
Alex pernah menyuruh Tiur untuk baik kepada Sari dan adik adiknya, agar nanti kalau melahirkan bisa lancar dan tidak kesakitan, bukannya mengindahkan apa kata suaminya, malah Tiur semakin jahat kepada Sari dan adik adiknya.
Ada ada saja permintaan Tiur, Tiur selalu membeli makanan, ringan, roti, bahkan minuman. Di warung kelontong di sebrang jalan dekat rumah. Tiur mengutang makanan tersebut dengan mengatakan, bahwa Sari yang akan membayar nya. "Ibu semua barang belanjaan ku ini hitung dan catat saja di buku bon Sari, Sari yang akan membayar semua ini, Sari loh Bu, yang pegang keuangan di keluarga kami, jadi nagihnya ke Sari saja iya Bu!", ucap Tiur kepada ibu warung.
"Bukannya kamu yang pegang keuangan di keluarga mu?, kamu kan ibunya!", balas ibu warung.
"Dulu memang aku yang pegang keuangan, tetapi Sari menjelek jelekkan aku dihadapan ayahnya, kata Sari aku tidak pernah memberi makan mereka, mereka hanya makan 1 kali saja setiap hari". ucap Tiur mencoba menebar fitnah Sari.
"Ahh, setahu ku Sari orang nya baik, sopan, dan penurut, masa sih Sari mau mengadu domba orang tua nya", ucap ibu warung tidak percaya.
"Iya loh Bu, semua orang memang tidak percaya kalau Sari seperti itu, karena melihat muka polos Sari, tetapi kenyataannya memang Sari seperti itu loh Bu, jahat". bela Tiur dan terus menjelek jelekkan Sari.
"Dulu kan, saya yang menenun, ibu bisa lihat kan, Sari yang menenun sekarang, Sari juga yang menjual hasil tenunan nya ke pekan, saya tidak ada pegang duit sepeserpun", Tiur terus menambahi fitnahan terhadap Sari.
"Saya tidak menyangka loh Bu, kalau Sari jahat seperti itu, seharusnya dia bisa menghargai orang tuanya, walaupun ibu adalah ibu tirinya", ucap ibu warung.
" Seharusnya memang seperti itu, tetapi kenyataannya memang Sari jahat dan tidak hormat kepada ibunya, bahkan ke anak anak saya, Sari juga jahat, sering menyubit dan memukul bila anak anak saya merengek,
"Ok lah ya Bu, saya permisi dulu", ucap Tiur permisi buru buru, karena ada Vina yang datang berkunjung ke warung untuk membeli sabun batang, karena Vina ingin pergi mencuci ke danau, sambil ke danau Vina mampir untuk membeli sabun batang.
"Bu, beli sabun batang 1 buah", pinta Vina pada Bu warung.
"oh iya, ini sabun nya", Bu warung menyerahkan sabun kepada Vina.
"Kamu kan adiknya Sari, bukan?", tanya Bu warung.
__ADS_1
"Iya Bu, Mengapa?", tanya Vina heran.
"Tidak apa apa, Sari sehat?", tanya Bu warung.
"Sehat Bu, oh iya ini uangnya", ucap Vina sambil menyerahkan uang untuk pembayaran sabun batang yang dipesan Vina.
Vina agak bingung mendengar pertanyaan Bu warung, yang menanyakan kondisi Sari.
"Oh iya, mengapa dibayar, bukan digabung ke bon nya Sari?", tanya Bu warung.
"Utang Sari, maksud ibu apa?", tanya Vina bingung.
"Itu tadi barusan sebelum kamu kesini ibu tiri mu belanja, katanya semua belanjaan nya masukkan ke utang Sari!", jelas ibu warung.
Vina masih bingung, "maksudnya ke utang Sari itu apa Bu?", Vina mencoba bertanya kembali kepada ibu warung, maklum Vina masih kelas 3 SD tidak mengerti maksudnya utang Sari.
"Setahu saya Bu, ibu Tiur pegang uang sendiri, dan seluruh pengeluaran ibu Tiur yah, ditanggung ibu Tiur sendiri", ucap Vina memberitahu ibu warung.
"Ibu tirimu tidak bilang begitu, katanya Sari yang pegang uang di keluargamu, semua dikendalikan Sari, bahkan kata ibu tiri mu, kalian jahat terhadap adik tirimu, benarkah seperti itu?", ibu warung memberitahu semua kebohongan yang diceritakan Tiur.
