
...Ghyo Ro memakai sebuah topeng dan jubah untuk menutupi dirinya sambil mengamati HIkari dan Haku....
...Namun malam semakin larut dan pada akhirnya mereka berdua pun beristirahat tidur dan Haku mematikan apinya itu....
...Hikari tidur di sandaran Liano dengan Liano mengitari tubuhnya dan seperti biasa menaruh satu ekornya untuk di jadikan selimut dirinya agar tidak kedinginan....
...Sementara Haku memakai jubahnya untuk menutupi seluruh tubuhnya....
...Untungnya di dunia tersebut tidak sekali pun ada nyamuk....
...Sesuatu yang mungkin menjadi ketenangan tersendiri....
...Ghyo Ro melihat wajah cantik Hikari yang sedang terbaring tidur tenang di tubuh Liano tersebut dimana bibir tipis dan kecantikannya itu benar-benar seperti bersinar di hutan yang gelap layaknya bulan....
..."Ternyata memang benar dirinya sangat cantik."Bisik Ghyo sambil memandang dalam wajah Hikari yang sedang tertidur tenang....
...Sisi lain hutan lainnya....
...Xao menemukan sebuah area hutan yang terpotong-potong sempurna dengan banyaknya mayat yang masih segar dan sudah di makan oleh beberapa kelompok Serigala Hutan bertaring 4 di antara gigi belakang atas bawahnya yang masing-masing dua taring besar....
..."Apa yang sebenarnya terjadi."Xao Khawatir dengan itu....
...Hampir sekitar radius 100 meters, semua pepohonan terpotong rapih dan hanya menyisakan tubuh utama pohon tersebut tanpa dahan dan daun....
...Serigala hutan itu pun berkumpul memakan para manusia yang tewas dan juga hewan tunggangan mereka....
..."Bagaimana ini. Aku benar-benar tidak bisa memeberitahu Tuan Lui Zang jika sesuatu telah terjadi kepadanya. Pasti dia akan mengamuk dan memperburuk keadaan."Xao mengeluarkan keringat di dahinya dan khawatir jika Lui Zang mendengar hal ini, maka itu membuatnya marah dan bisa memperburuk keadaan....
...Namun saat itu Xao Ba bingung antara meneruskan dan menyampaikan informasi ini kepada Mei atau lanjut mencari....
..."Sepertinya tidak ada pilihan lain. Kalau masih sempat, aku akan lakukan."Xao Ba melanjutkan ke arah dimana tebasan itu terhenti dan kembali melompati dahan pohon di larut malam itu....
...*****...
...Kemudian di istana Lui Zang....
...Lui Zang terlelap tidur di tempat tidur khusus miliknya yang di jaga beberapa prajurit khususnya....
...*****...
...Kembali ke tempat Hikari dan Haku sedang tertidur....
...Hikari secara tiba-tiba terbangun dari tidurnya untuk buang air kecil yang semakin sering ia rasakan seiring perutnya semakin membesar....
...Selama itu juga, Hikari merasakan air ketubannya ikut mengalir sedikit untuk mengurangi cairan itu secara alami dari dalam rahimnya untuk bayinya tumbuh....
...Sesuatu yang sangat berbeda sekali dengan kehamilan di dunia nyatanya itu....
..."Ehhh..."Hikari perlahan bangun dengan hati-hati dan menaruh ekor Liano itu dari tubuhnya agar dirinya bisa bangun untuk buang air kecil di dalam hutan....
...Ghyo Ro melihat peluang itu dan mengikuti Hikari yang masuk ke dalam sebuah hutan yang tidak jauh dari Liano berada....
...Ghyo perlahan mengendap-endap mendekati Hikari yang sedangh buang air kecil di balik pohon dimana ada sebuah aliran air yang mengalir di dekatnya seperti mata air....
...Setelah Hikari selesai....
