Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#40. Beni ujian kelulusan


__ADS_3

Hari ini adalah ujian kelulusan untuk seluruh sekolah tingkat menengah umum.


Sedikit dak dik duk perasaan Beni, padahal jauh jauh hari Beni sudah mempersiapkan diri, belajar banyak soal soal tahun lalu yang telah diujikan, 'bisa jadi soal soal tahun ini, ada kemiripan hanya diganti angka atau opsi pilihan berganda nya saja', pikir Beni dalam hati, Beni pun rutin menyelesaikan segala bentuk bentuk soal baik berupa pilihan ganda maupun soal essay.


Belajar sudah jauh jauh hari, soal soal yang sudah dikerjakan sudah di ulang ulang mengerjakan nya, bahkan mencoba mengerjakan sendiri dengan memakai waktu ketika ujian sebenarnya, dan menghitung skor sendiri ternyata semua jawaban benar.


bahkan segala doa doa pun sudah di panjatkan, artinya Beni tidak ingin sombong mengandalkan pikiran sendiri, Beni tetap mengandalkan Tuhan, tidak lupa berdoa sebelum tidur, setelah bangun tidur, bahkan hendak makan dan melakukan aktifitas lain.


Selain berusaha dan bekerja keras, doa doa pun harus dipanjatkan, begitu prinsip Beni dalam menjalani hidup. Beni tidak mau segala yang dikerjakan nya sia sia, tetap harus pasrah dan minta petunjuk kepada Tuhan, biar Tuhan saja yang berkehendak.


'Kalau semua sudah di lakukan, apa lagi yang harus ditakutkan', pikir Beni optimis, dan pasti bisa melalui ujian dengan mantaf dan dengan hasil yang memuaskan tentunya.


***tit....


Bell tanda ujian untuk hari ini telah dimulai, guru guru yang mengawas ujian berasal dari sekolah lain, semua tampak sangar dan menakutkan, semua siswa sudah ditentukan tempat ujiannya. Ujian kelulusan diadakan sampai 3hari lamanya.


Wajah wajah semua siswa tampak tegang dan was was, maklum ini adalah ujian penentuan untuk kelulusan, kalau nilai sekolahnya tidak sesuai standard rata rata yang ditentukan, maka siswa dinyatakan tidak lulus.


Tit...ti...tit..


Seluruh siswa diharapkan untuk berkumpul terlebih dahulu di halaman sekolah, untuk mendengarkan beberapa arahan arahan, bahwa kertas ujian tidak boleh kotor, nomor ujian harus terus dibawa, tidak boleh berisik, tidak boleh tanya jawab terhadap sesama siswa, kalau ada yang kurang mengerti ditanyakan saja kepada pengawas, dan banyak lagi pengarahan pengarahan yang disampaikan kepala sekolah dan guru guru pengawas.


Setelah selesai mendengarkan pengarahan semua siswa dipersilahkan masuk keruangan masing masing. Duduk pada no bangku yang disediakan, dan tidak boleh berisik harus tetap tenang menunggu sampai guru pengawas datang.

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul 08.00 tepat.


Soal ujian pun dibagikan dalam keadaan posisi tertutup. Setelah semua siswa mendapatkan soal masing masing, semua siswa dipersilahkan mengerjakan soal dengan benar dan sesuai dengan waktu yang ditentukan.


"Anak anak, dipersilahkan untuk mengerjakan soal, kerjakan lah soal soal yang dianggap lebih mudah, soal yang sulit dikerjakan kalau masih ada waktu tersisa", ucap guru pengawasan memberi arahan kepada peserta ujian.


Semua siswa segera mengerjakan soal soal ujian yang disediakan, semua tampak serius, soal soal yang dianggap lebih mudah dikerjakan terlebih dahulu, agar tidak menyita waktu terlalu banyak pada soal yang sulit. Setelah kira kira waktu masih mencukupi, soal soal yang sulit dikerjakan satu demi satu.


Hanya raut muka Beni yang kelihatan ceria, bagaimana tidak ceria soal soal yang keluar tadi hampir semua mirip mirip dengan soal soal tahun lalu, ada yang diganti pertanyaan nya, tetapi Beni sudah mengerti dan paham bahasan soal tersebut.


