Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 58: Bersama Makan Malam.


__ADS_3

...Lui Zang masuk kembali ke ruangan kerjanya dengan dimana ada HIkari yang tengah tertidur....


...Saat dirinya kembali masuk, ternyata Lui Zang melihat kalau Hikari sudah terbangun dari tidurnya dan sedang duduk sambil berbincang dengan Nam di sampingnya....


..."Istriku, kau sudah bangun." Lui Zang tersenyum melihat wajah lucu istrinya yang terlihat masih setengah sadar seperti orang yang baru bangun tidur....


..."Ehhh... Iyah.. Lui Zang..." Hikari menyeka sela-sela matanya dengan terduduk menyamping....


...Lui Zang mendekati Hikari yang juga ada Nam di sampingnya....


..."Apa kau ingin makan, Sayangku? Kau tidur cukup lama, pasti kau lapar." Tatap lembut Lui Zang sambil mengelus lengan kiri Hikari....


..."Aku ke kamar mandi dulu yah, aku ingin pipis dan juga membersihkan dalam mulutku." Tatap lembut Hikari dengan senyum tipis di wajahnya....


..."Kalau begitu aku bantu, ayo, Sayangku." Hikari di bantu berdiri oleh Lui Zang dan tangan kanannya langsung melingkar di belakang punggung Hikari agar Hikari aman karena baru bangun tidur....


..."Terima Kasih, Lui Zang." Lirik malu-malu Hikari....


..."Aku akan mengantar istriku ke kamar mandi dulu, Nam tetap di sini." Perintah Lui Zang kepada Nam....


..."Baiklah, Tuan." Jawab Nam....


..."Oh iya, sekalian siapkan makanan yang banyak, kita makan malam bersama di sini dan taruh saja seluruh makanan itu di bawah lantai." Lui Zang kembali memerintahkan Nam untuk menyiapkan makanan....


...Lui Zang kemudian mengantar Hikari ke kamar mandi dan Nam pergi untuk membantu menyiapkan makan malam dengan pelayan perempuan lainnya....


...Tidak lama Hikari ke kamar mandi untuk buang air kecil di temani Lui Zang....


...Terlihat para pelayan perempuan sedang membawa nampan makanan keluar dan masuk ke ruangan kerja Lui Zang dimana Hikari dan Lui Zang berjalan bersama menuju ke tempat itu juga....


..."Kita akan makan bersama, Sayangku." Lirik Lui Zang ke arah kiri dimana istri cantik dan sedikit pendeknya itu menatap ke depan dengan kedua matanya yang indah....


..."Iyah, Lui Zang." Lirik balik ke arah kanan atas Hikari dimana dirinya melihat senyuman wajah Lui Zang yang tampan itu di sampingnya....


..."Ngomong-ngomong kenapa kau selalu memanggil namaku di saat kita berada di luar? Biasanya saat di dalam kamar, kau memanggilku sayang?" Tanya ramah Lui Zang dengan penasaran dimana Hikari menyebut namanya dan tidak dalam panggilan sayang saat di kamar mereka berdua....


..."Ehhh.. I-Itu.. A-Aku malu... Aku malu jika memanggilmu sayang di depan banyak orang, Sa-Sayang.." Tertunduk malu Hikari dengan perkataan terbatah-batah....


..."Kau itu memang lucu yah... Tapi tidak apa. Selama kau mencintaiku, aku tidak akan memaksa dirimu untuk memanggilku sayang di luar, karena aku sangat menyayangi dirimu dan ingin membuat dirimu nyaman sampai senyaman mungkin, apalagi sekarang yang bisa kau rasakan kalau ada bayi di dalam kandungan mu yang menyerap stamina dirimu terus di saat dalam aktifitas, pastinya kamu juga terganggu masalah itu." Lui Zang mengelus pipi kiri Hikari dengan tangannya dan mencoba memahami Hikari lebih dalam....


..."Lui Zang... Te-Terima Ka-Kasih... Kau memang orang yang baik... Ehh.. Maksudku, Su-Su-Suami ya-yang baik..." Wajah memerah Hikari mulai tampak karena saking malunya dirinya mengakui hal itu dan masih begitu canggung dimana Hikari juga tidak pandai dalam kisah cinta....


...Apalagi dengan kehidupan sebelumnya itu....


..."Kau juga istri yang baik, lembut dan tentunya sangat cantik." Puji Lui Zang kepada istrinya yang memang cantik itu....


