Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#42. Kemesraan Beni dan Sari


__ADS_3

Setelah Sari sampai di rumah, Sari langsung masuk ke kamarnya, sambil bercermin memegangi bibirnya Sari tersenyum malu malu, 'bibirku telah dikecup Beni', pikir nya dalam hati. Berbunga bunga perasaan Sari saat ini. Kecupan kemarin masih terbayang bayang di benak Sari.


Sita menggoda Sari "cie...cie lagi bahagia ini kayak nya, maklum lagi lengket lengketnya, ditemani kak Beni terus".


"Apaan sih, jangan meledek terus ahh", sambil melempar bantal ke kepala nya Sita dan segera berlalu meninggalkan Sita di kamar sendirian. Bermaksud ingin mandi sebelum kemalaman. Dan takut di cerca Sita berbagai pertanyaan pertanyaan mengenai hubungannya dengan Beni.


******


Esoknya Beni datang lagi ke rumah Sari, cerita nya Beni ingin Quality time sebelum berangkat ke Medan untuk merantau.


Kali ini Beni ingin mengajak Sari jalan jalan ke kota, sebelumnya beni izin dulu kepada Alex ayah Sari dan Tiur ibu tiri Sari, yang kebetulan ada di rumah.


Menunggu Sari berkemas kemas, Beni mencoba kompak bercerita kepada Alex, Beni ingin menunjukkan kepada Alex, bahwa Beni serius dengan Sari, dan kiranya mau memberi restu terhadap hubungan Beni dan Sari.


Sekedar membuka percakapan yang sedari tadi diam membisu "Pak, mau dong besok diajak menangkap ikan di danau".


Dengan muka masih bingung dan terkejut. Sebelumnya Beni tadi ditanya Alex anak siapa dan tinggal dimana. Alex tahu bahwa Beni anak orang kaya, bingung tiba tiba Beni ingin menangkap ikan di danau, karena menangkap ikan adalah profesi untuk kalangan ekonomi bawah.


"Baiklah besok kamu datang saja kemari pagi pagi buta sekitar jam 5, sebelum matahari terbit biasanya banyak ikan, kalau menangkap setelah matahari terbit, ikannya pada lari bila melihat ada jala ikan" ucap Alex.


Beni senang, Alex menanggapi diri nya, berarti Alex mau membuka diri terhadap Beni. Sari juga senang melihat Beni mau dekat dengan Alex, "Hati hati kalau berada di perahu sampan, jangan banyak bergerak nanti jatuh", nasihat Sari kepada Beni.


"Beres", ucap Beni sambil mengacungkan jempol.


Setelah Sari selesai berkemas, akhirnya Beni dan Sari pamit untuk keluar sebentar.


"Ayah ibu, kami pamit ya sebentar keluar", ucap Sari kepada ayah dan ibunya yang kebetulan sedang duduk santai di depan rumah sambil menikmati secangkir teh manis dengan lepat buatan Sari.

__ADS_1


"Baiklah hati hati dijalan, jangan ngebut, dan jangan pulang kemalaman", nasihat Alex kepada Beni dan Sari.


****


Sari malu malu merangkul pinggang Beni, selama ini Sari hanya berpegangan pada baju Beni.


"Rangkul saja pinggang ku, nanti kamu jatuh loh", sambil menarik tangan Sari yang berpegangan pada jaket dan memindahkan tangan itu di pinggang Beni.


Sari pun malu malu menuruti Beni, momen ini tidak ingin di lewatkan Sari begitu saja, lantas Sari menyandarkan kepalanya di punggung Beni, dengan laju sepeda motor yang santai, Sari menikmati pemandangan jalan menuju kota.


Beni menunjukkan sekolah dan tempat kos kosan nya kepada Sari. Setelah banyak tempat yang di lalui mereka pun sekarang singgah di warung makan, karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 12.30, perut sedari tadi sudah keroncongan belum diisi apapun.


Beni dan Sari tempat duduk yang pas dan bisa melihat pemandangan danau nan indah, maklum danau Toba dikelilingi banyak daerah daerah, mau dilihat darimana pun keindahan danau Toba tetap terpancar dan membuat terpesona siapapun yang melihatnya.


"Kamu pesan apa Sari ", tanya Beni


"Aku pilih ikan mas arsik saja", ucap Sari pelan.


