
...Malam musim gugurnya di istana kerajaan Lui Zang setelah beberapa hari berlalu....
...Kamar tempat Hikari berada....
...Hikari mulai bisa berfikir baik dan Lui Zang yang selalu ada di dekatnya membuat pemulihan pikirannya cepat dan Hikari merasa terlindungi....
...Saat itu di malam musim gugur di kamar itu dimana Hikari sedang duduk di dekat jendela yang terbuka sambil memandangi taman istana Lui Zang berada dari kamar yang tinggi seperti menara itu....
...Dimana Hikari telah di berikan kembali pakaian yang cantik berwarna putih dengan hijau layaknya selir dari kaisar dengan tentunya bergaya tradisional kerajaan china sebelumnya....
..."Kenapa setiap bersama dirinya, aku merasakan nyaman dan seakan aku jadi hilang rasa diriku sebagai seorang laki-laki."Gumam Hikari yang sedang duduk santai sambil melihat ke arah jendela yang terbuka di kanan kamarnya....
...Lalu tiba-tiba, Lui Zang datang dan memeluk dari belakang tubuh Hikari yang sedang duduk di kursi dengan lembut dan senyum manis di wajahnya yang tampan....
..."Apa yang sedang kau pikirkan, Sayangku?"Tanya Lui Zang....
...Hikari meraih kedua tangan Lui Zang yang sedang memeluknya saat duduk di kursi kayu dari belakang dan menyandarkan kepala di tubuhnya....
..."Lui Zang..."Tersenyum lembut Hikari sambil merasakan hangat pelukan itu....
...Lui Zang lalu duduk di seberang tempat duduk yang tersedia memang ada dua bangku dan satu meja bulat kayu dekat jendela....
...Kedua tangannya meraih tangan Hikari dan saling menggenggam di atas meja bulat itu....
..."Katakan apa yang sedang kau pikirkan, Sayangku. Aku akan mendengarkan apapun ceritamu."Tatap lembut Lui dengan sinar bulan menyinari wajah mereka berdua yang tampan dan cantik itu....
...Hikari tentu tidak ingin bercerita tentang dimana dahulu dirinya seorang laki-laki dan mencoba memahami perubahan sifatnya dengan bicara dengan Haku yang tentunya akan jauh lebih paham, karena sama-sama terlempar dari kematian ke dunia yang masih asing ini....
...Hikari memilih mencoba berbincang mengenai kehamilan dirinya yang akan sampai kapan itu terjadi kepada Lui Zang....
..."Lui Zang... Bisa kah kamu memberitahuku masalah kehamilan apa saja yang terjadi sampai bayi ini lahir? Selain mengenai air ketuban yang sudah memenuhi rahimku ini hingga menjadi besar perutku."Ucap Hikari dengan tangan kanannya mengelus perut miliknya yang buncit itu....
..."Ehh.. "Lui Zang malah terdiam....
..."Kenapa kamu terdiam?"Tanya lembut Hikari....
..."Kau menanyakan itu kepadaku yang sebagai laki-laki? Tentu aku tidak bisa menjawabnya, Sayangku."Jawab jujur Lui Zang dengan senyum manis kembali hadir di wajahnya....
..."Ahh.. Hehehe... Maaf..."Tertawa Hikari yang memang lupa dan tidak mungkin dirinya tau....
...Lui Zang beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Hikari lalu sedikit membungkuk sambil tangan kanannya merangsak masuk ke sisi kiri kepala Hikari dengan rambut hitamnya sampai ke belakang....
...Kepala belakang Hikari di genggam lembut dengan tangan besar dan panjangnya milik Lui Zang dan dirinya mencium bibir Hikari dalam keadaan kedua mata terbuka dengan tangan kirinya menapak di atas perutnya yang buncit....
...'Mcchh'...
...'Mcchh'...
...'Mcchh'...
...Lui Zang menikmati bibir Hikari yang tubuhnya hanya bisa terdiam menikmati kembali ciuman hangat cinta di antara kedua bibir mereka yang di buka sedikit....
...Darah Hikari naik dan kedua tangannya meraih tangan kiri Lui Zang yang sedang menapak di perutnya sambil mengelus lembut....
...Beberapa menit ciuman bibir itu berlangsung....
...Lui Zan melepaskan ciuman di bibir Hikari dan kembali berdiri tegap sambil menyeka bibir miliknya yang terlihat bening air saat dalam berciuman itu dengan tangan kanannya....
..."Aku akan memanggil Mei dan bercerita mengenai kehamilan yang akan kau jalani kedepannya. Aku sudah menduga kalau kau itu memang seorang dewi yang di kirim untuk diriku."Tersenyum Lui yang sudah menikmati ciuman bibir yang ia lakukan kembali ke Hikari....
