
...Laino dan Haku kembali terbang ke langit untuk kembali melawan Naga Hijau, dimana Haku kembali menaiki punggungnya....
...'Trak..'...
...Haku kembali menarik Reapernya dan ia genggam di tangan kirinya....
..."Liano, mari kita serius." Ucap Haku ke Liano....
..."Yah." Jawab singkat Haku....
...Naga Hijau itu melihat Haku dan Liano kembali bersama....
..."Bisa kembali kita mulai?" Tanya Naga Hijau itu....
...Walau kekuatannya hebat, tapi seakan Naga Hijau itu biasa saja....
..."Tentu saja, Naga besar." Haku tersenyum....
...Tiba-tiba Haku berdiri dari punggung Liano dan langsung menghilang....
...Naga Hijau itu yang memiliki insting kuat langsung menghindar ke arah kanan dimana Haku menyerang dengan Horizontal dari atas kepala Naga Hijau itu....
..."RASAKAN INI BRENGSEK.."...
...'WUSSHHH..'...
...'DUARRRRRR...'...
...Kembali serangan itu menghantam bumi dan membuat garis lurus dari serangan tersebut yang di lancarkan oleh Haku....
..."Gerakannya semakin cepat. Tetapi.." Naga Hijau itu menganalisa Haku....
...Liano terbang ke arah belakang Naga Hijau itu sambil menyemburkan apinya....
..."GRAAAAAAAAAAAAAHHHHHH...."...
...Tiba-tiba Naga Hijau itu mengepakan ekornya dan balik menyerang Liano dimana serangan apinya sama sekali tidak lagi memberikan serangan besar walau terkena....
...'BUUGGG..'...
...Liano menahan benturan serangan itu dengan kesembilan ekornya....
..."AAAAHHHHKKK.."...
...Liano terpental jauh sampai berguling di langit, walau dirinya sudah menaha serangan dari ekor besarnya itu....
...Liano kembali melesat dengan kekuatan penuhnya dan merubah kekuatannya menjadi Es dimana kedua matanya yang semula berwarna kuning seperti api, sekarang berubah menjadi biru....
..."GAAAAAAAHHHHH.."...
..."Serangan seperti itu tidak akan mempan melawanku, kucing kecil." Ucap datar Naga itu sambil mengibas kembali ekornya ke arah Liano....
...Liano menghindar dan ekor yang terkena serangan es dari mulutnya tidak berpengaruh besar....
...Namun Liano terus menyerang dan mengganti kembali kekuatannya menjadi api lalu menyerang tubuh besar Naga Hijau itu sambil menyemburkan api mengelilingi dirinya dimana Liano juga harus menghindari petir-petir yang ada di samping Naga Hijau tersebut....
...langit seperti di penuhi api dari Liano....
...Naga Hijau itu mengibas ekornya seakan begitu mudah menghalau serang dari Liano....
...Namun anehnya, serangan itu semakin besar terasa oleh Naga Hijau tersebut, dimana memang ada yang aneh dengan kekuatan dari Liano dan Haku itu....
...Walau tenaganya kurang dan bahkan tidak lebih besar, tetapi bisa melukai....
..."Aku baru melihat kekuatan aneh seperti ini, seakan kekuatan itu tidak terikat dalam kasta." Naga Hijau itu melesat cepat dan menghindari serangan dari Liano ke atas langit....
...Namun secara mengejutkan....
...Haku sudah ancang-ancang dengan menumpu pada reapernya yang besar itu di bawah kedua kakinya dengan memegang gagang dari Reapernya di tangan kirinya....
...Namun ada sesuatu yang berbeda....
...Terlihat seluruh kedua mata Haku bersinar biru gelap dengan tangan di gelang kanannya memunculkan sebuah garis seperti tatoo berwarna biru gelap menyala dab itu seperti menjalar ke atas pundaknya....
...Tekanan yang di keluarkan Haku pun semakin besar....
