Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prisma 76: Festival Api Abadi di Mulai.


__ADS_3

...Malamnya di istana Lui Zang....


...Hikari dan Lui Zang sudah berada di dalam kamar kedua mereka dengan perapian yang sudah menyala dengan api milik kekuatan dari Tuan Han Wei....


...Membuat ruangan itu jauh lebih hangat di bandingkan sebelumnya dari api biasa walau harus ada bahan bakar kayu, tetapi daya tahan api itu lebih lama untuk mengabiskan kayu sebagai perantara dirinya menyala....


...Saat itu Hikari sudah tengah terbaring celentang di atas tempat tidur....


...Tubuhnya setengah tidak berbusana dimana dirinya masih mengenakan Dress yang terbuka hanya di tengah tubuhnya....


...Memperlihatkan bagian tengah tubuh dan perutnya yang menggunung....


...Dimana di bawah kedua kaki Hikari yang terbuka lebar dan menekuk seperti posisi ingin melahirkan, ada Lui Zang yang juga tidak berbuasan satu pun di tubuhnya sedang melihat indahnya tubuh Hikari dan perutnya yang buncit....


...Sampai Lui Zang mengelus perut dengan kedua tangannya secara memutar....


..."Perutmu semakin besar saja, Sayang." Ucap mesra Lui Zang....


..."Ehh.. I-Iyah.." HIkari melirik ke arah kanan dengan wajah malu-malu, dimana sudah siap dengan apa yang akan Lui Zang lakukan di malam itu bersama bayi di dalam kandungannya....


..."Ruangan ini sudah hangat bukan kau rasakan?" Lui Zang menundukan wajahnya ke bagian bawah milik Hikari dengan tangan kanannya ia tarik mengarah ke bawah dirinya....


..."I-Iyah.. Ha-Hangat.. Hummpp.." Hikari menjawab dengan perasaan jantung berdebar dan darahnya mulai naik setelah ada sesuatu yang ada di bawahnya mulai merasuk perlahan ke dalam miliknya....


..."Kalau begitu aku mulai yah... Uhhh.." Ucap Lui Zang yang mencoba terus mendekatkan pingganggnya di antara kedua Kaki Hikari sambil memegang perut Hikari yang buncit....


...Hikari menggenggam bantal yang ada di bawah kepala dengan kedua tangannya dan perlahan mengangguk....


...Bersiap dengan tubuh Lui Zang yang akan memberikan kehangatan sebagai seorang suami kepada istrinya....


...Tirai dalam pintu keluar tempat tidur itu Lui Zang tutup dengan tangan kirinya dan di mulai lah kehangatan itu di dalam kamar yang tenang....


...Dengan iringan salju yang terus turun lebat di malam itu....


...*****...


...Naga Hijau milik Lui Zang dan Haku sedang mengamati di atap menara arah Barat bersama dimana tubuh mereka hampir juga tertutup salju karena malam musim dingin yang lebat....


..."Si'ryu, apa kau merasakan sedikit kejanggalan mengenai 4 pilar yang datang ke istana ini?" Tanya Liano....


..."Aku? Tidak, mereka hampir sama seperti sebelumnya?" Jawab singkat Si'ryu yang bagian atas tubuhnya sudah tertutup salju dan tubuh panjang besarnya melilitkan di menara tersebut secara hati-hati....


..."Suasana di kerajaan ini begitu hangat saat api milik Orang itu di bagikan ke penjuru tempat." Ujar Liano mengatakan itu dimana ia merasakannya juga....


..."Itu lah yang akan di selenggarakan besok, festival api abadi dimana kekuatan Tuan Han Wei akan di sebarkan melalui kekuatan Tuanku. Sekarang Tuanku sudah bisa menggunakan kekuatan yang di turun temurunkan saat dimana Wilayah Timur dan Selatan bekerja sama di generasi pertama awal dan mereka juga sahabat seperti Tuanku dan Tuan Han Wei yang kau lihat." Kata Naga itu dengan sambil matanya berkeliling melihat sekitar wilayah kerajaan dari atas atap yang sudah tertutupi salju dari ketinggian menara tersebut....


..."Sebelumnya itu, saat Lui Zang masih terkena kutukan bukan?" Tanya kembali Liano....


..."Iyah.. beberapa tahun itu Tuan Lui Zang hanya bisa fokus ke wilayah sekitar terdekat kerajaan saja, jadi maka itu para prajurit di perintahkan membawa api dari Han Wei untuk ke desa-desa lainnya agar mereka juga merasakan hangat karena api abadi dari mahluk seperti diriku di dalam dirinya." Si'ryu tersenyum dan melihat Liano yang sedang berdiri di atas menara juga samping kirinya....


