
...Setelah Lui Zang dan Tuan Han Wei melakukan hal itu bersama, mereka pun berjalan menuruni jembatan tersebut yang masih bersinar dengan kekuatan Lui Zang dan Han Wei....
...Kemudian para pelayan memberikan suguhan makanan dan minuman dari arah kiri dimana dekat dapur dengan jamuan makanan kembali....
...Pelayan itu melewati 4 pilar sebelum memberikan makanan dan minuman tersebut....
...Hikari juga di berikan makan dan minum....
...Lui Zang terlihat sedang bicara dengan Han Wei dengan perbincangan ringan....
...Hikari melihat mereka berdua akan datang dari luar taman untuk masuk ke dalam aula terbuka sambil mengambil secangkir air yang baru di sediakan oleh pelayan kerajaan....
...Nam membantu menaruh makanan itu di meja Hikari....
...Setelah Hikari minum air yang di sediakan oleh pelayan menggunakan cangkir hitam....
...Tiba-tiba......
..."Uhuukk.. Uhukkk.. Hahhh... Hahhh.." Hikari terbatuk keras sampai mengeluarkan darah dari mulut dan sesak nafas sampai dirinya menggenggam pinggir meja bulat....
...'Ctarrr...'...
...Cangkir itu pecah terjatuh dari genggaman tangannya Hikari....
...Kalung Hikari kembali berubah warna menjadi merah....
..."NONA HIKARI!!" Nam langsung sigap menangkap tubuh Hikari yang ingin terjatuh ke lantai dalam posisi menghadap ke bawah dimana bahaya bisa menekan bayinya jika sampai menyentuh lantai....
...Lui Zang melirik ke arah Hikari yang hampir jatuh tubuhnya dari kursi dan di tahan oleh Nam....
..."SAYANG!!" Lui Zang langsung memasang wajah pucat melihat istrinya yang tiba-tiba seperti itu....
..."Nam... Ahhh.. Uhukk..uhukk.." Hikari menggenggam erat pakaian Nam di area pundak sambil menahan sakit di dalam tubuhnya yang tiba-tiba itu....
...Beberapa kali Hikari memejamkan kedua matanya dan keringat di dahinya mengucur deras....
..."NONA HIKARI BERTAHAN LAH..." Nam yang sedang menahan tubuh Hikari dengan tangan kirinya dengan di posisikan bersandar dan celentang ke atas....
...Nam mengeluarkan kekuatan di antara dua jari kanannya yang ia bentuk antara jari telunjuk dan jari tengah....
...Lalu kedua jari yang menyala putih tersebut di tekan ke dekat hati Hikari yang terangkat karena dirinya sedang hamil....
...Seluruh Pilar Api berdiri dari kursinya dan melihat apa yang telah terjadi dengan selir Lui Zang....
...Para pelayan kerajaan pun panik....
...Lui Zang pun langsung duduk di samping Hikari yang sudah tergeletak bersandar di tubuh Nam dengan kaki melekuk ke belakang....
..."Nam, kenapa dengan istriku." Lui Zang melihat apa yang sedang di lakukan Nam dengan kedua jarinya ada di dekat hatinya yang bersinar....
..."Aku mencoba mengeluarkan apa yang tadi ia masukan ke dalam mulutnya, Tuan." Nam berusaha keras dengan kekuatan yang di pelajari oleh Ang, dimana dirinya mencoba mengambil apa yang sebelumnya masuk ke tenggorokan Hikari dengan kekuatannya....
...Hikari melihat wajah Lui Zang dengan wajah pucat, mulutnya mengeluarkan darah dan langsung menggenggam tangan kanannya Lui Zang dengan erat....
..."Lu..i... Z...ang..." Hikari merasakan dirinya benar-benar tidak enak dan denyut jantung bayinya pun seakan bedegup kencang dari biasanya....
...Lui Zang menggenggam erat tangan Hikari yang mulai dingin....