...Mereka berdua pun masuk dan sudah tersedia banyak makanan di lantai di ruangan kerja Lui Zang dengan aneka ragam makanan tersedia....


...Nam menata makanan yang di suka oleh Nona Hikari....


..."Tuan Lui Zang dan Nona Hikari, makanan sudah siap." Tersenyum Nam....


...Lui Zang menuntun Hikari kembali ke tempat dimana sebelumnya dirinya tidur di atas karpet tebal dan Lui Zang bantu duduki Hikari di atas karpet tebal itu....


...Saat itu Lui Zang duduk di belakang tubuh Hikari persis....


..."Ehh.. Kenapa kau duduk di belakangku?" Tanya Hikari yang melihat ke arah kiri menatap wajah Lui Zang yang tampan dengan pakaian besarnya itu....


..."Memangnya tidak boleh? Aku ingin makan bersama mu dan menyuapi istriku tercinta ini di makan malam." Jawab ramah Lui Zang melihat wajah cantiknya Hikari dari dekat punggungnya itu....


..."Ehhh.. Ba-Baiklah.." Hikari merasa malu dimana ada Lui Zang tepat di belakangnya dan kaki panjangnya yang tertutup pakaiannya itu berada di antara samping sisi kaki Hikari....


...Hikari yang sudah lapar tentu, mengambil makanan ikan yang tersedia dengan tangannya dimana Nam sudah susun....


..."Aku akan makan ikan saja untuk malam ini." Tersenyum Hikari sambil meraih sebuah piring yang berisi ikan besar yang di bakar dengan bumbu berwarna agak coklat dengan sayuran khas anehnya yang memang beberapa hari ini sudah ia lihat di samping-sampingnya....


...Nam membantu mengambilkannya untuk Hikari dan juga nasinya yang ada di mangkuk kecil....


..."Ini, Nona Hikari. " Ucap Nam sambil menyodorkan piring berisi ikan dan mangkuk nasi....


..."Terima Ka--"...

__ADS_1


..."Biarkan aku suapi dirinya hari ini, kau tetap lah bersantai di sandaran tubuhku, Sayang." Lui Zang mengambil kedua makanan itu dengan tangan panjangnya dari sisi kiri Hikari....


..."Ehhh.. Suapi? Tidak usah, Lui Zang." Lirik Hikari melihat makanannya di ambil oleh Lui Zang....


...Lui Zang menaruh makanan itu di samping kiri dirinya dan memegang kedua pundak Hikari lalu di sandarkan ke tubuhnya yang ada di belakang dirinya....


...'Pukk..'...


..."Ehh.." Wajah Hikari kembali memerah....


..."Bersandarlah dengan tenang di tubuhku ini. KIta makan bersama." Lui Zang mengambil satu sendok untuk makan makanan itu....


..."Ehhh.. Lui Zang.." Tertunduk malu Hikari yang tubuhnya sudah bersandar di tubuh Lui Zang sampai dirinya merasakan dada Lui Zang yang menonjol dimana dirinya sudah melihat keseluruhan tubuhnya yang begitu bagus dan penuh otot....


..."Peramal Xion dan Nam. Kalian makan lah juga sebelum melanjutkan pekerjaan. " Tatap Lui Zang ke arah Nam dan Peramal Xion yang masih duduk di bangkunya dan bekerja....


..."Baiklah, Tuan Lui Zang." Peramal Xion beranjak dari tempat duduknya dan bergabung duduk di lantai sambil mengambil makanan dan nasinya untuk di makan....


...Dimana makanan yang tersedia itu semuanya hampir bisa di bilang enak dengan banyak daging dan juga ada buah-buahan sampai makanan yang manis dan asam pun di sediakan oleh Nam untuk Hikari misalkan dirinya ingikan....


...Lui Zang makan bersama dengan Hikari dimana lauknya Ikan panggang yang di bumbui dimana tidak ada duri tentunya yang di sajikan kecuali tulang besar di tengahnya....


...Nasinya yang di mangkuk pun di tambah untuk Lui Zang makan juga dengan sendok yang sama dengan Hikari....


..."Buka mulutmu, Sayang." Lui Zang menaruh dagunya di atas kepala Hikari sambil menyodorkan sendok kayu itu ke arah mulutnya hikari dengan tangan kanannya....


..."Aaa..mmm.." Hikari memakan makanan itu dari sendok yang Lui Zang arahkan ke mulutnya....


...Lalu Lui Zang menyendok kembali ikannya untuk dirinya makan dengan sendok yang yang sama Hikari gunakan....


