Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 17: Peramalan


__ADS_3

...Lui Zang benar-benar merasa sangat ingin Hikari kembali dan menjadikan sebagai Istri terakhirnya untuk sebuah pernikahan yang telah banyak ia lakukan dan lewati untuk ke tahap dimana Hikari akhirnya bisa mengandung anaknya sendiri dan kutukan itu ikut memudar....


...*****...


...Kembali ke Desa tempat singgah Hikari dan Haku....



...Hikari masih memikirkan hal tersebut dengan dirinya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur....


...Pikirannya berfikir dan berfikir jika misalkan sebuah keajabian benar-benar tarjadi kepada dirinya sekarang....


...Sampai dirinya terbesit ingin kembali ke Lui Zang....


...Akan tetapi, dirinya ingin hidup tenang dan menghindari dari apa yang sama seperti dirinya dahulu lakukan....


..."Kenapa aku bisa terbesit untuk kembali ke pelukan Kaisar mesum itu. Apa ini keinginan dari tubuh ini."Ucap Hikari kepada dirinya sendiri....


...Kemudian Haku membuka pintu kamar itu....


..."Hikari, kau tidak apa?"Tanya Haku saat masuk ke kamar itu dan menutup pintunya....


...Hikari melirik ke arah Haku....


..."Ti-Tidak apa-apa kok, Haku. Memangnya ada apa? Aku baik-baik saja."Jawab Hikari gugup....


...Haku kemudian duduk di samping kanan Hikari yang duduk di pinggir tempat tidur....


..."Kau seperti sedang menyembunyikan sesuatu? Bicara lah kepadaku. Aku di sini tetap seniormu yang mungkin masih bisa aku berikan saran atau masukan, walau keberadaan kita di sini sama."Lirik Haku ke arah kiri dan menyanggah tubuhnya dengan kedua tangannya ke belakang atas tempat tidur....


..."Ehhh.. Itu..."Bingung Hikari harus cerita atau tidak mengenai hal tersebut....


..."Apa yang memberatkanmu untuk tidak cerita kepadaku, Hikari?"Tanya kembali Haku dengan senyum tipis di wajahnya....


..."Mungkin sebaiknya beri aku waktu dahulu untuk memastikan."Jawab singkat Hikari sambil dirinya tertunduk....


..."Kalau begitu baiklah, tidak apa jika sekarang kau tidak ingin cerita. Sekarang bagaimana kalau kita jalan-jalan di desa sejenak dan membeli sesuatu."Tersenyum Lebar Haku....


..."Heh... Jalan-jalan di desa?"Bingung Hikari....


...Haku langsung menarik tangan Hikari menuju kembali ke luar kamar dan terus menariknya sampai ke luar penginapan....


...Pemilik kedai, Bak Yi dan lainnya menyambut Haku sebagai orang yang baik dan ramah, bahkan pengikut dari Bak Yi sendiri mulai melakukan kebaikan membantu para warga desa untuk kebutuhan dan mereka bekerja sebagai preman yang baik atas perintah Haku....


...Haku benar-benar merubah hal itu dengan kekuatannya agar suasana desa dan lainnya bisa kembali harmonis....


...Hikari menjadi semakin Kagum dengan Senpainya itu....


...Tidak di dunia nyata, tidak di dunia ini. Dirinya selalu melakukan sesuatu yang bisa membuat kagum para junior mau pun sesama angkatannya....


...Hikari bersyukur bertemu dirinya di dunia ini juga....


...Akan tetapi, untuk masalah itu, lebih baik dirinya sembunyikan dahulu dan Haku tentu paham dengan hal tersebut....


...Apalagi Haku juga baru ada di dunia ini, jadi tidak ada alasan kalau dirinya pergi sendirian dan meninggalkan rekan juniornya itu....


...Hikari memakai kupluk jubahnya dan berjalan-jalan di desa yang cukup ramai saat itu dengan warga desa dan para pedagang yang berteriak menjajakan dagangannya....


...Semua masih serba tradisional, seperti menggunakan kereta kuda untuk menyediakan tunggangan, Pedagang yang memakai gerai terbuka yang terbuat semuanya dari kayu, bahkan ada yang menjajahkan dagangannya dengan lesehan....


...Semua benar-benar seperti kembali dimana dunia yang mungkin belum kenal yang namanya teknologi dan lainnya....


