Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 52: Impian Buah Hati dan Keadilan Cinta pemimpin Lui Zang.


__ADS_3

...Malam di musim gugur....



...Haku, Nam, Hikari dan Lui Zang yang sedang duduk mengelilingi perapian dengan ada ikan di tusuk yang sudah matang di bakar itu langsung Haku berikan kepada Hikari dan Lui Zang....


..."Makan lah ikan ini, Hikari. Dimana semua tubuhnya bisa di makan. Aku sudah mencicipinya satu yang dimana Xao memberitahuku dimana harus mengkap ikan itu." Haku menyodorkan Ikan yang sudah matang itu ke Hikari....


..."Benarkah? Kalau begitu aku coba makan yah." Hikari mengambil ikan tersebut dari tangan Haku....


...Nam kemudian memberikan ikan tersebut juga kepada Lui Zang....


..."Ternyata suasana seperti ini tidak buruk juga." Lui Zang kembali mengingat dirinya saat bersama salah satu selir dari desa yang sudah tiada pernah melakukan hal ini juga....


..."Apa kau tidak pernah merasakan hal seperti ini? Aku dan Hikari tidak asing dengan suasana seperti ini, karena kami selalu bisa hidup dimanapun dengan kekuatanku dan Liano." Tatap Haku ke arah Lui Zang....


..."Aku sudah pernah melakukan ini kepada selirku yang pernah aku nikahi dari desa dan pastinya Hikari sudah pernah aku ceritakan masalah dirinya. Tapi suasana yang aku rasakan ini jauh berbeda, dimana di sampingku ada perempuan cantik yang begitu lembut dan dengan sedang mengandung buah hati kami berdua. Itu sangat spesial bagiku." Lui Zang menggenggam telapak tangan kiri Hikari dan menciumnya....


...'Muchh..'...


..."Ehhh.. Uhh..." Hikari tersipu malu....


..."Ya ampun..." Haku jadi ikutan malu-malu....


...Nam kembali tertawa sedikit....


...Mereka makan bersama ikan yang ukurannya cukup besar itu yang sudah matang di panggang....


...Suasana alam yang masih asri dan juga danau dan aliran sungai dari pegunungan yang ada di wilayah selatan itu....


...Membuat hewan yang hidup belum banyak terkontaminasi seperti saat di jaman mereka dahulu....


...Dimana sudah banyak polusi udara, limbah pembuangan pabrik yang di buang seenaknya, juga limbah rumah tangga faktor lainnya....


...Namun di dunia baru yang di masuki Haku dan Hikari benar-benar masih asri dan alamnya terjaga....


...Saat itu Hikari bersandar di lengan kanan Lui Zang dengan tentunya duduk miring karena perutnya yang buncit itu....


..."Aku merasa sangat nyaman bersama kalian." Hikari tersenyum sambil memejamkan kedua matanya sesaat....


...Lui Zang melirik dirinya yang sedang bersandar di lengan kanannya lalu mengelus pipi kanan Hikari dan juga mengelus kepalanya....


..."Syukurlah jika kau bisa nyaman di sini, aku berharap hal ini bisa terus sampai bayi kita lahir dan bermain-main di taman luas ini." Senyum Lui Zang yang membayangkan hal itu terjadi....


..."Mereka pasti lucu-lucu, apalagi mereka semua lahir secara bersamaan nantinya." Lirik Hikari dengan wajah yang memerah sambil mengelus perlahan perut buncitnya itu dengan tangan kanannya....


...Lui Zang lagi-lagi memberikan ciuman bibir singkat hangatnya ke arah bibir Hikari yang tipis dan terlihat manis itu....


...'Muchh..'...


...'Muchh..'...


..."Kita akan piknik bersama seperti ini dengan mereka bertiga nantinya yang mungkin akan merepotkan dirimu dan aku juga dengan tingkah anak-anak mereka itu." Lui Zang ikut mengelus perut Hikari dengan tangan kirinya dan masih menyangga tubuh Hikari yang sedang bersandar di lengan kanannya....


..."Aku harap salah satunya ada yang seperti Haku dengan sifat kuat pemberaninnya dan diriku yang tenang ini." Hikari membayangkan ada di antara bayinya nanti yang lahir dengan sifat seperti dirinya dan Haku....