...Ghyo mendekap tubuh Hikari dan melilit lehernya agar tidak bersuara dengan tangan berotonya dari belakang dan menyekap mulutnya dengan kain yang sudah di beri ramuan khusus untuk mengilangkan kesadarn dirinya....
..."AKhirnya."Tatap serius Ghyo....
..."Hmmpp...."Hikari mencoba berteriak dan meronta, namun mulutnya tersekap dan saat bernafas dan kekuatannya tidak jauh lebih besar dari Ghyo....
...Hikari menghirup aroma ramuan khusus tersebut dan perlahan kesadaran Hikari Hilang....
...Ghyo menahan tubuh Hikari yang dia sadari kalau dirinya sedang hamil....
..."...."Ghyo menahan tubuh Hikari tanpa bersuara dan menggendong tubuhnya seperti gendongan layaknya putri dan membawa tubuhnya dengan cepat ke arah kembali wilayah selatan....
...Haku dan Liano tidak menyadari kalau Hikari sudah di bawa pergi oleh Ghyo Ro, penjaga dari bangsawan Quan Gi....
...Ghyo melompat dahan pohon ke dahan pohon lainnya dengan membawa tubuh Hikari yang sudah pingsan tak sadarkan diri....
...Saat itu kalung yang di pakai Hikari bersinar dan gelang dari Haku ikut bersinar juga, namun Haku tidak menyadarinya hal itu....
...Namun Reapernya merasakannya....
..."Haku.. Hoi Haku..."Tegur Reaper kepada Haku yang sedang tidur di samping dirinya di taruh....
..."Ada apa, Reaper... Kalau kau mau mengoceh, besok saja."Jawab Haku dengan masih keadaan tidur....
__ADS_1
..."Aku merasakan kalau Hikari semakin menjauh dari kita."Ucap Reaper....
...Sontak Haku langsung terbangun....
..."APA! HIKARI!.."Bangun Haku dan melihat ke tempat asal dirinya tidur....
...Liano pun ikut terbangun....
..."Ada apa, Haku."Lirik Liano dengan kedua matanyayang masih belum terbuka sepenuhnya....
..."HIKARI... DIMANA HIKARI..."Haku tidak melihat rekannya itu di tubuh Liano....
...Liano langsung menatap serius dan bangun dari tidurnya....
..."Hikari... Hikari..."Khawatir Liano....
..."HOI REAPER, KE ARAH MANA DIA PERGI?"Teriak Haku panik....
..."Arahnya kembali ke wilayah Selatan yang artinya kembali lagi tapi sedikit melenceng ke arah Barat."Jawab Reaper....
..."Aku masih menciumnya, cepat kita kejar, Haku."Liano langsung bergegas mengikuti aroma Hikari yang masih ia cium....
...Akan tetapi....
...(DUARR... DUARRR... DUARRR...)...
...Ghyo Ro memasang jebakan berupa asap ramuan yang sama di pakai untuk melumpuhkan Hikari berwarna hitam gelap, namun dengan dosis yang lebih kuat....
..."Asap apa ini. Uhukk..Uhukk..."Haku perlahan tubuhnya mulai lemas....
..."Tubuhku tiba-tiba lemas."Liano merasakan hal itu juga....
...Haku mengambil menebas Reapernya untuk membelah asap tersebut....
...'Cring...'...
...Liano mengibaskan sayapnya agar asap pekat hitam itu hilang....
...Namun mereka terlanjur menghisap asap tersebut....
..."Uhukk..uhukk.. Tubuhku... Ahh..."Haku mulai tidak kuat menahan tubuhnya sendiri dan dirinya mulai berlutut sambil bersandar di pohon....
..."Ta..Tapi... Tu..Tubuhku...."...
...'Brukk..'...
...Haku tumbang dan tak sadarkan diri....
..."Hi...Ka..RI..."...
...'Brukk..'...
...Liano pun juga tumbang karena dosis yang kuat itu....
...*****...
