
Setelah kejadian kesurupan kemarin, Sari banyak melamun, ditambah Sari telah putus dengan Beni, Sari seperti kurang bersemangat, Sari juga bawaan nya emosi dan marah-marah, seperti emosi yang tertahan, Sari jadi sensitif dan mudah tersinggung.
Sari tidak perlu lagi membalas surat-surat Beni, bahkan surat Beni yang diterima Sari tidak pernah dibaca, hanya di simpan.
Beni bertanya-tanya dalam hati,"Mengapa Sari tidak pernah lagi membalas suratnya", Beni mencoba pikiran positif saja, "Mungkin Sari sedang sibuk, maklum menenun ada targetnya juga, 4 lembar 1minggu, menulis surat di siang hari, mungkin tidak sempat karena sibuk menenun, Sari tidak sempat menulis di malam hari, mungkin Sari terlalu lelah, sehingga langsung tertidur pulas.
Beni tidak ada pikiran kalau Sari menganggap nya putus. Beni masih beranggapan kalau hubungan mereka baik-baik saja. Sari tidak berkirim surat dianggap Beni masih wajar.
*****
Setelah Sari pulang dari pekan, ada tamu pasangan suami istri separuh baya sedang bicara kepada Alex dan Tiur.
Sari cuek dan tidak menanggapi tamu Alex dan Tiur. Seperti biasa untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang sedang berkunjung ke rumah, Sari menyajikan air minum kepada pasangan suami istri tersebut, sambil melepaskan tatanan gelas di meja Sari mempersilahkan tamunya untuk minum "Silahkan di minum pak, Bu", ucap Sari ramah.
"Iya, terima kasih banyak", ucap pasangan suami istri tersebut.
Pasangan suami istri itu kembali bertanya "Ini yang nama nya Sari?", tanya nya ingin tahu.
"Iya Bu, saya Sari", ucap Sari bingung, 'mengapa pasangan suami istri itu tahu nama sari' pikir Sari, padahal Sari tidak pernah jumpa atau mengenal pasangan suami istri tersebut.
"Ternyata benar ya kata orang-orang, bahwa Sari ternyata memang cantik", puji pasangan suami istri kepada Sari.
Sari hanya tersenyum malu-malu. Lantas Sari pun segera meninggalkan pasangan suami istri tersebut menuju dapur, sambil membongkar semua keranjang belanjaan yang Sari bawa dari pekan, semua belanjaan dikeluarkan dari keranjang dan dimasukkan kedalam lemari penyimpanan bahan pokok.
Maksud kedatangan pasangan suami istri tersebut adalah untuk menjodohkan Sari dengan anaknya.
Alex dan Tiur kenal dekat, bahkan satu komunitas, yaitu komunitas penangkap ikan di danau, dengan pria paruh baya, tamunya Alex tersebut, bahkan Alex juga kenal dengan anaknya yang bakal dijodohkan kepada Sari.
__ADS_1
Sari tetap sibuk di dapur, tidak peduli apa yang dibicarakan Alex dengan tamunya.
Setelah beberapa jam berlalu, pasangan suami istri tersebut permisi untuk pulang.
"Baiklah kalau begitu, kami permisi pulang dulu, nanti di lain kesempatan kami datang lagi kesini, untuk membicarakan bagaimana kelanjutannya", ucap pria paruh baya tersebut.
Entah kesepakatan apa yang sedang mereka sepakati, Sari tidak terlalu menanggapi nya. Tetapi perkataan mereka sekilas Sari mendengar nya "Dilain kesempatan kami datang lagi kesini, untuk membicarakan kelanjutannya", membicarakan apa ya mereka, pikir Sari dalam hati dengan penuh penasaran. "Apakah mereka akan menjodohkan aku", gumam Sari penasaran, karena sebelumnya ada juga saudara dari Alex datang bermaksud untuk menjodohkan Sari, tetapi Sari tolak, karena masih berpacaran dengan Beni. Sekarang Sari sudah tidak pacaran lagi dengan Beni, bila itu kesepakatan bermaksud untuk menjodohkan Sari, Sari akan mempertimbangkannya, bathin Sari dalam hati.