..."NAM.. LAKUKAN SESUATU..." Teriak Lui Zang yang khawatir jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepada istrinya yang tengah mengandung 3 bayinya itu....
..."Sedikit lagi Tuan.." Kedua jari Nam perlahan naik sampai ke atas tenggorokan Hikari....
...Setelah itu dirinya menempelkan bibirnya ke dalam bibir Hikari yang penuh darah untuk mengambil apa yang tadi Hikari masukan ke dalam mulutnya ke mulut dirinya....
..."Huump.." Nam mencium bibir Hikari sekaligus menghisap apa yang ada di dalam tenggorokannya dengan kekuatan tadi....
...Perlahan mulut Nam terisi apa yang tadi di masukan oleh Hikari, dirinya mengambil cangkir hitam kosong dan memuntahkannya di cangkir tersebut....
..."Piuuhh.."...
...Terlihat air yang sebelumnya Hikari minum dan sudah bercampur darah, dimana air itu sudah berubah menjadi warna ungu gelap pekat, bahkan sampai mengental....
..."ITU... RACUN KAH?" Lui Zang melihat apa yang di keluarkan Nam dari mulut Hikari melalui mulutnya yang ia kelaurkan di cangkir kosong di atas meja....
..."Lui Zang.... Hikss.." Hikari menangis dan tubuhnya tidak karuan sampai di rasakan juga oleh ketiga bayinya....
..."Sepertinya ada yang mencoba meracuni Nona Hikari. Pelayan, bawa Nona Hikari ke tempat perawatan kerajaan dan berikan obat penetral racun type 10." Ucap Nam sambil menyeka bibirnya....
..."APA KATAMU, ADA YANG MENCOBA MERACUNI ISTRIKU?" Lui Zang kaget dan matanya sampai terbuka lebar dengan perasaan amat-amat kesal....
...Para pelayan perempuan langsung bergegas membantu Hikari ke tandu dan membawanya ke ruang perwatan kerajaan....
...Nam mengambil cangkir berisi racun yang pekat berwarna ungu gelap kental dan sudah tercampur darah....
..."Tuan Lui Zang segera dampingi Nona Hikari, aku akan langsung menyelidiki di belakang dapur dan memeriksa seluruh minuman yang juga di sediakan oleh 4 pilar tersebut." Nam berdiri dari lantai dan bergegas ke belakang dapur sambil menyeka bibirnya yang ternodai darah dari Hikari....
...Lui Zang langsung berlari menghampiri Hikari yang di tandu oleh para pelayan kerajaan menuju ruang perawatan kerajaan....
..."HIKARI.."...
...Situasi yang awalnya bahagia menjadi berantakan dengan tiba-tiba karena insiden tersebut....
__ADS_1
...Pilar api yang bernama Saguru Rei langsung melihat air yang ada di cangkir kecil tersebut....
..."Siapa yang berani melakukan hal ini di kerajaan." Tatap serius Saguru....
...Godoku kire langsung menggendong 3 bungkusan di punggungnya dan beranjak dari kursi....
..."Untunglah aku belum minum." Ucap Godoku dengan sudah berdiri di samping Saguru....
...Kiora Goh pun beranjak dari tempat duduk dan langsung mengambil senjata tonfa yang masih terbungkus perban....
..."Ada apa sebenarnya."...
...Ketika itu Liano datang dari atas atap dengan wajah marah ke hadapan 4 Pilar api yang sedang berdiri di pinggir aula terbuka dekat taman tersebut....
..."AKU MENCIUM SESUATU DARI ANTARA KALIAN , DIMANA AROMA YANG TIDAK MENGENAKAN MUNCUL SEBELUM MAJIKANKU DI RACUNI." Ucap Liano marah sampai melebarkan kesembilan ekornya dan cakar-cakar tajamnya muncul menggores lantai taman yang perlahan mulai tertutup salju kembali....
...Tuan Han Wei melihat Liano....