...Namun karena hal tersebut, Hikari dan Haku yang sedang berjalan-jalan di desa menjadi senang dengan keadaan yang demikian ramai....


...Bahkan ada warga desa yang berbincang dari dalam jendela rumahnya dengan warga lainnya....


..."Warga desa dan lainnya benar-benar saling bicara bertatap muka, tidak seperti saat dimana kita hidup yang membuat kita sudah bisa bicara dengan jarak jauh karena teknologi."Tersenyum Haku melihat sekeliling yang ramai itu di jalan desa....


..."Rasanya memang terasa asing, tetapi memang lebih baik seperti ini. Dimana mereka masih bisa bermain dan bersenang-senang tanpa teknologi. Aku jadi merasa ingin hidup di sebuah pedesaan jika terlihat seperti ini. Kita mungkin bisa menanam sesuatu dan di jual, karena hal utama yang masih besar di era seperti ini adalah pangan."Tersenyum Hikari dari balik kupluknya yang ia pakai menutupi sebagian wajahnya....


..."Kau benar, Hikari. Bagaimana kalau kita berkeliling dunia dahulu dan setelah itu, kita menentukan ingin tinggal dimana."Tersenyum Lebar Haku dengan idenya itu....


..."Aku setuju, Haku."Hikari setuju dengan idenya yang bagus itu....


...Hikari menyampingkan masalah tersebut dan menikmati suasana desa yang aman dan tentram....


...Ketika siang hari tiba....


...Haku dan Hikari mencicipi makanan jalanan ala desa itu dengan uang milik Haku di beberapa tempat yang tersedia menyediakan makanan....

__ADS_1


...Namun tiba-tiba ada prajurit Lui Zang yang sedang patroli di wilayah itu menggunaka tunggangan kerbau hijaunya yang di beri baju zirah....


...Sontak Hikari tidak ingin prajurit Lui Zang tau keberadaan dirinya....


..."Haku, kita sembunyi."Ucap Hikari sambil menarik tangan Haku masuk ke dalam sebuah pintu....


..."Ehhh.. Tu-Tunggu..."Haku di tarik oleh Hikari masuk ke dalam tempat yang aneh untuk menhindari prajurit itu yang sedang patroli....


...Saat itu Hikari dan Haku melihat berbagai macam pernak pernik dan juga seperti tempat meramal sesuatu....


...Tempat yang gelap namun ada cahaya-cahaya pijar berwarna-warni seperti lampu-lampu yang berputar menyinari ruangan itu dengan redup....


..."Tempat apa ini."Ucap Haku yang bingung....


...Hikari melihat banyak benda aksesoris yang begitu banyak rak-rak kayu....


...Kemudian tiba-tiba datang seorang perempuan muda dari balik pintu lainnya masuk ke ruangan itu juga dengan berpakaian seperti peramal pada umumnya....


..."Ara.. Ada pengunjung rupanya."Ucap Perempuan berambut panjang dengan setelan Dress serba terttutup dengan setengah bagian wajah dari hidung sampai mulut di tutup kain khusus berwarna ungu semua dan motif garis zig-zag dan lurus di bebarapa bagian Dressnya....


..."Kami hanya melihat-lihat."Ucap Hikari....


..."Hei perempuan muda, apa kau yang menjual aksesoris-aksesoris indah ini?"Tanya Haku sambil memeriksa beberapa aksesoris yang terpajang di rak kayu itu....


..."Tentu saja aku yang menjualnya."Tersenyum ramah perempuan itu....


...Dirinya duduk di sebuah meja yang ada bola crystal di depannya....


...Tiba-tiba tatapannya berubah ke arah kami dan Haku menyadarinya juga....


..."Ehh..."Haku langsung dalam mode setengah kuda-kuda dan waspada....


..."Sepertinya kalian bukan manusia biasa."Ucap Perempuan itu yang raut wajahnya berubah ketika sudah duduk di kursi itu....


..."Sebaiknya kita pergi, Haku."Ucap Hikari yang ketakutan....


..."Tenang saja, Hikari. Kalau dia macam-macam, aku akan memukul serius wajahnya."Lirik Haku dengan wajah santainya ke Hikari yang sudah ketakutan....


