Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 61: Insiden dan Nasehat Penting Haku.


__ADS_3

...Hikari mendapatkan pijatan lembut di kedua payudaranya oleh Lui Zang di saat mereka berdua sedang berendam dan saling membelakangi, dimana Lui Zang tepat di belakang Hikari yang sedang bersandar di sisi pinggir kolam itu....


..."Haaahhh.. Lui Zang... Uhhh.." Hikari tidak tahan rasa sensitifnya yang lebih di saat dirinya tengah hamil itu....


...Kedua kakinya ia rapatkan dan kedua tangannya menggenggam lengan Lui Zang yang sedang bergerak memainkan kedua payudaranya yang mulai tumbuh itu....


...Sesekali Lui Zang menyiduk air dari kedua tangannya dan menyiramkannya di atas dada Hikari....


..."Bagaimana pijatanku? Sepertinya kau sensitif sekali yah, Sayang." Ucap Lui Zang sambil melihat wajah Hikari dari belakang kirinya....


..."I-Iyah... Kehamilan ini tidak aku sangka menjadikan tubuh ini lebih sensitif." Lirik Hikari ke kiri dirinya dimana wajah Lui Zang berada di belakangnya....


...Tiba-tiba kedua tangan Lui Zang menyelam ke dalam air dan mengangkak kedua Kaki Hikari dengan mudahnya sedikit ia angkat ke atas....


..."Duduklah sambail aku memasukannya, aku sunggu tidak tahan melihat dirimu yang cantik ini, Sayangku." Tatap serius Lui Zang....


..."Ehh.. Ahhh.. Kyaahh... A-Apa tidak apa di masukan?" Tanya khawatir Hikari sambil menumpu kedua tangannya ke belakang tepat di atas perut Lui Zang yang kotak-kotak itu....


...Lalu Hikari merasakan bagian bawahnya termasuki dengan bercampur air hangat....


...Pundaknya ia angkat lebih tinggi dan merasakan sensai itu kembali....


..."Hummpp... Lui Zang.." Pipi Hikari memerah di kedua sisi....


...Lui Zang menggerakan tubuh Hikari ke atas dan ke bawah dengan pinggul miliknya yang sedang duduk di dasar kolam itu ikut bergerak....


..."Hangat... Rasanya hangat.." Ucap Lui Zang....


...Air dalam kolam pun mengeluarkan suara gemercik dan gelombang dimana tubuh Hikari di naik turunkan oleh Lui Zang dengan kedua tangannya....


...Sementara Hikari menumpu dan menggenggam kedua lutut Lui Zang yang muncul ke permukaan sedikit....


..."Ahh.. Ahh.. Hangatnya..." Meringis Hikari....


...Namun Lui Zang merasa tidak nyaman karena hangatnya dari air hangat kolam itu, akhirnya dirinya membalikan tubuh Hikari ke hadapanya....


..."Sayang, bisa kau melingkarkan kedua tanganmu ke leherku, kita akan keluar dari kolam ini dan main di dekat kamar mandi di dalam itu." Ucap Lui Zang yang memutar tubuh Hikari perlahan ke hadapan dirinya....


..."Hah? Ma-Maksudnya seperti ini?" Hikari melingkari kedua tangannya di leher Lui Zang dan saling berhadapan tubuhnya dimana, perutnya yang buncit itu sedikit tertekan....


...Lui Zang mengangkat tubuh Hikari dengan mengaitkan di bagian dalam lutunya sambil beranjak berdiri dan berjalan ke arah bilik kamar mandi kecil yang ada di dalam ruangan itu dengan masih posisi dimana miliknya masuk ke dalam milik Hikari....


..."Yohh... Pegangan... Aku akan menggendongmu." Lui Zang berdiri dengan Hikari di gendongannya dimana sedang saling berhadapan dan kedua milik mereka masih melekat satu sama lain....