..."RASAKAN INI NAGA BESAR, AKU BARU SAJA MENCOBA SESUATU YANG TADI AKU RASAKAN KETIKA KAU MENGGENGGAMKAN TANGANKU DI TUBUHKU DAN MENYETRUMKU DENGAN PETIR-PETIRMU ITU." Haku tersenyum dan dari mulutnya yang tersenyum itu, terlihat aura biru gelap keluar seperti asap....
...Naga Hijau itu yang sedang terbang ke atas melihat Haku dengan instinya Si'ryu yang mengatakan kalau akan ada serangan besar yang menghadap ke arahnya....
..."Bagaimana bisa."...
..."OOOORRRAAAAAAA......."...
...Haku mengayunkan kuat dan cepat dengan tangan kirinya dimana Tatoo garis tipis itu menyebar ke arah bagian kiri Haku dan wajahnya....
...Tiba-tiba serangan seperti bulan sabit besar muncul dengan berwarna biru gelap menuju ke atas langit....
...'DAAASSSSHHHHH.'...
...'WUUSSSSSHHHHHH'...
...Seakan terlihat ada bulan sabit berwarna biru gelap yang terpancar tiba-tiba di langit siang hari menjelang sore itu....
...Liano kaget melihat kekuatan Haku itu yang amat besar....
..."Bagaimana bisa Haku terus meningkat kekuatannya. Dia benar-benar melihat potensi besar dalam dirinya yang masih tersembunyi itu."...
...Naga Hijau itu mengeluarkan energi besar yang di kumpulkan dari tubuhnya, lalu mengeluarkannya kembali melalui muluntnya....
__ADS_1
...'DDDDRRRRAAAAAAAAAAHHHHH.'...
...'BRUUUSSSSHHHHH...'...
...Cahaya Laser Hijau dari Naga hijau itu berbenturan dengan serangan Haku yang membentuk bulan sabit tersebut yang mengarah ke langit....
...Haku tidak tinggal diam di saat kedua kekuatan itu beradu dan dia kembali menapakan diri di Reapernya lalu melesat ke arah serangan miliknya sendiri yang tertahan dengan laser yang di keluarkan oleh Naga Hijau itu di area tengahnya....
..."AAAYYYOOO REAPERRRR...." Teriak Haku....
..."YAAAAAAAA.... KEKUATAN BARU MUNCUL KARENA SERANGA ITU... AKU MENJADI BERSEMANGAT.." Teriak Balik Reaper itu....
...Haku kembali menarik Reapernya dan menambahkan serangan itu dengan serangan yang sama....
..."BULAN SABIT KEMATIAN..."...
...'CRIIIINGGGG...'...
...Haku kali ini mengayunkan dengan posisi Vertikal dan membentuk tanda plus (+) untuk menambah serangan yang di tahan oleh Naga Hijau tersebut....
...Naga Hijau itu menambahkan kekuatannya dan mendorong serangan Haku....
..."GRAAAAAAAAAAAAAAAAA...."...
...Liano dengan cepat bergegas ke wajah Naga Hijau tersebut untuk melancarkan serangan apinya kembali untuk mengganggu dirinya agar terkena serangan tersebut....
..."AKU AKAN BANTU KAU, HAKU..." Teriak Liano sambil melesatkan tubuhnya....
...Namun ekor dari Naga Hijau itu dengan cepat menahan laju Liano yang juga begitu cepat....
...Namun Liano melihat peluang itu dan menghindar cepat ke arah atas jauh lebih tinggi....
...'Wushh..'...
...Naga Hijau itu meleset serangan ekornya....
..."RASAKAN INI... GRAAAAAAAA.."...
...Liano menyemburkan seluruh energi api dari mulutnya dan membakar bagian belakang tubuh Naga tersebut....
...Haku terus melihat ke arah langit serangannya itu dimana Naga besar itu benar-benar bisa menahan serangan besarnya yang hampir setengah tubuh Naga itu....
...Cahaya benturan dari dua kekuatan besar itu terlihat seperti kelipan bintang di siang hari dan di saksikan oleh beberapa desa dan kerajaan Lui Zang sendiri saking terang dan besarnya kekuatan itu....