..."Apa maksudmu para pilarku ada yang berusaha meracuni Istri sahabatku?" Tanya Han Wei dengan wajah datar....
..."KAU YANG MEMBAWA 3 BUNGKUSAN DI BELAKANG, AROMA ITU DARI SALAH SATU BUNGKUSANMU YANG PALING BESAR." Tatap Liano dengan mata menyipit penuh amarah dengan gigi-gigi tajamnya saling beradu satu sama lain atas dan bawah rahangnya....
...Liano benar-benar kesal....
..."Apa? Kau menuduhku?" Godoku bingung....
..."Tidak mungkin dia melakukan sesuatu, karena dia bukan ahli racun." Ucap Saguru Rei yang memang membenarkan kalau Godoku itu hanya ahli boneka api....
..."Godoku tidak akan melakukan hal tersebut, Dia pengendali boneka api dan tidak menggunakan racun sebagai senjatanya." Kiora Goh membenarkan hal tersebut juga....
..."Yang di katakan kedua pilarku benar, serigala berekor 9. Godoku itu pengendali boneka api dan tidak pernah dirinya berurusan masalah racun, bahkan di antara para pilarku yang sudah aku bawa, memang tidak ada yang menggunakan senjata racun kecuali pilarku yang lainya sedang berjaga di istana sekarang." Han Wei pun yakin kalau 4 pilar itu tidak ada yang menggunakan racun....
..."TIDAK MUNGKIN, AKU MENCIUMNYA SENDIRI DAN JUGA AKU SEPERTI MERASAKAN FREKUENSI ANEH YANG JANGGAL DARI KALIAN SEMUA." Liano benar-benar kesal dan ingin mencabik-cabik Godoku beserta apa yang ada di dalam bungkusan besarnya itu....
...Kemudian tiba-tiba....
..."Para 4 pilar api tuan Han Wei, maaf dan kami tidak menuduh itu, tapi bisa kah aku, Xao Ba, tangan kiri Lui Zang menggeledah Godoku dan bungkusan di belakangnya." Ucap Xao Ba yang tiba-tiba datang dan memberi hormat kepada Tuan Han Wei....
..."Silahkan kalau begitu." Han Wei mempersilahkan....
..."Kalau memang Tuan Han Wei sudah setuju, maka aku akan ikut denganmu." Godoku langsung berjalan dan memisahkan diri dengan para 3 pilar yang ada di luar tersebut....
...Xao Ba mengambil bungkusan yang ada di belakang Godoku dan Godoku di ikat tangannya ke belakang dengan menggunakan ranting dan giok khusus dimana memang ikatan itu sangat kuat di buat khusus dari kekuatan alam sendiri....
...Liano melirik tajam dan masih mode kuda-kuda seperti kucing ingin menyerang ke arah Godoku yang berjalan di samping kanannya di kawal oleh prajurit kerajaan khusus Lui Zang di bawah perintah Xao Ba yang menggunakan kostum jubah Hijau tua gelap dan serba tertutup dari atas sampai bawah....
...Godoku melihat balik ke arah Liano dengan tatapan datar....
...*****...
...Nam tidak menemukan air yang sama dan hampir semua makanan yang tersaji bersih tanpa ada tanda-tanda racun....
..."Tidak mungkin... Apa ini benar-benar racun yang khususkan untuk meracuni Nona Hikari." Nam bingung tidak menemukan itu....
...Lalu tiba-tiba dirinya berlari keluar dan langsung memeriksa air yang ada di cangkir ke 3 pilar tersebut dengan jari tangannya yang di masukan kekuatan sebelumnya untuk di pakai mengeluarkan racun dari dalam tubuh Hikari....
...Nam memeriksa cangkir milik Saguru yang ada di atas meja....
..."Hah..." Nam terkejut, ternyata di dalam cangkir itu juga ada....
...Nam beralih ke cangkir lainnya, yaitu milik Godoku dan Kiora....
