Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 13: Tangan Kanan dan Kiri Lui Zang


__ADS_3

...Hikari dan Haku pun melewati desa yang tenang dan luas tersebut dengan cara terbang menunggangi Liano....


...Hingga mereka akhirnya turun di sebuah perbukitan yang tidak jauh dengan jalan utama....


...Haku turun dengan melompat di susul oleh Hikari yang meluncurkan tubuhnya ke bawah perlahan dari punggung Liano....


..."Sekarang kau mau ceritakan hal itu kepadaku?" Tanya Haku....


...Hikari pun turun dan melihat wajah Haku dengan datar....


..."Ehhh.. Aku tidak bisa cerita untuk saat ini, Haku."Jawab singkat Hikari....


..." Apa kau telah berbuat jahat sampai di kejar oleh prajurit kerajaan?"Terka Haku ke Hikari....


...Saat itu Hikari dengan Ide itu mengiyakan masalah tersebut untuk menutupi kisah sebenarnya....


..."Iyah... Iyah... Begitu... Aku sedikit berbuat Masalah karena aku tidak tau apa-apa sebelumnya." Senyum menyeringai Hikari....


..."Huuuhhh... Yah... Masalah yang cukup gila dan aneh." Buang Muka Liano yang ikut mengikuti sandiwara dari Majikannya itu....


..."Heeemmm... Jadi begitu.." Haku mengangguk dan paham....


...Sementara Hikari dan Liano bernafas lega bersama....


...(Haaaahhhh..)...


..."Kalian berdua kenapa?" Tanya Haku bingung....


..."Ahh tidak apa-apa... Hehehe.."Hikari senyum paksa....


...Namun Haku memiliki Ide....


..."Hei hei... Kau pikir sekarang kita bagaimana? Kita cukup menyusup saat malam tiba dan selesai. Kita hanya butuh mantel untuk menyamarkan diri kita dan baju berbeda untuk dirimu, Hikari."Tersenyum lebar Haku dengan idenya....


...Hikari melirik ke arah kiri dan tersenyum mendengar rencana itu dari Haku....


..."Haku benar juga. Kita bisa menyusup di malam hari."Hikari menatap lembut Haku....


...Liano pun tersenyum "Ternyata jika di gabungkan kekuatannya, kalian bisa dengan mudah melakukannya, seperti saat dulu."Tersenyum Liano....


..."Aku baru menyadarinya, karena memang sejak awal aku tidak ada niat menggunakan kekuatan ini untuk merusak dunia yang bagi ku terbilang masih Asri, aku hanya ingin hidup sederhana dan berkeluarga layaknya orang normal pada umumnya."Jawab Hikari sambil menahana air matanya untuk tidak jatuh....


...Haku melihat wajah keseriusan dari Hikari yang sedang menahan tangisnya....


..."Hei, kau itu benar-benar seperti perempuan sekali sifatnya. Apa karena tubuh baru mu itu?"Ucap Haku sambil memeluk tubuh Hikari yang cantik dan indah itu....


..."Entah kenapa aku jadi agak melow seperti ini, Haku. Mungkin memang tubuh ini telah mendominasi pikiran ku."Peluk balik Hikari ke Haku....


..."Kalau itu yang kau inginkan, tentu jelas aku mendukung. Aku juga di kehidupan kedua ini tentu tidak ingin lagi menjadi jahat di mata orang, apapun itu. Kita bisa hidup bersama dengan damai tentunya Hikari di suatu tempat."Ucap Haku sambil mengelus rambut belakang Hikari yang panjang....


...Hikari melepaskan pelukan dari Haku"Ayo kita hidup bersama-sama dengan damai, Haku."...


...Haku tersenyum"Yah, itu pasti."...


...Liano lalu berjalan ke belakang Haku....


..."Kalau begitu kita berangkat dulu ke kota selanjutnya dengan menyusuri hutan dan mengikuti jalan di luar itu. Malamnya kita menyusup ke dalam kota atau desa."Ucap Liano dengan pikirannya sebagai kucing....


..."Kucing besar itu benar, Haku. Sebaiknya kita seperti itu saja. Karena kau terlihat berubah dari sebelumnya yang begitu Bar-bar dengan diriku, sekarang aku malah ikut dengan dirimu yang tenang."Jawab Senjata parang milik Haku itu....

__ADS_1


..."Ohh.. Kau artinya mengikuti rasa hatiku rupanya, bagus lah kalau begitu, Reaper."Haku tersenyum....


..."Jadi nama senjatamu adalah Reaper?"Tanya Hikari....


..."Aku hanya memberi nama yang mudah saja, karena bentuknya seperti senjata mahluk pencabut nyawa, maka ya aku kasih nama Reaper saja, Blue Reaper."Jawab Haku....