...Hikari yang sedang pingsan dan di bawa oleh Ghyo ke suatu tempat, tiba-tiba merasakan perut Hikari bergerak dan berdenyut....
..."Perutnya aku rasakan berdenyut. Apa bayinya sudah aktif? Tapi tidak mungkin di usia yang terbilang infonya masih baru."Bingung Ghyo yang merasakan perut Hikari berdenyut dan bergerak....
...*****...
...Istana Lui Zang tepat di kamarnya....
...Lui Zang merasakan sebuah mimpi yang merespon pikirannya di waktu yang sama hingga membuat dirinya terbangun dan merasakan firasat buruk dengan Hikari....
..."Hikari...."Terabung Lui Zang....
..."Ada apa tuan Lui Zang."Ucap salah satu penjaga khusus Lui Zang yang ada di depan pintu kamarnya itu....
...Lui Zang terdiam sejenak dan merasakan kalau ada seperti koneksi yang terjadi tiba-tiba dan pikirannya langsung tertuju pada wajah Hikari....
..."Aku merasakan firasat buruk... Bagaimana ini..."Lui Zang berkeringat dan langsung terpikirkan Hikari....
...Ternyata koneksi tersebut adalah akibat dari buah hati Hikari yang merespon dengan kondisi yang tidak biasa di rasakan oleh tubuhnya Hikari dan Lui Zang merespon hal itu juga, karena bagian dari pembuahannya tersebut dari dalam dirinya....
...Namun Lui Zang tidak mengetahui persis lebih jauhnya kalau Hikari sedang di bawa oleh Ghyo Ro untuk rencana kudeta....
..."Tuan Lui Zang. Apa anda tidak apa-apa di dalam?"Tanya kembali penjaga khusus itu....
__ADS_1
..."Aku tidak apa-apa."Jawab Lui Zang....
...Namun perasaanya terasa tidak enak....
..."Hikari..."Lui Zang tertunduk dan mengepalkan kedua tangannya karena kesal dengan apa yang ia rasakan itu dan apa artinya....
...*****...
...Ghyo Ro sepanjang jalan menuju tempat khusus yang jauh untuk membawa Hikari itu selalu melihat wajah cantik Hikari yang terkadang tersinari bulan dan wajahnya seperti bersinar....
..."Perempuan ini benar-benar cantik. Pantas saja Tuan Quan Gi dan para bangsawan lainnya membicarakan dirinya sebagai seorang dewi. Tapi memang aku akui kalau dirinya benar-benar cantik walau sedang mengandung."Tatap Ghyo ke arah wajah Hikari....
...Sebagai seorang laki-laki, Ghyo juga sangat normal dengan dirinya melihat perempuan yang cantik....
...Namun saat itu Ghyo menjalani misi tersebut atas perintah arahan dari Ling Hao, bukan dari Quan Gi....
...Ghyo merasa kalau terlalu kejam jika Tuannya memperlakukan seorang perempuan yang hamil sebagai budak nafsunya dan bahkan sampai berfikir membunuh bayinya yang baru di lahirkan olehnya nanti....
...Ghyo ikut rencana Ling Hao dengan kedok kalau dirinya masih menjalankan misinya tersebut, namun di sisi lain dirinya ikut rencana Ling Hao dimana dirinya akan di sekap dan di sembunyikan....
...Ling Hao juga seorang perempuan dan dirinya juga tau kalau Quan Gi hanya mengedepankan nafsunya saja....
...Maka itu Ghyo ikut rencana Ling Hao secara diam-diam dan tidak meberitahukan sedikit pun masalah rencanannya itu kepada Tuannya sendiri....
...Tentu dengan imbalan yang setara....
...Ghyo terus membawa Hikari jauh ke arah barat selatan ke tempat persembunyian yang sudah di siapkan oleh Ling Hao....
...Dimana tempat pengurungan di bawah tanah jauh di dalam dekat gunung berada....
...*****...
...Xao semakin khawatir dan gerakannya langsung di percepat dengan kekuatan tubuh dirinya....