"Ahh sudah lah, pusing kepala ku mikirin laki-laki, baiknya aku melakukan segala aktifitas ku sehari-hari", Sari menyemangatinya dirinya. Sari pun kembali melakukan aktifitas nya, menenun ulos.
****
Keesokan harinya, ketika Sari hendak mau memulai aktifitas menenun nya, sebelumnya Sari duduk-duduk diteras rumah sambil minum dan makan sepotong kue, untuk mengisi tenaganya. Alex datang menghampiri Sari.
"Sari, kudengar-dengar kamu sudah tidak berhubungan lagi dengan Beni, betul itu Sari?", tanya Alex penasaran, sebelumnya Alex mengetahui kalau Sari tidak berhubungan lagi dengan Beni adalah dari Tiur, Tiur bertanya kepada adik Sari, karena ketika putus, Sari tidak keluar dari kamarnya selama 3 hari.
"Iya, ayah, Sari tidak berhubungan lagi dengan Beni", jawab Sari dengan pelan.
"Sari baik-baik saja ayah", ucap Sari menyakinkan Alex.
"Begini Sari, tamu ayah yang kemarin itu, adalah teman ayah ketika menangkap ikan di danau, teman-teman seprofesi maksudnya, anaknya memang saya kenal, orangnya baik dan sopan, serta pekerja keras", ucap Alex menjelaskan dengan pelan-pelan dan jelas, maksudnya agar bisa dimengerti maksud dan arah pembicaraan.
"Maksud ayah apa?", tanya Sari bingung.
"Maksud ayah, ayah ingin menjodohkan kamu dengan anaknya yang bernama Juan", ucap Alex.
Sari terdiam, sebenarnya Sari belum bisa membuka diri untuk pacaran lagi, Sari saat ini masih ingin menyendiri karena takut kecewa untuk yang kedua kalinya.
__ADS_1
"Tetapi kalau sudah dijodohkan, mungkin sudah bakalan jadi suami istri, tidak akan ada lagi masalah putus di kemudian hari", pikir Sari dalam benaknya.
"Bagaimana kondisi keluarga nya ayah", tanya Sari ingin tahu.
"Mereka orang sederhana, tidak orang kaya, masih selevel lah dengan kita", ucap Alex.
"Mungkin kalau selevel, pasti Juan tidak akan sepele dan merendahkan keluarga Sari, karena sama-sama berasal dari keluarga yang tidak mampu, mungkin bisa sehati dan sepikir", gumam Sari di benaknya.
"Sari akan coba membuka diri ayah", ucap Sari pelan dan ragu-ragu.
Ragu-ragu apakah Sari akan menerima Juan, apakah Beni bisa hilang dari pikiran Sari.
Pikiran itu bergejolak dihati Sari, tetapi Sari pun tidak ingin menutup diri terhadap pria asing.
Sari juga tidak ingin sendiri atau tidak punya pacar, bila Beni suatu waktu pulang dari merantau.
"Baiklah kalau kamu bilang begitu Sari, 2 hari lagi keluarga Juan akan datang lagi ke sini, sekalian membawa Juan.
Kamu bisa menilai Juan, dan menyetujui perjodohan ini", ucap Alex memberitahu Sari.
"Sebelum nya, Sari mau bertanya kepada Ayah, apakah ayah mengenal baik sosok Juan?", tanya Sari ingin tahu.
"Ayah tidak terlalu mengenalnya lebih dekat, tetapi ayah tahu, orangnya, dia orang nya baik, pekerja keras, dan suka membantu orangtuanya bekerja di ladang dan disawah", ucap Alex memberitahu Sari perihal Juan.
"Apakah Juan bekerja di ladang dan disawah sehari-harinya?", tanya Sari penasaran, karena bila Juan bekerja di ladang atau disawah berarti, kalau Beni pulang dari merantau, pasti akan ketemu dengan Sari, dan melihat jodoh Sari adalah Juan.
Pasti Sari akan ditertawakan, pikir Sari di dalam hatinya.
__ADS_1
"Tidak Sari, Juan berprofesi sebagai supir Ekspedisi antar kota, Juan terkadang pulang kerumah orang tuanya sekali sebulan", Juan menjelaskan profesi Juan.
"Baiklah kalau begitu, Sari akan minta kepada Juan untuk tinggal di luar kota saja, tidak ingin tinggal di kampung", pikir Sari tenang.