Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prisma 78: Sebuah Hewan Sihir yang Berbahaya.


__ADS_3

...Kerajaan Lui Zang langsung masuk waspada penyusup dan para penjaga bersama pelayan langsung bergegas waspada terhadap sekitar....


...Warga desa melihat kelangit dimana awal mereka senang sekarang berubah menjadi ketakutan karena langit jadi lebih ganas dengan iringan petir menyambar beserta angin yang kencang....


...Kedua mata Naga Hijau milik Lui Zang pun mengeluarkan cahaya Hijau terang....


...Kamar perawatan dimana Lui Zang sedang marah....


...Datang Mei dan Yue yang di gendong olehnya....


...'Brak..'...


...Suara pintu di dobrak....


..."Tuan Lui Zang, tenangkan diri anda. Sebaiknya anda mendampingi istri anda itu." Ucap Mei yang masuk tiba-tiba ke ruangan itu....


...Perlahan Lui Zang meredam emosinya dan kembali terduduk di samping tempat tidur dan menggenggam erat tangan kiri Hikari yang dalam kondisi lemah tersebut....


..."Hikari.. Hikss... Sayangku..." Lui Zang mencium tangan kiri Hikari sambil menangis....


..."Racunnya sudah keluar dari tubuhnya, Tuan Lui Zang, anda bisa tenang dan yang di katakan Nona Mei benar, dampingi istri anda dahulu." Ucap perawat tersebut sambil membersihkan muntahan Hikari yang ada di lantai....


..."Lui Zang.. Hikss..." Hikari menangis dengan wajah lemah....


...Lui Zang mengelus perut buncit Hikari dengan tangan kanannya....


..."Hikari... Istirahatlah sayangku... Istirahatlah... Aku ada di sini akan menjagamu dan bayi kita... " Lui Zang benar-benar sangat sedih dimana Hikari benar-benar dalam kondisi terancam tadi....


...Perlahan awan di langit mulai tenang seiring Lui Zang meredam emosinya....


...Nam lalu masuk dan dirinya meminum obat 10 itu untuk dirinya sendiri....


...Dengan kekuatannya dan karena sedikit racun yang masuk, Nam bisa bertahan dan tidak sampai mengejang tubuhnya....


...*****...


...Puncak gunung teringgi di wilayah selatan dengan salju turun dengan lebatnya....


...Haku merasakan kesakitan itu juga sesaat sampai dirinya tersungkur jatuh di atas salju tebal....


..."Sepertinya rasa sakit itu telah hilang... Jangan-jangan ada masalah lagi dengan Hikari." Ucap Haku dengan nada berat sambil mencoba bangkit dari tersungkurnya di atas salju yang hampir mengubur dirinya hidup-hidup....


..."Sebaiknya kita cepat kembali. Haku." Ucap Reaper dari balik jubah tebal dalam Haku....


..."Apa yang di lakukan oleh laki-laki bodoh itu, apa dia tidak belajar dari sebelumnya atau bagaimana?" Haku menatap tajam dan auranya berkobar, dirinya tegak kembali bangkit di atas pegunungan dengan hanya dirinya sendiri di tempat itu....


..."Ehhhh.." Reapernya pun bingung....


...Namun Haku hampir sampai dan dia bisa melihat wilayah tersebut....


...Wilayah yang memungkinkan dirinya akan menemukan banyak misteri....


...Dirinya meyakinkan diri untuk lanjut dan dirinya percaya kepada Liano dan Haku....


..."Sedikit lagi aku akan sampai, melihat wilayah apa sebenarnya." Ucap Haku dan meneruskan perjalanannya kembali....


...*****...


...Kembali ke istana Lui Zang....


...Nam menceritakan investigasi yang ia temukan di dalam kamar perawatan tersebut, bersama Mei yang menggendong Yue, Perawat kerajaan, Lui Zang sendiri yang menemani Hikari yang sudah mulai bisa istirahat walau terkadang dirinya terbangun tiba-tiba dan menangis....


...Lui Zang mengelus dahi dan perut Hikari untuk menenangkan dirinya di atas tempat tidur untuk istirahat....


..."Kesimpulannya, racun itu secara tiba-tiba ada setelah mereka membawa minum tersebut ketika di suguhkan. Dimana racun itu benar-benar kuat dan campuran dari binatang yang memiliki ekor penyengat berserta racun-racun yang lainnya." Ucap Nam yang sedang duduk di kursi bersama Mei yang sedang menggendong Yue....


..."Lalu siapa?' Tanya Lui Zang dengan serius....


..."Liano tadi merasakan ada aroma yang aneh dan katanya dari dalam bungkusan yang di bawa salah satu pilar api tuan Han Wei." Ucap Nam yang mengetahui itu dari pelayan yang sempat melihat kejadian tersebut....