...Mereka berdua juga sama, terdapat racun itu....
...Kemudian dirinya ke meja Han Wei dan Lui Zang....
...Lagi-lagi Nam menemukan cangkir itu berisi racun yang sama....
..."Uhuukk..uhukk.. Semuanya tiba-tiba ada, bagaimana mungkin?" Nam sedikit menelan racun itu ketika mengeluarkannya dari tubuh Hikari....
...Namun ia kembali keluarkan menggunakan kekuatannya dan meludah bersama darah yang keluar dari tenggorokannya....
...Racun itu benar-benar berbahaya sekali walau sedikit tertenggak saja....
..."Racun ini benar-benar berbahaya." Nam tidak menyangka ada sesuatu seperti itu bisa masuk ke dalam kerajaan....
...*****...
...Sementara itu di ruang perawatan kerajaan kembali....
...Hikari terbaring lemah dan tubuhnya gemetar di atas tempat tidur dengan Lui Zang terus memegang tangan kirinya, takut terjadi sesuatu kepada istrinya yang tengah hamil itu....
...Hikari di berikan obat dari botol kecil berwarna putih dengan tulisan 10....
..."Sayang.. Bertahan lah, kuat kan dirimu." Lui Zang meneteskan air mata dan takut kehilangan Hikari dan juga bayi yang ada di dalam tubuhnya....
...Karena tubuh Hikari beberapa kali mengejang dan meringis kesakitan....
...Darah pun masih keluar dari dalam mulutnya....
..."Haahhh.. Haahhh.. Uhuukk... AAAAhhhhh..." Hikari pun mencoba kuat dengan apa yang terjadi kepada tubuhnya itu....
__ADS_1
...Dirinya juga tidak ingin kehilangan bayi dalam kandungannya dan mencoba bertahan menahan itu semua....
...Bayi dalam perut Hikari seakan juga merasakan apa yang di rasakan oleh dirinya....
..."Sayangku... Sayang.. Bertahanlah... Aku mohon.." Lui Zang sampai menggenggam erat dan hanya bisa melihat tubuh Hikari mengejang dan mendengar ringisannya sambil tangannya juga menggenggam erat apapun yang di rasakan....
...Kedua matanya tidak fokus ke satu tempat dan seakan dirinya begitu kesakitan sampai kedua matanya berkeliling cepat....
...Perawat kerajaan perempuan yang pernah merawat Hikari memberikan terus obat 10 yang di katakan oleh Nam ke dalam mulutnya dengan sekarang dari mulut ke mulut....
...Karena Hikari tidak bisa menelan dengan darah yang terus mengalir....
..."PERAWAT, CEPAT LAKUKAN SESUATU KEPADA ISTRIKU..." Lui Zang sampai teriak dan beranjak dari samping Hikari untuk menggenggam erat perawat perempuan berambut panjang yang di kuncir itu dengan wajah panik dan air mata....
..."Tuan bisa bantu ambil botol 10 itu, racunnya walau sudah di keluarkan oleh Nam, namun karena beberapa sudah masuk ke tubuhnya, kita harus segera menetralkan racun tersebut." Jawab dengan wajah Khawatir perawat itu....
...Lui Zang langsung bergegas ke arah lemari obat dan mengambil banyak botol bertulisan 10 itu....
...Lui Zang membuka tutup botol dari kayu dengan tangannya, meminum obat tersebut lalu di kumpulkan dalam mulutnya....
...Kemudian bibirnya ia dekatkan ke bibir Hikari yang penuh darah....
...Lui Zang memegang dagu Hikari dan memberikan obat itu dari mulut ke mulut melalui bibir mereka....
...Setelah selesai, Lui Zang kembali membuka botol obat itu dengan cepat....
..."Bertahan lah sayang."...
...Lui Zang kembali memberikan obat itu dari mulutnya ke mulut Hikari yang coba Hikari telan....