..."Memang api itu sangat menghangatkan dan bahkan salju selebat ini pun seakan tidak terasa lagi dinginnya seperti sebelumnya." Liano mengakui hal tersebut dan memang dari api-api itu ia melihat kekuatan aneh....


..."Begitu lah, Tuanku dan Tuan Han Wei menjalankan kerjasama untuk kebaikan antara wilayah masing-masing yang mereka jaga, jadi tidak ada yang di rugikan dan malah saling menguntungkan." Si'ryu lalu menaikan dirinya sedikit lebih tinggi dan kembali matanya berkeliling melihat wilayah selatan kerajaan itu di penuhi salju dan cahaya api dari obor dan asap dari cerobong perapian rumah-rumah kota mau pun desa....


...Tiba-tiba Liano mendengar suara rintihan Hikari yang berasal dari kamarnya....


..."Kyahhh.."...


...Liano langsung melirik ke arah kanannya dimana terlihat menara tempat Lui Zang dan Hikari berada....


..."Hikari.." Kata Liano bisik....


...*****...


...Dalam kamar Hikari....


...Hikari sudah terbangun dari tempat tidur dan terlihat tangannya menyangga tubuhnya yang menghadap ke bawah tempat tidur dengan dahi yang sudah berkeringat....


...Kedua tanganya menggenggam erat bantal di dekat wajahnya....


..."Pelan-pelan.. Lui Zang.. Kyahhh.. Aku merasakan tersentuh terus di bagian dalam.. Hmmm..." Hikari memejamkan kedua matanya dengan pakaian Dressnya menutup bagian atas punggung belakang dan lengan tangannya....


...Terlihat tubuhnya maju dan mundur dalam posisi menungging....


..."Hhhaaaaahhh..Hmmm..." Hikari menahan rasa itu sambil terus mencengkram samping bantal di dekat wajahnya....


...*****...

__ADS_1


...Kembali ke atas menara di arah kiri....


..."Biarkan mereka berdua dalam situasi yang membuat mereka bahagia." Ucap Si'ryu yang merasakan energinya terambil sedikit demi sedikit dan merasakan kalau memang Lui Zang sedang ingin melakukan hal itu....


...Dengan suana dingin, tentu mendukung sekali sampai dirinya menyerap energi dari Si'ryu untuk sekedar bermain dengan Hikari yang tengah hamil besar itu....


..."Ehhh... Kau itu benar-benar tidak khawatir sama sekali yah terhadap Majikanku yang tengah hamil dan di posisi itu. Aku khawatir jika sampai terjadi sesuatu." Ucap Liano dengan menyipitkan kedua matanya dan menatap datar ke wajah Si'ryu di samping kanannya....


..."Kehamilan seorang perempuan itu kuat dan kau pasti melihat energi yang menyelimuti bagian dimana bayinya berada, energi itu melindungi mereka dan tidak perlu khawatir jika sampai tersentuh atau terkena cairan yang akan di keluarkan Tuanku, energi alaminya akan melindungi." Perlahan Si'ryu kembali terbang menjauh dan berpatroli....


..."Hmmm... Sepertinya memang begitu cara kerja kekuatan di dunia ini.." Liano tidak memungkiri memang apa yang di bilang Naga Hijau itu benar....


...Ketika itu tiba-tiba Liano seperti di perhatikan oleh seseorang dari balik dinding lorong bawah bawah tepat menuju ke menara lainnya di sisi kiri....


..."Hmm.." Liano langsung menatap ke kiri dan menurunkan dirinya dari atap melihat apakah benar dia sedang di perhatikan....


...Ketika Liano turun dan terbang ke sisi lorong dimana dirinya di perhatikan, ternyata tidak ada orang....


..."Aku merasakan diriku di perhatikan tadi. Apa Naga Hijau itu tidak merasakan ada sesuatu yang aneh?" Apalagi dirinya juga mencium bau seseorang yang ia kenal....


..."Sepertinya aku akan mengawasi di dekat Hikari berada." Liano langsung beranjak dari tempat itu dan langsung ke menara tempat Hikari dan Lui Zang berada....


...*****...


...Pagi pun tiba dimana Lui Zang dan Han Wei sedang berjalan bersama 4 pilar yang di bawa oleh Han Wei juga Hikari yang ikut ingin melihat proses Festival api abadi itu bersama Nam yang mendampingi dirinya....


...Namun Nam merasa ada yang aneh dengan Hikari....


..."Apa nona semalam tidur nyenyak? Terlihat anda sepertinya masih lelah." Tanya Nam yang sedang menuntun Hikari....


..."Ehh.. Ahh iya... Hehehe.." Hikari tidak bisa bilang kalau semalam Lui Zang bermain dengan dirinya sampai mengerahkan aura hijau kekuatan dari dalamnya dan membuat prosesnya lama, juga membuat Hikari sendiri kelelahan karena Lui Zang seakan benar-benar serius mengeluarkan hasratnya yang di pendam semalam itu....


