Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 2: Kerajaan Hijau.


__ADS_3

..."Hikari... Hikari... Hikari..." Suara dari sesuatu yang tidak diketahui oleh Hikari....


...Hikari perlahan membuka kedua matanya....


..."Hmm.. I-Ini... Dimana??"Ucap Hikari yang suaranya jadi melengking lembut dan terlihat samar hari mulai siang....


...Samar-samar, Hikari melihat sesosok kucing yang mirip dengan Liano, tetapi dia jauh lebih besar ukurannya untuk seukuran kucing....


..."Uhhh.. Kepalaku pusing sekali..." Hikari perlahan membangunkan tubuhnya dari rerumputan yang ia tiduri di bawahnya yang sangat hijau....


..."Hikari... Hikari... Kita sepertinya ada di sebuah dunia yang entah berada dimana."Ucap Kucing besar itu kepada Hikari yang sedang menciba duduk....


...Hikari melihat kucing besar itu yang sedang bicara kepadanya dengan tatapan serius....


...Awalnya Hikari menganggap itu mimpi, tetapi setelah melihat secara jelas, dia sadar di sebuah dunia yang berbeda....


..."Huh... Heh... Hah.. Ki-Kita dimana? Hei kucing besar, kau tau kan kita di mana?"...


...Kucing besar itu mejilat wajah Hikari dengan lidahnya....



..."Sslllhhh... Miaww... Aku ini Liano. Aku juga tidak tau kita dimana, Hikari."...


...Kedua mata Hikari terbelalak melihat kucing besar yang baru saja menjilat wajahnya itu dari samping kirinya menjawab kalau dia itu Liano....


..."Heeeee.. Kau... Kau.. Liano?" Terkejut Hikari sampai dirinya menjauhi Liano yang sedang dalam posisi duduk dan mengibas-ngibaskan ekornya yang seperti Naga dan Sayap di kedua punggungnya....


..."Aku Liano... Kenapa Hikari?"Ucap Liano yang bisa bicara dengan wajah datarnya....


..." Tu-Tunggu dulu... Bukan kah kita sebelum berada di perlintasan kereta dan pada akhirnya kita berdua.... "Hikari menundukan wajah dengan pikiran yang masih membuat dirinya bingung dengan dirinya yang masih hidup....


...Liano berjalan seperti layaknya kucing dan mendekati tubuh Hikari....


..."Entah lah, tetapi sepertinya kita di hempas ke dunia lain yang berbeda dengan yang kita dulu tinggali bersama."Ucap Liano sambil menaruh tubuhnya di punggung Hikari untuk dirinya bersandar....


..."Tu-Tunggu dulu... Ini benar-benar aneh, Liano. Kau di sini bisa bicara dan tubuhmu jauh lebih besar dari ukuranmu dulu yang sering aku gendong. Ngomong-ngomong bulu-bulu mu itu lembut sekali, sampai aku bisa merasakan di seluruh kulitku.... Ehh... Aree..." Ucap Hikari dengan awal yang datar raut wajahnya, berubah menjadi wajah muram....


...Hikari menyadari sesuatu telah berubah di tubuhnya itu....


..."Huaaaa!!! Tubuh apa ini?? Ini tubuh perempuan... Kenapa tubuhku jadi perempuan yang cantik dan mulus ini... Ehh... Tunggu dulu... " Hikari melihat tubuhnya yang begitu putih halus tanpa busana....


..."Aku awalnya juga tidak menyangka kalau tubuhmu berubah menjadi perempuan, Hikari. Tetapi aroma tubuh mu sangat aku kenal dan itu memang dirimu. Maka itu aku menjagamu setelah aku sadar kalau kita berdua masih di berikan kesempatan hidup."...


...Hikari tersenyum lebar sambil merabah tubuhnya yang cantik dan seksi itu....


..."Hehehe... Jadi ini tubuh perempuan... Payudaraku ini kenyal dan posturnya cantik... Aku sendiri malah tertarik dengan tubuhku sendiri, Hihihi.." Hikari tersenyum sambil merabah tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya dengan wajah mesum....


...Liano bangunkan tubuhnya dan membuat tubuh Hikari terjatuh je belakang, karena ia menyandar di bagian perut Liano....


...{Bruukk..}...


..."Aduhh... Kenapa kau bangun saat aku sedang bersandar."...


..."Hikari... Jangan bercanda di situasi seperti ini. Aku yang dahulu kucing saja tidak seperti dirimu." Ucap Liano yang berpidah ke sisi depan Hikari dan kembali menaruh tubuhnya di rerumputan yang pendek sekaki dirinya....

