Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai

Kingdom Of Prismatic (S1) Selesai
Prismatic 9: Tanda Kehamilan yang terlupakan.


__ADS_3

...Ketika hari menjelang sore dan suasana yang menenangkan di pedesaan yang tenang dan tidak ada kendaraan apapun, hanya sebuah pet Kerbau berwarna coklat yang lalu lalang di pedesaan itu....


...Lui Zang kemudian pamit untuk kembali ke istananya bersama Hikari yang menikmati ketenangan duduk beralaskan Tikar di bawah pohon....


...Lui Zang memerintahkan Naga Hijaunya untuk membawa dirinya dan Hikari ke istana....


...Sementara para prajurit yang mengawalnya bisa santai dan tenang kembali tanpa mengkawatirkan dirinya....


...Kemudian warga desa itu melambaikan semua ke arah Lui Zang saat mulai pergi meninggalkan desa itu....


...Hikari duduk di depan dengan Lui Zang di belakangnya saat berada di atas kepal belakang Naga Hijau itu....


..."Tidak aku sangka, pemimpin seperti dirimu bisa mau turun dan bermain dengan warga desa sederhana seperti mereka."Ucap kagum Hikari dengan wajah malu....


..."Sebenarnya hal ini sebelumnya belum pernah terjadi, karena saat itu aku tidak sama sekali akrab dengan warga desa. Semua itu berkat seseorang perempuan yang sebelumnya menjadi istriku dari desa juga, dia yang telah mengajariku banyak hal dan dia satu-satunya tingkahnya sama seperti dirimu, tetapi dia sangat aktif."Tersenyum Lui Zang sambil memeluk tubuh Hikari dan menaruh dagunya di dahi kanannya....


..."Ehh... Be-Begitu kah... Siapa perempuan itu dan dia sekarang dimana?"Tanya Hikari sambil melirik ke arah Lui Zang yang menaruh kepalanya di pundak kanan dirinya....


..."Dia sudah tiada karena sakit setelah aku beberapa kali membuahinya.."Ucap datar Lui Zang sambil sambil melirikan kedua matanya ke arah bawah....


...Lui Zang terlihat sedih saat ia menjawab itu ke Hikari....


..."Maaf... Aku hanya spontan bertanya."Hikari sedikit merasa bersalah menannyakan hal itu....


..."Tidak apa, lagi pula dirinya senang ketika menikahi diriku, walau memang belum di berikan keturunan, tetapi saat dirinya sakit dan memilih tinggal di sebuah pedesaan, aku selalu menemani dirinya dan menghiburnya, sampai dirinya tidak ada dan meninggal dengan tersenyum."Lui Zang tersenyum dan melirik ke arah Hikari....


...Pelukan pinggang dari Lui Zang di tubuh Hikari semakin erat dan Lui Zang mencium pipi kanan Hikari tanpa malu dengan bibir indahnya....


..."Mucchh.. Semoga kau bisa memberikan ku keturunan dan menjadi yang terakhir."Ucap Lui Zang dengan lembut dan tulus dari hatinya....


...Hikari tertunduk malu dan tidak bisa berkata apa-apa....


...*****...


...Kemudian malam yang tiba-tiba hujan deras....


...Lui Zang kembali memainkan tubuh Hikari yang saat itu mulai merasakan kenikmatan sensai rasanya sebagai seorang perempuan di suasana malam yang dingin karena hujan yang cukup deras....


..."Uuuuaaahhh... Hmmmnnn"Suara HIkari meringis dari dalam ruangan paling atas di istana itu....


...Hikari Meronta dan menggenggam apapaun yang ia bisa genggam saat dirinya tengah sedang dalam proses di buahi oleh Lui Zang....


...Ketika di luar dingin karena hujan, mereka berdua begitu merasakan hangatnya hubungan itu dan Hikari pun menikmatinya dengan berbagai macam gaya yang Lui Zang inginkan....


...Sampai dirinya di buat gila dan hanya ada rasa kenimatan saat bersama Lui Zang yang tampan dan penuh otot itu, dimana memang dirinya seorang laki-laki sekali bagi Hikari yang dahulunya juga seorang laki-laki....


...*****...


...Kegiatan sebelumnya terulang dan sudah berjalan 3 hari setelah Hikari bangun dari tidurnya di dunia itu....


...Akan tetapi tidak ada perubahan apapun dan tanda-tanda dari sebuah kehamilan tidak tampak dari Hikari....


