Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 45: Keinginan Sang buah hati.


__ADS_3

...Sambil menunggu makanan manis yang akan di sediakan oleh para pelayaan kerajaan....


...Hikari mencoba sesuatu yang aneh dan terkesan nyeleneh dengan perintah dirinya kepada penasehatnya Lui Zang itu....


..."Coba kamu berdiri di dekat pintu itu dan menghadap ke arahnya." Ucap Hikari sambil menunjuk ke arah pintu kamar itu....


..."Baiklah, Nona Hikari." Penasehat perempuan itu berjalan ke arah pintu berada dan menghadapkan dirinya di depan pintu....


..."Lalu rentangkan kedua tanganmu ke atas." Lagi Hikari memerintahkan dirinya....


..."Baiklah, Nona Hikari." Penasehat perempuan itu mengangkat kedua tangannya seperti yang di perintahkan oleh Hikari....


..."Berjalan lah menyamping ke kiri dan ke arah kanan dengan posisi itu sambil goyangkan pinggulmu ." Hikari mulai tersenyum....


...Penasehat perempuan itu bingung dengan perintahnya dari Hikari....


...Dimana Hikari saat itu mencoba apakah benar dirinya bisa memerintah....


..."Ehh.. Baiklah, Nona Hikari." Penasehat perempuan itu berjalan miring dengan kedua tangan terangkat dan menggoyangkan pinggulnya....


..."Hihihihi.." Hikari menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu agar tidak tertawa terlalu keras karena melihat penasehat perempuan Lui Zang benar-benar menuruti perintahnya....


...Hikari pun menyuruhnya berhenti dan dirinya di ajak duduk di sebuah tempat duduk yang ada di pinggir dinding kamar itu dimana posisinya masih di dekat jendela....


...Perempuan penasehat itu merasa sedang di permainkan oleh Hikari dimana dirinya masih tersenyum-senyum di saat sudah saling duduk berhadapan dengan pembatas meja kotak di depan mereka....


...Namun Penasehat perempuan itu tidak bisa menolak perintah dari Hikari....


..."Maaf karena membuat dirimu melakukan hal aneh, karena aku sekedar ingin mengetes saja, hhihihi." Ucap Hikari yang masih tidak bisa menghilangkan tertawanya dari wajahnya yang terus ia ingat apa yang tadi ia lihat....


...Penasehat Lui Zang itu merasa aneh dengan sikap Hikari....


..."Anda tentu tidak perlu meminta maaf, Nona Hikari. Apapun akan saya lakukan atas perintah anda." Tatap penasehat perempuan itu....


..."Tentu aku harus meminta maaf kepadamu, karena aku sudah mempermainkan dirimu, ngomong-ngomong siapa namamu?" Tanya Hikari dengan tatapan lembut....


..."Nama saya adalah Nam Ha, Nona Hikari." Jawab Nam....


..."Nam Ha. Sejak kapan kamu menjadi penasehat Lui Zang?" Tanya Hikari ramah....


..."Sejak anda menghilang dari istana ini." Jawab datar Nam....


..."Ehh.." Hikari tau itu dan mengingat kalau dirinya kabur untuk berkelana keliling dunia ini dengan kucingnya Liano....


..."Memangnya ada apa, Nona Hikari?" Tanya Nam....


...Namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar....


...'Tok..tok..tok..'...


..."Penasehat Tuan Lui Zang, makanan manisnya sudah kami siapkan."...


...Ucap suara seorang perempuan....


...Nam lansung beranjak dari tempat duduknya dan bergegas membuka pintu....


..."Biar saya yang buka, Nona Hikari. Anda tetaplah duduk." Ucap Nam....


...Pintu itu di buka dan terlihat sebuah meja kecil dengan di atasnya ada berbagai banyak makanan manis di atasnya yang di bawa oleh pelayan perempuan kerajaan....


...Namun bukannya satu, melainkan banyak sekali dan di jajarkan di bawah lantai....


..."Heh.. Hehh.." Hikari bingung di bawakan banyak makanan manis yang hampir semuanya berwarna warni dan ada juga yang seperti susu dan coklat....


...Ternyata hampir semua makanan manis yang ada di kota mau pun di desa di sediakan langsung atas perintahnya tadi....


...Padahal Hikari hanya meminta mungkin cukup satu atau dua makanan saja....