..."Mereka bertiga tentunya harus juga memiliki sifatku yang penyayang dan penuh cinta kepada lawan jenisnya ini, agar mereka bisa menjadi pemimpin yang akan di pilih oleh penguasa wilayah ini." Lui Zang mendekatkan dahinya ke dahi Hikari dan kembali tersenyum....


..."Ehh.. Aku mungkin hanya ingin menjadi keluarga sederhana saja dan hidup tenang." Jawab lembut Hikari....


..."Heee... Begitu kah? Kalau begitu mari kita hidup dengan sederhana setelah mereka lahir dan aku akan menyerahkan kekuatan ini kepada orang yang bisa mengembang sebagai pelindung penguasa wilayah Selatan." Ucap serius Lui Zang dan tangan kanannya memegang lembut bagian dagu bawah dekat pipi kanannya berada....


..."Heh.. Anda serius mau melakukannya, Tuan Lui Zang?" Tanya Nam yang kaget mendengar hal itu....

__ADS_1


..."Untuk keluarga kecilku, tidak masalah. Aku rela nantinya hidup sederhana dengan mereka bertiga walau tidak lagi menjadi kaisar wilayah selatan ini, tapi itu juga belum tentu bisa aku lepas, karena saat aku lepas pun, sang batu pengikat wilayah Selatan yang berada di sebuah gua dalam bawah tanah istana ini berada, tentu tidak akan menerima orang walau dirinya pantas aku jadikan kanidat penggantiku nantinya, tapi aku yakin ada dan jauh lebih cocok saat aku nanti ingin hidup bersama istri dan ketiga buah hatiku sebagai keluarga sederhana, karena laki-laki sudah dalam puncaknya jika ke tahap akhir itu." Jawab santai Lui Zang....


..."Huahh.. Aku terkejut kau bisa mengatakan itu, kau itu laki-laki senjati sekali." Haku menggoda Lui Zang....


..."Nanti setelah kita berkeluarga nanti, mari kita tinggal dimana sahabatmu itu tidak akan bisa menemukan kita." Balik goda Lui Zang ke Haku....


..."Hoiii..." Haku marah....


..."Hehehe.." Hikari tertawa lembut....


..."Tapi Tuan Lui Zang. Tuan Lui Zang masih di butuhkan untuk menjadi pelindung kami semua yang ada di wilayah selatan ini dengan kepemimpinan yang begitu sangat ramah dengan rakyat, aku yakin juga semua pelayan dan prajurit berfikir sama seperti diriku." Nam merasa tidak ingin Lui Zang turun....


...Mendengar hal itu, Hikari merasa bangga dan memang dirinya menginginkan pemimpin yang paham cara berlaku adil dan mengayomi rakyatnya sungguh-sungguh dimana tidak menyalah gunakan kekuasaanya....


..."Ternyata kau itu adalah sosok penting yang menjadi pemimpin mereka di wilayah ini, aku sangat bangga dengan dirimu, Sayang. Kalau misalkan rakyat masih membutuhkan dirimu, aku tidak masalah untuk bisa hidup bersama pemimpin dirimu yang selalu aku impikan semenjak aku kecil hingga sekarang." Hikari menggenggam tangan kanan Lui Zang yang ada di perutnya....


...Haku mengerti sekali dengan keinginan Hikari yang juga ingin merasakan dan memimpikan hidup di dunia yang damai dan dengan d pimpin oleh pemimpin yang adil....


...Haku sendiri juga ingin hidup di dunia seperti itu dan tidak ingin lagi hidup di bawah tekanan dan kesusahan akibat penguasa yang tamak dan apa lagi jika di bawahnya juga seperti itu, seakan nantinya akan timbul kembali masalah dan geng-geng akan bermunculan untuk melawan, apalagi dengan dunia yang di penuhi kekuatan ini....


...Bisa menjadi bahaya besar jika itu sampai terjadi dan bisa menghancurkan wilayah lainnya....


