Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 8: Sisi Lain Sang Kaisar


__ADS_3

...Saat matahari mulai meninggi....


...Perlahan kedua mata Hikari terbuka....



..."Hmm.. Apakah sudah pagi.."Ucap Hikari....


...Hikari merasakan kepalanya sedang di elus-elus oleh seseorang, dimana Lui Zang sedang mengelus kepalanya....



..."Akhirnya kau bangun juga, Istri Dewi ku."Senyum Lui Zang dengan wajah tampannya ke arah Hikari....


..."Ehhh... Heehhh.. HEHHHH!!"Terkejut Hikari dan langsung bangun dari tidurnya dan memundurkan tubuhnya ke arah dinding....


...Lui Zang tersenyum melihat ekpsresi Hikari....


..."Kau itu lucu yah."Ucap Lui Zang ramah....


..."A-Aku.. Aku benar-benar tidak sedang bermimpi bukan? Hehh.. Ini nyata.."Bingung Hikari sambil melirik-lirik ke arah sudut kamar itu....


..."Kamu tidak sedang bermimpi dan malam tadi kau benar-benar membuat diriku terpuaskan."Ucap tenang Lui Zang....


..."HEEEHHHH!!! MALAM TADI???"Teriak Hikari....


...Sekilas Hikari melihat ingatannya malam itu yang penuh dengan hal erotis di atas tempat tidur itu....


...Hikari memegang kedua samping kepalanya dengan kedua telapak tanganya sambil matanya terbelalak dan kedua kakinya ia angkat dan rapatkan"Tidak mungkin... Aku telah di gauli oleh seorang laki-laki... Tidak mungkin... Tapi ingatan itu jelas adalah aku dan aku juga merasakannya.."...


...Lui Zang kemudian mengambilkan baju khusus tidur ala bangsawan kerajaan itu untuk menutupi tubuh Hikari yang tanpa busana itu....



..."Pakai ini dan tutup lah tubuhmu. Setelah itu mari kita membersihkan diri bersama di kamar mandi."Ucap Lui Zang sambil dirinya kembali ke atas tempat tidur untuk menghampiri Hikari....


...Hikari melihat tubuhnya memang sudah tidak berbusana dan ada bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuh mau pun area vitalnya....


..."Jadi malam itu benar-benar nyata.."Ucap Hikari dengan wajah masih bingung....


...Lui Zang menarik tangan kanan Hikari untuk berdiri dan di ajak ke kamar mandi untuk membersihkan diri....


..."Sudah ayo kita bersihkan diri dahulu."Ucap Lui Zang sambil menarik tubuh Hikari....


..."Tu-Tunggu dulu..."Hikari tidak bisa melawan tenaga dari Lui Zang....


...Pada akhirnya mereka berdua mandi bersama di sebuah kamar mandi yang tidak jauh dari kamar mereka dan Lui Zang membantu membersihkan tubuh Hikari yang tangannya masih dalam perban itu....


...Setelah mandi. Lui Zang membawa Hikari ke sebuah ruangan di lantai bawah sebelumnya dan memasuki ruangan rias....


...Sepanjang jalan lorong itu, ada pelayan yang sudah siap menanti Lui Zang....


..."Pelayan perempuan, dandani istriku ini dengan pakaian terbaik yang belum pernah di pakai oleh istri-istriku sebelumnya."Ucap Tegas Lui Zang....


...(Siap, Tuan Lui Zang.) Pelayan perempuan itu serentak menjawab....


..."Ehhh... Tu-Tunguu.."Bingung Hikari....


...Hikari di tarik ke sebuah ruangan rias oleh beberapa pelayan perempuan dan Lui Zang ke kamar lainnya dengan sendirian....


...Hikari di dandani kembali menggunakan baju besar khas kerajaan tradisional china era dinasti seperti sebelumnya....


...Hikari hanya terdiam saat di dandani dan memikirkan dirinya yang malam itu tidak di sangka-sangka kalau tubuhnya telah di jamah oleh laki-laki yang baru di kenal dan baru ia temui di dunia ini....


..."Padahal aku baru saja balik dari sebuah kematian dan baru saja menginjakan kaki di dunia yang gila ini, tetapi tubuhku telah di jamah oleh laki-laki gila itu. huhuhuhu... Kenapa nasibku ini selalu saja sial di dunia nyata mau pun di dunia gila ini..."Ucap Hikari sambil meringis nangis meratapi nasibnya yang sial....


...Para pelayan perempuan yang mendandani Hikari hampir semua ingin tertawa dengan tingkah lucunya itu, tetapi mereka tahan....

__ADS_1



...Setelah di dandani dengan cantik kembali, Hikari di bawa ke luar ruangan itu dan sudah ada Lui Zang menunggu dengan pakaian hijau kembali dengan motif naganya....



..."Sekarang mari kita jalan-jalan ringan sejenak dahulu sebelum makan."Ucap Lui Zang dan tangan kirinya ia lekukan ke samping, menandakan Hikari harus memegang tangannya itu seperi pada pasangan pada umumnya bergandengan....


