Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic Cinta 54: Hasrat Cinta Hikari 2 dan Pertarungan malam Haku.


__ADS_3

...Malam yang semakin larut itu....


...Dimana Hikari dan Lui Zang berada di dalam kamar dan sedang saling menghangatkan diri dengan kedua tubuh mereka....


...Hikari yang terduduk bersandar di kursi dan kedua kakinya di sangga ke atas sampai ke lengan kursi tempat ia duduk itu dengan kedua tangan Lui Zang....


...Hikari merasakan bagian bawahnya terbuka lebar dan telah di masuki kesucian milik Lui Zang....


...Hikari hanya bisa melihat perut Lui Zang yang berotot itu sampai menyentuh perutnya yang buncit dengan Lui Zang juga menatap dirinya....


..."Aku mulai, sayang." Ucap bisik Lui Zang....


..."I-Iyahh.. Uhhh.." Jawab gugup Hikari dengan wajah yang memerah....


...Lui Zang menggerakan pinggulnya ke belakang dan ke depan perlahan sambil melihat bagian bawah Hikari yang begitu imut dan lucu....


..."Milikmu jadi terhimpit oleh perutmu yang besar, sayang. Uhh.. Itu membuatku ikut merasakan rasa sempitnya dan lebih hangat." Ucap Lui Zang dengan gerakan pinggulnya yang tertatur lembut....


...Hikari menggerakan tumpuan kakinya namun tidak bisa merapatkan kedua kakinya karena di sanggah oleh kedua lengan Lui Zang yang besar dimana dirinya mulai dalam kembali ke titik puncak....


..."Aaahhhh... Huuhhhh..huhhh... Huummp.." Hikari mencoba mengatur nafasnya sambil memegang kedua lengan Lui Zang yang sedang menumpuk kedua kakinya dan berpegangan di tangan kursi tersebut....


...Dalam posisi terduduk sambil bersandar di kursi itu, Hikari tidak bisa berbuat banyak....


...Sesekali Hikari mengelus perutnya dengan kedua tangannya dan juga mencengkram bagian tangan kursi atau pun sandaran kursi....


..."Ahhh... Ahhh..." Desah Hikari....


...Lui Zang lalu melepaskan kaki kiri Hikari yang ia sanggah sampai ke atas tangan kursi itu dan tangan kanan yang menyangga tersebut ia gunakan untuk memainkan kedua payudara Hikari yang sudah tumbuh besar....


...Hikari menurunkan kakinya kirinya itu ke lantai....


..."Uhh..Uhh.. Begitu kenyal dan hangat... Pasti dadamu itu sudah mulai memproduksi ASI untuk bayi kita ini yah.." Ucap Lui Zang yang terus konsisten gerakannya....


...Hikari sedikit meronta dan menggeliat tubuhnya untuk menghindari milik Lui Zang yang menyentuh tepat ke dalam rahimnya berada, karena itu membuat semakin jauh sensitif....


..."kyaahh.. Ahh.. Terlalu masuk... Uhh.. Dalam posisi ini.. Ahhh..." Ucap Hikari yang gelisah namun menikmatinya....


...Kemudian tangan kanan Lui Zang mengelus perut Hikari yang buncit itu dan tubuhnya ia sedikit bungkukan untuk mencium bibir Hikari sambil terus bermain....


...'Muchh..'...


...'Mucchhaahh.'...


...Hikari menahan suara ringisannya itu karena bibirnya di cium oleh Lui Zang....


...Posisi itu berlangsung lama dimana lagi-lagi Hikari kembali mencapai puncak dan lantai ternodai tetesan air bening dan sebuah cairan lengket putih ikut keluar....


...Hampir begitu lama di posisi itu dan Lui Zang tidak bosan memainkan tubuh Hikari yang indah itu bersama bayi yang ada di dalam kandungannya....


..."Sayang... Ahh.. Sayang.. Ssshh..Sshhh.." Lui Zang menyeka keringat yang ada di dahi Hikari dimana terlihat dirinya sudah kelelahan dan tidak banyak aktif gerak seperti tadi....


...Hikari hanya mencengkram lengan dan pundak Lui Zang yang begitu dekat dengannya sampai perut mereka beradu tanpa sehelai pakaian pun....


...Sampai pada akhirnya Lui Zang mempercepat gerakannya dan membuat Hikari ingin kembali terasngsang....


..."Ahhh... Ahh..." Meringis Hikari....


...Kaki kiri Hikari yang tadi di jatuhkan oleh Lui Zang kembali ia sangga sampai ke atas tangan kursi dan tubuhnya sedikit ia bungkukan ke arah Hikari berada yang sedang bersandar di kursi dengan kedua kakinya terbuka....