...Lui Zang terus melakukan hal itu berulang-ulang sampai perawat itu melihat kondisi Hikari yang sedang mengejang tubuhnya....
...Air mata Lui Zang sampai mentes di wajah cantik Hikari yang terlihat pucat, dimana dirinya juga sampai mengeluarkan air mata....
..."Telan lah sayang, aku mohon..." Lui Zang ketika itu mendengar sesuatu di saat dirinya tengah panik....
...Suara dari kalung Hikari yang bersinar merah dari awal....
..."Gunakan kekuatanmu untuk mencampurkan obat tersebut." Ucap suara misterius yang terdengar seperti suara perempuan....
...Lui Zang yang sedang mengulum cairan obat itu langsung mengeluarkan aura hijaunya sampai kedua matanya kembali bersinar....
...Kemudian bibirnya ia kembali tempelkan ke bibir Hikari untuk memasukan cairan obat yang sudah di gabungkan kekuatan miliknya ke dalam mulut Hikari....
..."Tuan Lui Zang.." Perawat itu sampai kaget tiba-tiba Lui Zang mengeluarkan kekuatanya tiba-tiba dan membuat seisi menara sedikit bergetar....
...Lui Zang melakukan itu lagi berulang kali dengan arahan dari suara tersebut....
...Sampai tiba-tiba Hikari muntah hebat dan mengeluarkan seluruh isi perutnya....
..."HUEEEKKK... HUEEKKKK.." Hikari memuntahkan seluruh apa yang ada di dalam tubuhnya ke pinggir tempat tidur dan mengotori lantai sampai pakaian Lui Zang....
..."SAYANGKU... SAYANG.." Lui Zang menepuk-nepuk punggung Hikari dengan tangan kanannya perlahan dengan masih mengeluarkan aura besarnya itu....
...Wajah Hikari perlahan tidak lagi pucat dan kalungnya perlahan juga berubah menjadi biru seperti sebelumnya....
...Muntahan itu bercampur darah dan obat, serta cairan kental racun yang seperti menguap karena obat yang di gabungkan oleh kekuatan Lui Zang....
..."Uhuk.. Uhukk.. Uhukk.. Uhuukk.." Hikari mulai bisa mengendalikan dirinya kembali dan terbaring lemah menatap Lui Zang....
..."Sayang... Sayang... Kau sudah baikan?" Air mata terus mengalir di kedua mata Lui Zang....
...Hikari menatap sayu wajah Lui Zang dengan mulai bisa fokus dengan tubuhnya hampir seluruhnya gemetaran....
...Terdengar suara lemah Hikari dengan tatapan sayu, yang membuat Hati Lui Zang sakit dan begitu marah....
..."Lui Za..ng... Aku takut... Hiks.."...
...Lui Zang langsung berdiri dari samping Hikari dan kekuatanya meluap besar sampai megetarkan seluruh wilayah kerajaan....
...Sampai auranya itu keluar dari menara dan menembus awan langit gelap yang masih turun salju....
..."CARI DAN SELIDIKI ORANG YANG TELAH MERACUNI ISTRIKU... TIDAK PEDULI DIA WANITA, LANGSUNG EKSEKUSI DI TEMPAT.." Ucap Tegas Lui Zang dengan kekuatan penuh auranya yang begitu marah....
...Para penjaga dan pelayan sampai takut melihat Lui Zang yang teramat sangat marah....
...Bahkan langit menjadi lebih buruk dengan petir-petir di langit akibat kemarahan Lui Zang....
...Warga desa yang dekat mau pun jauh dari wilayah Kerajaan Lui Zang melihat petir hijau yang merambat-rambat di awan gelap dengan turun salju....
...Angin kencang pun berhembus kuat....
...Untungnya api abadi tuan Han Wei sudah tersebar hingga tidak mati akibat dari amukan amarah Lui Zang....
...Next.....
...Siapa yang meracuni Hikari?...
...Silahkan simak kelanjutannya....
...Terima Kasih....
__ADS_1