Saat ujian Beni fokus menjawab jangan sampai terjebak, karena ada saja pertanyaan pertanyaan yang menjebak.


Beni tampak santai mengerjakan soal ujian, siswa yang lain ada yang gelisah, mencoba mencari jawaban dari teman terdekat, begitu juga dengan Hendra.


"Ben...,Ben..., Beni...", teriak Hendra dengan setengah suara, nyaris tidak kedengaran sebenarnya, karena tempat duduk Beni sendiri berada di seberang bagian belakang tempat duduk Hendra dan masih ada kelang dua baris meja belajar teman yang lain.


Beni cuek saja dipanggil Hendra, mungkin teriakan Hendra tidak kedengaran di telinga Beni.


Hendra juga berusaha melempar remasan kertas, suuuut remasan kertas dilempar dan pas mengenai kepala Beni, untung saja pengawas ujian sedang menunduk memperbaiki tali sepatunya, sehingga tidak memperhatikan gerakan Hendra ketika melempar remasan kertas.


Beni mengambil remasan kertas yang jatuh dibawah meja, dan membacanya, Hendra menulis nomor nomor soal ujian yang belum selesai.


Karena Beni sudah selesai mengerjakan soal soal ujian, 'tidak apalah membantu sedikit teman', pikir Beni dalam hati. Segera menulis jawaban soal yang diminta Hendra dan kembali melempar remasan kertas tersebut.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudian, Beni pun membereskan perlengkapan dan peralatan alat tulisnya, jangan sampai ada yang ketinggalan dan bergegas untuk keluar dari ruangan ujian.


Karena dari tadi pengawas ujian sudah memperhatikan lembar jawaban Beni sudah terisi penuh. Guru pengawas pun memberi arahan "Siapa yang sudah selesai mengerjakan soalnya dipersilakan untuk mengumpulkan kedepan dan dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan", ucap guru pengawas ujian.


Mendengar arahan tersebut Beni pun segera keluar dari ruangan ujian. Setelah beberapa menit kemudian guru pengawas memberi informasi.


"Waktu tersisa 15 menit, silahkan perhatikan nama dan nomor ujian apakah sudah ditulis dengan benar, nomor yang masih kosong silahkan diisi sesuai feeling atau yang diketahui, karena jawaban salah tidak mengurangi score nilai", ucap guru pengawas.


Seluruh siswa riuh dan panik tanpa disadari waktu yang tersisa tinggal sedikit, tidak ada waktu lagi untuk membaca pertanyaan pertanyaan ujian, ada siswa yang hanya melingkari opsion pilihan berganda sesuai feeling dan perasaan masing masing, bertaruh nasib istilahnya, benar atau salah semua diserahkan hanya kepada Tuhan saja.


tit...tit... tit...Bell tanda ujian sudah selesai dilaksanakan.


"Perhatian untuk semua siswa, semua soal dan lembar jawaban dikumpulkan ke depan, selesai atau tidak selesai silahkan mengumpulkan nya ke depan, dan semua siswa dipersilahkan meninggalkan ruangan ujian", perintah guru pengawas kepada semua peserta ujian.


Ujian hari pertama selesai dilaksanakan, besok dilanjutkan lagi ujian hari kedua, dengan waktu dan tempat yang sama.


Beni langsung menuju rumah kos kosannya, untuk istirahat sebentar dan kembali belajar untuk mempersiapkan diri untuk ujian hari kedua.


Setelah ujian hari ini berakhir dengan sangat memuaskan, Beni pun yakin besok mudah mudahan bisa dilalui dengan hasil yang memuaskan juga, pikir Beni dalam hati.


Beni pun semakin bersemangat dan yakin, bila nanti bekerja Beni akan memberikan yang terbaik, agar mampu menjadi karyawan yang terampil dan bisa cepat naik jabatan.


Tetapi untuk awal awal Beni sangat membutuhkan bantuan omnya yang bekerja di bagian kelistrikan.

__ADS_1


__ADS_2