...Hikari bukan takut dengan tubuh atau raut wajah perempuan yang terlihat seperti peramal itu, tetapi takut rahasianya terbongkar....


...Perempuan itu menunjuk ke arah Hikari dengan tangan kanannya dan tatapan penuh wajah serius yang begitu dalam....


...'Deg'...


...Hikari tau maksud yang di bicarakan oleh perempuan peramal itu....


..."A-Apa.."Wajah Hikari bingung....


..."Tiga bintang? Apa maksudnya itu."Tanya Haku kepada perempuan aneh itu yang masih terus menunjuk ke arah Hikari....


...Kalung Hikari dan Gelang milik Haku bersinar....




...Tiba-tiba perempuan itu berubah raut wajahnya seperti sebelum dirinya tadi duduk....


..."A-Apa yang terjadi. Apa aku bicara sesuatu tadi?"Tanya balik perempuan itu kepada mereka berdua....


...Sontak mereka berdua bingung....


..."Tunggu, apa kau tidak ingat apa yang tadi kau bicarakan mengenai temanku?"Tatap serius Haku sambil menghampiri perempuan tersebut....


...Perempuan itu ketakutan dan memundurkan kursinya....


..."Ma-Maaf... Terkadang aku secara tidak sadar meramal seseorang tiba-tiba tanpa dirinya ingin di ramal. Kekuatan ku masih belum sepenuhnya bisa aku kendalikan. Aku meminta maaf."Ucap serius dengan nada ketakutan perempuan itu....


..."Jadi kau peramal. Ya kalau di lihat dari pakaian mu yang aneh juga bisa di tebak, apalagi kedai mu yang bernuansa mistis seperti ini."Tersenyum Haku....


..."Ka-Kalau kalian ingin di ramal, silahkan duduk, tetapi jika ingin membeli aksesoris, silahkan kalian pilih-pilih saja."Perempuan itu benar-benar masih ketakutan dengan Haku....


...Pada Akhirnya Haku dan Hikari melihat-lihat aksesoris yang di jual oleh perempuan tersebut....


...Haku membeli sebuah anting yang seperti senjata milik dirinya yang di balut krystal biru....


...Sementara Hikari tertarik kepada salah satu benda yang berupa 3 gelang berhiasakan permata berwarna merah tua, biru muda dan putih....


..."Apa kau menginginkan ketiga gelang berwarna itu, Hikari?"Tanya Haku yang sudah mengenakan anting mirip senjata miliknya yang menjadikan dirinya terlihat lebih elegan....

__ADS_1


..."Ehh... Ahh... Sepertinya."Jawab Hikari yang dirinya bingung tiba-tiba menginginkan hal tersebut....


..."Ambil saja, biar aku yang bayar."Tersenyum Haku....


...Kemudian perempuan itu mendekati Hikari dan mengambilkan gelang yang di lihat olehnya....


...Perempuan itu mendekati Hikari dengan sangat dekat sampai gelang itu di dekatkan ke arah perutnya, sampai gelang itu secara tiba-tiba menyala di sisi batu perhiasannya....


..."Ketiga bintang milik orang itu akan tumbuh di dalam tubuh sucimu."Ucap bisik perempuan itu dengan tatapan seperti sebelumnya yang menyeramkan....


...Hikari menatap balik dirinya yang sedang menatap dirinya....


...Kemudian cahaya dari kalungnya Hikari kembali bersinar dan merubah kembali perempuan itu terlihat lugu dan ramah seperti awal....


...Hikari dan Haku kemudian pergi dari kedai itu setelah membayar aksesoris yang mereka beli....


...Hikari mengantungi ketiga gelang itu dan dirinya membeli satu aksesoris anting berbentuk wajah kucing bermata biru untuk di pakai oleh Liano nanti ketika kembali....


...Prajurit Lui Zang yang berpatroli pun telah tidak terlihat dan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke penginapan....


...Namun di dalam perjalanan menuju penginapan itu, Haku bicara kepada Hikari....


..."Aku benar-benar penasaran, apa yang di maksud ketiga bintang dengan dirimu."Bingung Haku....


..."Ehh.. A-Aku sendiri juga bingung, Haku."Tersenyum tipis Hikari....


..."Yah sudah lah. Lagi pula aku tidak terlalu percaya hal-hal yang demikian itu."Tersenyum Haku dan dirinya memang tidak mau ambil pusing masalah tersebut, karena dirinya yang selalu realistis dan tidak percaya dengan hal-hal ramalan atau sejenisnya....