...Hampir setiap kali ada kesempatan menatap wajah Hikari, Lui Zang selalu mengambil kesempatan itu untuk mencium bibirnya selalu, bahkan bisa lebih 20 kali ciuman bibir dalam sehari saking cintanya telah kembali ke pangkuannya itu....
...Sementara Hikari hanya diam dan tidak menolaknya karena itu juga membuat dirinya terasa bahagia secara otomatis dari tubuhnya itu....
...Lui Zang memerintahkan kepada pelayan yang berjaga di depan pintu kamarnya untuk memanggil Mei, sebagai penjawab pertanyaan Hikari yang di lontarkan kepada Lui Zang sebelumnya....
__ADS_1
...Kemudian Lui Zang mengambil bangku satu lagi untuk di taruh di sisi lain meja bulat itu yang masih ada ruang....
...Tidak lama Mei datang dengan Penasehat perempuan Lui Zang yang menggendong Yue dan meninggalkannya di luar untuk sementara waktu....
...Mei masuk dan pintu kamar itu di tutup kembali....
...Kamar itu sekarang ada Mei, namun Lui Zang saat itu tiba-tiba mengangkat kursi satunya lagi yang ia duduki sebelumnya....
..."Tuan Lui Zang kenapa anda mengankat bangku itu? Apa ada yang salah?"Tanya Mei yang sudah duduk di antar mereka....
..."Tidak... Hanya saja ingin aku pindahkan saja ke sisi lain."Lui Zang menaruh kursi kayu kecil itu di dekat dinding....
...Kemudian Hikari di suruh berdiri dari kursinya oleh Lui Zang dan lagi-lagi dia mengangkat kursi milik Hikari itu....
...Rasa penasaran Mei yang melihat tingkah Tuannya itu yang memindah-mindahkan bangku ternyata seperti itu....
...Lui Zang mengganti bangku kayu yang agak sedikit panjang dan di taruh di dekat Hikari sedang berdiri dan mereka berdua duduk bersama layaknya seperti sepasang suami istri....
..."Ja-Jadi itu yang ingin anda lakukan."Mei tersenyum tipis....
...Tidak sampai di situ saja, Lui Zang merangkul pundak kanan Hikari dengan tangan yang panjangnya itu dan membuat duduk Hikari jadi miring dimana jadi bersandar di tubuh Lui Zang....
..."Ehhh.."Hikari bingung....
..."Begini lebih cocok bukan, sambil mendengarkan perkataan Mei, sambil juga kamu bisa bersandar di tubuhku ini dan aku tidak ingin setiap harinya hilang moment untuk romantis kepada dirimu, Sayangku."Lui Zang seperti terlihat kaum muda di waktu Hikari dan Haku hidup sebelumnya....
...Seperti duduk di bangku taman dan si laki-laki merangkul tubuh perempuan dengan posisi di sandarkan di dadanya....
..."Ya Ampun.."Hikari melihat dan mengingat hal itu sewaktu dirinya berjalan di taman-taman kota yang penuh anak muda dulu pacaran....
...Mei ikut tersenyum dan merubah sedikit arah bangku miliknya dan menghadap ke arah Hikari juga Tuannya yang duduk bersama dengan Hikari yang bersandar dan di rangkul oleh Tuannya itu....
..."Mengenai kehamilan yang kau tanyakan itu, Hikari. Aku akan menjawabnya."Tatap lembut Mei....
...Mei mulai menjelaskan....
...Hikari baru mengetahuinya....
..."Heee... 13 bulan lagi? Dengan perut yang sudah sebesar ini?"Kaget Hikari mendengarnya....
..."Ehehehehe... Memang seperti itu kenyataanya. Mengenai perutmu yang besar itu tentu jelas dan mungkin akan sedikit jauh lebih besar seiring bayinya tumbuh dan air ketuban dalam rahimmu perlahan juga akan keluar dan tentu tidak akan membuat perutmu makin besar dan mungkin akan kau bayangkan itu bisa meledak."Mei mengingat ketika Haku juga menanyakan hal itu kepada dirinya....
...Namun untuk Hikari, Mei merasa memang dirinya bukan berasal dari dunia ini, karena dirinya sudah tersebar rumor kalau sebagai seorang dewi yang turun untuk Lui Zang mendampingi dirinya....
...Dimana itu terbukti sekarang dan Lui Zang bisa memiliki keturunan dan juga hasilnya bisa sampai 3 bayi sekaligus dimana itu tidak pernah terjadi sebelumnya....
..."Ehhh.."Hikari menundukan pandangannya ke arah perutnya itu dimana dirinya sedikit takut mengenai perkataan perutnya yang akan jauh lebih besar dari sekarang....