..."Apa? Kenapa tangan kirimu di lekukan? Ingin berjalan dengan bertolak pinggang?"Ucap Hikari yang tidak peka....


...Lui Zang tersenyum bersama beberapa pelayan dan prajurit yang ada di tempat itu....


..."Kau ini benar-benar lucu yah. Gandeng tanganku ini seperti layaknya suami istri."Ucap Lui Zang sambil tersenyum lebar....


..."Tidak mau... Kalau ingin jalan, seperti biasa saja.."Ucap tegas Hikari sambil membuang muka ke arah lain....


...Kemudian para pelayan Lui Zang mendorong tubuh Hikari dan menarik tangannya ke arah lengan Lui Zang....


..."Heiii..."Kesal Hikari....


...Lengan Lui Zang di rapatkan dengan tangan kanan Hikari sudah masuk ke lengannya....


..."Sekarang ayo kita jalan-jalan santai di pagi hari ini."Tersenyum Lui Zang....


..."Heii... Tu-Tunggu... Lagi-lagi ini namanya pemaksaan... Heii.."Hikari jengkel dengan tingkah Lui Zang dan mencoba melepaskan tangan kanannya dari lengan kiri Lui Zang, tetapi karena tangan kirinya patah, ia lagi-lagi tidak bisa berbuat banyak....


...Pada akhirnya Hikari pun menuruti jalan yang di tempuh oleh Lui Zang....


...Para pelayan Istana dan Penjaga memberi hormat mereka saat Lui Zang datang bersama Hikari yang menjadi selirnya....


...Saat di lantai dasar di dekat taman yang luas, Hikari melihat Liano sedang menjilati bulu-bulunya....



..."Liano... Hei Liano... Bantu aku lepaskan tangan dia dari tanganku."Teriak Hikari yang sedang berjalan bersama dengan Lui Zang....


...Namun Liano terlihat hanya menatap dan terdiam dengan ekspresi datar....



..."KENAPA KAU DIAM SAJA BODOH... HOI LIANO..."Hikari sebal karena tidak di gubris permintaan tolongnya....


..."Hikari, aroma tubuhmu aku cium sudah tercampur dengan laki-laki itu, jadi benar kau sudah melakukan itu dengan dirinya semalam?"Ucap datar Liano....


..."ITU TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KITA, CEPAT BANTU AKU LEPASKAN TANGANKU DARI LAKI-LAKI GILA INI, LIANO..."Ucap Hikari jengkel....


...Namun lagi-lagi Liano datar menanggapinya....


..."Aku tidak berani memutuskan hubungan antara manusia, karena dulu sebagai kucing, aku juga tidak mau mengganggu hubungan antara kucing lain kalau dirinya sudah pernah melakukan hubungan. Jadi maaf, Hikari.."Ucap Santai Liano....


..."LAINOOOOO!!! AWAS KAU YAAAA...."Hikari naik darah dengan kelakuan Liano....


...Liano memalingkan wajahnya....


..."Hahahaha. Peliharan mu itu ternyata cukup mengerti juga dengan keadaan kita."Lui Zang tertawa karena Liano tidak mau menolong Hikari yang begitu dekat dengan dirinya saat sedang berjalan-jalan di taman....


..."AKU DI PAKSAAA... DI PAKSAAAAAAAA... HUHUHUHU.."Ucap Hikari sambil menangis tanpa mengeluarkan air matanya....


...Setelah berjalan-jalan santai, Lui Zang mengajak makan pagi dan lagi-lagi Hikari makan dengan lahapnya dan tidak memperdulikan Lui Zang....


...Setelah selesai makan, Lui Zang mengajak Hikari ke sebuah pertemuan yang di laksanakan oleh Lui Zang sendiri dengan para petinggi bangsawan di kotanya....


...Merayakan pernikahan kembali Kaisar mereka yang begitu spesial dengan seorang yang katanya sebagai Dewi yang turun dari langit....



...Banyak bangsawan kota terutama yang laki-laki, terpesona dengan kencantikan wajah Hikari dan putih bersih kulitnya....

__ADS_1


...Banyak yang menyalami tangan Lui Zang....


...Kemudian Lui Zang setelah mendatangi perjamuan pesta atas menikahnya dirinya, ia pergi keluar istana dan menemui rakyat-rakyatnya yang bersorak sorai memberikan selamat di dampingi perajurit dengan menunggangi kerbau Perak....



...Tidak lupa Naga Hijau milik Lui Zang ikut dan terbang di atas mereka mengawasi....


...Sampai dimana Lui Zang berjalan ke sebuah pedesaan yang jaraknya jauh dari pusat kota, tentu harus melewati gerbang penjagaan dan suasana sedikit lebih tenang di bandingkan saat di kota tadi....


...Lui Zang melepaskan eratan tangan Hikari....