...Tapi yang di sediakan seperti ingin membuat acara pesta di kamar yang luas itu....


...Bahkan tidak berhenti pelayan itu membawa meja kecil dengan makanan manis berbagai macam bentuk dan warna....


..."Ehhh... Bagaimana aku menghabiskan semua makanan ini?" Gumam Hikari yang bingung melihat banyaknya makanan di susun di lantai dengan meja kecil....


...Mungkin hampir ada 40 lebih makanan memenuhi ruangan dekat pintu itu dan hanya menyisakan celah sedikit untuk berjalan ke tempat untuk mengambil makanan yang ingin di ambil....


...Setelah semuanya di taruh dan tidak ada lagi yang datang, pintu kamar di tutup dengan dimana sudah tersedia banyak makanan....

__ADS_1


..."Nona Hikari silahkan pilih makanan apa yang ingin anda inginkan? Nanti akan saya ambilkan." Tersenyum Nam dengan dirinya berada di antara tengah-tengah makanan itu yang di susun rapih seperti meja untuk belajar....


..."Sepertinya aku kurang spesifik mengatakannya, sampai yang di bawakan banyak makanan manis ini, aku jadi merasa tidak enak." Tersenyum Hikari dengan kesalahan konyolnya itu sendiri....


...Hikari beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah depan sebuah meja kecil dengan makanan manis berbagai macam bentuk di atasnya untuk coba ia cicipi satu persatu....


..."Nona Hikari, seharusnya Nona Hikari duduk saja biar saya yang mengambilnya untuk anda apa yang ingin di makan." Nam menghampiri Hikari....


...Hikari mencoba meraih makanan di atas meja itu dengan cara membungkukan tubuhnya, tetapi ......


..."Uhh.. Sulitnya.." Hikari tidak bisa menggapainya karena terhalang perutnya yang buncit itu....


..."Nona Hikari.." Nam langsung menghampiri Hikari dan memegang kedua pundaknya lalu mendorong perlahan ke tempat duduk semulanya....


..."Nona Hikari duduk saja, Nona Hikari sedang hamil, tidak mungkin bisa mengambilnya dengan cara seperti itu. Biarkan saya yang ambilkan untuk anda." Ucap Nam yang begitu merasa bingung dengan Hikari....


..."Hehehe.." Hikari tersenyum....


...Pada akhirnya dirinya duduk di tempat duduknya semula dan Nam mengambilkan makan yang tadi ingin Hikari raih lalu menaruhnya di atas meja....


..."Silahkan Nona Hikari cicipi makanan manis yang ingin tadi anda raih." Tersenyum Nam....


..."Hehehe.." Hikari mengambil sebuah sendok yang tersedia di dalam mangkuk hitam makanan yang seperti sup dengan warna hijau dan putih....


...Hikari sesuap mencoba memakannya....


..."Bagaimana, Nona Hikari?" Tanya Nam....


..."Hmmm.. Enak.. Rasanya lembut dan manis. Walau asing di lidah, tapi ini mirip seperti sup susu dengan tambahan manisan dari entah bahannya, tapi enak." Tersenyum Hikari yang baru pertama kali makan manisan itu....


..."Syukurlah jika anda suka. Lalu anda ingin pilih yang mana lagi?" Tanya Nam dengan ramah....


...Hikari mencicipi satu persatu dengan setiap satu suapan agar tidak terlalu kenyang untuk mencicipi lebih banyak makanan manis yang ada di dunia itu....


...Nam mengambilkannya sesuai urutan....


...Namun baru sekitar 10 makanan yang ia cicipi, Hikari merasa sudah puas dengan ngidamnya itu....


..."Cukup sampai sini saja, aku sudah puas makan makanan manis untuk diriku." Tersenyum Hikari....


..."Apa yang akan di lakukan dengan sisanya setelah di bawa oleh mereka?" Tanya Hikari polos....


..."Tentu akan di buang, Nona Hikari." Jawab Nam yang menghentikan langkah kakinya dan membalikan tubuhnya ke hadapan Hikari berada....


..."Heh.. Di-Di buang?" Terkejut Hikari....


..."Iyah, Nona Hikari."...


..."Dari pada di buang, lebih baik berikan kepada pelayan dan penjaga di dekat sini." Ucap Hikari dengan usulan yang baginya cukup baik dari pada di buang makanan itu....