...Hikari mengaitkan jari-jari tangannya di belakang leher Lui Zang dan sedikit memundurkan tubuhnya, karena perutnya sedikit tertekan dengan kedua kakinya terangkat oleh kedua tangan Lui Zang....


..."Hummmpp... Ahhh.." HIkari merasakan sensai yang begitu berbeda....


...Sampai di saat Lui Zang berjalan dengan posisi itu....


...Tubuh Hikari menggeliat sedikit dan kedua kakinya bergerak seakan mengeluarkan sesuatu dengan dahinya ia taruh di atas pundak kanan Lui Zang....


..."Huahhhh.. Ahhh..." Meringis Hikari dengan wajah yang terlihat semakin memerah....


...Lui Zang merasakan bagian bawahnya sedikit tertekan di saat yang sama dan dirinya tau kalau Istrinya itu sudah dalam posisi puncak....


...Perlahan Hikari mulai rileks tubuhnya saat di bawa oleh Lui Zang ke dalam bilik kamar mandi itu....


...Dalam kamar mandi itu, Hikari di dudukan dan di sandarkan di kursi panjang kayu dimana dalam kamar mandi itu hampir sama dengan yang ada di atas....


...Dengan posisi Hikari bersandar dengan kedua kaki terangkat mengangkang, Lui Zang memainkan bagian bawah milik Hikari dengan miliknya yang besar dan panjang itu sambil ikut memainkan kedua payudaranya dan perutnya yang buncit....


..."Lui Zang... Jangan lama-lama... Ahhh... Aku mulai pusing... Uhh.." Hikari mulai melemah tubuhnya dan Lui Zang tau akan hal itu....


..."Baiklah, ini akan singkat.." Ucap Lui Zang....


...Lui Zang mencium bibir Hikari dengan masih terus memainkan bagian bawah dan juga tubuh indahnya itu dengan kedua tangannya....


...Sementara Hikari pasrah mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar sambil memegang kedua pundak Lui Zang yang berotot dan halus itu....


...Tidak lama Lui Zang menekan tubuh Hikari lebih dalam sampai dirinya bersandar lebih ke dinding bilik kamar mandi kayu itu....

__ADS_1


..."Ehhh.. Ehhh.." Ringis Hikari yang memeluk tubuh Lui Zang sambil masih berciuman bibir....


...HIngga pada akhirnya Lui Zang kembali ke titik puncak dan sejenak menahannya di dalam milik Hikari dengan masih berciuman dan tangan kanannya menggenggam erat payudara kiri Hikari....


...Perlahan Lui Zang melepas ciuman bibir itu dan mengeluarkan miliknya dengan cara memundurkan tubuhnya dari bawah Hikari....


...Lantai kayu kamar mandi kecil itu ternodai dengan kesucian milik Lui Zang yang keluar bergitu banyak dari dalam milik Hikari dengan hampir seluruhnya berwarna putih dan warna hitamya jarang dimana tidak seperti sebelumnya....


...Lui Zang melihat itu dan tubuhnya seakan perlahan di rasakan hampir lebih baik setelah berhubungan dengan Hikari....


...Hampir Lui Zang merasakan kalau kekuatannya mulai pulih dari kutukan itu....


...Hikari tersandar lemas dengan kedua kaki terbuka....


..."Hahh..Hahh.Hahh.." Hikari bernafas cepat....


...Lui Zang melihat seakan dirinya memaksakan Hikari dan tidak menaha nafsunya sampai melihat Hikari terbaring lemas seperti itu dengan perutnya yang buncit....


..."Sayangku... Maaf..." Lui Zang menggendong Hikari tanpa basa-basi dan langsung keluar dari bilik kamar mandi itu untuk menaruhnya kembali di kolam air hangat....


...Hikari tentu lemas dan dirinya berpegangan kembali di leher Lui Zang....


...Lui Zang menaruh Hikari kembali di sandarannya, namun kali ini ia sampingkan tubuhnya dan membasuhkan air hangat itu ke tubuh Hikari dan tidak ingin lagi membebani tubuhnya itu yang sedang hamil....


