Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 39: Situasi Berbahaya dan Datangnya Belahan Hati Hikari.


__ADS_3

...Pagi dini hari itu menjadi mencekam dimana Hikari di kejar oleh Hang Da yang mengincar ketiga bayi di dalam kandungannya....


..."Ayo.. Ehh.. Ehh.."Hikari mencoba berlari dengan melewati beberapa akar-akar pohon besar....


...Namun karena kondisinya yang tengah hamil menyulitkan dirinya....


..."Kenapa aku bisa mendapatkan masalah yang lebih dari kehidupan ku sebelumnya, Eh... Ehh.. Apalagi aku harus mengandung seperti ini, sungguh benar-benar tidak aku bisa duga jika ini terjadi kepadaku. Aku tidak ingin bunuh diri dan juga tidak ingin di bunuh karena aku tidak ingin bayi yang tidak bersalah ini ikut dengan masalahku, setidaknya aku bisa terlebih dahulu lahirkan mereka dan setelah itu mungkin aku bisa bebas.. Uhh.."Hikari terus berjalan ke arah yang tidak ia ketahui dan berusaha menjauh....


...Hikari benar-benar berfikir kalau cobaan di dirinya malah jadi berat setelah kematian dirinya di dunia sebelumnya, apalagi dengan dirinya berubah menjadi perempuan dan mengalami beberapa hal yang tidak mengenakan....


...Tepat di belakang Hikari, Hang Da melesat cepat dengan senyum wajah mengerikannya....


..."JANGAN LARI KAU PEREMPUAN BRENGSEK."Ucap keras Hang Da di hutan yang sunyi itu....


...Hikari terus berlari dan berlari melewati medan yang cukup menyulitkan dirinya yang harus berlari dengan kondisi tengah hamil dan akar-akar pohon yang begitu besar....


...Namun seketika itu langkahnya berhenti karena Hikari merasakan nyeri di bagian bawah perutnya dengan denyut bayinya yang ia rasakan tersentak....


..."Ahhh... Ahh.."Hikari menopang tubuhnya dengan tangan kanannya yang ia sanggah di sebuah pohon besar dan tangan kirinya mengelus perutnya itu....


...Hikari jatuh terduduk perlahan sambil merengah nyeri yang mulai semakin sakit....


..."Ahhh... Kenapa... Ahhh.. Rasanya sakit..."Hikari terduduk dan mencoba menyandarkan tubuhnya di pohon besar yang berada di dekatnya....


..."Uhh... Uhh... Tenang... Coba aku sejenak tenang.."Hikari mencoba menarik nafas dan membuat dirinya rileks sementara....


...Perlahan rasa nyeri dan sakit itu berkurang....


..."Bagus... Rasanya nyerinya sudah hilang."Keringat mulai mengucur semakin deras di tubuh Hikari di pagi dini hari yang dingin itu di dalam hutan....


...Hikari mencoba beranjak bangkit dengan perlahan, akan tetapi......


..."AAhhh sakitt..... Aku sepertinya tidak bisa lagi berlari dengan kondisi seperti ini. Hahh.hah..hah.."Hikari kembali menyandarkan dirinya dan mencoba menengkan dirinya sambil bersandar di pohon dimana kedua tanganya mengelus perutnya itu....


...*****...


...Kembali ke tempat pertarungan antara Angsa putih itu dengan Ling Hao....


...Angsa putih itu tergeletak tidak beradaya dengan penuh luka dan kedua sayap yang juga sudah patah di beberapa bagian....


...Angsa Putih itu perlahan mulai berubah wujudnya kembali dengan perempuan misterius tersebut....


..."Uhukk..."Perempuan misterius yang membantu Hikari kabur itu mengeluarkan darah dari mulutnya....


...Ling Hao pun juga sudah luka berat, namun masih dalam kondisi bisa berdiri dengan hewan tungganganya yang juga sudah terluka dan putus satu tangan pengaitnya akibat pertarungan berat itu....