..."Aku setuju dengan Hikari dan mendukung dirimu untuk terus melindungi keutuhan wilayahmu yang tenang ini, dengan kekuatan itu, kau cocok dan juga dengan sahabat cantikku mendampingi dirimu, aku yakin kau bisa melewati kesulitan bersama dirinya." Haku mendukung Lui Zang dan juga Hikari....


...Mungkin menurut Haku, Hikari memang di takdirkan bersama Lui Zang untuk membentuk sebuah wilayah yang aman dan tenang di masa-masa kehidupan mereka kedepannya nanti....


..."Terima Kasih, Haku. Aku tentunya akan menjaga dirinya selagi pemimpin." Tersenyum Lui Zang....


..."Kalau butuh bantuan, kau bisa datang langsung kepadaku, apalagi menyangkut sahabatku itu." Tatap lembut Haku ke wajah Hikari....


..."Haku.." Lirik balik lembut Hikari....


..."Sejauh ini, tidak ada orang lain yang lebih kuat dari Tuan Lui Zang. Saya juga akan membantu Tuan dan istri Tuan nantinya, dimana Tuan Lui Zang menjadi pemimpin tercinta kami." Nam bersyukur dan dirinya merasakan kebaikan Lui Zang dahulu di saat dirinya masih menjadi warga biasa dan bekerja sebagai perawat....


...Lalu tiba-tiba datang peramal Xion dengan tergesa-gesa....


..."Tuan Lui Zang, Tuan Lui Zang kenapa tidak juga kembali? Pekerjaan anda masih menumpuk banyak dan juga beberapa harus persetujuan Tuan dan tidak bisa aku setujui begitu saja." Wajah kelelahan terlihat di raut wajah peramal Xion yang sudah sedikit berkeriput....


..."Hahahahaha... Aku sampai lupa pekerjaanku karena tadi tertidur dengan istriku, maaf yah, peramal Xion." Lui Zang tertawa keras....


..."Anda tidak perlu meminta maaf, Tuan Lui Zang. Sebelum pekerjaan anda berakhir, bisa kah anda menyempatkan datang untuk mengurus kertas-kertas itu yang sudah saya pilah untuk tuan setujui atau tidak."...


..."Baiklah aku akan kembali bekerja." Lui Zang beranjak dari tempat duduk di samping Hikari untuk kembali bekerja sebelum waktu berakhir....


..."Semangat yah, Lui Zang." Hikari tersenyum sambil memberikan semangat....


..."Tentu, istriku. Aku akan selalu bersemangat dengan adanya selalu dirimu di pikiranku. Aku pergi dahulu dan Nam, nanti kau antarkan istriku ke kamarnya setelah selesai dengan semua ini." Senyum Lui Zang dan memerintahkan Nam sebelum dirinya pergi....


..."Baik, Tuan Lui Zang." Jawab tegas Nam....


...Lui Zang pun pergi bersama Peramal Xion dan meninggalkan Hikari, Haku dan Nam di dekat api unggun....


...Saat itu Haku beranjak dari tempat duduknya dan duduk dekat di samping Hikari sambil kepalanya mendekatkan ke perut Hikari....


..."Ha-Haku.. Apa yang kau lakukan di dekat perutku?' Tanya Hikari malu....


...Haku duduk menyamping dan ingin merasakan sesuatu....


..."Aku ingin mendengar mereka di dalam perutmu itu." Jawab singkat Haku....


...Haku mendekatkan telinga kanannya dan fokus....


...Perlahan dirinya mendengar detak jantung cepat di dalam perut Hikari....

__ADS_1


..."Terdengar, detak jantung mereka." Jawab Haku sambil kembali menegakan tubuhnya kembali dalam posisi duduk....


..."Aku jauh lebih merasakan denyut jantung mereka yang memang aku rasakan terhubung dengan diriku, Haku." Hikari tersenyum dan memang dirinya bisa merasakan denyut jantung mereka lebih jelas....


..."Begitu rupanya." Tersenyum Haku....


..."Nona Hikari, jika Nona Hikari ingin kembali, maka bilang saja kepadaku." Lirik Nam....


..."Iyah, Nam. Sebentar lagi aku akan kembali." Tersenyum Hikari....


...Saat itu Haku membantu Hikari berdiri....