..."Hmm.. Enak.." Ucap Lui Zang....


...Nam dan peramal Xion yang sedang makan itu sedikit tersenyum-senyum melihat Tuan mereka begitu memanjakan istrinya yang sedang hamil itu....


..."Ayo buka lagi mulutmu, Sayang." Kembali Lui Zang menyuapi Hikari....


..."Aaa..mmm.." Hikari dengan tenang makan dan dari awal kalau dirinya sudah makan makanan enak, tentu dirinya akan tenang seperti biasa."...


...Setelah makanan itu selesai....


...Hikari menyuruh Nam untuk mengambil makanan yang Asam yang di tunjuk oleh Hikari....


..."Nam, bisa ambilkan makanan itu." Tunjuk HIkari ke manakan yang asam itu....


..."Tentu, Nona Hikari." Nam mengambilnya dengan cepat dan lanngsung memberikannya kepada Hikari dimana di dalam makanan itu semuanya hampir buah-buahan asam....


...Hikari mengambilnya dan menyendokan satu buah berwarna oranye kepada Lui Zang....


..."Buka mulutmu, Lui Zang. Sekarang giliranku menyuapimu." Lirik Hikari ke belakang kiri sambil menyodorkan sendok yang ia genggam di tangan kanannya....


...Wajah Lui Zang yang tepat di dekat pundak Hikari langsung memakan makanan itu....


..."Hummp... "...


...Dan tiba-tiba....


..."HMMMMMM.. AAASAAAMMM... HUUUUHHHH... ASAAAMMMM..." Wajah tampannya itu berubah menjadi lucu di saat dirinya menahan rasa asam buah yang ia makan sampai memeluk tubuh Hikari....


..."Hahahahaha.." Hikari tertawa lepas melihat reaksi Lui Zang sampai seperti itu....


..."Nona Hikari, Tuan Lui Zang itu sangat benci makanan asam... Hehehehe.." Ucap Nam memberitahu hal itu kalau Lui Zang tidak suka makanan Asam sambil ikut tersenyum dan menahan tertawanya....


..."Hee... Jadi dia benci makanan Asam?" Hikari menyendok makan itu dan memakan buah asam itu dengan santai dimana tubuhnya masih di peluk oleh Lui Zang dengan tangan kanannya tepat di antara bawah payudara milik Hikari dan atas perutnya yang besar itu....


..."Uhukk..uhukkk..uhuk.. ASAM SEKALIII.. UHHHHHHH... Sudah lama sekali aku tidak merasakan makanan asam ke mulutku." Terbatuk Lui Zang sambil menyandarkan kepalanya di kepala kiri Hikari....


..."Maaf yah, Lui Zang. AKu tidak tau... Biasanya aku makan Asam sedikit setelah makan, entah kenapa kebiasaan ini datang setelah aku hamil." Senyum Hikari yang masih melihat wajah tampannya Lui Zang di kirinya yang berubah menjadi jelek itu menahan rasa asam makanan tadi yang ia makan....


..."Iiiihh... Tidak apa, sayangku. Aku tidak marah dan kau tidak perlu meminta maaf... Uhukk... Mungkin itu bawaan bayi kita... Syukurlah kau bisa makan makanan asam itu, memang aneh katanya perempuan di kalah hamil, padahal itu bagiku sangat asam sekali.. Uuuuhhhh.." Terlihat sampai tubuhnya gemetar Lui Zang sambil masih memeluk tubuh Hikari dan kepalanya Lui Zang taruh di atas kepala Hikari....


...Peramal Xion dan Nam tidak bisa menahan ketawa melihat Tuannya yang bisa di bilang tersiksa, karena mereka tau Lui Zang sangat benci makanan asam....

__ADS_1


...Karena Hikari istrinya dan itu juga bawaan dari bayinya, tentu alasan marah pun tidak sekali pun ada dan Lui Zang menikmati masa itu dimana memang sangat ia inginkan semenjak dahulu setelah mengalahkan Naga Hitam sebelumnya....


...Hikari kemudian menggoda Lui Zang....


..."Apa kamu mau makanan asam ini lagi?" Tanya Hikari ramah....


..."Heeehh.. Aahhhh.. Hmmm... Ka-Kalau itu bawaan bayi kita... A-Aku akan lakukan dan makan makanan asam itu... Yang sangat aku benci huhuhuhuhu..." Lui Zang membuat wajah sedih seperti ingin menangis....


..."Hahahahaha... Tentu aku tidak akan lagi memaksakan dirimu untuk makan makanan asam ini." Hikari tertawa dan tentu dirinya hanya bercanda....