...Kaisar Lui Zang saat itu mulai jarang mendampingi Hikari dan sibuk dengan dirinya, sampai sangat jarang sekali bicara kepada Hikari kembali....


...Hikari tau harapannya mungkin baginya telah putus, karena Hikari tentu dirinya bukan seorang Dewi yang di maksud oleh Peramal kerajaan itu, apalagi dia dahulunya seorang laki-laki....


...Jadi bagi dirinya, itu wajar dan karena selama dalam 3 hari itu Lui Zang hanya fokus untuk ke tahap pembuahan diri Hikari....


...Hikari yang saat itu sedang duduk sendirian di samping taman dengan rintikan hujan kecil masih turun dari langit....


...Ia memutuskan untuk menjelajahi dunia ini bersama Liano....


..."Sebaiknya aku pergi saja dari sini, walau kehidupan di sini terbilang mewah dan makanannya enak, tetapi semakin kesini, entah kenapa aku menjadi merasa bersalah, padahal itu adalah salahnya."Ucap Hikari yang sedang memandangi tubuh Liano yang sedang berjalan-jalan di taman....


...Hikari menghampiri Liano dan menaiki punggungnya....


..."Ayo kita pergi dari sini, Liano. Kita berdua akan menjelajahi dunia ini bersama dan mencari tau sebenarnya dari dunia yang sekarang kita tempati ini."Ucap Hikari dengan senyum gembiranya....


...Liano pun ikut gembira mendengarnya....

__ADS_1


..."Dasar kau ini, Hikari. Karena terlena dengan ketampanan dari laki-laki itu dan makanan di istana ini, kau sampai lupa dirimu dulu yang sering keluar untuk menjelajah kemana pun yang kau inginkan bersama diriku, sampai kita selalu terkadang pulang larut malam bersama teman-teman geng Harusame."Tersenyum Liano....


..."Ahhh.. Aku jadi merasa ingin melakukannya lagi, Liano. Walau sekarang kita di dunia yang berebeda, tetapi karena semuanya berunsur alami, aku jadi sedikit jauh lebih semangat. Aku memang mungkin ternela karena tubuhku yang aneh ini sering mengendalikan emosi dan pikiran ku, jadinya maaf jika aku jarang bicara atau menemui mu, karena selalu di paksa oleh Kaisar gila itu, walau aku akui dirinya sangat baik... Tetapi..."Tiba-tiba Hikari tertunduk....


..."Tetapi apa?"Tanya Liano yang ingin tau kelanjutan pembicaraan dari Hikari....


..."Ehh tidak apa... Sekarang ayo kita pergi."Tersenyum Hikari sambil menggengam erat bulu dari Liano....


...Liano saat itu melebarkan sayapnya....


..."Kalau begitu bagaimana kalau kita terbang saja? Aku selama di sini berlatih dan banyak bertanya dengan Naga Hijau milik laki-laki itu, dimana aku ternyata memang bisa terbang."Tersenyum Liano....


..."Kalau begitu ayo... Tunggu apa lagi, kita bertualang dan tinggalkan kemewahan ini, karena sebelumnya pun, hidup kita juga penuh tantangan dan kekerasan."Ucap begitu gembira Hikari sambil menunjuk ke arah Barat....


..."Iya.. Ayo... Itu Hikari yang aku kenal.."Ucap Liano sambil mengepakan sayap indahnya....


...Sekali kepakan sayapnya itu, Liano pun terbang dan bisa mengendalikan dirinya yang sudah tinggi di atas langit....


..."Ternyata kau memang bisa terbang, Liano... Hebat...."Kagum Hikari....


..."Miaawww..."Tersenyum Liano di puji oleh Hikari....


...Kemudian tiba-tiba Naga Hijau itu datang dan menghampiri Liano....


..."Liano, kemana kau akan membawa selir dari majikan ku?"Ucap Tegas Naga Hijau itu....


...Hikari memeberi isyarat untuk diam dan memberi tahu kepada Liano agar biar dirinya yang bicaara ke Naga Hijau milik Lui Zang itu....


..."Majikan mu seperti yang sudah di lihat kalau sudah tidak lagi ada di sampingku dan beberapa hari ini sibuk dengan dirinya, tentu pasti kau paham kenapa itu terjadi bukan? Ramalan itu tentu tidak terwujud sama sekali."Ucap Tegas Hikari sambil menatap serius Naga HIjau itu....