...Kemudian tangan kiri Lui Zang kembali meraih tangan Hikari yang berada di atas perut miliknya dan di genggam....
..."Uhh.."Hikari melirik ke arah Lui Zang berada di kirinya dan menatap lembut wajahnya....
..."Aku akan selalu menemanimu, Sayangku. Nikmati saja rasa itu sampai bayi kita lahir. Kau tidak perlu memikirkan terlalu berlebihan, aku sebisa mungkin akan membuatmu nyaman dalam menjalani kehamilan mu ini."Tatap balik Lui Zang....
...Lagi-lagi Mei melihat Tuannya yang benar-benar memperlihatkan keromantisannya kepada Hikari....
..."Ehh.. ehem.. "Mei sedikit mendeham di waktu yang tiba-tiba jadi romantis itu....
..."Silahkan lanjutkan, Mei."Tersenyum Lui....
..."Baiklah, tuan Lui Zang. Mengenai perutmu yang besar itu, seiring bayinya tumbuh, makan air ketubannya perlahan akan hilang dan otomatis tidak akan banyak seperti sekarang ini, karena perutmu yang besar itu di masa kehamilan 2 bulan lebih berjalan lebih banyak air ketubannya di bandingkan tubuh janin di dalam perutmu, mungkin kau akan merasakan akan semakin berat dan beda dari sebelum masa-masa kehamilan muda itu sampai janin di dalam tubuhmu benar-benar sudah tumbuh dan akan memenuhi perutmu dari pada sebelumnya yang hanya air ketuban milikmu yang banyak, jadi tidak perlu khawatir sampai kau membayangkan perutmu yang sebesar apa nanti, intinya jauh lebih besar dari ini tetapi sedikit lebih besar, karena air ketubannya perlahan keluar dan tergantikan isinya dengan tubuh janin mu yang akan berkembang, paham."...
...Hikari mengangguk....
..."I-Iyah.. Aku paham."Jawab gerogi Hikari....
__ADS_1
...Tangan kanan Lui Zang yang merangkul tubuh Hikari di taruh di atas kepala Hikari dan mengelus kepalanya itu sambil mencium dahi Hikari....
...Mei benar-benar melihat kalau Lui Zang ini tergila-gila sekali kepada Hikari dan sedikit merasa kasihan dengan Hikari yang seakan di ganggu oleh tingak Lui Zang yang menunjukan rasa cintanya yang begitu berlebihan....
...Namun Mei juga memahami rasa cinta dan kegembiraanya itu dengan Hikari yang sudah jelas bisa mengandung anak dari Tuannya yang selama ini ia idamkan....
...Tentu wajar bagi seorang laki-laki dan Mei sendiri pernah merasakan di posisi Hikari walau tidak sesering Lui Zang....
..."Perkiraan dirimu akan melahirkan, mungkin di waktu musim dingin tahun depan kedua atau pertama, bisa juga di pertengahan, saat di hari itu sebaiknya selalu di istana dan tidak pergi jauh-jauh."...
..."Aku tidak akan membuat dirinya jauh dariku dari istana ini."Jawab Lui Zang yang memeluk tubuh Hikari....
..."Uhhh.. Lui Zang.. Bisa kah kamu duduk diam tanpa selalu ada saja yang kau lakukan terhadap diriku."Hikari merespon itu dan dirinya memang mulai terganggu....
..."Hehehehe.. Sebaiknya kamu jauh lebih biasakan diri."Tesenyum Mei....
..."Aku sudah terus membiasakan diri, hummm."Gumam Hikari yang sedikit terganggu dengan tingkah Lui Zang dimana saat itu dirinya fokus untuk mengetahui banyak tentang kehamilan yang dirinya akan jalani dimana hal yang dahulu mustahil sekarang malah Hikari rasakan....
...Lui Zang benar-benar tidak mau lepas dan selalu melakukan hal lainnya dengan Hikari yang ada di sampingnya....
..."Waktu pertama kita bertemu di penginapan desa dan membicarakan masalah kehamilan ini, aku sudah mengatakan kalau itu memang berat, walau tidak aku bicarakan semuanya waktu itu, tetapi sekarang kamu rasakan bagaimana dirimu mengandung dengan 3 bayi bukan? Rasa lelah yang terus muncul hingga usia kandunganmu mencapai 10 bulan dimana sudah tidak banyak energi lagi yang di makan karena janin di dalam perutmu nanti sudah sempurna, Belum lagi dengan bobot dirimu yang akan semakin bertambah, ingat kalau bayi-bayi di dalam perutmu yang tumbuh juga akan berbeda beratnya, maka itu ketika aku bicara mengenai kehamilan saat berkelana, itu akan berat, apalagi dengan dirimu yang sedang mengandung 3 bayi, satu saja bisa membuat dirimu kelelahan dan banyak istirahat, apalagi 3 bayi sekaligus, tentu rasa letihnya berbeda."Tatap Mei yang dirinya mengingatkan Hikari dulu saat bertemu di penginapan....