..."Apa pelakunya adalah dia? Kalau iya, aku akan segera membunuhnya." Tatap tajam Lui Zang sampai urat di dahinya terlihat....


...Kemudian.....


..."Tunggu dulu, sahabatku. Kalau misalkan dirinya terbukti, maka aku akan langsung mengeksekusinya dan menarik kekuatan ku langsung dari tubuhnya yang aku berikan kepadanya." Tuan Han Wei pun datang dan dirinya harus menunduk untuk masuk ke kamar tersebut melalui pintu yang juga tidak telalu besar....


...Han Wei duduk di lantai melihat sahabatnya yang berwajah marah....


..."Han Wei. Kau tau kalau aku sangat menyayangi istriku ini, apalagi dia di racuni dengan kondisi tengah hamil, bagaimana jika terjadi sesuatu kepada janin di dalam kandungannya itu." Lui Zang sampai menatap tajam Han Wei....

__ADS_1


..."Aku tau perasaanmu, Lui Zang, tapi kau tidak bisa ambil kesimpulan masalah tersebut." Han Wei mencoba menenangkan Lui Zang....


..."Tuan Lui Zang tenang dahulu. Kami semua mencoba untuk mencari kebenarannya. Jika anda panik, maka itu akan juga menyulitkan semuanya." Ucap Mei dengan nada lembut....


...Lui Zang menghela nafas panjang dan melihat wajah Hikari kembali yang terlihat masih seperti merasakan sakit....


..."Baiklah... Aku akan berusaha tenang." Ucap Lui Zang kembali mengelus dahi Hikari yang masih mengeluarkan keringat di saat dirinya mencoba istirahat....


..."Nona Hikari seharusnya bisa menetralkan apapun, tetapi racun itu seakan tidak ternetralkan." Berfikir Nam sambil tertunduk....


..."Nam, kemungkinan tubuh Hikari terfokus kepada bayi yang ada di dalam dirinya, mungkin jika di situasi dirinya tidak sedang mengandung, aku bisa jamin dirinya tidak akan sampai jauh seperti sekarang, dia bisa menetralkan itu, karena terbukti dirinya bisa menetralkan kutukan Lui Zang yang juga terdapat di dalam kesucian Tuan Lui Zang saat membuahinya, aku yakin faktor kehamilannya itu membuat tubuhnya memang tidak bisa menyerap sempurna racun itu." Mei menganalisa dengan seksama apa yang coba dirinya ketahui....


..."Benar juga." Nam Setuju dengan pendapat dari Mei....


...Lui Zang lalu melirik ke arah Nam....


..."Lalu apakah bayinya akan baik-baik saja di dalam, Nam?" Tanya Lui Zang....


...Nam melihat wajah Lui Zang yang masih khawatir dan tangan kanannya juga masih berada di atas perut Hikari yang buncit itu....


..."Kekuatan alami dari Istri anda mungkin akan menetralkan itu dan pastinya bayi anda bisa di jamin aman, karena mereka juga terlindungi rahim alami dari tubuh istri anda, lebih baik biarkan dirinya istirahat agar kekuatanya terus menyuplai ke janin dan rahimnya. Tuan Lui Zang." Nam yakin kalau bayi yang ada di dalam Hikari aman....


...Kemudian perawat perempuan berambut panjang di kuncir pony tail dan memakai jubah putih, pakaian khas perawat china jaman dahulu, dirinya memeriksa perut Hikari yang Dress bagian perutnya di buka di tengah sampai terlihat perut indah milik Hikari yang buncit....


...Tangannya merabah-rabah perut Hikari langsung yang terlihat karena Dressnya di buka sedikit untuk memastikan aman....


..."Sepertinya memang aman dan mereka masih tenang di dalam. Jika ada reaksi, maka salah satu dari ketiga bayi anda akan bergerak hebat lalu perlahan gerakannya akan melambat sampai jantungnya berhenti. Rahimnya juga akan mengejang dan bisa membuat kelahiran dini, itu bisa gawat. Tapi syukurlah aku merasakan mereka masih tenang dan detak jantungnya normal. Walau istri anda masih dalam kondisi cukup kurang baik." Ucap perempuan perawat tersebut dan kembali menutup perut Hikari dengan Dress pakaiannya....


...Selimut hangat berwarna putih di tarik sampai ke atas perut Hikari....


...Lui Zang kembali mengelus perut Hikari lalu menatap lembut wajahnya yang perlahan mulai tenang....


..."Hikari... Sayangku.." Lui Zang merasa besyukur hal itu tidak sampai membahayakan ketiga bayi di dalam perutnya....


..."Untung kau bergerak cepat, Nam. Kalau tidak, pasti cairan itu akan masuk lebih dalam ke perut Hikari dan bahaya jika sampai terserap banyak ke dalam tali pusar ketiga bayinya yang menyerap makanan nutrisi dari Hikari." Mei menepuk pundak kiri Nam dan mengelusnya sambil tersenyum....