..."Sungguh pertarungan yang panjang dan melelahkan. Tidak ku sangka kau bisa bertahan sejauh ini."Tatap tajam Ling Hao yang mulai mendekati tubuh perempuan misterius itu yang sudah tidak berdaya di tanah dengan sekujur tubuhnya penuh luka....


...Kepalanya bedarah dan menodai wajah cantik juga rambut putihnya, kedua tangannya patah dengan darah mengalir di celah luka-luka dan patahannya....


..."Uhukk... Andai saja aku tidak membagi tubuhku, sudah pasti tidak akan separah ini. Semoga dia datang tepat waktu untuk menyelamatkan perempuan itu."Ucap bisik Perempuan misterius itu yang memuntahkan darah dari mulutnya dan tidak bisa bergerak kembali....


..."AKU AKAN MEREBUT TUBUHMU ITU DAN MEMPERBAIKINYA. HAHAHAHAHAHA...."Ling Hao tertawa keras sambil berjalan santai menuju ke tempat perempuan misterius itu yang sudah tidak bisa bergerak....


...Ling Hao menarik kerah pakaiannya yang sudah penuh noda darah itu dengan tangan kanannya dan bersiap untuk mengganti kembali merasuki tubuhnya....


..."Uhukk.."Perempuan misterius itu sudah pasrah karena tidak bisa lagi melawan....


..."Akan aku mulai prosesnya, HAHAHAHAHAAHAHA..."Ling Hao tersenyum dan aura gelap itu muncul dari tubuh belakang Ling Hao untuk merasuki tubuh perempuan misterius itu....


...Tiba-tiba.......


..."TEBASAN DEWA KEMATIAN."...


...Suara Haku yang tiba-tiba melesat dari atas dan menyerang tangan Ling Hao yang sedang menggenggam kerah baju perempuan misterius itu dimana karena serangan itu, tangan kanannya putus dengan potonga yang rapih....


...Haku berada cepat di depan Ling Hao berada....


..."KAU LAGI.."Tatap tajam Ling Hao....


..."RASAKAN INI, BRENGSEK."Tatap datar Haku dengan penuh aura membunuh yang jauh lebih kuat dari sebelumnya....


...'BUG...'...


..."Ahhkk."Ling Hao meringis kesakitan....


...'DUARRRRRRRRR...'...


...Haku menendang Ling Hao dengan penuh sekuat tenaga hingga terpental ke belakang dan membuat suara gaduh sampai pohon besar di belakangnya tumbang beberapa akibat kuatnya tendangan itu....


..."HOI LIANO, SEGERALAH KAU PERGI DAN TEMUKAN HIKARI, AKU AKAN MENGHABISI AURA YANG MEMBUATKU JENGKEL INI."Teriak Haku....


..."Baiklah, Haku."Liano kembali melesat cepat dimana masih ada Mei di punggungnya....


...Haku mengarahkan senjata Reapernya dan berdiri di depan perempuan misterius itu yang tergeletak jatuh dengan masih ada tangan LIng Hao yang terputus masih menggenggam kerah pakaiannya yang hampir sama seperti Haku kenakan....


..."Apa kau tidak apa-apa?"Tatap serius Haku ke arah tepat dirinya menendang Ling Hao....


..."Apa kau pikir aku tidak apa-apa? Lihat sendiri kondisiku yang sekarat ini, Uuhukk..uhukk.."Perempuan misterius itu menganggap Haku sedang bergurau dengan kondisinya yang jelas-jelas tidak mungkin apa-apa dengan luka yang terlihat jelas....

__ADS_1


...Kemudian terlihat dari kepulan debu di pagi dini hari yang mulai membiru langitnya tepat di arah Ling Hao terpental jauh....


...Dirinya kembali terlihat seperti sebelumnya yang terselimuti aura gelap....