..."Kalau itu yang anda mau, saya akan perintahkan itu kepada para pelayan. Lalu sisa makanan yang tadi anda makan bagaimana? Apakah Nona Hikari mau menghabiskan semuanya?" Tanya Nam sebelum memberikan perintah kepada pelayan lainnya....


..."Ehhh.. Kalau itu aku akan pilih satu dan kamu juga pilih, Nam. Sisanya antarkan saja kepada Lui Zang yang sedang bekerja di tempatnya." Tersenyum Hikari....


..."Ehh... Ahh.. Baiklah, Nona Hikari." Nam berbalik kembali menuju pintu dan membukanya....


...Nam berbincang dengan para prajurit dan pelayan perempuan di depan pintu kamar setelah pintu itu di tutup....


...Tidak lama, kembali banyak pelayan perempuan membawa kembali makan manisnya yang banyak itu ke luar kamar dengan tertib dan rapih tanpa banyak juga suara....


...*****...


...Waktu yang sama di ruangan tempat Lui Zang sedang bekerja mengurus surat-surat dan kertas lainnya....


...Tiba-tiba pelayan perempuan membawa makanan bekas yang Hikari cicipi sebelumnya ke dalam ruangan Lui Zang sedang bekerja....


...Tentu Luo Zang terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba....


..."Kenapa kalian bisa seenaknya masuk dan membawakan makanan manis ke ruangan kerjaku?" Lui Zang sedikit merasa terganggu....


...Salah satu pelayan perempuan itu menjawab....


..."Maaf, Tuan Lui Zang. Istri anda yang menyuruh kami membawa makanan dari dirinya yang sebelumnya sudah Istri anda cicipi untuk di bawakan ke ruangan anda karena dirinya sudah tidak ingin memakannya."...


...Sontak Lui Zang berdiri dari kursinya....


..."Istriku? Memangnya dia memerintahkan apa?" Tanya Lui Zang....

__ADS_1


..."Kata pelayan perempuan yang anda utus itu, Istri anda ingin memakan makanan yang manis, lalu kami bawakan berbagai macam makanan manis dari kota dan koki kerajaan."...


...Jawab kembali pelayan perempuan yang sebelumnya juga menjawab pertanyaan Lui Zang....


..."Hah.. Makanan manis?" Bingung Lui Zang....


...Lalu peramal Xion yang sedang duduk di kursinya bicara....


..."Mungkin istri anda sedang dalam fase menginginkan sesuatu di saat hamil. Itu umumnya terjadi kepada perempuan yang sedang hamil, istri saya juga dulu seperti itu saat mengandung anak kami, Tuan Lui Zang." Kata Peramal Xion sambil tersenyum ke arah Lui Zang....


..."Begitu rupanya, artinya dia sedang fase dimana menginginkan sesuatu." Lui Zang sedikit bingung....


..."Biasanya itu bawaan dari bayinya, Tuan Lui Zang."...


..."Ehh.. Bayi? Maksud mu Bayi yang ada di perut istriku?" Tanya dengan wajah serius Lui Zang ke peramal Xion....


..."Begitulah adanya, Tuan Lui Zang. Tapi setiap perempuan itu Berbeda-beda keinginannya, karena bayi yang di kandungnya juga tidak sama, namun keinginan Istri anda yang menginginkan makanan yang manis itu wajar dan umum."...


..."Begitu rupanya." Lui Zang baru mengetahui hal unik itu dan senyum manisnya hadir dan melupakan kemarahannya itu....


...Lui Zang berjalan ke arah makanan manis yang di taruh di depan lantai ruangan tengah itu dan dirinya duduk....


..."Kalau begitu aku makan dahulu dan maaf, peramal Xion. Aku tidak bisa membagi makanan manis ini, karena ini sudah di cicipi sebelumnya oleh istriku." Lui Zang duduk dan Langsung makan manisan pertamanya yang sebelumnya sudah di cicipi oleh Hikari, istrinya itu....


..."Hahaha.. Tidak apa, Tuan Lui Zang. Saya paham dan juga sudah banyak saya mencicipi makanan manis. Silahkan anda habiskan." Tersenyum peramal Xion sambil kembali membaca kertas yang ada di atas meja....