...Karena energi yang sama-sama besar terlalu lama berbenturan, akhirnya......
...'BLUUAAARRRRRR... DUAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR....'...
...Haku dan Liano terpental jauh akibat ledakan besar kekuatan itu dan menimbulkan asap hitam di atas langit dengan begitu banyaknya....
...Hikari dan Lui Zang melihat pertarungan mereka di atas bukit sampai merasakan angin dari ledakan dahsyat tersebut....
...Sampai-sampai awan yang awalnya mendung menjadi terang karena hembusan angin ledakan yang dahsyat itu....
...Bahkan yang sedang membangun rumah untuk mereka di bawahpun merasakan energi hembusan angin kencang itu....
...Xao Ba mendekap tubuh Yue saat angin itu berhembus dimana Yue tersenyum dan tertawa dan di lihat oleh Xao Ba....
..."Kau senang yah, sayang." Ucap Xao Ba kepada Yue yang tersenyum gembira itu....
...Seakan dirinya merasakan kalau menyenangkan....
...Kepulan asap itu perlahan Hilang dan memperlihatkan cahaya Hijau dari tubuh Naga besar itu yang berdiri di atas langit....
...Namun terlihat ada goresan di beberapa bagian tubuhnya, seperti kaki kiri dan dada dekat kedua tangannya....
..."Walau serangannya itu meledak dengan kekuatanku, tetapi tidak aku sangka dari ledakan itu, serangannya menyebar." Naga Hijau merasakan kerusakan dari serangan Haku yang besar tersebut....
...Haku menumpu dengan berlutut seakan dirinya tidak kuat berdiri kembali di Reapernya....
..."Hah..Hahh.. Lagi-lagi kekuatan yang baru itu menguras semua tenagaku. Ini jauh lebih besar dari pada sebelumnya dimana aku melawan Naga Hitam itu. Ketika fokus dalam satu titik serangan, kekuatannya memang besar, tapi fisikku terbebani. Sementara yang kedua ini lebih besar walau tidak aku tahan dan fokus, namun lengan kiriku tidak sampai terbebani. Apa ada sesuatu yang memang berbeda. Hah..hah..hah... Sepertinya memang aku sendiri yang harus menemukan kekuatan diriku sebenarnya." Haku mulai memahami konsep kekuatannya untuk di kembangkan....
...Namun Liano belum memahami lebih jauh kekuatannya, dimana sebenarnya dirinya juga bisa lebih dari itu....
...Pertarungan itu sejenak terhenti dan memperlihatkan kawah besar dari ledakan itu di bawah sampai seperti terlihat ada meteor yang menghantam bumi....
...Hutan yang terkena serangan itu hampir rata dengan tanah yang membentuk cekungan bulat besar dan api-api yang berkobar....
...Bahkan cekungan itu hampir sama dengan sebuah desa kecil....
...Naga Hijau merasakan benar-benar melawan sesuatu yang berbeda walau tenaga mereka berbeda....
..."Tenaga mereka tidak lebih dariku, tapi kenapa bisa melancarkan serangan mengerikan tersebut. Andai jika tenaga dirinya setara dengan ku, pastilah pertarungan ini akan penuh kilatan cahaya dari cepatnya kami. Aku hanya ingin melihat kekuatan mereka dan mereka masih bisa lebih jauh dari ini dan bisa menyeimbangkan diriku yang dalam mode dewa. Aku mencoba serius kepada mereka sekedar untuk melatih. Tapi tidak aku sangka mereka bisa melukaiku dalam mode serius. " Naga Hijau itu tersenyum....
...Haku merasa tubuhnya tidak kuat untuk berdiri dan tatoo yang ada di tangan kanan dan kirinya serta di wajah mulai menjalar balik ke tempat gelangnya yang ada di tangan kanannya....
..."Baru kali ini aku merasakan tenagamu hampir habis, Haku." Reaper itu pun merasakan kalau memang tenaga Haku hampir tidak lagi tersisa....