...Terlihat jelas seperti dirinya di rasuki dan tidak kenal rasa sakit lagi dimana tangan kanannya sudah tertebas dan berdarah....


..."PEREMPUAN BRENGSEKKK.... BERANI-BERANINYA KAU MENGGANGGU KU LAGI UNTUK KEDUA KALINYAAA...."Marah Ling Hao yang tubuhnya sudah babak belur....


..."Hei Haku, sebaiknya kau keluarkan seluruh tenagamu agar cepat menyusul Liano."Ucap Reapernya yang sedang di genggam di tangan kanannya Haku....


..."Aku bisa tadi menebas tubuhnya menjadi dua bagian, tetapi kita tidak boleh melakukan itu karena Mei mengatakan orang yang ada di depan kita adalah bangsawan Ling Hao yang menculik Hikari. Kita harus mendapatkan informasi darinya."Tatap Haku serius ke arah Ling Hao....


..."Sepertinya aku tidak bisa melawan dirimu dengan kondisiku yang tengah terkuras kekuatannya setelah melawan Angsa putih itu tadi. Andai kata kau datang lebih cepat, aku pasti akan merebut tubuhmu."Tersenyum Ling Hao dengan sombongnya....


..."Apa benar kau bisa melakukannya?"Tatapan Haku tiba-tiba polos dan hawa membunuhnya semakin besar sampai di sekitar area tersebut seperti ada uap hangat....


..."EHHH.."Perempuan misterius itu merasakan kekuatan yang masih di tahan oleh Haku....


..."HOI HAKU, TADI KAU BILANG JANGAN SAMPAI MEMBUNUHNYA? AURA MEMBUNUHMU ITU MALAH TERBALIK DENGAN PERKATAAN DIRIMU TADI."Reaper memarahi Haku....


...Tersentak Haku tersadar dan aura membunuh Haku juga uap hangat yang tiba-tiba muncul itu perlahan hilang....


..."AKU BENAR-BENAR BENCI DENGAN MAHLUK RENDAHAN ITU, SAMPAI-SAMPAI TIDAK LAGI ADA RASA KEMANUSIAN YANG HADIR SETIAP OMONGAN SOMBONGNYA JIKA AKU DENGAR DARI KEDUA TELINGAKU INI."Haku mencoba menahan amarahnya yang sangat ingin ia ledakan itu....


..."Kalau begitu lain waktu mari bertarung sampai di antara kita ada yang mati."Tersenyum Ling Hao dengan jalan santainya....


...Namun tiba-tiba dirinya melesat cepat dan mengambil tangan yang terputus itu dan langsung menjauh....


...Namun Haku biarkan....


..."Aku akan menunggu waktu itu datang dan akan aku pastikan kau akan tewas di tanganku tanpa banyak bicara kembali."Tatap tajam Haku yang membiarkan Ling Hao pergi mengambil tangannya yang putus itu....


...Aura gelap itu tahu kalau rencana lainnya tidak boleh gagal dan tidak boleh juga di ketahui sampai waktunya tiba....


..."Sampai waktunya tiba, akan datang kehancuran di negeri selatan ini untuk terakhir kalinya dan tidak akan lagi ada penyelamat."Tersenyum Ling Hao yang melesat lompat jauh dan menaiki tunggangannya untuk lari ke arah lainnya....


...Haku menghampiri perempuan misterius itu dan mencoba merangkul dirinya....


...*****...


...Sementara itu di tempat Hikari berada....


...Hikari tersandar sambil menutup mulutnya dengan tubuh yang kelelahan dan masih merasakan rasa nyeri di bagian bawah perutnya....


..."....."Hikari diam agar dirinya tidak di di temukan oleh Hang Da....


..."Akhirnya aku menemukanmu, sayang."Hang Da muncul dari kanan Hikari di balik pohon itu....


...Sontak Hikari kaget dan berusha berlari dengan cara merangkak....