...Air hangat itu di ciduk oleh tangan Kanan Lui Zang dimana tangan kirinya menyangga tubuh Hikari yang sedang duduk menyamping di atas tubuh Lui Zang yang melihat wajah Hikari yang kelelahan....


...Sesekali Lui Zang membasuh wajah Hikari dan Hikari balik membasuh wajah Lui Zang dengan kedua tangannya....


..."Maaf aku memaksakan dirimu. Padahal hari ini kita akan berpiknik keluar kerajaan." Ucap Lui Zang yang merasa bersalah selalu mendahulukan nafsunya karena melihat cantiknya Hikari yang tidak lagi berbusana....


..."Tidak apa, Lui Zang... Aku tau dirimu sebagai laki-laki... Coba lain kali tolong biarkan aku menikmati sedikit waktu kita bersama seperti saat dirimu merawatku ketika itu. Tenagaku semakin banyak terserap oleh bayi kita dan sekarang pun aku juga belum makan, aku merasa kelelahan walau sebentar saja." Lirik lemah Hikari....


...Lui Zang mulai merasakan kalau memang dirinya berlebihan dan bahkan sampai saat itu dirinya tidak berhasrat dan bagian bawahnya turun perlahan....


...Lui Zang memeluk Hikari dengan lembut di saat mereka berdua sedang berendam air hangat itu....


..."Maafkan aku, sayangku... Maaf." Lui Zang merasa kasihan dengan kondisi Hikari yang harus menahan hasrat dirinya itu dengan pasrah walau dirinya tau harus bisa menahan agar bisa tetap sadar dalam posisi itu....


..."Sayang? Hei... Sayang?" Lui Zang menatap serius wajah Hikari yang memerah itu....


...Sontak Lui Zang langsung menggendong Hikari keluar dari air dan dirinya taruh sejenak di dekat sekat pembatas untuk menutupi tubuh dirinya dan tubuh Hikari....


...Setelah itu dirinya kembali menggendong Hikari dan berjalan cepat ke arah pintu dengan wajah panik....


...'Brakk.' Pintu itu pun di buka keras....


..."Cepat panggil perawat kerajaan perempuan! istriku sepertinya pingsan!" Panik Lui Zang sambil memerintahkan pengawal di dekat pintu dan pengawal lainnya yang tepat di dekat Lui Zang berada....


...Lui Zang langsung bergegas ke arah perawatan tempat sebelumnya Hikari di rawat dengan rambut panjanganya yang masih basah....


...Lui Zang panik dan takut terjadi sesuatu kepada Hikari dan bayi dalam kandunganya....


...*****...


...Sementara itu di dekat dalam luar dinding Kerajaan Lui Zang....


...Haku dan Liano sedang menunggu Hikari dan Lui Zang untuk pergi bersama dimana tentunya untuk membuka lahan dan latihan bersama Naga Hijau itu....


...Tapi mereka belum datang....


...Liano merasakan kalau tiba-tiba dirinya terhubung dengan Hikari yang tengah tidak sadarkan diri itu dan sedang di lakukan perawatan oleh Perawat kerajaan di dalam kamar khusus....


..."Aku merasakan Hikari seperti sedang tidak enak badan, aku bisa merasakannya walau samar." Ucap Liano sambil melihat ke dalam kerajaan Lui Zang berada....


..."Hikari? Liano, ayo kita susul dia." Ucap Haku yang sudah cantik dengan pakaian seksi berwarna merahnya dengan kedua roknya terbuka di tengah dan memperlihatkan kakinya yang putih dan cantik dimana pakaian itu juga tanpa lengan dan memperlihatkan lengannya yang kecil dan putih....


...Liano dan Haku pergi ke arah Hikari berada dengan cepat....


...*****...


