Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#59. Sari setuju untuk dijodohkan


__ADS_3

3hari kemudian setelah kedua orang tua Juan, datang dan bersilahturahmi hanya sekedar, bicara santai perihal perjodohan Sari dan Juan.


Orang tua Juan datang untuk yang kedua kalinya, sebelumnya Sari sudah bercerita kepada Alex, bahwa Sari terbuka atas perjodohan ini, itu lah sebabnya kedua orang tua Juan, segera datang untuk menanyakan kelanjutannya, dalam hati orang tua Juan "Mengapa juga dilama-lamain kalau dipercepat pun memang boleh"


Kali ini kedua orangtua Juan, Hesti dan Judha datang bersama Juan. Sebelum Juan dan kedua orangtuanya sampai ke rumah, dari kejauhan Sari sudah melihat kedatangan mereka, dari jendela ruang tamu bisa terlihat siapa yang akan datang, kebetulan Sari tadi baru keluar dari dapur dan hendak pergi untuk menenun yang berada di teras rumah.


Jantung Sari berdetak kencang, takut, dan bimbang.


Karena sama sekali Sari tidak pernah mengenal dan melihat sosok Juan.


Banyak pertanyaan pertanyaan yang bermunculan di otak Sari,


"Apakah nanti bisa cocok dengan Juan?,


apa Juan bisa pengertian dengan Sari?,


apakah Juan bisa menerima keluarga Sari terlebih keempat adiknya yang masih butuh rangkulan dari Sari?,


apakah sifat Juan lembut, atau kasar?,


dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang di pikiran Sari, yang terkadang membuatnya bimbang dan ragu-ragu untuk menyetujui perjodohan ini.


Sari mencoba menepis semua ketakutan-ketakutan itu, Sari menyemangati dirinya "Santai saja Sari, hadapi dengan semangat dan pikiran terbuka", agar nantinya tidak stress dan pusing sendiri, lihat dan kenali saja dulu pria tersebut.


Juan dan kedua orangtuanya sampai juga akhirnya di rumah Sari, lantas Sari menyalami tamu tersebut satu persatu, pertama Juan, ibu Juan, Hesti dan ayah Juan, Judha.


Sari langsung kedapur untuk mempersiapkan minum kepada tamunya, sedikit Sari melihat Bakal calon suaminya.

__ADS_1


Ternyata Juan orangnya tampan, tinggi, putih dan kurus. Karena latar belakang Juan orang sederhana, dari penampilan dan baju yang dikenakan Juan pun terlihat, biasa-biasa seperti orang sederhana, lain dengan Beni, gaya berpakaian Beni selalu necis, dan gaya pakaian yang masa kini, kelihatan orang kaya dan berpendidikan.


Suasana di ruang tamu hening dan membisu. Tidak ada satu orang pun yang membuka pembicaraan, karena bingung mau mulai darimana topik pembicaraan nya.


Tiba-tiba Judha ayahnya Juan, memberanikan diri memulai pembicaraan.


"Maksud kedatangan kami disini adalah untuk menjodohkan anak kami Juan dan Sari, setelah pembicaraan dari pertama kali kami datang ke rumah ini, Sari berkenan untuk membuka diri atas perjodohan ini, untuk itulah kami mau menanyakan kelanjutannya seperti apa" ucap Judha berbicara dengan tegas dan pelan-pelan.


"Untuk kelanjutannya kami serahkan ke pihak laki-laki, untuk pelaksanaan nya kami siap dan bersedia apapun keputusannya" balas Alex.


"Begini, anak kami Juan adalah seorang supir expedisi luar kota, anak kami tidak bisa berlama-lama libur, atau tidak bekerja.


Liburnya paling hanya 2-3 hari saja. Untuk pernikahan Sari dan Juan hendaknya dilangsungkan 2minggu lagi, agar anak kami Juan bisa pergi berangkat bekerja 1 trip lagi, dan setelah dari keberangkatannya ini, diadakan lah pesta pernikahannya, bagaimana menurut para besanku?" tanya Judha kepada Alex dan Tiur selaku dari pihak perempuan.


Sari terkejut, begitu cepat dan terburu-buru, dalam jangka 2 minggu lagi berarti Sari sudah menikah dengan Juan. Sari belum siap secara mental dan materi. "Bagaimana keempat adik-adiknya?" pikir Sari dalam hati.