...Kembali Peramal Xion dan Nam tidak bisa menahan tertawa melihat Tuannya yang selalu berwibawa dan tampan itu di permainkan oleh istrinya yang cantik tersebut....


...Namun Lui Zang tidak sekali pun marah dan merasa bahagia dalam hatinya, bisa merasakan kehangatan seperti layaknya keluarga besar yang selalu ia idamkan....


...Apalagi sekarang di sampingnya ada sosok dewi yang mengandung keturunannya....


...Tentu semakin bahagia Lui Zang dengan keadaannya sekarang yang memberi warna di setiap hari-harinya....


...Hikari lalu mengganti makanan asam itu ke manakan manis, ia makan dan suapi Lui Zang untuk makan bersama....


..."Ini makanan manis, buka mulutmu, Sayang." Hikari mengarahkan sendoknya kembali ke arah kiri dimana wajah Lui Zang berada dan sedikit menyamping....


..."Aaa..mm.." Lui Zang makan makanan yang di arahakan ke dirinya sambil mencium rambut Hikari dengan makanan manis itu masih ia kunyah di dalam mulutnya....


...'Mucch..'...


...Hikari ikut merasa senang di malam itu dengan makan bersama....


...*****...


...Setelah makan malam selesai dan semua makanan sudah di rapikan....


...Peramal Xion dan Nam kembali duduk di kursi mereka membantu pekerjaan Lui Zang....


...Lui Zang kembali bekerja dimana masih dalam posisi sama, Lui Zang duduk di belakang Hikari yang tengah bersandar santai dan sama-sama melihat kertas yang di baca oleh Lui Zang untuk persetujuan dirinya....


...Alat tulis Lui Zang di kanannya ia taruh itu sejenak dahulu tidak di gunakan dimana telapak tangannya sedang mengelus perut Hikari dengan sambil menggenggam tangan kanan Hikari juga yang berada di atas perutnya....


..."Menurutmu bagaimana, Sayang? Aku setujui?" Tanya lembut Lui Zang yang memegang kertas di kiri tangannya sambil merasakan tubuh lembut Hikari yang masih bersandar di tubuhnya sambil mengelus perutnya dengan tangan kanan miliknya....


..."Kamu yang putuskan, aku hanya ikut dirimu dan percaya dengan kepemimpinanmu itu, Sayang." Ucap Hikari yang menyebut Lui Zang sayang dengan kedua pipinya memerah....


...Lui Zang tersenyum dan menggerakan telapak tangan kanannya yang ada di perut Hikari dan mengelusnya....


...Bibirnya ia kembali dekatkan ke arah kepala kiri Hikari dan menciumnya....


...'Muchh.'...


..."Baiklah, Sayang. Tentu aku tidak akan mengecewakan mereka dan membuat wilayah ini selalu damai dan seimbang, dimana nantinya juga, anak-anak kita bisa melihat wilayah kepemimpinan ayahnya yang hebat ini. Mereka bertiga pasti akan bangga memiliki Ayah yang hebat sepertiku ini." Puji Lui Zang ke dirinya sendiri....


...Hikari menapak di atas telapak tangan kanannya Lui Zang berada yang sedang mengelus perutnya dan Hikari balik elus lembut atas telapak tangannya....


..."Aku sangat setuju dengan itu, beberapa wargamu juga mungkin akan memiliki buah hati seperti kita dan mereka senang hidup di bawah kepemimpinan dirimu yang adil dan bisa mendamaikan ini." Senyum Hikari sambil mendagakan kepalanya ke atas tepat wajah Lui Zang berada....


...Lui Zang mencium dahi Hikari di kesempatan itu....


...'Muchh..'...


..."Kau benar, sayang. Buah Hati kita juga pasti akan senang melihat Ibu mereka yang sangat cantik dan juga memikirkan orang lain." Tersenyum lebar Lui Zang dengan penuh kebahagian di dalam hatinya di saat dirinya melihat wajah Hikari dari bawah dagunya dengan perutnya yang juga terlihat buncit dengan kedua tangan mereka saling menapakan di perutnya yang dimana ketiga bayi itu sedang berkembang di rahim hangat milik Hikari yang memilik tubuh dan wajah cantik....


...Next......


...Huaahh.. Semakin Romantis saja....


...Bagaimana kisah mereka selanjutnya....


...Selalu tunggu di Kindom of Prismatic ini....


...SIlahkan Like, Comment dan Vote....


...Terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2