
...Xao Ba dan Mei Wong pergi menuju ke tempat Hikari dan Haku sedang singgah di sebuah penginapan di arah selatan....
...Xao Ba sambil memperhatikan seseorang di tempat dirinya berjalan dengan kedua matanya yang bisa melihat aura manusia yang memiliki kekuatan....
...Namun hasilnya, kebanyakan aura itu sangat tipis dan berbeda seperti yang di bilang oleh Lui Zang....
...Kemudian di penginapan....
...Hikari memilih untuk istirahat di atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya....
..."Aku istirahat sejenak."Ucap Hikari sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang nyaman dan empuk itu....
...Sementara Haku masih berbincang ria dengan para pengunjung kedai sambil minum-minuman seperti susu layaknya dahulu di dunianya, namun bedanya, minuman susu itu memiliki rasa yang berbeda dan alami layaknya hewan sapi, tetapi bedanya, beberapa jenis hewan seperti sapi itu yang mengeluarkan susu berbeda setiap spesiesnya, walau dalam kategori yang sama....
...Cukup unik sekali dan rasanya benar-benar jauh lebih penuh rasa dan ada yang rasa seperti susu alami juga, tapi tidak di sukai kalangan warga desa....
...Haku berbaur dengan wilayah area desa selatan itu dengan begitu cepat sampai banyak yang tau dirinya....
...Kemudian tidak lama, Xao Ba dan Mei Wang datang ke penginapan itu, dimana mereka melihat ramainya kedai itu....
...Xao Ba merasakan aura kuat dari Haku yang sedang duduk santai dan berbincang dengan pemilik penginapan itu....
..."Ada seseorang yang memiliki aura kuat di depan kita, Mei."Ucap bisik Xao Ba....
..."Apakah dia yang kita cari?"Tanya Mei dengan wajah tersenyum tipisnya....
..."Bukan, karena aura dari perempuan itu biru gelap dan terkesan jauh berbeda seperti yang di bilang tuan. Karena aura milik selir tuan berwarna putih bercampur biru langit yang tenang."Jawab bisik Xao Ba sambil menghampiri meja pemilik penginapan....
...Paman pemilik penginapan lalu beranjak dari kursi saat dirinya berbincang dengan Haku untuk menghampiri Xao Ba dan Mei Wong....
..."Apa anda ingin memesan sesuatu, tuan dan nyonya?"Tanya Paman pemilik penginapan itu dengan wajah ramah....
..."Kami ingin memesan kamar untuk dua orang satu malam dan makanan."Ucap Xao Ba sambil mengambil uang dari dalam kantung celanannya....
..."Baiklah, Harganya 6 Keping perunggu atau 3 perak."Jawab Paman pemilik penginapan itu....
...Xao Ba mengeluarkan 3 keping uang perak dan memberikannya kepada paman pemilik penginapan itu....
...Paman pemilik penginapan itu mengambil uang tersebut dan mengantar mereka berdua untuk ke kamar yang di pesan....
...Namun Xao Ba memilih untuk duduk di kedai dekat meja pemilik penginapan dengan ada Haku di sampingnya sedang bersandar di meja dan menghadap ke arah pintu kedai dengan senyum bahagianya telah merasakan kembali hidup di dunia yang belum ada teknologi ini....
...Mei Wong ikut ke atas bersama paman pemilik penginapan itu sambil bercanda dengan bayi perempuan lucunya....
...Hikari terbangun dan ingin menuju kamar mandi untuk buang air kecil tanpa mengenakan jubahnya....
...Ketika pintu itu di buka....
...Secara papasan Hikari melihat Mei Wong yang sedang di depan lorong bersama bayinya yang ia gendong....
...Mei Wong sontak melihat wajah Hikari yang cantik dan terlihat berbeda dari kebanyakan manusia yang ia lihat....
...Hikari tidak curiga dan merasa kalau Mei Wong itu adalah warga desa juga....
..."Maaf, permisi."Ucap sopan Hikari yang mau menuju kamar mandi dengan pakaian yang mewahnya....
..."Ahh.. Iya, maaf."Senyum ramah Mei Wong....
...Hikari bergegas ke kamar mandi....