..."Kemana mereka perginya."Bingung Xao Ba....
...Dirinya kehilangan jejak....
...Namun dia mendengar sesuatu dari arah bukit....
...Suara dari Reaper yang berteriak-teriak kepada Haku yang tengah tidak sadarkan diri terdengar oleh kedua telinga Xao Ba....
..."Disana kah."Xao langsung membelokan arah tujuannya ke arah bukit di kirinya....
...*****...
...Sisi lain Hutan....
...Mao Lan sudah sampai di sebuah desa tenpat Mei sedang singgah dan menunggu Xao....
...Mao langsung masuk atap rumah bordir untuk menemui Ling Hao yang sudah berada di desa tersebut setelah perbincangan dengan Peramal di desa sebelumnya....
...Mao langsung menghadap ke dalam tempat ruangan luas tempat Ling Hao terbaring yang di tutupi seluruhnya dengan tirai berwarna merah dimana dirinya terlihat bayangan siluwet dari balik tari berwarna merah itu tanpa mengenakaan sehelai pakaian pun bersama 3 orang perempuan yang juga tidak berbusana sudah tak sadarakan diri di tempat tidur tertutup itu....
..."Saya kembali, Nona Ling."Berlutut Mao Lan....
..."Kerja bagus, Mao. Segera kau obati luka-luka mu. Esok pagi kau jaga di tempat kamarku berada dan jangan izinkan siapapun masuk termasuk Quan Gi."Jawab Ling Hao dari dalam bilik kamarnya yang tertutup itu dan hanya memperlihatkan siluwet tubuhnya yang sedang berdiri dan dengan tubuhnya yang terlihat langsing dengan dada besarnya....
..."Kalau begitu saya permisi dahulu."Mao Lan langsung kembali memundurkan dirinya ke luar ruangan dan mengobati luka-lukanya terlebih dahulu sebelum kembali ke tempat kediaman Ling Hao berada....
...Mao Lan tidak bercerita kalau dirinya berpapasan dengan Xao saay perjalanannya ke desa ini....
...Mao Lan merasa itu informasi yang tidak penting dan belum ada informasi lebih jauh kenapa Xao Ba, tangan kiri Lui Zang bisa ada di sana....
...Karena kabar yang masih sama adalah, bahwa Xao dan istrinya Mei masih tinggal di sebuah wilayah yang cukup terasingi....
...Jadi informasi itu tidak mungkin penting dan bisa di bilang hanya kebetulan....
...Namun itu semua salah, dimana Xao sedang memata-matai Hikari juga di sisi Lui Zang....
...Namun Xao juga belum mengetahui kalau para pemberontak yang ingin kudeta Tuannya itu telah bergerak dan menyusun rencana beberapa lapis yang di buat oleh Quan Gi dan Ling Hao....
...Namun karena 100% Rencana Quan Gi gagal di acara festival kebangkitan wilayah selatan itu, pada akhirnya Ling Hao menjalankan rencananya yang itu pun tidak di beritahukan penuh oleh Quan Gi dan beberapa ketua bangsawan lainnya....
...Karena Ling Hao penasaran dengan diri Hikari dan dari mana asalnya itu hingga saat dirinya melihat pertama kali ketika Lui Zang datang ke pesta di hari pernikahan terakhirnya itu membuat Ling Hao sangat penasaran dengan dirinya Hikari....
...Namun tentu itu bukan sesuatu yang baik dan ada pikiran buruk yang sudah ingin ia lakukan kepada Hikari....
...Dengan cerdas dan memilih taktik sederhana, Ling benar-benar membuat kekacauan langsung dari kubu Haku dan Lui Zang yang mungkin akan pecah dalam waktu dekat....
__ADS_1
...Mereka akan saling tuduh dan menurunkan kekuatan Lui Zang sampai dirinya tentu akan termakan kutukan kegelapannya itu yang masih ada di dalam dirinya....