..."Seorang Ibu hamil tidak baik lama-lama di malam yang semakin larut ini, segeralah masuk ke kamarmu yang hangat itu. Aku juga harus pergi bersama Liano untuk melakukan suatu hal." Lirik ramah Haku sambil membantu Hikari berdiri....


..."Hah... Kau ingin melakukan apa memang malam-malam seperti ini?" Tanya Hikari yang sudah berdiri di samping Haku....


...Tiba-tiba Liano datang....


..."Kami berdua mengisi waktu luang dengan cara memata-matai para pencuri keliling yang dekat dengan wilayah kerajaan Lui Zang ini, tapi kami juga fokus melindungimu dari luar untuk menjaga dirimu selagi kau berada di istana ini." Jawab lembut Liano....


..."Sekarang giliranku berpatroli di tengah malam dan Liano yang berjaga hingga fajar tiba. Xao lebih memerintahkan kami untuk melindungimu." Tersenyum Haku....


...Hikari lalu memeluk Haku dengan hangat....


..."Haku... Terima Kasih.."...


...Haku merasakan perutnya sedikit tertekan saat Hikari memeluk dirinya dengan perutnya yang buncit itu....


..."Kau tidak perlu berterima kasih, Hikari. Ini hanya tugas mudah untuk kami lakukan di waktu kosong. Apalagi dengan hal itu, aku akan bisa mengasah tubuhku agar lebih baik dan bisa mengeluarkan kekuatan yang lebih dari sebelumnya." Peluk balik Haku yang juga bahagia....


...Hikari melepaskan pelukan Haku dan mencium pipi kirinya....


...'Muchh..'...


..."Jangan terlalu memaksakan diri yah, Haku."...


...Haku merasa malu di cium oleh Hikari yang dahulunya itu seorang laki-laki dan dekat dengan dirinya....


..."Heh... Ahh.. Hahaha... Sekarang kau masuk lah ke dalam menara." Gerogi Haku....


...Lalu Nam mengantar Hikari yang menuntun dirinya menuju kamarnya meninggalkan Haku dan Liano....


...Namun Hikari tidak lupa juga mencium Liano dan mengelus kepalanya sebelum dirinya kembali ke kamarnya dan melambaikan tangannya ke arah mereka berdua....


...Haku dan Liano pun di tinggal di taman itu dengan Hikari yang mulai masuk ke dalam ruangan istana untuk menuju kamarnya yang hangat di temanin Nam sampai Lui Zang tiba....


..."Liano, kau pasti sudah tau apa yang harus kau lakukan." Ucap serius Liano....


..."Tentu saja, Haku. Aku tidak akan kehilangan Hikari lagi untuk kedua kalinya akibat kelalaian ku saat itu." Tersenyum Liano....


..."Jangan sampai kita berdua di permalukan oleh Lui Zang dan Naganya yang selalu mengitari wilayah kerajaanya ini." Haku melihat Naga Hijau Lui Zang melintas dengan tubuh besar dan panjangnya itu di langit malam yang indah....


..."Sebagai majikannya dan dirinya selalu merawatku dengan baik di waktu kecil, aku tentu akan serius dan tidak ada lagi yang namanya kelalaian." Liano menggunakan kekuatan barunya yang ia pelajari sendiri, dimana tubuhnya bercahaya biru di sisi-sisi pinggirnya dan kesembilan ekornya juga bercahaya, dimana diteksi kekuatan aneh dan akibat memakan tubuh Naga Hitam sebelumnya, Liano bisa jadi mendapatkan kekuatan diteksi baru yang memeprlihatkan perbedaan siapa-siapa saja yang mencoba mendekat dengan adanya kekuatan Naga Hitam di belakangnya....


...Sesuatu kekuatan yang berguna dan juga pengembangan diri yang baik Liano lakukan dengan tubuh barunya yang mulai bisa ia pahami sedikit demi sedikit kekuatan dirinya....


...Next......


...Masih berlanjut kisah ini yah dan mungkin akan di masukan kembali sebuah konflik pertarungan sesuai jalan....


...Terima Kasih....


...Silahkan Like, comment dan Vote....

__ADS_1


__ADS_2