...Paman pemilik penginapan itu tersenyum meneyringai melihat Hikari yang keluar dari kamar itu....
..."Ternyata perempuan yang selalu memakai jubah itu sangat cantik sekali. Hehehehe."Ucap Paman pemilik penginapan itu sambil membuka kunci pintu kamar yang di pesan oleh Xao Ba dan Mei Wong untuk singgah....
...Mei Wong juga berfikir kalau dirinya itu sangat berbeda sekali....
..."Apa perempuan itu adalah bangsawan atau apa?"Tanya Mei Wong kepada Paman pemilik penginapan....
..."Entah lah, tapi mereka berdua katanya pengelana dan temannya itu sangat kuat sekali. Kemarin malam, temannya itu menyiku seorang preman wilayah ini dan pada akhirnya dirinya menjadi baik setelah di tundukan oleh teman perempuannya yang kuat itu."Jawab Paman itu sambil membuka pintu kamar....
..."Hmmm... Jadi begitu."Mei Wong tersenyum dan kemungkinan besar kalau dirinya ini adalah selir dari Lui Zang yang ia cari....
__ADS_1
...Paman itu kembali ke bawah setelah mengantar Mei Wong ke kamar pesanannya yang tidak jauh dengan kamar dari Hikari berada....
...Mei sengaja menunggu di luar lorong sampai Hikari kembali dari kamar mandi....
...Tidak lama, Hikari keluar dengan wajah yang datar dimana masih memikirkan dirinya....
...Saat itu lah kesempatan Mei Wong mencoba mencari tahu kebenarannya....
..."Permisi Nona, bisa kah anda menggendong anak saya sebentar?"Tatap ramah Mei yang bersandiwara....
..."Ehhh.. Siapa? Aku?"Bingung Hikari sambil menunjuk dirinya sendiri....
..."Iya, anda, nona yang cantik. Bisa kah kamu menggendong bayiku ini sebentar dan ikut ke kamar. Karena aku sedikit kesulitan untuk mengambil pakaian dirinya dan kami, karena banyaknya bawaan kami ini."Mei mendekati Hikari dan langsung menyerahkan Bayi perempuannya itu di tangan Hikari....
..."Ehhh.. Tu-Tunggu... Aku belum berpengalaman menggendong Bayi."Ucap grogi Hikari dengan sudah ada Bayi perempuan dari Mei di gendongan tangannya itu....
...Bayi perempuan Mei itu terlihat tenang di gendong oleh Hikari dan merasa senang sambil tangan kecilnya mencoba meraih wajah cantik dari Hikari....
...Saat itu Mei kaget, karena Buah hatinya itu, tidak selalu bisa akrab dengan orang lain, dimana dirinya akan menangis jika di gendong orang lain dan selalu demikian....
...Mei melihat wajah Hikari dan berfikir kalau memang perempuan yang ada di depannya ini bukan perempuan biasa....
...Sampai dirinya memungkinkan kalau dirinya adalah selir dari Tuannya yang di cari....
..."Masuk lah dulu, Nona."Mei masuk ke kamar dirinya yang sudah di pesan....
..."Ehh.. Baiklah.."Bingung Hikari dimana dirinya ikut masuk ke kamar milik Mei bersama Bayinya yang tenang itu....
...Ketika di dalam kamar dan Mei pura-pura mencari baju untuk Buah hatinya dan pakaian ganti miliknya dari dalam tas....
...Mei dengan seksama melihat perempuan yang cantik itu yang tidak biasa kecantikannya....
..."Apa Nona adalah bangsawan? Pakaian Nona sangat cantik sekali, dimana wajah Nona juga teramat sangat cantik."Puji Mei kepada Hikari sambil tersenyum bersandiwara....
..."Ehh.. Pakaian ini? Ehh itu... Aku di berikan oleh orang lain."Jawab Hikari dengan berbohong tentunya....
..."Beruntung sekali kalau begitu seseorang yang memberikan baju itu kepada Nona. Apalagi Nona cantik sekali memakai pakaian itu."Mei mengambil baju kecil untuk Buah hatinya lalu duduk di samping Hikari....