__ADS_1


...Hikari lalu berdiri dan bertolak pinggang sambil wajahnya memandangi sebuah tempat lapang yang haya di penuhi oleh rerumputan hijau....


..."Sebenarnya kita ini berada di mana."Ucap Hikari sambil melirik ke segala arah yang hanya ada rumput hijau luas di kelilingi hutan lebat yang besar-besar seperti pohon raksaksa yang usianya sudah ribuan tahun dengan akar-akar menjulur dan selir hijauhnya....


...Angin lalu bertiup menerpa rambut panjangnya yang indah itu....


..." Heee... Aku sekarang rambutnya panjang sekali... Andai di dunia sebelumnya aku bisa dapatkan perempuan secantik dan seindah tubuhku ini, sudah pasti akan aku nikahi dan membuat banyak anak... Hahaha... "Tertawa Hikari dengan lepasnya sampai payudara miliknya bergoyang....


..."Kau ini masih saja tidak bisa serius, Hikari."Ucap Liano yang menaruh kepalanya di kedua kaki depannya seperti layaknya kucing....


..." Liano, apa sebelumnya kau sudah lihat-lihat di area sekitar sebelum aku siuman?"Tatap Hikari dengan berjalan ke wajah Liano yang ukurannya cukup besar....


..."Aku setelah bangun terus menjaga tubuhmu di sini, Hikari. Aku tidak mau meninggalkan tubuhmu jauh-jauh dari ku, seperti yang kau lakukan selalu saat kita bersama di apartemen." Tatap lembut Liano ke wajah Hikari yang berubah menjadi cantik....


..."Ternyata kau memang Liano yah. Yosshh.. Yosshh.."Senyum Hikari sambil mengelus kepala Liano dengan tangan kanannya yang lembut seperti perempuan....


..."Miaawww... Miaww.."Liano mengerang senang seperti layaknya kucing pada umumnya yang sedang di manjakan oleh majikannya....


...Hikari berfikir untuk menaiki di punggung Liano yang besar dan memeriksa arah sekitar di balik pepohonan yang mengelilingi padang rumput hijau yang luas itu....


..." Liano, ayo kita periksa sekitar area luar pepohonan besar ini, aku akan menaiki punggungmu, boleh? Agar lebih cepat. "Hikari merasa Liano itu masih hewan peliharaan kecil dirinya, walau sekarang tubuhnya sudah seperti raksksa sekitar 2 meter, tetapi dia tetap Liano....


..." Naik lah,Hikari. Tentu aku bersedia menjadi tunggangan mu, karena kau selalu baik padaku dan merawatku semenjak kecil."Senyum Luano sambil membaringkan tubuhnyake arah Hikari....


..."Terima Kasih, Liano." Hikari menggenggam bulu halus dari tubuh Liano....


...Liano pun menegakan tubuhnya setelah Hikari berpegangan di punggungnya yang tadi ia arahkan ke arah Hikari....


..."Huaaa... Ini membuat tubuhku geli karena belum berbusana. Pasti ini akan menyenangkan, menunggangi kucing kesayangan ku, Liano."Pernyataan Hikari yang memang sungguh senang karena bisa merasakan menunggangi kucing kesayangan nya, walau ukurannya besar....


...Liano tersenyum dan mulai berjalan perlahan....


...Hikari sudah ada di punggungnya dan tubuhnya hampir tenggelam dengan bulu-bulu halus milik Liano....


..." Tenang saja, Liano. Sekarang ayo jalan dan kita cari tau, dunia apa yang kita masuki ini... Tapi semoga dunia yang damai dan tidak seperti sebelumnya..."Tersenyum Hikari dengan sambil menggenggam erat bulu halus Liano agar tidak jatuh....


...Liano pun perlahan mulai berjalan cepat dengan keempat kakinya yang besar itu....


...Hikari saat itu merasakan ada sebuah kalung di lehernya yang menggelantung....



..."Huh.. Bukannya ini kalung yang waktu itu aku ...." Hikari mengingat sesuatu, tetapi ingatannya tidak ia ingat selanjutnya....


...Hikari melihat pendulum kalung itu dengan telapak tangan kirinya sambil terus berpegangan dengan satu tangannya di atas Liano yang sedang berlari menuju sebuah hutan yang jauh lebih besar dari tubuh dirinya....


..."Baru aku sadar kalau aku memakai kalung yang indah ini, tetapi aku lupa dapatnya bagaimana dan bagaimana bisa aku baru sadar ada kalung itu." Bingung Hikari....


...Hikari lalu menundukan tubuhnya di atas punggung atas Liano agar tidak terkena ranting pohon atau jeratnya....