..."Sudah tugasku untuk melindungi Nona Hikari." Nam balik tersenyum....


...Lui Zang langsung beranjak dari tempat tidur dan memeluk Nam....


..."Terima kasih, Nam. Kau sudah menjaga dan rela merasakan racun tersebut ketika mengeluarkan dari mulut istriku, aku sangat berterima kasih kepadamu, Nam." Lui Zang memeluk erat Nam yang duduk di kursi kayu di tengah ruangan tersebut....


..."Iyah, Tuan Lui Zang.." Nam tersenyum dan memeluk balik Tuannya itu....


..."Kau benar-benar menyayangi istrimu itu yah, sahabatku. Kalau begitu aku akan ambil alih untuk menyelidiki kasus ini bersama 4 pilarku, kau jagalah isrtimu sampai dirinya membaik." Han Wei merasa seakan tidak enak kepada Lui Zang walau memang bukan dirinya atau 4 pilarnya tersebut yang ia bawa, karena di antara mereka berempat, tidak satu pun yang menggunakan senjata racun....


...Melainkan semuanya kekuatan elemen api....


..."Kalau begitu aku mohon selain orang-orang kepercayaanku, tidak ada yang boleh masuk ke ruangan ini, termasuk kau, Han Wei dan 4 pilarmu, sampai istriku pulih." Ucap Lui Zang yang tidak menatap sahabatnya itu....


..."Aku tau kau pasti amat sangat marah dan aku merasakan hal itu tadi ketika cahaya hijau hadir dari menara ini. Kalau begitu kasus ini serahkan kepada diriku dan 4 pilar yang aku bawa. Jika di antara salah satu pilar berhianat, maka aku akan yang mengeksekusinya dengan tanganku." Han Wei paham kalau Lui Zang kesal....


...Han Wei pun pergi dari ruangan tersebut untuk menemui 3 pilarnya yang berada di ruangan khusus lainnya di wilayah dinding lainnya....


...*****...


...Sementara itu di tempat ruangan introgasi....


...Xao membuka bungkusan yang di bawa oleh Godoku dimana dirinya sedang di introgasi di ruangan lainnya....


...Liano melihat dari luar dengan matanya dimana memang ada yang aneh dengan bungkusan tersebut....


...Xao Ba di bantu oleh dua orang tim investigasi yang seluruh tubuhnya tertutup dari atas sampai bawah, membuka bungkusan itu yang di taruh di bawah lantai....


...Terlihat boneka besar berwajah perempuan satu berwarna kuning motif api, juga boneka yang ukurannya sama dengan juga berwarna kuning dan motif api berkobar di beberapa sisinya....


...Boneka itu kosong dan seakan memang seperti besi pada umumnya, dimana penyaluran dari kekuatan Godoku akan menggerakan boneka tersebut seperti salah satu pilar yang memakai armor besar....


..."Tidak ada apapun." Ucap Xao....


...Namun Liano merasakan kejanggalannya itu pun muncul....


..."Xao!! Dalam boneka itu ada yang begerombol seperti serangga!!" Ucap Liano keras....


..."Apa.." Xao dan kedua tim investigasinya mundur....


...Lalu terlihat serangga yang keluar dari dalam tubuh kosong boneka-boneka tersebut....


...Serangga-serangga Hitam itu merangkak keluar dengan terlihat seperti kakiseribu mencoba keluar dari dalam ruangan dalam boneka tersebut....

__ADS_1


..."Awas!!" Xao dan dua orang di sampingnya menghindar dari arah jalan serangga-serangga itu pergi....


...Liano saat itu langsung menggunakan sihir Esnya untuk membekukan mereka....


..."GRAAAAAAAAAAHHHHHHH.."...


...Mereka seketika langsung beku dan ruangan tersebut dalamnya menjadi dingin....


..."Syukurlah kau tidak menggunakan kekuatan apimu, Liano." Xao tersenyum sambil mendekatkan diri ke serangga-serangga yang sudah di bekukan oleh Liano....


..."Serangga apa itu, Tuan Xao Ba?" Bertanya salah satu laki-laki tim investigasi Xao Ba....


..."Aku baru lihat binatang jenis ini, walau aku tau ini seperti kaki seribu, tetapi bentuknya aneh dan bahkan ada sengatan di ekornya. Binatang ini pun hanya memiliki satu mata yang berwarna merah di tengahnya depan tubuhnya yang berwarna hitam bercampur ungu gelap." Xao memeprhatikan detail hewan aneh yang seperti kaki seribu namun ada sengatan di ekor dan mata di depannya berwarna merah besar....