...Kedua matanya kembali seprti semula dan bagian bawahnya menghitam, seakan memang Haku dalam kondisi begitu kelelahan....
..."Aku... Aku hampir hilang kesadaranku... Hahhh..Hahh..Hahh.."...
...Tubuh Haku gemetar dan dirinya terduduk di gagang Reapernya dan memejamkan kedua matanya....
..."Sebaiknya kau istirahat." Ucap Reaper....
...Perlahan Reapernya itu turun ke bawah dengan Haku yang kelelahan teramat sangat....
...Kedua tanganya bepeganga di gagang Reapernya yang sudah terlipat dan kedua matanya perlahan membuka....
__ADS_1
..."Tidak aku sangka sama sekali, kalau tenagaku ini hampir seluruhnya terkuras... Berdiri pun rasanya sulit aku lakukan.. Hahh..Hahh.."...
..."Sudah lah kau sebaiknya diam dan pulihkan tenagamu."...
...Sesampainya di tanah....
...Haku menjatuhkan dirinya dan tiduran dengan Reapernya berada di dekat punggung belakang Haku....
...Liano menghampiri Haku yang sudah terbaring kelelahan itu....
..."Haku.. Kau tidak apa-apa? Aku merasakan energimu habis sepenuhnya." Tatap tajam Haku....
..."Iyah.. Hahh..Hahh... Mungkin ini dari efek samping kekuatan yang baru saja aku maksimalkan secara kebetulan dan mengambil seluruh tenagaku. Tapi untunglah tidak merusak tubuhku seperti sebelumnya....
...Nafas Haku berat terengah-engah....
...Naga Hijau itu pun kembali menjadi ukuran kecil seperti sebelumnya dengan tidak lagi bercaya di tubuhnya dan menghampiri Haku....
..."Kita selesai latihan untuk hari ini, kau sudah tidak memiliki tenaga untuk bertarung." Naga itu menatap Haku....
..."Yah.. Entah kenapa selalu di serangan besar aku tumbang... Hahhh." Haku tersenyum dengan wajah yang sedikit pucat....
...Liano mengambil tubuh Hikari dengan ekornya yang melilit lembut di pinggangnya dan di taruh di atas punggungnya dengan ekor lainnya memegangi tubuhnya agar tidak jatuh....
...Reapernya pun di ambil oleh Liano dengan ekor lainnya....
..."Ayo kita pergi ke arah Hikari berada, Haku." Liano pun terbang perlahan menuju ke arah Hikari berada....
...Naga hijau itu pun juga terbang di samping Liano menuju ke tempat Tuannya berada....
...Sementara itu Hikari khawatir dengan Haku dan dirinya merasakan juga kalau Haku dalam kondisi lemah....
..."Haku.." Tatap khawatir Hikari....
..."Sepertinya dia mengeluarkan banyak tenaga di kekuatan itu. Aku merasakan tiba-tiba tenaganya redup seperti lilin yang hampir padam." Lui Zang juga merasakan hal tersebut....
...Tidak lama Liano dan Naganya Lui Zang datang....
...Haku di tidurkan di alas besar berwarna merah muda itu dengan kondisi lemah....
...Hikari langsung menghampiri dirinya dan duduk di samping kiri Haku....
..."Haku, kau tidak apa-apa?" Hikari melihat Haku dengan tubuh yang terluka di bebarap bagian....
..."Aku hanya butuh istirahat saja, Hikari. Tidak perlu cemas. Tentu aku tidak akan mati dengan hanya kekuatan itu saja." Haku tersenyum dimana posisinya benar-benar sangat lemah....
..."Kau itu hampir mati bodoh. Tenagamu itu seperti lilin yang sudah kehabisan energinya." Lui Zang pun menghampiri Haku sambil duduk berlutut dan menepuk pundak kiri Hikari....
...Hikari saat itu melihat lengan Hikari terluka akibat awal serangan pertama ketika Naga Hijau itu menghajar dirinya begitu cepat....