...Liano berlari melewati hutan-hutan yang lebat dan gelap itu, hingga cahaya matahari tidak jarang hanya sebulatan atau titik saja....


...Karena saking lebatnya hutan yang di lewati oleh mereka berdua dengan semua serba hijau tua....


...Keempat kaki Liano dengan lincah berlari di hutan yang gelap dan berlika-liku....

__ADS_1


...Aku melihat cahaya di ujung hutan itu yang berarti ada jalan keluar....


..."Yoshh Liano... Kita bisa tau kita berada di mana." Ucap Hikari dengan tersenyum lebar di wajahnya....


...Liano pun tersenyum lebar"Tentu, Hikari."...


...Semakin dekat dan semakin dekat dengan cahaya dari balik hutan yang gelap dengan pohon-pohon besarnya itu....


...Cahaya dari sinar matahari itu meyinari Liano dan Hikari dengan wajah mereka sama-sama tersenyum gembira....


...Kemudian.......



...Terlihat sebuah kota besar dengan warna hijau gelap sedikit terang dengan sekelilingnya di sisinya adalah seperti pedesaan yang luas....


...Hikari menatap tajam ke arah kota besar itu yang dimana di tengahnya ada sebuah kastil dan bentuk-bentuk rumah mereka seperti gaya kuno....


..."Are... Kota apa ini? Kenapa bangunannya asing bagiku."...


..."Bukan hanya itu saja, Hikari. Aku merasakan sebuah ruh yang sama seperti diriku beberapa ada di kota itu dan juga ada di kastil hijau besar di tengah kota itu juga."Ucap Liano yang melihat ke sekeliling area kpta itu....


...Hikari saat itu menyadari sesuatu yang dimana ia sedikit pahami....


..." Liano, apa kau berfikir kalau kita mungkin berada di era Edo atau apapun itu. Karena yang kita sebut kota itu, malah seperti kerajaan."Ucap Hikari dengan yakin....


..."Ehh.. Kau bertanya masalah itu dengan diriku yang dulu sebagai kucing? Tentu aku tidak tau dan bahkan aku belum lahir. Tidak mungkin kucing membaca sejarah manusia?"Lirik datar ke arah Hikari yang melihat-lihat sekeliling....


..." Hahaha... Maaf, aku lupa, Liano. Karena kau bisa bicara, aku jadi lupa kalau kau itu hanya seekor kucing. "Tawa Hikari terdengar sambil mengelus atas kepala Liano....


..."Rrrrrr... Hmmnn... Miaww... Tidak apa, Hikari. Kau adalah majikanku yang sangat baik dan selalu membuatku senang."Liano menikmati elusan kepala dari Hikari....


...Hikari menatap tajam ke arah kota kerajaan berwarna hijau muda gelap itu....


..."Ini sepertinya bukan berada di jepang era Edo dan lainnya. Mari kita coba untuk pergi ke kerajaan itu, Liano." Ucap Hikari dengan santai....


..."Tapi sebaiknya Hikari memakai pakaian dulu. Dengan kondisi tidak berbusana, tentu bagi manusia, itu sesuatu yang memalukan bukan?"...


...Hikari sadar kalau dirinya memang masih tanpa busana....


..."Benar juga yah... Hahaha, aku sampai lupa."Tawa Hikari sambil menggaruk belakang kepalanya....


..." Dasar... Lagi pula, Hikari sekarang kan perempuan, bukan laki-laki. "Jawab kembali Liano dan perlahan melangkahkan ke empat kakinya ke bawah bukit jalan....


..."Walau aku perempuan, tetapi kalau soal bela diri dengan tangan kosong, jelas aku unggul." Tegas Hikari bicara kepada Liano ke kucing kesayangan dirinya....


..."Iya... Iya... Aku tau kok Hikari itu ahli dalam perkelahian tangan kosong. Berpegangan lah, aku akan berlari." Liano mempercepat langkah keempat kakinya....


...Hikari menggenggam erat bulu pundak Liano dan memeluknya"Iyah... Ayo.."...


...Hikari dan Liano, kucing kesayangan dari Hikari pun berlari mengantar Hikari menuju sebuah gerbang kerajaan yang berwarna hijau muda gelap itu....


...JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, VOTE JIKA SUKA....


...TUNGGU SELANJUTNYA DARI DUNIA PRISMATIC YAH....

__ADS_1


...SERIAL INI FULL FANTASI DAN SEKEDAR REFRESING PIKIRAN DARI KISAH PERTAMA YANG BERJUDUL MALKIST CINTA....


...TERIMA KASIH....


__ADS_2