...Dengan juga suasana dingin membuat Lui Zang jadi lebih banyak keluar dari sebelumnya di beberapa tempat tubuh Hikari....


...Sampai dirinya lemas dan tenaganya yang ia kumpulkan sewaktu istirahat tidur sebelum Lui Zang meminta, terkuras sepenuhnya dalam waktu hitungan menit....


...Lui Zang yang sedang berjalan dengan Tuan Han Wei melirik ke arah kiri tepat Hikari berada dengan senyum manisnya mengatakan kalau dirinya meminta maaf kepada Hikari dengan apa yang terjadi semalam....


...Hikari balik senyum dan mengatakan dalam hatinya tidak apa-apa....


...Tempat tidur mereka pun sekarang sedang di ganti oleh beberapa pelayan perempuan karena banyaknya noda dan air ketuban Hikari yang mengalir karena hubungan tersebut yang berlangsung lama....


...Bahkan sampai Hikari tidak tahan untuk buang air kecil saking lamanya Lui Zang bermain hingga beberapa kali....


...Sungguh malam yang melelahkan bagi Hikari dan Lui Zang dengan hasratnya....


...Namun Lui Zang sudah pulih, tapi tidak dengan Hikari yang energinya lagi-lagi terhisap karena bayi yang di dalam kandungannya....


...Mereka semua pun berkumpul di sebuah aula besar terbuka dimana Lui Zang dan Han Wei berada di sebuah tengah taman luas dengan area kolam kecil di atasnya ada 4 jembatan dan sebuah wadah besar yang terbuat dari batu giok hijau gelap di tengah jembatan itu....


...Para pelayan kerajaan sudah mempersiapkan kursi dan meja di dekat aula pinggir terbuka menghadap jembatan dan kolam itu untuk Hikari dan 3 Pilar yang ada untuk melihat proses dari dalam aula yang terbuka itu....


...Nam membantu Hikari duduk dan dirinya berdiri di samping kanannya....


..."Perlahan, Nona Hikari." Nam menduduki Hikari perlahan....


..."Terima kasih, Nam." Tersenyum Hikari....


...Kemudian ada Liano melihat dari atas atap aula tersebut....


...Para ketiga pilar di persilahkan duduk dan terlihat mereka selalu membawa senjata yang mereka kenakan dan menaruhnya di belakang kursi atau di samping meja yang tersedia....


...Seluruh wilayah kerajaan sudah di nyalakan api abadi dari Tuan Han Wei, dimana walau sudah siang dengan angin kencang berhembus pun, api itu tetap di nyalakan dan membuat hangat seluruh kerajaan karena hawanya....


...Tuan Han Wei pun memakai jubah apinya, Lui Zang dalam konsentrasi dan mereka berdua berdiri saling menghadap di sebuah wadah batu giok hijau yang seperti pot besar di tengah jembatan yang bawahnya ada kolam yang tidak membeku airnya....


..."Aku akan mulai, Han Wei." Tatap serius Lui Zang dengan perlahan aura hijaunya nampak menyelimuti tubuhnya perlahan dari tengah tubuhnya sampai ke atas dan bawah dirinya....


...Bahkan kedua matanya menyala Hijau....


..."Aku juga siap, sahabatku. Tunjukan kekuatan aslimu kembali." Han Wei tersenyum lebar....


...Lui Zang mengarahkan kedua telapak tangannya ke dalam wadah Giok besar itu, lalu di tengah antara telapak tangannya, terkumpul energi besar berwarna Hijau terang yang membentuk bulat dan bergerak seperti gumpalan air....


...Lui Zang mendorong kekuatan Hijau tersebut dengan tangan kanannya dan di masukan ke dalam wadah itu....


...Kemudian Energi cahaya hijau itu seperti bersinar dari dalam kolam dan terlihat cahaya itu merambat ke luar kerajaan dengan sejajar 4 jembatan kecil yang di antara keduanya mereka pijak....

__ADS_1


...Hikari melihat kekuatan Lui Zang yang meluap-luap dahsyat dengan senyum manisnya memperhatikan dari dalam aula bersama 3 pilar yang duduk di sisi kiri mereka dan jaraknya agak jauh....


..."Ayah kalian bertiga benar-benar seorang yang kuat." Ucap Hikari kepada diri sendiri dan ketiga bayinya, dimana dirinya mengelus perut buncit dengan tangan kanannya....


...Seakan Hikari ingin memberitahu kepada bayi di dalam tubuhnya kalau mereka memiliki Ayah yang kuat....


...Nam pun tersenyum melihat ekspresi Hikari dan Tuannya yang sudah pulih dari kutukan Naga Hitam tersebut....


...Lalu Han Wei menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan....