..."Binatang itu adalah binatang sihir, Xao. Aku paham kenapa dirinya tidak bisa aku lacak sempurna, karena dia adalah hewan, tapi frekuensi yang coba aku tangkap seperti seseorang memberikan kendali dari jarak jauh." Liano melihat memang binatang itu adalah binatang sihir....


..."Tunggu dulu, jadi apa maksudnya hewan-hewan ini di kendalikan oleh seseorang?" Tanya Xao sambil melihat ke arah Liano....


..."Sepertinya memang seperti itu." Liano yakin sekali sinyal yang coba ia tangkap adalah dari pengendali yang mengendalikan hewan tersebut dimana seperti secercah air di masukan ke dalam sedotan untuk di minum oleh seseorang dengan gaya dorong sampai secercah air itu masuk dan di minum oleh yang ada di bagian lainnya....


...Liano pernah merasakan dimana waktu dirinya sakit dan Hikari melakukan hal tersebut untuk dirinya minum melalui sedotan....


..."Apa kau bisa melacak orang yang mengendalikannya, Liano?" Tatap serius Xao....


..."Bawa serangga-serangga itu ke hadapanku, aku akan memakannya agar aku tau apakah aku bisa menemukannya." Ucap Liano....


...Xao menggunakan kekuatannya sedikit dan menyiku es itu agar terbelah dengan siku kirinya....


...Lalu bongkahan es tersebut di berikan kepada Liano....


...Liano dengan amarah besarnya langsung memakan serangga-serangga menjijikan tersebut tanpa ragu bersama es yang mengurung tubuh mereka....


..."Sisanya akan kami teliti." Ucap Xao....


...Ketika itu Liano merasakan racun yang di rasakan oleh Hikari dari dalam tubuhnya....


..."Ahhhkkk..." Liano meringis kesakitan....


..."Ada apa Liano?" Tatap khawatir Xao....


...Liano mengeluarkan energi khususnya yang sama dengan Hikari dan mencoba menteralkan racun tersebut dengan kekuatan amarah karena ada yang meracuni majikannya....


...Liano menahan racun itu....


...Dirinya tiba-tiba melihat sosok perempuan berpakaian Hitam serba tertutup sedang berdiri di atas pohon yang jauh dari wilayah Kerajaan Lui Zang yang pandangannya mengarah kesini....


...Wajahnya tidak bisa ia lihat dan hanya senyum dan bibir hitamnya yang terlihat dari pakaian jubah hitam itu....


..."PEREMPUAN ITU...." Liano menatap tajam sambil menahan racun yang mulai bekerja dan ia coba netralkan dengan alami melalui tubuhnya....


..."Perempuan? Dimana dan siapa?" Tanya Xao Ba....


..."Ahhhkk... Arah timur dimana dirinya menatap ke sini." Ucap Liano sambil merapatkan mulutnya dimana gigi-gigi tajamnya terlihat jelas sedang menahan rasa sakit dari racun tersebut....


...Liano melihat dan seakan terhubung dengan kekuatan dari perempuan yang ia lihat....


...Liano berhasil menetralkan racun tersebut sampai energinya habis dan terjatuh di tumpukan salju....


...'Brukk...'...


..."Liano, kau tidak apa." Tanya Xao....


..."Racun ini bergitu kuat dan pantas majikanku tumbang, racun ini di masukan kutukan dari Naga Hitam, UHukk..." Liano muntah darah di salju....


..."Kau tidak apa, hei." Xao panik....


..."Tidak apa, tapi sebaiknya jauhkan orang-orang dari luar kerajaan untuk sementara, serangga-serangga itu seakan sudah menyebar dan bisa menyengat dengan kutukan Naga Hitam, orang itu... Sangat akan merepotkan." Ucap Liano dengan suaranya yang lemah dan berusaha bicara walau tenggorokanny sakit....


..."Ini gawat.. Segera perintahkan yang dari luar kerajaan untuk menjauh dari wilayah Tuan Lui Zang, termasuk beberapa pilar Tuan Han Wei." Teriak Xao Ba kepada dua tim investigasinya....


..."Baik, Tuan Xao Ba." Mereka langsung pergi bergegas....


...Liano kembali bangkit dengan amarahnya walau energinya telah habis....


..."Xao, kau bisa pergi ke arah timur dimana di belakangnya ada bukit, perempuan itu sedang berdiri di atas pohon yang sudah gugur semua daunnya." Ucap Liano dan menatap Xao....


..."Baiklah, aku akan pergi untuk membunuh orang tersebut yang mungkin juga seorang dari bawahan Naga Hitam." Xao langsung melompat ke atas atap dan pergi ke arah yang di beri oleh Liano....


...Apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang di lihat oleh Liano setelah memakan serangga sihir beracun itu....

__ADS_1


...Next.....


...Temukan jawabannya di episode selanjutnya jika sudah update, silahkan baca, tapi jika belum, silahkan tunggu, terima kasih....


__ADS_2