..."Itu nama yang cukup bagus."Jawab Reaper, senjata dari Haku....


...Liano kemudian merebahkan tubuhnya di tanah untuk kembali Hikari bisa naik ke punggungnya dengan Haku....


..."Hikari, Haku. Naik lah lagi ke punggungku."Ucap Liano sambil membentangkan sayap kanannya....


..."Terima kasih, Liano. Tetapi aku akan berjalan saja. Karena fisik dan kekuatan ku masih terbilang banyak kalau untuk jalan saja. Kau bawa saja Hikari di punggungmu."Tersenyum Haku yang menolak penawaran dari Liano....


..."Kalau memang itu adanya, baiklah. Tetapi jika kau lelah, tidak perlu sungkan untuk naik di atasku, Haku."Tersenyum Liano....


...HIkari pun naik ke punggung Liano dengan berjalan di atas bentangan sayap kanannya....


...Kemudian mereka berdua berjalan beriringan di hutan yang lebat dan sedikit gelap itu bersama-sama....


...Saat yang sama ketika mereka berjalan di dekat Hutan samping jalan itu....


...Tiba-tiba ada segerombolan prajurit Lui Zang berlari di jalan itu dimana ada kerbau peraknya yang memimpin....


...Mereka hampir sekitar 10 atau 50 pasukan yang semuanya menunggangi kerbau berwarna hijau dan perak ke tempat Hikari dan Haku tertuju....


...Liano menghentikan langkah kakinya bersamaan dengan Haku yang sedang berada di ranting pohon tinggi besar di hutan itu....


..."Sepertinya mereka mencoba ingin menghalau kita di kota atau desa selanjutnya?"Ucap bisik Haku daari atas dahan pohon....


..."Ya ampun... Kenapa harus seperti ini sih... Sial sekali nasibku."Gerutu Hikari karena selalu tidak beruntung....


...Tidak lama pasukan itu tidak terlihat dan suara gemuruh dari telapak kaki para kerbau hijau dan perak tunggangan mereka perlahan redup....


..."Kita jalan lagi, tetapi sebaiknya kita agak menjauh dari pandangan jalan, Haku."Ucap Liano yang kembali berjalan ke arah depan, namun sedikit ia geserkan arahnya lebih dalam ke arah hutan agar lebih aman....


..."Tentu, aku bisa loncat dari dahan satu ke dahan lainnya, kau fokus saja di bawah, Liano dan jaga Hikari."Haku melompat-lompat di dahan poon dengan mudahnya di atas....


...*****...


...Kemudian di wilayah paling luar kerajaan Lui Zang....



...Ia menemui seseorang yang tinggal di sebuah tempat tersendiri dari kerajaan miliknya....


...Lui Zang menaiki Si'ryu bersama Penasehat perempuan Lui Zang yang baru di rekrut pagi itu....


..."Aku minta kau bisa jaga bayi di istana ku nanti."Ucap Lui Zang kepada penasehat perempuan dirinya yang sedang duduk di belakang LuiZang....


..."Bayi? Baiklah, Tuan. Saya siap dan memang sudah paham menjaga bayi."Jawab sedikit gugup penasehat wanita itu....


...Terlihat sebuah bangunan besar berwarna hijau di sebuah tempat yang tersembunyi dari kerajaan dan pusat kota....


...Si'ryu turun dari langit secara perlahan di sebuah teras besar di depan bangunan itu....


...Lui Zang dan penasehat wanitanya turun dari belakang punggung dekat kepala Si'ryu....


...Suasana di tempat itu sangat sunyi dan cocok sekali untuk meditasi atau sekedar ingin merilekskan diri....

__ADS_1


...Lui Zang berjalan ke sebuah pintu besar bersama penasehatnya itu yang berjalan di belakang kanan dirinya....



...Pintu besar dan berat itu di buka oleh Lui Zang dengan satu tangannya....


...Terlihat lagi ada teras luas yang mengarah ke sebuah rumah di belakang gerbang yang tadi ia buka....


...Saat itu lah dia menemui tangan kanan dan tangan kirinya dari Lui Zang....



..."Mei Wong, Xao Ba. Kalian ada di dalam?"Sebut nama Lui Zang ke arah bangunan besar itu....


...Kemudian datang seorang laki-laki berpakaian sederhana dari dalam bangunan besar itu dengan tentunya pakaian china tradisional pada umumnya, mengenakan baju lengan pendek berwarna putih dengan motif khas china dan celana panjang hitamnya semata kaki....


..."Tuan Lui Zang? Tuan ada keperluan apa memanggil kami berdua?"Ucap Laki-laki berpakaian sederhana itu....