...Setelah Hikari selesai di periksa oleh perawat pelayan kerajaan dengan pakian khas seperti tabib dengan Dess lebarnya berwarna coklat dan pakaian lengan panjang abu-bau dan rambutnya yang pendek sambil membawa catatan di dadanya yang di dekap oleh tangan kirinya....

__ADS_1


...Lui Zang duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat wajah Hikari dan menggenggam tangan kanannya dengan kedua tangannya itu, dimana ada sebuah handuk basah di dahinya....


..."Istri anda kelelahan dan karena mungkin suhu tubuhnya naik karena hawa panas yang di dalam ruang mandi air hangat membuat dirinya pingsan, tetapi semuanya baik dan tidak ada cidera atau lainnya dengan kandungan istri anda. Tapi, Tuan Lui Zang, mungkin sedikit saran, jangan lakukan hubungan di dalam pemandian air hangat yah, apalagi istri anda sedang hamil besar dan karena dirinya ikut terangsang dan suhu tubuhnya jadi naik, makanya dia merasakan pusing dan akhirnya tidak sadarkan diri. Saya meminta maaf, karena tadi sempat saya lihat bagian bawah istri anda masih menyisakan sesuatu milik anda dan sudah saya bersihkan tentunya. Sekarang sudah di kompres dengan air yang tidak terlalu dingin dan dia butuh istirahat sesuai tubuhnya yang di butuhkan, nanti dirinya akan tersadarkan kembali." Ucap Perawat perempuan kerajaan itu....


..."Bgeitu rupanya, baiklah. Aku tidak akan mengulangi hal itu lagi dan aku akan hati-hati." Lui Zang merasa lega dengan kondisi Hikari yang baik walau harus pingsan....


...Tapi dirinya merasa jahat kepada istri tercintanya itu....


..."Saya permisi dahulu dan kalau bisa, setelah dirinya sadar, berikan makan untuk mempercepat pemulihan tenaganya, bayi dan tubuhnya membutuhkan itu, Tuan Lui Zang." Perempuan perawat kerajaan itu pun keluar....


..."Hikari, sayangku.." Lui Zang merasa bersalah sekali saat itu....


...Telapak tangannya di genggam lembut oleh Lui Zang dengan kedua tangannya....


...Sesekali dirinya mengelus perutnya yang buncit itu yang menjulang ke atas seperti bukit....


..."Maafkan Ayah yah, Sayang. Ibu kalian pingsan gara-gara Ayah yang bodoh ini." Ucap Lui Zang ke arah perut Hikari yang besar itu sambil mengelusnya....


...TIba-tiba Haku datang dengan Liano yang melihat dari jendela dengan cara terbang....


..."Lui Zang, ada apa dengan Hikari?" Tanya Haku panik....


..."Hikari, apa dia sakit?" Tanya Liano yang melihat dari luar jendela yang sedang terbang dengan kedua sayapnya....


...Lui Zang melihat Haku dan Liano lalu menjelaskan semuannya....


...*****...


...Haku lalu duduk bersama Lui Zang di tengah kursi ruangan dimana ada dua bangku kayu tersedia dengan meja bulat tentunya....


...Haku merasa sedikit kesal dengan apa yang tadi di ceritakan oleh Lui Zang, tapi karena dahulu Haku juga seorang laki-laki, dirinya paham hasrat itu....


..."Sebenarnya aku ingin marah kepadamu, tapi aku tau kau itu seorang laki-laki dan kau butuh itu. Tapi untuk sekarang, sebaiknya kau lihat situasi dari Hikari bagaimana, apalagi dirinya sedang hamil. Walau mungkin dirinya tidak menolak dan terlihat diam, tapi kau harus memperhatikan dirinya juga setelah selesai bermain, apakah aman atau membuatnya jadi terbebani tubuhnya?" Ucap Haku dengan nada lembut sambil melihat Lui Zang yang tertunduk merasa bersalah....