"Baiklah aku juga pesan ikan mas arsik", ucap Beni sambil memanggil pelayan restoran dengan lambaian tangan, agar pelayan restoran mendatangi meja Sari dan Beni.


"Oh ya Sari, apa makanan kesukaan kamu?, supaya nanti kalau aku sudah menjadi suami kamu, aku bisa masakin untuk kamu, kamu pasti tidak percaya kalau aku bisa masak lho!", ucap Beni bangga.


"Aku suka ikan mas arsik, aku tidak percaya kamu bisa masak, enak dong kalau kamu suatu hari nanti masakin aku ikan mas arsik, aku akan menjadi perempuan yang sangat beruntung", ucap Sari merasa tersanjung, bila kelak istri nya Beni akan dimasakin makanan kesukaannya.


"Itu pasti Sari, istri ku suatu hari nanti akan menjadi perempuan kedua setelah ibuku, yang paling kuhormati, aku sangat menghargai perempuan, karena ibuku adalah perempuan, lagian aku juga tidak mempunyai adik perempuan, jangan khawatir Sari, kamu akan kubahagiakan bila menjadi istriku kelak, tidak akan ku biarkan kamu sedih, dan menanggung kesedihan mu sendiri, aku ada untukmu tempat kamu berbagi suka dan duka mu", janji Beni kepada Sari.


"Iya sayang, aku tahu kamu tulus dan sayang kepadaku, udah dong, nanti aku jadi pengen nangis jadinya, sekarang waktu nya kita makan, cacing yang ada di perutku sudah pada demo ini, minta makanannya cepat dimasukin kedalam perut", ucap Sari manja.

__ADS_1


Beni pun tertawa kecil dan mencubit manja hidung Sari " Baik sayang, ok deh kita makan sekarang". Karena sedari tadi makanan sudah tersaji di depan Beni dan Sari.


Beni langsung sigap memimpin doa, sikap Beni seolah menunjukkan sebagai kepala dalam rumah tangga.


"Kami bersyukur Tuhan atas makanan kami ini, berkatilah menjadi kesehatan dan darah daging bagi kami, atas hubungan kami berdua Tuhan, Tuhan kiranya yang campur tangan, terimakasih Tuhan, amin", ucap Beni.


Hubungan kasih Beni dan Sari dibawa dalam doa. Membuat Sari juga merasa tersanjung, bahwa Beni benar benar serius.


"aaaa...aa...", ucap Beni sambil menyuapi ikan mas milik Beni yang telah di sisihkan durinya, maklum ikan mas durinya lumayan banyak.


Tadinya Sari malu malu untuk menerima suapan dari Beni, tetapi Beni tetap memaksa, akhirnya Sari luluh dan segera membuka mulutnya untuk memakan ikan yang disuapi Beni.


Sari pun mencoba membalas menyuapi Beni " aa...a...a..", ucap Sari, Beni menerima membuka mulutnya dan memakan suapan Sari, sambil sedikit nakal mengigit tangan Sari.


Sari pun langsung menarik tangannya sambil merengek manja. Tetapi Beni langsung mengambil tangan bekas gigitan Beni lalu mengecupnya pelan.


Begitu mesranya mereka, sesekali pelayan restoran terlihat Senyam senyum melihat tingkah laku mereka.


Takut diusir oleh yang punya warung, Beni dan Sari pun segera bergegas untuk pulang karena mereka makan begitu lama sekali.


****


Banyak tempat telah dilalui, pemandangan yang tidak kalah menarik telah di nikmati. Karena waktu pun sudah hampir sore, takut kemalaman sampai di kampung. Akhirnya Beni memutuskan untuk perjalanan hari ini cukup sampai disini saja.


"Sekarang kita balik ke kampung ya Sari", ucap Beni.


"Ok deh, lagian memang waktu sudah hampir malam, takut kemalaman sampai di rumah", Sari menyetujui perkataan Beni.

__ADS_1


Selama diperjalanan Sari hanya terdiam, membayangkan segala perkataan Beni saat makan tadi, ternyata Beni adalah laki laki yang romantis. Sari pun lantas memeluk erat pinggang Beni dan menyandarkan kepalanya dipundak Beni seolah menumpahkan seluruh beban di hatinya.


__ADS_2