..."Akan aku sudahi, sayang.. Aaahhh... Bertahan lah sedikit lagi... Uhh.." Ucap bisik Lui Zang....


...HIkari mengangguk dengan kepala yang menengok ke kiri dan ke kanan menahan klimaksnya itu sambil menapakan kedua tangannya di perutnya yang buncit....


...Dimana Hikari merasakan denyut jantung mereka mengikuti denyut jantung milik Hikari....


...Permainan Lui Zang semakin cepat....


...Hingga Hikari terlebih dahulu klikmas sampai dirinya kembali buah air kecil....


..."Haaaaaahhhh.."...


...Klimaksnya Hikari membuat semakin sempit area yang di masuki oleh Lui Zang dan seperti lebih menghimpit miliknya....


...Hingga dirinya kembali mengeluarkan kesuciannya di dalam milik Hikari dan menahan di saat miliknya masuk lebih dalam dengan sensai yang luar biasa....


..."Aku keluar... Ahhh.. Aahhkk.."...


...Hikari hanya menatap sayu Lui Zang dan merasakan bagian bawahnya kembali di masuki kesucian dari dalam milik Lui Zang dimana tepat hampir di bagian dalam rahimnya berada....


...Gigi Hikari saling beradu dan kembali tubuhnya gemetar....


...Lui Zang mencium Bibir Hikari yang masih posisi seperti itu....


...'Muchh..'...


...'Muchh..'...


...Lalu dirinya mengeluarkan miliknya dari dalam bagian bawah Hikari, dimana di ikuti kesucian yang di keluarkan oleh milik Lui Zang juga yang begitu banyak keluar dan mengotori lantai kamar tersebut....

__ADS_1


...Kedua kaki Hikari di turunkan dan Hikari bernafas terengah-engah sambil menyandar lemas di kursi tersebut....


..."Ahh..hahh..hahh.. Aku lelah... Uhh...." Ucap bisik Hikari yang kelelahan....


..."Tunggulah di sini, Aku kan mengambil air di baskom dan handuk untuk membersihkan bagian bawahmu." Ucap Lui Zang yang hanya memakai satu lapis jubah untuk menutupi tubuhnya....


...Tubuh Hikari yang hanya memakai kaos putih tanpa lengan dengan kancing atas terbuka memperlihatkan kedua payudaranya yang indah....


...Lui Zang menutupi tubuh Hikari dengan jubah besarnya lalu bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil baskom air dan handuk untuk membersihkan bagian bawah Hikari....


...Apalagi sampai dirinya buah air kecil....


...Namun karena energinya ikut terbagi dua di saat Hikari main dan mencapai klimaksnya hingga menguras tenaganya, di tambah juga ketiga bayinya menyerap energinya itu, membuat Hikari perlahan memejamkan mata dan hawa sejuk langsung membuat dirinya langsung bisa tertidur....


..."Ehh..." Hikari tertidur di kondisi tengah bersandar di kursi dimana tubuhnya hanya tertutupi jubah Lui Zang....


...Tidak lama Lui Zang datang membawa sebaskom air dan handuk putih basah lalu menutup pintu itu....


...Lui Zang melihat Hikari tidak bergerak dan kedua matanya terpejam....


..."Hikari..." Lui Zang langsung cepat menaruh baskom di tangannya itu dan memeriksa Hikari....


..."Hikari.. Kamu kenapa sayang?" Tanya Lui Zang sambil menepuk-nepukan pipi kirinya dengan lembut....


...Saat itu Hikari terbangun dan setengah sadar....


..."A-Aku... Le...Lah..." Jawab dengan terputus-putus....


...Lui Zang membuka jubah itu dan menaruh telinganya di dada kiri Hikari untuk mendengar detak jantung lalu memeriksa nafasnya....


...Setelah ia lakukan, ternyata memang seperti yang di bilang Hikari kelelahan dan sampai tertidur....


...Lui Zang tersenyum dan mengelus dahi Hikari yang sedikit masih ada keringat....


...Lui Zang kemudian mengambil baskom itu dan berlutut di bawah kaki Hikari yang memperlihatkan miliknya yang berwarna merah muda bercampur kulitnya yang putih....


...Lui Zang mencelupkan handuk putih kecil itu ke dalam air yang hangat ia ambil untuk membersihkan bagian bawah Hikari....


...Tangan kanannya memegang handuk itu dan tangan kirinya memegang lutut Hikari untuk di buka lebih lebar....


..."Aku akan bersihkan sayang." Ucap Lui Zang yang sudah siap ingin membersihkan bagian bawah milik Hikari yang cantik itu....