...Saat itu Lui Zang tersenyum dengan kondisi istrinya yang bisa di bilang sedang ngidam sesuatu itu yang baru pertama kali ia rasakan dan tau jika perempuan hamil itu menginginkan sesuatu karena bayi yang ada di dalam kandungannya....


..."Akan aku habiskan makanan yang baru kau cicipi sebelumnya ini, Sayang ku. " Dengan lahap Lui Zang makan makanan yang manis itu di lantai sebelum kembali dirinya bekerja....


...*****...


...Beberapa pelayan di berikan makanan yang tadi Hikari tidak makan karena terlalu banyak bersama prajurit yang juga sedang berjaga....


...Hikari dan Nam makan bersama di tempat duduk kamar Lui Zang berada menikmati makanan manis di hari yang cerah menuju sore hari itu....


...Selama di temani oleh Nam, Hikari merasa tidak kesepian saat di kamar dengan berbincang santai mengenai Kehamilan dirinya....


..."Nam, apa melahirkan itu sakit?" Tanya Hikari yang masih duduk di bangku kayu bersama di kamar....


..."Tidak bisa di bilang sakit, tidak bisa di bilang juga tidak sakit, semua itu tergantung Nona Hikari sendiri, namun pertanyaan itu tidak perlu Nona Hikari tanyakan dahulu, karena lebih baik, menikmati kehamilan itu walau mungkin bisa di bilang sulit, karena saya sendiri baru melihat seorang perempuan mengandung 3 bayi." Tersenyum Nam sambil membereskan sebuah mangkuk tempat makanan manis yang sudah di habiskan olehnya di sisi meja Hikari itu....


..."Memang itu masih lama, sekitar 13 bulan lagi dan hampir satu tahun." Elus perut Hikari dengan tangan kanannya dimana dirinya merasakan denyut jantung dari ketiga bayinya itu....


..."Tidak perlu sungkan jika nanti ingin meminta sesuatu kepada saya lagi, Nona Hikari. Nona Hikari bisa jalan-jalan di taman dengan saya menemani anda tentunya besok jika anda mau." Tatap Nam dimana dirinya masih sibuk merapikan mangkuk miliknya juga....


...Ketika itu Hikari memang sudah memikirkan untuk menemui sahabatnya Haku dan Kucing kesayangannya itu, Liano....


...Hikari menunggu mereka datang, tapi mereka sampai sekarang tidak datang-datang dan terkesan seperti acuh....


...Sebaliknya sebenarnya Haku dan Liano tidak enak menemui Hikari karena alasan bersalah mereka tidak menjaga dirinya waktu itu....


...Haku dan Hikari mengharapkan sama-sama di datangi, tetapi karena sebab itu mereka tidak menyadari kalau pada akhirnya tidak ada yang berkunjung jika seorang diantara mereka tidak datang karena harapan dan rasa bersalah itu....


..."Nam, besok temani aku menemui sahabatku dan kucingku yah." Perintah Hikari sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat tidur....


..."Baiklah, Nona Hikari. Besok bilang saja kapan ingin anda berangkatnya, saya siap menemani anda sampai selesai." Jawab Nam yang sudah membersekan meja dan makanan itu dan dia bawa ke pelayan yang ada di luar sedang menunggu....


...Hari yang tenang di istana Lui Zang pun mulai akan berakhir dan matahari di waktu musim dingin mulai terbenam dan waktu terbenamnya tentu cepat sekali....


...Lui Zang yang masih berada di ruangan kerjanya dengan lampu lampion dan obor sudah di nyalakan di dalam ruangan kerjanya mau pun di luar istana merasa tidak sabar segera mengakhiri hari itu....


...*****...


...Dalam kamar Hikari berada yang masih ada Nam sedang menyalakan lampu lampion di kamar itu....


...Hikari duduk di pinggir tempat tidur dengan sudah dalam kondisi cantik sehabis membersihkan dirinya dengan rambut panjangnyanya itu sambil tertunduk dan mengelus perutnya dengan kedua tangannya yang lembut itu menantikan malam bersama Lui Zang....


...Next......


...Penasaran dengan episode selanjutnya....


...Hahahaha... Penulis juga....


...Terima Kasih....


...Jangan lupa, Like, comment dan Vote kisah Kingdom of Prismatic ini....

__ADS_1


__ADS_2