..."Memang benar majikan ku tidak lagi bersama dirimu beberapa hari, tetapi tentunya dia yang harus putusakan kau boleh pergi atau tidak."Tatap balik serius Naga Hijau itu kepada Hikari....


..."Kalau begitu, bukan kah lebih baik aku pergi dan karena ramalannya tidak terbukti, dia bisa mencari yang lain selain diriku? Lagi pula seperti yang kau lihat kalau dirinya tidak peduli kepada diriku dan hanya ingin mencoba-coba apakah aku bisa di buahi atau tidak. Apalagi aku sama sekali tidak di kasih tau tentang dunia ini olehnya, maka itu aku akan mencari tau sendiri sambil berkelana ke beberapa wilayah."Ucap Hikari dengan yakin....


...Naga Hijau itu sedikit paham dan mengerti....


..."Baiklah... Aku mengerti, kehilangan dirimu sama saja seperti kehilangan perempuan lainnya yang sama saja tidak bisa memberikan Majikan ku keturunan akibat kutukan Naga Hitam itu kepadanya."...


...Naga Hijau itu mengangguk menyetujui pikiran dari Hikari"Benar juga seperti yang kau bilang."...


..."Kalau begitu, kami berdua permisi dulu dan ucapkan salam perpisahan kepada majikanmu itu yah saat dirinya telah kembali."Ucap HIkari....


..."Baiklah kalau begitu jadinya."Ucap Ramah Naga itu....


..."Ayo kita pergi sekarang Liano."Ucap Hikari kepada Liano....


..."Pegangan Hikari, kita akan melesat cepat ke arah timur tempat matahari terbit, mungkin di sana ada Negeri seperti jepang."Tersenyum Liano....


...(WUSSSHHHHH...)...


...Liano dan Hikari pun meninggalkan kastil hijau itu dengan cepat ke arah Timur dengan terbang....


...Rambut dari Hikari yang panjang dan bulu-bulu dari Liano berhembus karena angin sejuk di atas langit....


..."Ini pasti akan menyenangkan, Liano. Bertualang di dunia baru yang sekarang kita hidup."Tersenyum HIkari di terpaan angin sejuk dan rintikan hujan....


..."Aku juga tidak sabar dan ingin sekali berjalan-jalan dan bertarung dengan semua yang aku miliki."Liano tersenyum lebar....


..."Ceritakan nanti setelah kita berada di sebuah desa kecil atau semacamnya yah mengenai kekuatan dirimu yang sekarang bisa mengeluarkan api dan es, sambil melihat-lihat."Hikari mengelus bagian atas kepala Liano....


..."Tentu saja, Miaww..."Senang Liano....


...Dalam sekejab, mereka berdua telah pergi jauh dari kastil hijau itu dan tentu Hikari tidak peduli terhadap Lui Zang....


...*****...


...Kemudian di kasti hijau itu....


...Lui Zang tergesa-gesa masuk ke istananya sambil di dampingi peramal kerajaan sebelumnya yang bersama Xion dan seorang laki-laki tabib di kirina....

__ADS_1


..."Kemana Istriku? Ada yang lihat dirinya?"Ucap Lui Zang kepada penjaga dan pelayan di lorong menuju aula altar....


..."Tadi saya sempat melihat tunggangan milik istri anda terbang ke arah timur, Tuan Lui Zang."Ucap salah satu pelayan perempuan....


..."Apa!!"Lui Zang terkejut....


..."Tuan Lui Zang, bagaimana ini?"Ucap Peramal itu yang khawatir....


..."Kenapa anda sampai lupa kalau jika diri anda sudah bisa beraktifitas lebih dari 12 jam, itu tandanya kutukan di tubuh anda memudar akibat terserap olehnya Istri anda ketika membuahinya. Kemungkinan Istri anda itu terlambat respown karena ada kutukan yang akan di keluarkan olehnya dari tubuhnya dan itu membuat benih anda akan tersucikan secara alami dari tubuhnya."Ucap Tabib itu kepada Lui Zang....


..."Artinya Istri ku itu sedang hamil dan tandanya telat?"Kaget Lui Zang....


..."Bisa demikian, Tuan Lui Zang."Jawab Tabib laki-laki itu....


..."Memang beberapa hari ini aku merasa tenagaku kembali, tapi aku lupa kalau itu adalah tanda awal, karena dia belum menunjukan tanda-tanda mual."Ucap Lui Zang....