..."Tempat ini adalah tempat yang selalu bisa membuatku sangat tenang, menikmati luasnya pemandangan hijau dan beberapa anak dan warga desa bermain juga memanen hasil pertanian mereka di sini dengan penuh senyuman."Tersenyum Lui Zang sambil menatap indahnya desa yang banyak pohon dan perkebunan....


...Hikari melihat pemandangan indah itu yang masih berada di dalam dinding kerajaan milik Lui Zang, karena benteng hijaunya masih melingkar jauh membatasi antara gerbang luar....


..."Kenapa kita harus berjalan jauh kesini? Tangan ku sampai pegal-pegal tau."Ucap Hikari sambil melemaskan tangan kanannya yang tadi di dekap oleh Lui Zang....


...Saat itu secara mengejutkan, warga desa dan anak-anak menghampiri Lui Zang tanpa di halangi seperti yang ada di kota....


...Bahkan mereka mengajak bermain Lui Zang oleh seorang anak laki-laki....


..."Tuan Lui Zang, ayo kita main kejar tangkap lagi, tapi jangan gunakan kekuatan Tuan yah.." Ucap ramah dari seorang anak botak dengan senyum manisnya berpakaian sederhana dan terkesan benar-benar seperti penduduk desa di dunia nyata Hikari berada....


..."Baiklah, ayo kita main."Ucap ramah Lui Zang tanpa malu bermain dengan mereka yang terkesan sederhana dan baju mereka sedikit kotor....


...Bahkan Ibu-ibu yang ada di sana berani memeluk Lui Zang tanpa di halangi oleh para prajurit yang banyak dan siap menyerang itu dengan kerbau peraknya....


...Hikari merasa dirinya sangat ramah walau sebagai Kaisar dengan warga desanya....


...Kemudian ada seorang Ibu-ibu hamil besar menghampiri Lui Zang berada saat dirinya di tuntun oleh anak botak yang mengajak mainnya itu....



..."Tuan.. Tuan Lui Zang... Bisa elus perut saya ini... Saya mohon.."Ucap Ibu-ibu yang sedang hamil besar itu....



..."Oh.. Tentu saja... Aku dengan senang hati mengelusnya."Lui Zang tanpa malu mengelus perut Ibu itu dengan lembut dan tersenyum sambil melihat Hikari....


...Hikari bingung dan terdiam dengan maksud apa yang Lui Zang sampaikan....


..."Tuan Lui Zang, apakah itu istri baru anda?"Tanya Ibu hamil itu kepada Lui Zang....


..."Benar, dia adalah istri baru ku dan aku harap juga bisa mengandung anak ku seperti anda yang sedang mengandung anak dari suami anda ini."Tersenyum ramah Lui Zang ke arah Hikari....


...Ibu-ibu hamil itu pun menghampiri Hikari dan tiba-tiba memeluk tubuh Hikari....


..."Semoga anda bisa mengandung anak dari Tuan Lui Zang yang baik dan perhatian ini dengan rakyat biasa seperti kami."Ucap Ibu- hamil itu sambil memeluk tubuh Hikari dengan perut buncitnya....


..."Ehh... Mnn... Semoga.."Ucap Gerogi dan malu Hikari, dimana ia merasakan perut buncit dai Ibu hamil itu yang menekan peutnya....


...Lui Zang tersenyum dan dia kembali berjalan dengan di tarik anak-anak desa itu....


...Satu hari full itu, Lui Zang bermain dengan anak-anak desa dan saling ucap salam sampai berbincang dengan warga desa di sana....


...Sementara Hikari hanya duduk di bawah pohon di alasi oleh tikar dari warga yang bersedia meminjamkannya....


...Beberapa warga desa Mengutarakan beberapa keluh kesahnya tanpa ada perajurit yang menghalangi diri mereka....


...Dengan seksama Lui Zang mendengarkan mereka satu persatu dan beberapa prajurrit di panggil dan di perintahkan atas apa yang jadi keluh kesahnya....


...Saat itu Hikari tidak habis pikir dengan seorang Kaisar yang jadi nomer satu di wilayahnya bisa duduk bersama dan mau turun ke warga biasanya....


...Sangat berbeda jauh di dunianya yang sudah di penuhi para pemimpin dan pejabat yang korupsi, sampai warganya memberontak dan memilih untuk membuat geng untuk mempertahankan diri dari kekejaman para penguasa di dunia nyatanya itu....


...Sebuah alasan besar memang Hikari masuk ke sebuah geng yang paling di takuti di kotanya untuk bertahan hidup dari para manusia yang haus dengan kekuasaan....

__ADS_1


...Air mata menetes dari kedua matanya secara tidak ia inginkan saat melihat ke arah Lui Zang yang tengah berdialog dengan warga desa....


..."Ternyata kau itu adalah orang yang sangat baik dan bijaksana sebagai seorang Kaisar di wilayah ini."Ucap Hikari sambil menyeka air matanya yang menetes itu dengan tangan kanannya....


__ADS_2