...Hawa sekitar semakin hangat dan salju yang turun sampai tidak menyentuh lagi sekeliling mereka berdua sampai antara jarak dan aula itu berada....


...Han Wei konsentrasi penuh dan tubuhnya langsung terselimuti api berwarna merah hingga dirinya membentuk penuh hewan legenda burung Phoenix dengan 8 Ekor yang unik memanjang di antara ekornya tersebut....


...Kedua tangannya berubah menjadi sayap api dan ada motif bulu burung terbakar seperti bentuk yang ada di ekor hewan merak namun dengan warna kuning menyala....


...Tubuhnya pun jadi besar hampir seperti Liano....


...Salju di area taman seketika mencari dan menguap, namun tidak panas sama sekali....


..."Kalau begitu aku akan masuk ke dalam wadah ini sambil menyebarkan api abadiku ke penjuru wilayah yang sudah kau rutekan dan tandai dengan kekuatanmu....


...Lui Zang seperti membuat lorong dari kekuatanya yang terhubung ke desa-desa untuk menyalurkan api abadi Han Wei yang akan masuk ke rute tersebut....


...Han Wei lalu terbang ke atas langit lalu menukik cepat sambil menutup kedua sayapnya....


...Lui Zang masih menggunakan kekuatanya dan melihat ke arah Hikari yang menonton proses tersebut....


...'Busshhhh..'...


...Sebuah cahaya terang sekejap muncul saat Han Wei mulai masuk ke dalam wadah giok tersebut yang menyala akibat kekuatan Lui Zang....


...Han Wei masuk ke dalam wadah besar Giok dan seketika awal tadi cahaya yang menjalar di dalam tanah hijau, sekarang becampur dengan cahaya kuning dan juga menyebar....


..."Hebat.." Kagum Hikari....


...Tidak menunggu beberapa lama, api pun menyembur sampai ke atas langit begitu tinggi sampai bisa di saksikan dari wilayah kerajaan....


...Terdengar suara sorak-sorai warga gembira....


...Ternyata di bebarapa tempat kota terdapat giok yang sama seperti yang ada di kerajaan Lui Zang tersebut....


...Para warga kota dan desa ramai-ramai mengambil api itu dengan sebatang kayu dan menaruhnya ke rumah atau jalan-jalan mereka agar hangat....


...Anak-anak hanya bisa melihatnya dari kejauhan karena di larang untuk memainkan api abadi tersebut....


...Cahaya Hijau itu membentang dari pusat wilayah Lui Zang berada sampai ke desa-desa kecil, jalan yang di buat Lui Zang, sampai ke pesisir pantai seluruh wilayah Selatan yang sebelumnya Lui Zang buka wilayah itu dengan kekuatanya....


...Api itu pun menyebar dengan Han Wei masih terus berjalan di bawah tanah mengikuti rute yang di buat oleh Lui Zang dengan kekuatannya....


...Warga desa dan prajurit penjaga desa begitu senang api abadi itu akhirnya di sebar dan bisa menghangatkan mereka untuk satu bulan kedepan melewati musim dingin yang bisa sewaktu-waktu semakin berat....


...Walau hawa dinginnya mulai berkurang, tetapi tetap mereka butuh pakaian hangat karena api itu hanya menghangatkan sekitar, tidak menghilangkan rasa dingin di tubuh....


...Misalkan mereka berjalan di salju tanpa alas kaki, mereka akan merasakan dingin juga....


...Intinya di sekitaran api di dekatnya akan hangat walau tidak sampai membuat salju itu meleleh sepenuhnya....


...Warga desa bersuka ria dan pesta merayakannya dengan makan-makan dan di berikan api abadi tersebut untuk mereka, dimana rasanya jauh lebih enak jika di bakar oleh api milik Han Wei yang di bagi ke seluruh wilayah selatan....


...Itu lah Festival Api abadi yang akan berakhir setelah musim dingin selesai dan api itu perlahan padam sesuai kekuatan Lui Zang dan Han Wei turunkan....


...Mereka bebas merayakannya dengan cara makan-makan atau menari bersama di beberapa tempat yang menyediakan perapian besar, juga kebanyakan mereka akan pesta di bar-bar sekitar....


...Tidak lama Han Wei kembali, melompat dari wadah itu dan dirinya menapakan kembali kedua kakinya yang tidak lagi sepenuhnya berubah menjadi burung Phoenix dengan 8 ekor yang panjangnya di antara ekor utamanya....


..."Akhirnya selesai." Tersenyum Han Wei yang kembali api itu menjadi jubah api menutupi tubuhnya tanpa mengenakan pakaian....


..."Hmmm." Lui Zang tersenyum....


...Next.....


...Jika sudah update silahkan lanjut, tapi jika belum silahkan tunggu yah....


...Terima Kasih....


__ADS_1


__ADS_2