...Hikari benar-benar tertipu dengan penampakan dari tangan kanan Lui Zang itu hingga tidak sedikit ada kecurigaan dari pikirannya....
..."Sepertinya anak ku itu begitu nyaman berada di gendongan mu, Nona Cantik."Senyum Mei sambil menggoda Bayinya yang sedang di gendong oleh Hikari....
..."Ehhh.. I-Iyah.."Hikari melihat lucunya bayi kecil itu di gendongan tangannya yang membuat dirinya merasa juga ingin memiliki seorang bayi....
...Mei kembali memperhatikan wajah Hikari sampai kakinya....
...Mei tidak menyangka ada seorang perempuan secantik dirinya hidup di dunia ini, dimana baru pertama kali dia seperti melihat seorang dewi yang tampak cantik di depan matanya....
..."Kalau boleh tau, Nama Nona siapa?"Tanya ramah Mei....
..."Ehhh.."Terkejut Hikari....
..."Ke-Kenapa? Tidak boleh yah jika saya mengetahui nama anda? Tidak apa jika anda tidak mau mengatakannya, sebagai rakyat kecil seperti saya ini memang tidak pantas menanyakan hal tersebut kepada Nona yang cantik dan berpakaian seperti bangsawan ini."Mei kembali bersandiwara layaknya warga desa biasa dengan wajah memelas....
..."Ahhh Ehh bukan begitu... Aku hanya tidak mau di kenal saja..."Jawab Kagok Hikari....
...Kemudian tiba-tiba Bayi milik Mei menangis dan dirinya tau kalau saat dirinya menangis tiba-tiba tanpa sebab, biasanya sudah waktunya memberi ASI....
..."Cup..cup.cup... Kamu sudah lapar yah sayang."Ucap Mei sambil mengambil bayinya dari tangan Hikari....
...Hikari tersenyum dengan melihat tingkah lucunya bayi itu....
...Kemudian Mei menggendong bayinya kembali dan dirinya menyikap bagian kanan pakaiannya sampai ke dada atas....
..."A-Apa yang ingin anda lakukan?"Tanya Hikari yang bingung dan merasa malu, karena masih ada sedikit sisi laki-lakinya tersisa di tubuh itu....
..."Saya ingin menyusui bayi ku ini, kalau sudah tiba-tiba menangis, artinya dia lapar."Ucap Mei dan memperlihatkan Payudara kanannya itu tanpa malu di depan Mei....
...Kemudian mulut bayinya itu di dekatkan ke payudara yang telihat itu dan Bayi itu langsung merespon sampai tidak menangis kembali dan dengan tenang menghisap ASI tersebut....
..."Di-Dia menghisap payudara anda?"Tercengang Hikari, karena baru pertama kali ini ia melihat Bayi sedang di susui langsung oleh payudara Ibunya....
...Karena dahulu dirinya tidak mengenal hal-hal yang berbau dengan wanita....
..."Tentu saja dia menghisap susuku ini, itu sangat wajar sekali bagi seorang Ibu untuk anaknya."Senyum Mei sambil memperhatikan keanehan tingkah dari Hikari....
__ADS_1
..."Ehhh..."Hikari malu-malu sambil menatap ke arah payudara Mei yang sedang memberikan ASI kepada Bayi kecilnya itu....
..."Nona tentu juga akan melakukan hal sama seperti saya jika nanti Nona memilik anak."Ucap Mei yang mulai mencoba memancing perasaan Hikari sesama perempuan....
..."Ehh... Ahh... I-Itu.."Hikari terkejut dan sontak dirinya tidak percaya bisa melakukan apa yang tidak bisa di lakukan olehnya seorang laki-laki....
...Mei benar-benar merasa aneh dengan tingkah Hikari, namun dari ciri-ciri yang Lui Zang bicarakan kepadanya sebelum pergi....
...Hikari termasuk kategori yang hampir 99% mirip dengan yang di cari oleh Lui Zang, dimana memang Hikari adalah selir Lui Zang yang kabur....
...Namun Mei melakukannya dengan hati-hati tanpa membuatnya curiga untuk lebih memastikan....
...Mei lalu mengelus pipi bayinya yang sedang meminum ASI di payudaranya sambil tersenyum....