..."Ahhh.. Ahhh... Menjauh dari diriku."Hikari tentu masih merasakan nyeri....


...Hang Da tersenyum melihat perempuan yang ada di depannya sudah tidak bisa lari....


..."Hahahaha... Sungguh manisnya, berlari dengan merangkak dengan kondisi sedang mengandung 3 bayi. Apa itu menyulitkan mu."Hang Da perlahan mendekati Hikari yang mencoba menjauh....


...'BUGG..'...


...Hang Da menendang pinggang Hikari ke kiri sampai dirinya tersungkur jatuh dengan posisi miring ke kanan....


..."Kyaahhh,.."Teriak Hikari....


...Hang Da lalu mencekik lehernya Hikari dengan tangan kanannya dan menyandarkannya di pohon....


..."Tidak ada lagi yang akan menolong dirimu, Hahahahaha.."Hang Da tersenyum....


..."Le..lepaskan.... hukk.."Hikari mencengkram tangan kanan Hang Da yang mencekik kuat lehernya....


...Tiba-tiba tangan kiri Hang Da mencoba masuk ke bagian dalam bawah milik Hikari seakan ingin meraih bayinya yang ada di dalam dengan paksa....


..."Akan aku ambil paksa bayimu itu yang ada di dalam rahimu dan akan aku taruh di tubuh ini."Tersenyum Hang Da....


...Hikari meronta dan tentu itu cukup menyakitkan dimana secara tiba-tiba bagian bawahnya di masuki sesuatu....


..."KYAAAAAAAAHHHH.... SAAAKKKKIIIITTTTTTTT..."Hikari teriak dan meronta tubuhnya....


...Jantungnya berdegup kencang dan bagian bawahnya begitu sakit....


...Hikari merasakan denyut bayinya yang tidak lagi teratur seakan merasakannya juga....


...Kakinya mencoba menendang Hang Da yang terus memasukan tangannya di bagian bawah Hikari yang hampir menyentuh bagian tepat bayinya terselimuti oleh rahimnya....


..."KYAAAHHH... AAAHHHH.... SAAAKKKITTTTT...."Hikari meringis sampai mengeluarkan air matanya dan keringat yang semakin banyak....


..."DIAM LAH, PEREMPUAN LEMAH."Tatap serius Hang Da sambil mencekik lehernya Hikari lebih kuat dan terus memasukan tangan kanannya lebih dalam....


..."AAHHKK..."Hikari seakan merasa tidak kuat menahan rasa sakitnya dan dengan lehernya di cekik kuat sampai dirinya sulit bernafas....


...Kedua mata Hikari sampai mulai menatap ke arah atas seakan tidak sanggup lagi dengan kondisi tubuhnya dan kesadarannya mulai hilang....

__ADS_1


...Kalung yang ada di lehernya berubah menjadi bersinar merah seakan tau kalau Hikari dalam kondisi tidak baik....


...*****...


...Sisi lain dimana Haku dan perempuan misterius tersebut sedang di gendong oleh Haku karena luka menuju ke arah Liano terbang....


...Gelang milik Haku ikut memerah dan juga yang ada di dahi perempuan misterius itu yang ikut bercahaya merah....


...Sontak tubuh Haku merasa tidak enak....


..."Kenapa tubuhku terasa tidak enak."Haku bingung....


..."Aku juga merasakan tidak enak, Haku.'Reaper itu pun merasakannya....


..."Padahal kondisiku sedang prima dan baik."Haku merasakan tubuhnya semakin lemah dan tidak enak....


..."Aku juga merasakannya."Perempuan misterius itu semakin juga tidak enak....


...Haku mengkawatirkan Hikari....


..."Jangan-jangan, Hikari."Haku langsung khawatir jika Hikari terjadi sesuatu kepadanya....


...*****...


...Dimana Hikari dan Hang Da yang saling berhadapan....