...Saat Handuk itu menempel, Hikari sedikit merespon dengan mengegerakan kedua kakinya sedikit, namun sebatas itu dan Lui Zang dengan lembut mulai membersihkan bagian bawah milik Hikari....


...Lui Zang sambil membersihkan milik Hikari dan juga melihat perutnya yang buncit tepat di atasnya....


..."Mereka bertiga akan lahir di tempat yang begitu cantik ini. Aku harap miliknya ini akan selalu cantik walau sudah melahirkan 3 bayi ku itu dari dalam rahimnya, agar aku bisa mungkin menambah kembali untuk kesekian kaliannya anak yang ingin aku miliki, kalau sampai kembar 3 lagi, itu membuatku senang." Lui Zang tersenyum membayangkan jika Hikari mau di hamili kembali setelah ketiga bayinya lahir....


...Tubuhnya begitu lemah, bahkan untuk aktifitas biasa pun cepat lelah, seperti sekedar naik turun tangga atau bolak balik ke kamar mandi....


...Lui Zang juga tidak menyalakan ketiga bayinya, karena mereka tumbuh tanpa mengetahui kalau mereka dalam satu perut yang sama....


...Sebagai seorang suami, dirinya memang harus memperhatikan dan lebih peka terhadap isrinya yang bisa mengandung 3 bayi tersebut, dimana kehamilan itu begitu jarang dan hampir tidak ada sama sekali....


...Setelah membersihkan area bawah Hikari dengan seksama....


...Lui Zang berdiri dan menaruh handuk yang sudah ternodai itu di pinggir baskom....


...Dirinya lalu memeluk lembut Hikari sambil mencium dahi dan bibirnya secara singkat agar tidak membangunkan dirinya....


...'Muchh..'...


...'Mucchh.'...


...Lui Zang meggendong tubuh Hikari dari tempatnya berada di atas kursi untuk di taruh di tempat tidur di dekat dinding kamar....


...Dengan lembut Lui Zang menaruh tubuh Hikari yang hanya berpakaian kaos tanpa lengan dimana hanya menutupi perut dan sebagian dadanya saja....


...Hikari tersenyum di kala dirinya tidur dan membuat Lui Zang ikut tersenyum, dimana dengan tiba-tiba Hikari bicara di dalam tidurnya....


..."Lui Zang, Aku mencintaimu." Ucap Hikari dalam tidurnya yang memiring ke arah Lui Zang berada di kanannya....


..."Aku juga sangat dan sangat mencintaimu, Sayangku, juga buah hati kita yang ada di perutmu ini." Lui Zang mengelus lembut perut Hikari yang besar menyamping itu ke arahnya dengan telapak tangan kanan....


...Selimut lalu di berikan oleh Lui Zang sampai menutupi atas dada Hikari....


...Sebelum Lui Zang tidur di samping dirinya....


...Kecupan di dahi ia kembali berikan....


...'Muchh..'...


..."Selamat tidur, Sayangku. Mimpi indah yah, bersama buah hati cinta kita." Ucap Lui Zang lembut sambil mengelus kepala Hikari....


...Lui Zang menarik selimut itu ke arahnya dan tidur sambil menghadap dekat wajah cantik Hikari itu sampai bisa menyentuh hidungnya dengan hidung mancung milik Lui Zang sendiri....


...Perlahan dirinya memejamkan mata sambil tersenyum dan memeluk satu tangan tubuh Hikari dengan tangan kanannya....


...Kemudian malam yang indah itu pun selesai dengan senyuman....

__ADS_1


...*****...


...Lalu di luar kerajaan Lui Zang berada....


...Dimana Haku sedang mengintai para pencuri keliling dengan gerombolannya yang begitu banyak yang bersiap mencoba menyerang desa di malam yang tenang itu yang tidak jauh dari wilayah kerajaan Lui Zang dimana mereka sedang berkumpul di dalam hutan sebelum mereka menyerang....


...Mereka semua menaiki tunggangan kerbau mereka dari yang kecil hingga yang besar berwarna hitam legam....


...Kerbau itu tentu memiliki tingkatan dan ukuran dimana jika kerbau itu warna emas, maka sudah di pastikan kuat, lalu silver, perunggu dan terakhir hitam di urutan terkuat....


...Beberapa penjaga kerajaan Lui Zang banyak yang berwarna silver dan di pakaiakan Zirah perang seperti prajurit agar memaksimalkan kekuatannya....


...Dimana latihan berat tentu bisa menjadi titik seperti itu....


...Namun pemilik satu-satunya Kerbau Emas, Lui Zang tugas kan dan jadikan pemimpin di penjara untuk memperketat penjagaan....


...Saat itu Haku bersembunyi di balik pohon....


...Saat mereka mulai bergerak....