...Lui Zang langsung berlari ke atas bangunan dengan cepat menemui Naga Hijau miliknya....


..."Semoga dia belum jauh.."Ucap Lui Zang....


...*****...


...Kemudian saat Liano sedang terbang santai di atas langit dengan di bawahnya ada sebuah danau luas....


...Hikari merasa mual-mual....


..."Huekkk... Huekkk... Liano... Kita turun dulu, perutku rasanya mual.. Huekkk.."Ucap Hikari sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya menahan rasa mual itu....


..."Baiklah, Hikari. Kebetulan ada danau di depan kita."Liano pun menurunkan tubuhnya perlahan ke tanah....


...Saat Liano sampai di tanah....


..."HUEEKKK... HUEKKK.. HUEKKK..."Hikari membungkukan tubuhnya di pinggi danau yang di kelilingi hutan lebat itu sambil tangan kanannya memegang pohon di sampingnya dan memuntahkan sebuah cairan hitam yang begitu gelap bercampur lendir putih dari dalam mulutnya ke air danau itu....


..."IUUUHHHH... Kau makan apa sih, Hikari? Muntahan mu itu hitam seperti tinta dan juga seperti susu."Ucap jijik Liano yang melihat muntahan dari Hikari....


..."Ahhh.. aku tidak tau.. HUEKKKK.. PIUHH... Rasanya benar-benar tidak enak... HUEKKKK... HUEKKKK..."Keringat Hikari sampai bercucuran dan cahaya di kalungnya bersinar....


..."Kita istirahat dulu di sini saja, kebetulan hutan-hutan ini bisa melindungi kita dari penglihatan Naga Hijau itu jika mengejar kita."Ucap Liano....


..."HUEKKK... Iyah... tubuhku juga tiba-tiba lemas... Huekkk... Ya ampun... Apa yang aku muntahkan ini..."Cemas Hikari, tetapi karena cairan itu hampir semuanya keluar tanpa ada darah, Hikari berfikir itu mungkin karena salah makan....


...Hikari membasuh mulutnya dengan air danau yang jernih itu untuk membersihkan sisa muntahan di dirinya....


..."Kau tidak mabuk udara kan, Hikari?"Tanya Liano....


..."Tidak mungkin aku mabuk udara... huuuhhh... akhirnya berhenti juga muntahannya... sebelumnya saat aku di genggam oleh Naga Hijau itu dan di bawa terbang beberapa kali setelah kita tinggal di sana, semuanya tidak masalah."Hikari berjalan ke arah tubuh Liano dan menjatuhkan dirinya ke bulunya yang lembut....


...Liano menggunakan tubuhnya yang empuk dan sayapnya untuk melindungi HIkari....


..."Kita istirahat dulu kalau begitu, aku akan menjaga mu sampai kamu baik."Ucap Liano....


...Hikari terbaring bersandar di tubuh hangat Liano sambil memegang dahinya dengan tangan kanannya....


..."Terima kasih, Liano. Uhhh..."Hikari memejamkan kedua matanya dan mencoba istirahat....


...Hikari belum menyadari kalau dirinya telah terbuahi dan di dalam perutnya sudah ada gumpalan yang akan menjadi janin dari hasil hubungan dirinya dan Lui Zang....


...Cairan Hitam yang keluar itu adalah sebagian kutukan yang telah di netralisirkan oleh Hikari secara alami dengan tubuhnya, membuat benih Lui Zang bisa hidup dan sudah terbuahi di dalam rahim Hikari....


...******...


...Kemudian di langit....


...(WUSSHHHHH)...


...Naga Hijau Lui Zang melesat cepat di atas langit yang mendung itu....


...Lui Zang menaiki bagian atas kepala Naga Hijau miliknya untuk menemukan Hikari yang tengah hamil keturunannya yang selama ini ia inginkan....

__ADS_1


...Wajah serius terlihat dari Lui Zang sambil melihat-lihat ke arah bawah....


..."Kenapa aku bisa lupa dengan tanda sederhana itu. Dimana kau, istriku... Aku harap kau tidak jauh dan jangan sampai terjadi sesuatu kepada dirimu dan bayi yang akan tumbuh di tubuhmu itu."Ucap Lui Zang di tengah kepanikan dirinya karena ia tidak sadar tanda awal kutukannya yang memudar sebagi tanda keberhasilannya dia membuahi Hikari....


__ADS_2