...Dalam posisi Hikari mulai tidak kuat menahan kesadaran dimana dirinya dalam posisi tidak baik....


...Karena Hang Da seakan ingin mengambil dari dalam langsung bayi milik Hikari dengan cara paksa melalui bagian bawahnya dengan tangan kirinya....


..."Sedikit lagi aku mencapai tempat bayinya berada."Hang Da tersenyum dengan tubuh Hikari yang sudah tidak lagi meronta dan kondisi sekarat....


...Kemudian tiba-tiba muncul cepat sosok seorang yang tampan dengan pakaian kekaisaran Hijau melesat dari jarak jauh....


..."JAUHKAN TANGAN KOTORMU ITU DARI ISTRIKU."...


...Lui Zang dengan wajah penuh amarah mendendang wajah kanan Hang Da dengan kaki kanannya....


...'WUSSSHHHHHHHH'...


...'DUARRRR....DUARRRRR....DUARRR....DUARRR...'...


...Hang Da terhempas jauh ke kiri hingga hampir 1000 meter menjauh dari tubuh Hikari berada sampai merobohkan pohon besar dari tubuh Hang Da yang terpental kuat itu....


...Hikari terbebas dan tubuhnya sedikit kejang....


..."Uhuk.. uhuk..."Hikari mulai mencoba bernafas dan kesadaran dirinya kembali....


...Saat itu tubuh lemahnya di peluk oleh seseorang yang dulu pernah ia rasakan pelukan hangatnya sewaktu di istana....


..."Hikari... Maaf aku terlambat... Kau pasti kesakitan dan ketakutan... Maafkan aku.."Lui Zang memeluk erat tubuh Hikari yang hanya mengenakan sehelai jubah dari pemberian bayangan perempuan misterius itu....


...Hikari perlahan mulai menangis dan memeluk balik Lui Zang....


..."Hikss.. Hikss..."Hikari menangis di pelukan tubuh Lui Zang yang berpakaian rapih ala kaisar dengan warna khas hijaunya....


...Lui Zang mencium pipi kanan dan dahi Hikari sambil mengelus lembut punggungnya....


..."Kau pasti menderita saat dalam penculikan itu bersama bayi kita."Lui Zang ikut menangis....


..."HIKSS... HIKSS... LUI ZANG..."Hikari menangis dan memanggil lirih nama sosok laki-laki yang ada di pelukannya itu....


..."Aku ada di sini dan kau aman sekarang, Sayang. Tidak akan terjadi lagi sesuatu yang buruk dengan bayi kita itu."Lui Zang melepaskan pelukannya dan menatap lirih Hikari yang menangis sejadi-jadinya....


...Liano dan Mei pun datang dimana mereka berada di depan Hikari dan Lui Zang yang sedang dalam pertemuan memilukan itu....


...Liano melihat Hikari yang sangat berbeda sekali dengan dirinya yang dahulu ia kenal....


...Sekarang dirinya begitu lemah dan rapuh sebagai perempuan....


...Liano melihat pemandangan itu dan dirinya mulai paham apa yang di bicarakan oleh Haku dimana agar menyerahkan dirinya kepada Lui Zang....


...Dengan aura yang penuh amarah....


...Liano merasa ingin memakan dan menghabisi orang yang telah melakukan hal buruk kepada majikannya yang baik itu....


..."AKU TIDAK AKAN SEGAN-SEGAN UNTUK MEMAKAN TUBUHNYA ITU."Tatap Tajam Liano yang dalam mode marah....


...Sementara Mei langsung menghampiri Lui Zang dan Hikari....


...Next......


...WIIUUHHHH... MENEGANGKAN......


...TAPI PADA AKHIRNYA......


...Silahkan Like, comment dan Vote dan tunggu kisah selanjutnya dari Kingdom of Prismatic yang penuh kejutan cerita....


...Terima Kasih yang terus membaca kisah ini sampai sini....

__ADS_1


__ADS_2