...Haku melompat ke dahan pohon atas dan kembali lompat tinggi ke langit....


..."Aku akan coba menggunakan tangan kosong untuk meninju bumi." Haku mengepalkan tangan kanannya dan memanggil Reaper....


...Dengan cepat Reapernya melesat ke arah Haku dan terlihat di arah melesatnya itu bercahaya biru gelap seperti komet kecil jika di lihat....


...Lalu Haku bersiap untuk memijakan kakinya di Reapernya itu dan melesat kebawah....


..."HUAAAAAAAAA.... AKU MELESAAATT CEPAATTT." Ucap Reaper Haku yang terbang melesat cepat dengan berputar-putar....


...Haku berpijak dan langsung melesat ke bawah....


..."Cerewet sekali kau." Ucap Haku sambil tersenyum dan mengepalkan tangan kanannya....


..."HOOOIII... KAU SELALU SAJA MENINGGALKANKU DI RUANGAN ITU." Ucap Reaper yang kesal....


...'WUSSHHHHH..'...


...Haku melesat cepat sampai ada gemlombang angin dari pijakannya itu yang menyebar di langit....


..."HAOIII HAKU... DASAR SIALAN. MENTANG-MENTANG AKU SEKEDAR SENJATANYA SELALU SAJA SEENAKNYA DIA TINGGAL. AKU KAN CUMA INGIN BICARA.. YA AMPUN.." Gerutu Reaper itu yang melayang terdiam di udara....


...Haku tersenyum dengan melesat cepat ke tengah-tengah gerombolan pencuri keliling itu sambil ancang-ancang mendarat sambil memukul bumi dengan tangannya....


..."RASAKAN GELOMBANG PUKULAN TANGAN KANANKU INI." Ucap Haku sebelum menapakan dirinya di tanah....


...Kemudian....


...'DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR......'...


...'HUAAAAAAAAAAAAAAAA...' Teriak semua para pencuri keliling itu yang terhempas jauh....


...Para gerombolan pencuri keliling itu terhempas akibat pukulan Haku ke bumi dan membuat bebatuan ikut muncul dari dalam tanah dan merusak area sekeliling jalan....


...Kepulan debu pun menutupi tubuhnya yang kecil namun kuat itu....


..."Hahahaha.. Sepertinya memang hanya sebatas ini saja aku keluarkan. Memang kemampuanku harus di satukan dengan Reaperku itu." Tersenyum Haku sambil mengangkat kepalan tangannya di atas bumi dimana sudah membentuk lubang kawah kecil....


..."HOI HAKU... CEPAT TARIK AKU LAGI... APA KAU MAU PAMER KEKUATAN TANPA DIRIKU? KAU ITU TIDAK AKAN MAKSIMAL TANPA DIRIKU YANG BERHARGA INI.." Ucap Reapernya yang kesal....


...Para pencuri keliling itu mulai bersiaga dan mengepung Haku yang membuat gerombolan itu terhempas....


..."BERANI-BERANINYA KAU MELAKUKAN ITU KEPADA GEROMBOLAN KU." Ucap seorang laki-laki besar dengan dua tombak kayu di kedua tangannya dan menunggangi kerbauh hitam yang besar sebesar Liano dengan begitu marah....


...Dengan santai Haku yang di kepung itu tidak takut sama sekali....


...Saat itu ada anak panah yang mengarakan tepat ke kepalanya....


...Namun dengan santai Haku berakrobat memutar tubuh cantik dan kecilnya itu dan menedang anak panah tersebut dengan satu kaki kanannya hingga berbelok mengenai anggota pencuri keliling itu....


...'DASHH'...


...'SRUKK..'...


..."Ahhkk.." Laki-laki yang terkena anak panah dari serangan counter Haku langsung tersungkur walau tidak mengenai organ vitalnya yang bisa membuatnya langsung tewas....


..."Maju lah kalian semua. Aku akan menghabisi kalian dengan tangan kosong. Hibur lah aku di malam yang dingin ini." Ucap angkuh Haku dengan senyum manisnya....


..."HAHAHAHA... KALAU BEGITU BERSIAPLAH UNTUK KALAH DAN AKAN AKU JADIKAN KAU BUDAK PEMUAS NAFSU KAMI SEMUA. HAHAHAHA.." Jawab laki-laki besar itu yang menunggangi kerbau hitam tersebut....


...Dimana Haku yakin memang itu adalah pemimpin mereka....


...Next......


...Akhirnya Haku kembali menunjukan kekuatannya dan kali ini dengan tangan kosong....


...Selalu tunggu kelanjutan dari Kingdom of Prismatic ini....


...Terima Kasih....

__ADS_1


...Silahkan Like, comennet dan Vote jika berkenan....


__ADS_2