Alex melirik terhadap Sari, tetapi Sari tidak melihat tatapan mata Alex, Sari hanya menunduk.


Sari tiba-tiba menganggukkan kepalanya tanda setuju, Sari tidak tahu mengapa Sari langsung menganggukkanya.


Pihak laki-laki pun senang karena menyetujui perjodohan ini, dan dengan segera melangsungkan pernikahan.


Disetujui lah, bahwa pesta di pihak laki-laki, dan seluruh biayapun ditanggung pihak laki-laki. Pihak perempuan akan mendapatkan mahar, dan baju pengantin perempuan disediakan oleh Sari sendiri.


Setelah menyepakati semuanya, lantas kedua orang tua Juan dan Juan, pamit untuk segera pulang, untuk mempersiapkan segala hal dalam resepsi dan adat acara pernikahan nanti.


Ketiga adik-adik Sari, berada di dapur dan mendengar semua percakapan antara kedua belah pihak.

__ADS_1


Keempat adik-adiknya Sari terkejut dan menangis kalau 2 minggu lagi Sari akan menikah dan meninggalkan adik-adiknya.


Setelah keluarga Juan keluar dari rumah, Sari mendapati adiknya sedang menangis di dapur.


"Kak, mengapa kakak tega meninggalkan kami?" tangis adik-adik Sari bersamaan.


"Kakak tidak meninggalkan kalian, kakak nanti akan sering balik ke kampung ini untuk menengok kalian, atau nanti kalian boleh tinggal dan sekolah di depan kakak nanti" ucap Sari menenangkan adik-adiknya.


"Tidak mungkin kak, secara Juan pun anak pertama dari empat bersaudara" bantah adik-adik Sari.


"Kakak harus bagaimana, kakak sudah menyetujuinya" ucap Sari.


"Kakak memang dari awal pengen menikah kan, karena sudah lama tidak berhubungan lagi dengan Beni", Sita penuh emosi meluapkan amarahnya kepada Sari.


Prang....1 tamparan mendarat di pipi Sita.


"Apa kamu bilang, maksud mu kakak perempuan tidak benar!" ucap Sari marah dan geram kepada Sita.


Sita pun segera minta maaf, "Maaf kak, bukan seperti itu maksud Sita, Sita tadi emosi karena kakak sebentar lagi akan meninggalkan kami, kami merasa bingung dan takut bila kakak jauh dari kami" ucap sita sambil menangis sejadi-jadinya.


Sari pun ikut menangis dan memeluk keempat adik-adiknya, "Kakak berjanji, tidak akan meninggalkan kalian, sebagaimana pun beratnya kakak akan terus memperjuangkan kalian" ucap Sari tegas menyakinkan adik-adiknya.


Didalam lubuk hati Sari menangis dan sangat berat untuk meninggalkan adik-adiknya.


Ada keraguan didalam hati Sari "Bagaimana caranya aku memperjuangkan adik-adik ku, secara aku akan merantau ke kota setelah menikah, aku tidak mungkin menenun di kota, karena tidak ada pengepul dikota, karena penenun pun tidak ada. Juan juga hanya seorang supir berapalah gaji seorang supir, secara Juan pun mempunyai 3 orang adik yang harus disekolahkan nya, karena yang menjadi tulang punggung dikeluarga Juan adalah Juan sendiri.


Pikiran Sari semakin takut, tetapi apa yang bisa diperbuatnya, tidak mungkin menolak perjodohan ini, karena pihak laki-laki sudah mempersiapkan segala keperluan untuk pesta.

__ADS_1


Sebelum hari pernikahan nya 2 minggu lagi, Sari rajin menenun ulos untuk dijual, dan bisa mendapatkan uang tambahan, agar adik-adiknya sementara tercukupi kebutuhan nya.


Saat ini Sari sudah mempunyai investasi berupa kerbau 6 ekor, dan ada beberapa perhiasan yang menempel di jari, tangan dan lehernya, lumayan untuk berat dan ukuran perhiasan tersebut, Sari mengantisipasi mungkin bisa dijadikan modal untuk membuka usaha nanti di kota.


__ADS_2