..."Bagaimana menurutmu dengan Bayi ini? Dia sangat lucu sekali dan masih lemah. Tentu kami sebagai orang tuanya harus menjaganya dengan baik."Mei memancing perasaan Hikari dengan memanfaatkan kondisi itu dimana dirinya yakin kalau yang ada di dekatnya itu adalah selir Lui Zang....
...Hikari tersenyum dan dirinya terpancing dimana sisi keibuannya timbul....
..."Benar, bayi anda sangat lucu. Aku juga entah kenapa jadi ingin memilikinya."Jawab Hikari sambil tersenyum melihat lucunya bayi Mei yang sedang di beri ASI itu....
...Tangan kecilnya merabah-rabah lembut dan membuat rasanya sangat ingin melindungi dan menjaganya sepanjang waktu....
...Mei melihat kalau sandiwara dan memancing perasaan darinya berhasil kepada Hikari....
...Kemudian Mei lebih berani kembali mencoba memancing Hikari....
..."Nona pasti akan mendapatkan laki-laki yang tampan dan kuat, apalagi Nona adalah perempuan yang cantik. Mungkin sekelas penguasa wilayah selatan ini pasti menyukai anda."Ucap Mei yang memancing jauh lebih dalam....
..."Ehh?? Ti-Tidak mungkin aku bisa menjadi selir dari penguasa dari wilayah selatan ini, hehehe.."Hikari tersipu malu sambil gerak tubuhnya sedikit agak gelisah....
...Mei memperhatikan dan sudah mungkin kalau yang ada di hadapannya itu adalah selir asli dari Lui Zang yang kabur....
...Namun Mei terus menahan dan mendekati lebih jauh, seperti yang di perintahkan oleh Lui Zang, tuannya itu....
...*****...
...Sementara itu di waktu yang sama di bawah kedai....
...Xao Ba memeperhatikan Haku tanpa melihat ke arahnya dimana dirinya sedang santai bersandar sambil menatap ke arah jejeran para pengunjung yang duduk di kursi yang tersedia....
...Tiba-tiba....
..."Kenapa kau melihatku, hei orang asing? Bukannya tadi kau datang membawa istri dan anakmu yang masih bayi? Sebaiknya kau tidak lirik-lirik ke perempuan lain."Ucap Haku tanpa melirik ke arah Xao Ba....
...Xao Ba terkejut dirinya bisa tau kalau dirinya sedang di perhatikan olehnya....
...Xao Ba mengambil kesimpulan kalau dirinya sangat peka....
...Namun tentu Xao Ba harus besandiwara....
..."A-Apa saya memperhatikan anda?"Tersenyum Lugu Xao....
...Haku lalu memutar tubuhnya dan mengarahkan ke arah Xao Ba sedang duduk di dekatnya....
..."Apa anda adalah seorang pengelana juga?"Tanya ramah Haku....
..."Benar, kami sedang singgah untuk melewati malam ini dengan tenang di desa tentunya. Apalagi saya membawa istri dan anak saya."Jawab ramah Xao....
...Haku pun tidak tau kalau yang sedang bicara dengan dirinya adalah tangan kiri dari Lui Zang yang kuat dimana dirinya menyembunyikan kekuatan aslinya seperti dirinya....
..."Apa kalian tidak takut berkelana seperti itu? Bukan kah di luar sana katanya banyak pencuri keliling?"Tanya Haku....
...Haku pun tidak menaruh curiga kepada Xao Ba, dimana dirinya utusan dari Lui Zang untuk memata-matai Hikari dan menghasut lembut dirinya agar mau kembali ke istana Lui Zang....
...Apakah yang terjadi selanjutnya?...
...Next Selanjutnya yah....
...Tangan Aku sudah lelah dan batas tubuhku juga demikian....
...Maklumi juga yah, Penulis juga butuh istirahat karena tubuh penulis yang mengharuskan banyak istirahat sekarang karena kondisi tubuhnya yang tidak sepeti kebanyakan kaum muda....
...Hehehehe....
...Terima Kasih......
__ADS_1
...Tunggu kelanjutannya dari kisah Kingdom Of Prismatic ini yang update rutin....