..."Kau benar, Haku. Mengenai 20% diriku yang hanya membuahinya memang fakta, sisanya harus membebani tubuh istriku yang lemah itu. Aku benar-benar harus banyak belajar lagi setelah kejadian ini." Tatap Lui Zang dengan tanpa senyuman di wajahnya sambil melihat ke arah Hikari yang terbaring di atas tempat tidur....


..."Harusnya kau begitu, jadikan ini pelajaran dan sebaiknya kau sebagai suaminya lebih peka apakah Hikari terlihat ingin atau dirinya pasrah melayanimu, kalau itu sampai terjadi di saat dirinya pasrah jangan kau lakukan, bisa saja Hikari merasa tidak enak badan atau sedang tidak mood. Walau dirinya menerima, tapi kasihan juga jika dirinya terus yang harus mengalah demi dirimu." Tatap serius Haku ke Lui Zang....


..."Sebaiknya kau lebih memperhatikan majikanku itu, Lui Zang. Jika sampai Hikari tersakiti, lebih baik serahkan dirinya kepada kami, karena sebenarnya juga kami telah menyerahkan dirinya kepadamu karena cintamu yang besar itu." Ucap Liano dengan tegas....


..."Menyerakan dia kepadaku?" Tanya balik Lui Zang ke arah Liano....


..."Kami menyerahkan dirinya ke dirimu karena kau menyayangi dan mencintainya tentunya, mungkin dirinya juga belum paham masalah cinta dan tidak berani menolak dengan perlakuan dirimu, tetapi jika nanti jatuhnya lebih buruk, lebih baik kami berdua yang akan mengurus dirinya." Jawab Haku....


...Tentu Lui Zang merasa tidak terima jika itu terjadi, tetapi satu sisi, memang dirinya bersalah....


..."Aku sudah mengambil pelajaran dari kejadian ini dan walau dirinya sudah dekat dengan diriku, aku belum bisa memahami dari sisinya. Aku akan lebih memperhatikan dirinya lebih dari ini dan aku tidak rela jika kembali harus menjauh dengan dirinya." Tatap serius Lui Zang ke arah Haku....


..."Hikari juga mungkin sudah nyaman di sisimu, tentu aku juga tidak tega membiarkan kalian berpisah lagi dan mungkin Hikari akan menolak, tapi sekarang kau harus ingat kalau dirinya sudah ada di genggaman tanganmu dan perhatikan dia, sampai bayi yang ada di dalam perutnya lahir. Jangan sampai kehamilannya itu sia-sia di tengah jalan. Kau mengerti bukan maksudku, Lui Zang." Tatap balik serius Haku dengan ancaman yang mungkin terjadi jika dirinya kembali lalai....


..."Aku tidak ingin hal itu terjadi dan aku pastikan bayi itu akan aku jaga sampai lahir kedunia ini." Lui Zang membayangkan sisi terburuk dimana kehamilannya Hikari itu bisa saja akan gugur di tengah jalan dan dirinya tidak ingin itu terjadi akibat kelalaian dirinya....


..."Kalau begitu, mulai sekarang kau lebih melihat dari sisinya. Untuk masalah yang kita bicarakan sebelumnya, kita batalakan saja jika Hikari tidak bisa ikut." Tertunduk Haku dengan rasa kecewa....


...Akan tetapi....


..."Kita tunggu sampai dirinya siuman. Jika dirinya berkata tidak ikut, maka mari kita batalkan dan ganti ke hari libur selanjutnya." Ucap serius Lui Zang dan beranjak dari tempat duduknya itu menuju kembali ke tempat Hikari berada, yang sedang terbaring di tempat tidur dengan handuk basah di dahinya....


..."Baiklah." Jawab singkat Haku....


...Next......


...Untunglah tidak terjadi sesuatu kepada Hikari yah....


...Penasaran dengan kelanjutannya?...


...Silahkan Like comment dan Vote yah, jangan lupa....


...Agar Penuli terus semangat....


...Terima Kasih.....

__ADS_1


__ADS_2