...Lui Zang saat itu menaruh dagunya di atas kepala Hikari yang sedang bersandar di dadanya....
..."Pantas saja Istri cantikku ini selalu merasa terlihat kelelahan walau hanya sekedar jalan ke kamar mandi beberapa kali, jadi itu sebabnya."Tatap Lui Zang ke arah Mei....
..."Posisi kelemahan perempuan yang nyata itu di saat dirinya tengah hamil, stamina dan nutrisi dalam dirinya menjadi terbagi dua untuk si janin tumbuh dan berkembang, itulah mengapa saat perempuan tengah hamil, akan jarang terlihat di luar kecuali setelah usia kandungannya sekitar menginjak usia 10 bulan."...
..."Begitu yah."Jawab singkat Hikari dengan wajah datar....
..."Selebihnya mungkin hanya sekedar mempersiapkan proses melahirkannya, peran seorang suami tentu penting nanti di saat dirinya akan melahirkan, selain sakit, tentu tidak mudah melahirkan satu bayi saja. Hikari, kamu yang nanti melahirkan 3 bayi harus siap dan kuat menjalaninya, aku dan penasehat perempuan tuan Lui Zang akan membantu nanti di saat waktunya kamu akan melahirkan, yahh walau mungkin aku dan penasehat perempuan Lui Zang belum berpengalaman menangani kelahiran 3 bayi sekaligus, tapi tidak usah kau pikirkan itu, biar kami yang nanti akan mengurusnya, kau cukup menikmati masa kehamilan dirimu bersama Suami mu itu sampai pada saatnya tiba, tentu itu membuat pikiranmu jauh lebih rileks dan jangan terlalu memikirkan ini itu, karena tentu kebahagian akan mempengaruhi si bayi dan juga nanti dalam proses melahirkanya, intinya kami akan ada untukmu sampai waktunya tiba."Tersenyum Mei....
...Lui Zang lalu memegang kedua pundak kecil Hikari itu dengan tangannya yang besar dan menghadapkan tubuhnya ke dirinya....
..."Jangan khawatir, Sayangku. Saat nanti kau melahirkan, aku akan di sampingmu dan selalu akan menggenggam tanganmu, sampai ketiga bayi kita lahir nantinya, tidak peduli waktu yang lama, aku akan setia menunggumu di samping sampai proses itu selesai."Tatap serius Lui Zang....
..."Ehh.. Ahh.. Iyah.."Hikari sontak malu-malu dan hormon perempuannya sudah sepenuhnya merasuk ke pikiran Hikari selama kehamilannya itu....
..."Dasar pasangan baru."Bisik Mei yang membuang mukanya ke arah kirinya....
...Namun lagi-lagi dirinya tersenyum bisa melihat Tuannya yang memang baik itu bahagia....
...*****...
...Malam itu di atas atap menara singgasana Lui Zang berada dan sunyi, dimana hanya beberapa penjaga saja yang berpatroli berjalan....
...Haku duduk di atas atap dengan kedua kaki ia tekuk ke atas dan ia rapatkan lalu memeluknya sambil melihat keindahan kota kerajaan Lui Zang dari menara yang tinggi itu....
..."Rasanya sunyi sekali beberapa hari ini.. Haahhh..."Hela nafas Haku yang merasa sepi tanpa Hikari....
...Kemudian Naga milik Lui Zang singgah dan melilitkan tubuhnya di menara tersebut....
..."Sepertinya kau itu terlihat tidak jelas sekali dan selalu duduk di atas atap ini."Ucap Naga besar hijau itu kepada Hikari....
..."Haaahhh... Mungkin kalau di dunia itu, aku sudah gila di ajak bicara oleh Naga."Ucap Haku sambil membaringkan tubuhnya di atas atap itu menikmati malam yang sejuk dengan angin sepoi-sepoi....
..."Hah?"Naga Hijau itu bingung.....
...Next......
...Terima Kasih selalu setia masih membaca kisah Kingdom of Prismatic ini yang dalam kisah cinta....
...Tentu aku sedikit jeda dulu untuk masalah berat lainnya dan fokus mengenai cinta....
...Semoga kalian tidak bosan karena memang ini waktunya masuk dalam kisah percintaan....
__ADS_1
...Tinggalkan Like, Comment dan Vote seperti biasa, terima kasih.....