..."Xao Ba, aku kesini untuk menugaskan istrimu untuk mencari dan menjadi mata-mata saat menemukan istriku yang lari dari kerajaan kemarin." Ucap Tegas Lui Zang....


...Kemudian datang seorang perempuan cantik sedang menggendong bayi kecil dengan pakaian yang sederhana juga....


...Perempuan itu mengikat rambutnya ke belakang hingga membentuk gumpalan dan berpakain Dress alah tradisional china yang jauh lebih sederhana berwarna hijau dan putih....


..."Jadi Tuan Lui Zang sudah menikah? Tetapi bukan kah ada kutukan dari Naga Hitam yang anda kalahkan dan membuat Tuan Lui Zang ..."Ucap Perempuan yang menggendong bayi itu tanpa meneruskan katanya yang Lui Zang paham....


..."Kami belum menerima kabar karena memang demikina, Tuan Lui Zang. Tetapi kenapa anda mau mencari istri anda itu? Apa dia telah mencuri sesuatu dari anda yang berharga?"Tanya Xao Ba kepada Lui Zang....


..."Istriku yang kabur itu adalah seorang Dewi dari dunia lain di utus untuk ku, dimana dia sekarang dalam kondisi hamil anak ku. Tetapi karena terlalu lama dengan banyaknya pernikahan, aku lalai melihat tanda awalnya dan membuatnya dia pergi dan mungkin tanpa di ketahui olehnya kalau dirinya tengah hamil anak ku yang berhasil."Jawab tegas Lui Zang....


...Perempuan yang bernama Mei Wong itu memeluk Lui Zang dengan bayi yang ada di gendongannya....


..."Selamat, Tuan Lui Zang jika kabar itu benar. Kami ucapkan selamat."Tersenyum Mei Wong....


...Lui Zang melepas pelukan itu dan memegang kedua pundak dari Mei Wong....


..."Mei, sebagai tangan kanan ku, aku meminta kau pergi ke kota atau desa untuk mencari dan memata-matai istriku sampai aku datang menjemputnya, jangan bilang kau adalah suruhan ku. Maaf menugaskan mu di situasi yang mungkin tidak tepat karena kau masih mengurus bayi kecil mu, tetapi aku juga memiliki sesuatu yang sangat penting yang ingin kembali aku dapatkan."Tatap serius Lui Zang kepada Mei Wong....


..."Saya bersedia jika misi ini memang sangat penting, apalagi yang Tuan cari adalah istri Tuan yang berhasil mengandung anak Tuan yang selama ini Tuan Dambakan."Ucap Yakin Mei ke arah wajah Lui Zang yang sedang berada di hadapannya....


..."Aku minta tolong, Mei, Xao. Bayi kalian akan di asuh oleh penasehat perempuan baru ku untuk menasehati ku dalam hal rumah tangga ini setelah dia kembali."Lui Zang meminta tolong kepada kedua tangan kiri dan kanannya untuk menjalankan misi itu....


..."Tentu kami bersedia, Tuan Lui Zang. Tetapi lebih baik kami membawa anak kami dalam misi itu, itu jauh lebih baik untuk kami."Ucap Xao Ba dengan tegas....


..."Benar yang di katakan oleh suamiku, Tuan Lui Zang. Lebih baik aku membawa bayi ini bersama kami. Tentu walau sudah tidak lagi jadi pengawal khusus anda, tetapi kekuatan kami tidak pudar."Tersenyum Mei Wong....


...Lui Zang melepaskan sentuhan di kedua pundak Mei dan tersenyum lebar....


..."Aku akan sangat berterima kasih kepada kalian jika nanti bisa menemukan istriku dan membujuknya agar kembali ke sini sampai aku datang. Karena kondisiku belum sepenuhnya pulih dan tidak bisa jauh dari batu itu yang ada di istana."Lui Zang sangat berterima kasih....


...(Kami berdua siap mengemban misi ini, Tuan Lui Zang.) Ucap serentak mereka berdua dengan yakin....


...Lui Zang mengambil sebuah kantung uang yang banyak kepada mereka berdua dari dalam pakaian kekasirannya itu yang berwarna hijau terang....


...Sebagai tangan kanan dan kirinya, Mei Wong dan Xao Ba, tentu kekuatannya tidak di ragukan walau mereka akhirnya sudah menikah dan hidup tenang menyendiri dari kota yang semerawut....


...Lui Zang memerintahkan mereka langsung saat itu untuk menemukan Hikari dan Menyusup kedirinya agar keterima dan Lui Zang bisa tau dimana posisinya nanti....


...Sebuah Rencana yang cerdik dari seorang Kaisar penguasa Wilayah Selatan yang berhasil mengalahkan Naga Hitam....

__ADS_1


__ADS_2