"Ya Tuhan, ternyata selain ibu Tiur jahat kepada kami, ibu Tiur juga telah memfitnah kak Sari", Vina mencoba mengatakan yang sebenarnya kepada ibu warung.
"Maksud kamu, sebenarnya ibu Tiri mu itu yang jahat dan telah memfitnah Sari?", jelas ibu warung sedih dan bingung.
"Selama ini, sebelum kak Sari yang menenun, ibu Tiur yang pegang uang, kami tidak pernah dibelikan lauk yang layak, bahkan kebutuhan baju pun tidak pernah diberikan, hanya mengandalkan pemberian orang saja, setelah kak Sari mantaf untuk tidak melanjutkan pendidikan ketingkat SMP, kak Sari ingin memenuhi kebutuhan sekolah kami. Kebutuhan rumah juga kak Sari yang selalu mencukupkannya, bahkan ibu Tiur tidak ada pengeluaran lagi, padahal ibu Tiur selalu menjual hasil tangkapan ikan ayah dari danau, uang hasil penjualan ikan tersebut ibu Tiur yang menyimpan nya, kak Sari juga terkadang membeli pakaian anak anak untuk diberikan kepada Reni dan Mariot", ucap Vina sedih.
__ADS_1
"Jahat sekali ibu Tiri mu itu, malah memfitnah pula, maaf ya kalau aku tadi percaya apa yang dikatakan oleh ibu tirimu, tetapi tolong bilang kepada kak Sari mu, ini bon nya ibu tiri mu sudah banyak, suruh Sari yang bayar", ucap ibu warung kepada Vina.
"Baiklah Bu, nanti akan saya sampaikan kepada kak Sari, tetapi saat ini aku masih mau mencuci ke danau, nanti sepulang mencuci aku sampaikan kepada kak Sari ya", ucap Vina lalu permisi untuk segera pergi mencuci ke danau.
Vina pun cepat cepat ingin segera menyelesaikan cuciannya, tidak sabar rasanya untuk segera sampai di rumah untuk memberitahukan kak Sari atas apa yang telah diperbuat ibu Tiur.
Vina pun akhirnya menyelesaikan cuciannya dan segera pulang ke rumah dan memberitahukan Sari.
Di rumah Tiur sedang berada di dalam kamar. Vina segera memberi tahukan apa yang sedang terjadi.
" Kak, tadi aku ke warung untuk membeli sabun batang untuk mencuci pakaian, ibu warung mengatakan agar melunasi utang ibu Tiur", ucap Vina kepada Sari.
"Maksud kamu apa Vin?", tanya Sari bingung tidak mengerti maksud Vina.
"Kata ibu warung, ibu Tiur membeli banyak sembako, dan menyuruh kakak yang bayar, terus ibu warung juga telah memfitnah kakak, dengan mengatakan bahwa kakak jahat kepada adik Reni dan Mariot, kakak juga yang mengatur keuangan keluarga dan tidak memperbolehkan ibu Tiur pegang uang", ucap Vina mengatakan semua apa yang dikatakan ibu warung mengenai Sari.
"Benarkah seperti itu?", ucap Sari sedih.
"Iya kak, bahkan ibu warung sempat percaya perkataan ibu warung, dan mengira kalau kakak sifatnya jahat", ucap Vina.
"Berapa utang ibu Tiur kata ibu warung?", tanya Sari ingin tahu.
"Kakak tanya saja langsung ibu warung kak, ibu warung hanya bilang suruh kakakmu bayar utangnya ibu Tiur, gitu katanya", ucap Vina.
"Baiklah kalau begitu, besok akan kakak tanya ibu warung, kakak tidak mengerti Setega itu ibu Tiur memfitnah kakak, apa salah kakak sehingga ibu Tiur Setega itu sama kakak iya dek", ucap Sari sedih tidak menyangka Tiur tega memfitnah nya, padahal uang belanja ke dapur tidak pernah Sari minta kepada Tiur, bahkan Tiur tidak ada pengeluaran, uang hasil penjualan dari tangkapan ikan ayah, boleh dibilang utuh, Tiur yang pegang, sekarang malah seenaknya Tiur mengambil barang sembako dari warung, dan mengatasnamakan Sari untuk membayarnya.
__ADS_1
'Kali ini Sari akan mengalah untuk membayar semua utang Tiur di warung, tetapi lain waktu kalau Tiur mengambil barang lagi tidak boleh mengatasnamakan Sari lagi, Sari akan tegas kepada Tiur ', pikir Sari dalam hati.