikari di turunkan di dekat pintu dan Lui Zang menggunakan kekuatan dirinya untuk menyegel pintu tersebut....


..."Aku akan menyegel pintu keluar dan jendela, agar tidak ada orang yang mengganggu kita."Ucap Lui Zang sambil mengeluarkan aura hijaunya....


...HIkari hanya terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa....


..."Ba-Bagaimana ini... Apa iya aku akan di setubuhi dengan Kaisar gila ini, dimana baru saja aku bangun dan berada di tubuh perempuan lalu .... Ahhhh..."Kesal Hikari yang tidak bisa berbuat apa-apa di sitasi seperti itu....


...Faktanya memang Hikari belum menyadari kekuatan terpendam dirinya dan dia masih berfikir kalau di dunia itu, dia belum memiliki kekuatan seperti yang ada di dunia sebelumnya....


...Lui Zang dengan cepat menyegel jendela lainnya dengan dimana aura hijau menyelimuti bagian tengah setiap pintu....


...Kamar yang sederhana bergaya china dan ada tempat tidur yang tertutup dengan gordeng di kedua sisinya membuat Hikari benar-benar pasrah dengan keadaanya....


...Kemudian Lui Zang menghadapkan dirinya ke hadapan Hikari sambil memegang kedua bahunya....



..."Sekarang mari kita naik ke atas tempat tidur itu."Ucap Lui Zang dengan tatapan serius tampannya....


...Lagi-lagi Hikari terkesan terhipnotis dengan ketampanan dari Lui Zang ini saat menatap dirinya....


..."Hehhhh... Se-sekarang.. Hehhh.."Ucap Hikari gerogi.....



...Perlahan kedua kaki HIkari berjalan mundur bersamaan dengan Lui Zang yang terus mendorongnya secara perlahan ke tempat tidur itu....


...Hikari sampai di pinggir tempat tidur itu dan terduduk....


...Lui Zang mengangkat kedua kaki Hikari ke atas tempat tidur dengan dirinya juga ikut masuk ke tempat tidur itu....


...Lui Zang lalu menutup Gordeng di samping tempat tidur itu dan membuka ikatan rambut panjangnya....

__ADS_1


...HIkari bersandar di dinding tempat tidur dengan wajah bingung dan takut, sampai dirinya sulit menelan ludahnya sendiri....


..."gllk... Kenapa aku harus merasakan hubungan ini sebagai wanita, bukan sebagai pria... Gawattt... Aku tentu jelas membayangkan dirinya sudah tidak lagi berbusana, karena dulu aku juga sama seperti dirinya... AAAAAHHHKKK.."Ucap Kesal Hikari....


...Lui Zang kemudian membuka baju besarnya itu dan memperlihatkan tubuhnya yang penuh otot dan beberapa bekas luka di lengan dan dadanya....


..."Kau tidak perlu membuka pakaian mu, biar aku saja yang membukanya selama nanti bermain.."Lui Zang mulai mendekati tubuh Hikari dan menyentuh lututnya....


..."Ti-Tidak... Ja-Jangan... A-Aku belum siap... Aku belum siap untuk menerima ini...."HIkari berkeringat deras di tubuhnya....


...Lalu......


..."KYYYYAAAAAAAHHHHHHH!!!"...


...Suara Teriakan keras dari Hikari sampai Liano mendengarnya dengan kedua telinganya yang besar itu dan membuka kedua matanya....



..."Hikari..."Ucap Liano sambil melirik ke arah suara itu berasal....


..."Sepertinya Majikan ku sudah memulainya."Ucap Naga Hijau itu yang sedang memandangi langit malam yang masih banyak kembang api menyinari langit malam....


...*****...


...Dalam kamar yang sunyi itu....


...Hikari meronta dan menggenggam apa yang bisa ia genggam selama Lui Zang terus bermain dengan tubuhnya....



...Terkadang Hikari meringis lembut dan mengeluarkan sebuah desahan sebagai seorang perempuan....


...Sementara suara Lui Zang tidak terdengar sedikit pun dan terkesan melakukan tanpa banyak bicara....


...Hikari yang saat itu baru merasakan dirinya sebagai seorang perempuan di mainkan oleh laki-laki dimana dirinya masih belum siap....


...Namun perlahan seiring berjalannya waktu, Hikari merasakan sesuatu yang berbeda dengan tubuh laki-lakinya dahulu....


...Sensasinya benar-benar berbeda....


..."Ahhhhhh... Cepat sudahiiii... Hmmm..."...


...Suara Hikari lirih dimana tersamarkan dengan suara kembang api di malam yang indah itu....


...Sampai telah semuanya jadi semakin sunyi dan tidak ada lagi suara kembang api terdengar....


...Langit malam yang tenang datang sampai tiba sebuah matahari mulai menyinari langit yang sebelumnya malam yang meriah....



...Lui Zang membuka kedua matanya perlahan dimana dirinya sedang memeluk dari belakang tubuh Hikari yang berbaring ke arah kanan....


...Masing-masing pundak dari mereka berdua terlihat dan saling berselimut bersama....


...Pakaian mereka telah tergelat di lantai kamar tidak beraturan....


...Lui Zang beranjak dari tempat tidurnya dan membiarkan Hikari tertidur....


...Lui Zang berjalan dengan tidak lagi berbusana dan menuju ke sebuah lemari di kamar itu....


...Lemari itu di buka dan terlihat pakaian khusus tidur untuk para petinggi china pada umumnya yang mengenakan pakaian tidur berjubah puith besar dengan hanya ikatan di pinggangnya....



...Lui Zang memakai dan mengikat pinggangnya, menutupi seluruh tubuhnya dari atas sampai mata kakinya....


..."Sudah sejak lama aku tidak berhubungan dengan perempuan setelah yang terakhir perempuan aku nikahi, mungkin aku sedikit berlebihan. Tetapi tubuh dan aromanya benar-benar lain dengan selama ini perempuan yang aku tiduri untuk melakukan hubungan tentunya agar aku bisa mendapatkan keturunan. Perempuan itu benar-benar membuat diriku hampir hilang kendali dengan tubuhnya yang cantik dan putih bersih."Ucap Lui Zang sambil menatap wajah Hikari yang masih terbaring di tempat tidur....


...Lui Zang lalu melepaskan segel-segelnya di pintu dan jendela kamar itu, lalu duduk di samping Hikari berada sambil mengelus-elus rambutnya yang panjang dan halus itu saat dirinya masih tertidur lelap....


..."Aku harap ini berhasil dan kau akan menjadi istriku yang terakhir."Ucap Lui Zang....


...Lui Zang mengecup kening Hikari dan tersenyum, menunggu dirinya bangun dari tidur lelapnya di kamar itu....


...JIKA SUKA CERITA INI, SILAHKAN LIKE,COMMENT DAN VOTE.....

__ADS_1


...TERIMA KASIH...


__ADS_2