...Telapak tangan kanan Hikari di taruh di lengan kiri luka Haku yang membuat kulit indahnya terbakar di sisi luka itu dengan ada daging yang terlihat akibat kulitnya yang terkelupas....
...TIba-tiba ada cahaya biru terang dari telapak tangan Hikrai dan membuat luka itu seakan mulai tertutup....
..."Hah!" Haku terkejut....
..."Kenapa ini?" Hikari pun ikut terkejut....
..."Istriku.." Lui Zang pun ikut terkejut melihat hal itu....
...Liano, Si'ryu dan Mei yang melihat itu juga terkejut....
...Hikari seperti mentransfer energinya ke Haku dan dirinya mencoba memberikan itu untuk menutup lukanya....
...Akan tetapi.....
...Lui Zang menarik telapak tangan Hikari dengan cepat dari lengan Haku yang terluka....
..."Istriku, energimu jadi terserap cepat. Kau bisa kelelahan." Tatap serius Lui Zang....
..."Ehhh.. Kau benar... Lui Zang... Aku merasakan kekuatanku jadi terbagi lagi karena itu. Apa artinya aku bisa juga menyembuhkan orang lain?" Hikari bingung dan melihat telapak tangannya....
..."Jangan kau gunakan kekuatan itu saat kau sekarang sedang hamil, energimu sudah cukup terkuras di serap ketiga buah hati kita untuk mereka berkembang. Bisa berbahaya jika energimu benar-benar tidak tersisa." Lui Zang memegang kedua pundak Hikari dengan wajah khawatir....
..."Sepertinya kekuatanmu itu berguna untuk orang lain, Hikari. Tetapi kau tidak perlu melakukan itu kepadaku. Karena aku bisa sembuh dengan waktu singkat. Sebaiknya energimu kau simpan untuk ketiga bayi di dalam kandunganmu itu." Haku tersenyum....
..."Aku memiliki kekuatan penyembuh kah, Haku, Lui Zang? " Hikari menatap Haku lalu ke arah Lui Zang yang sedang memegang kedua pundaknya....
..."Aku rasa bukan penyembuh, tetapi mentrasnfer energi kekuatan yang membuat kau transfer itu lukanya menjadi hilang, yang artinya seperti meminjam energimu untuk memulihkan tenaga mereka. Memang seakan seperti penyembuhan, tapi kalau penyembuhan, energi yang kau sembuhkan masih lemah, tapi kau mentrasnfer energmu juga. Itu sangat luar biasa." Lui Zang langsung memeluk tubuh Hikari dengan lembut dan kembali bicara....
..."Jangan keluarkan kekuatan itu di saat kau sedang mengandung buah hati kita. Energimu sudah banyak terkuras dengan kehamilan ini dan aku merasakan sekali kekuatanmu cepat menurun dan dengan duduk santai seperti ini saja, energimu masih lebih banyak terserap. Kehamilanmu itu memang spesial, tetapi juga memiliki resiko. Aku tidak ingin kehamilan kamu ini sia-sia, istriku." Lui Zang tidak ingin hal itu terjadi dan dirinya mencium kepala Hikari....
...'Muchh..'...
..."Lui Zang.." Hikari memeluk dan memejamkan kedua matanya, merasakan hangatnya pelukan cint dari Lui Zang yang begitu peduli terhadap Hikari dan ketiga buah hati dalam kandungannya....
...Next.....
...Wah ada kekuatan baru lagi yang tampil....
...Semakin menarik atau bagaimana?...
...Silakan Like, Comment dan Vote sebanyak-banyaknya yah, agar penulis terus semangat menamatkan kisah mereka yang belum hampir setengahnya berjalan....
...Karena dunia yang di tinggali Haku dan Hikari itu sangat luas....
...Jadi jika ingin tau ada apa-apa saja selain wilayah selatan....
...Tetap tunggu dan selalu vote atau like, jangan malas yah.....
__ADS_1
...Terima Kasih....
... ...