...Hikari tertunduk dan kembali mengelus perutnya....


...Pikirannya kembali berputar dan bertanya dalam hati....


..."(Apa benar akan ada 3 bayi yang tumbuh di dalam perutku ini? Bagaimana aku menyikapinya jika benar aku akan mengandung 3 bayi sekaligus.)"Tanya Haku di dalam hatinya kepada dirinya sendiri....


..."Malam ini kita akan pergi, Hikari. Kita akan pergi ke desa selanjutnya untuk terus melihat dunia dan bekerja untuk mendapatkan uang selama perjalanan kita ini keliling dunia ini yang masih misterius sambil mencari informasi lebih banyak."Ucap Haku dengan wajah menyeringai bahagia....


..."Ehh... I-Iyah... Baiklah."Ucap singkat Haku....


...Haku dan Hikari pun kembali dan hari sudah menjelang sore....


...Namun Haku memilih untuk berbincang bersama pemilik penginapan itu bersama pengunjung lainnya yang dimana dirinya mudah sekali mengakrabkan diri kepada orang lain dengan tubuh perempuannya itu....


...Berebeda dengan Hikari yang kembali ke kamar dan memikirkan dirinya yang benar-benar mulai kehilangan jiwa dan pikiran sebagai laki-laki....


...Seakan pikiran dan jiwa laki-lakinya pudar dengan tubuh barunya itu....


...Hikari yang sedang duduk kembali di pinggir tempat tidur itu merasakan kembali denyut jantung dari dalam perutnya dan mengelus perutnya kembali dengan lembut....


..."Kalau benar aku hamil anak dari Lui Zang. Artinya tidak akan lama lagi aku akan menjadi seorang Ibu bagi ketiga anak ini. Tetapi apa mungkin bisa seorang perempuan mengandung anak tiga sekaligus, yang aku tau waktu di dunia nyata, hanya 2 dan itu memang kembar."Bingung Hikari....


...*****...


...Kemudian Xao Ba dan Mei Wong masuk ke desa tempat Hikari dan Haku singgah dari pintu depan yang di jaga ketat oleh Prajurit kaisar Lui Zang dimana mereka berpakaian seperti layaknya warga desa sederhana dengan tas yang Xao Ba bawa di belakang pundaknya....


...Sementara Mei Wong menggendong buah hati mereka....


...Xao Ba sebelum masuk, mengeluarkan sebuah batu giok hijau tubuhnya dengan sisik berbentuk naga emas dan putih....


...Menandakan kalau mereka itu orang pilihan dari Tuan Lui Zang langsung, karena batu giok hijaunya itu hanya di dapat dan di miliki oleh yang di kehendaki oleh Kaisar sendiri....


...Mereka berdua di izinkan masuk secara khusus....


...Namun Xao Ba bertanya kepada salah satu penjaga....


..."Apa kalian melihat binatang terbang di atas langit atau orang baru yang mencurigakan di desa ini?"Tanya Xao Ba....


..."Kami tidak melihat binatang terbang dan orang baru yang mencurigakan di desa, tetapi katanya, semalam ada keributan di sebuah penginapan di dekat sisi dinding area ke arah selatan."Jawab prajurit berpakaian lengkap zirah hijau dan kumisnya yang tebal....


..."Apa itu sesuatu yang wajar atau tidak di desa ini?"Tanya kembali Xao Ba....


..."Sepertinya itu hal yang biasa terjadi, Utusan Kaisar."Jawab Bisik prajurit itu ke arah telinga kanan Xao Ba sambil berjalan ke arah depan gerbang....


...Xao Ba berfikir untuk memeriksanya walau jejaknya mungkin belum terlalu jelas....


..."Mei, kita akan ke penginapan ke arah selatan."Ucap tegas Xao Ba....


..."Iya."Senyum Mei Wong yang sedang melihat bayi perempuannya yang sedang ia gendong dan tangan kecilnya mencoba meraih wajah Ibunya itu....


...Xao Ba ikut tersenyum melihat anaknya yang aktif dan terlihat senang itu dalam misi mencari selir Lui Zang....

__ADS_1


......Selanjutnya di tunggu yah.........


__ADS_2