Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#19. Tiur hamil anak ketiga


__ADS_3

Tiur positif hamil, setelah memastikan nya dengan membeli test pack dan benar ada garis 2 merah di test pack setelah beberapa detik di angkat dari urine yang telah di tampung Tiur setelah bangun pagi tadi.


Antara senang dan sedih perasaan Tiur, Alex memang menginginkan satu lagi untuk kelahiran anak laki laki, selain tidak yakin juga apakah yang lahir nanti anak laki laki, kehamilan ke tiga ini kondisi Tiur, sepertinya lemah sekali, sudah 7 hari belakangan ini Tiur merasa lemas, mual, tidak berselera makan dan pusing. Terkadang makanan di paksa masuk agar ada nutrisi yang masuk kedalam perut sebagai tenaga untuk bisa beraktifitas, tidak beberapa lama dimakan makanan tersebut langsung di muntah kan.


Tiur malas beraktifitas setelah keluar dari kamar mandi, Tiur langsung rebahan di tempat tidur, sebelumnya Reni dan Mariot diserahkan kepada Sita, karena Tiur tidak sedang ingin diganggu.


"Sita, tolong kamu yang jagain Reni dan Mariot iya, ibu lagi tidak enak badan ini", ucap Tiur pelan,


Sita hanya manggut manggut saja "Iya Bu", ucap sita, karena Sita juga tidak berani komplain, dan menanyakan Tiur sakit apa.


Tok...tok...tok.. pintu diketuk, Alex pulang membawa tangkapan ikan dari danau. Alex lantas langsung menyerahkan nya kepada Tiur.


"Tiur, bangun lah, mengapa kamu belum bangun, itu cepat kau jual hasil tangkapan ikan ku, nanti keburu siang, tidak ada lagi yang membeli, karena semua orang sudah pergi ke ladang atau ke sawah. Nanti marah marah kau, kalau ikan mu tidak ada yang beli ", ucap Alex sambil terus teriak teriak membangunkan Tiur.


"Suruh saja Sari yang jual pak, aku lagi tidak enak badan", ucap Tiur pelan, masih dalam posisi tidur dan menutup mata.


"eehh, tumben sekali kau menyuruh Sari yang menjual nya, apa kamu tidak takut Sari yang akan mengambil uang hasil penjualannya?", ucap Alex heran.


" Siapa bilang uangnya untuk Sari, nanti kalau ikan nya sudah laku, uangnya tetap diberikan kepada ku, Sari hanya menjualnya saja", ucap Tiur santai, dan masih tetap pada posisi rebahan.


"Ehhh, enak kali kau, orang lain yang menjual, uangnya sama kau, memangnya kamu kenapa tidak mau menjualnya?", ucap Alex.


" Aku lagi tidak enak badan, aku lagi hamil, aku mual, lemas dan pusing tidak berdaya, tidak kuat beraktifitas", ucap Tiur.


"Apa, kamu lagi hamil", ucap Alex senang dan mencoba mempertegas ucapan Tiur.


"Iya pak aku lagi hamil, tolong ya, bapak suruh Sari yang jual ikannya, ingat uang hasil penjualan nya tetap diberikan kepada ku", ucap Sari ngotot.


"Katanya sakit, tetapi pikiran nya tetap saja ke uang", ledek Alex.

__ADS_1


"Iya dong pak", ucap Tiur.


***


"Sari, tolong kamu jual ikan hasil tangkapan ayah ini ya, tetapi duitnya kata ibu mu, tetap diberikan kepadanya", ucap Alex kepada Sari.


"Baiklah ayah, oh iya, memang nya ibu Tiur kenapa ayah?", tanya Sari ingin tahu.


"Ibumu lagi hamil, tidak enak badan", balas Alex.


"Oh begitu, baik yah, Sari akan jual, Sari permisi dulu ya ayah", ucap Sari sambil berlalu meninggalkan Alex untuk menjual ikan, takut kesiangan tidak laku nanti, gumam Sari dalam hati.


Sita pun mengerti mengapa Reni dan Mariot dititipkan kepadanya, 'ternyata ibu Tiur sedang hamil, pantas saja, beberapa hari ini ibu Tiur malas beraktifitas, mengurung diri terus di dalam kamar', pikir Sita dalam hati.


Tidak beberapa lama Sari datang dari menjual ikan,


"Cepat sekali kakak?", tanya Sita bingung.


"Beruntung sekali kakak, tidak perlu capek capek lagi berkeliling kampung", ucap Sita dengan ekspresi senang.


"Iya dek", ucap Sari, sambil segera berlalu meninggalkan Sita untuk selanjutnya pergi ke kamar Tiur untuk menyerahkan hasil penjualan ikan hari ini.


Sari pun lantas melanjutkan aktifitas nya untuk bersiap siap menenun setelah selesai memasak dan sarapan. Sita segera pergi ke sekolah, Reni dan Mariot di dudukkan di lantai dekat Sari menenun, sambil Sari memperhatikan kegiatan mereka.


Agak terkuras konsentrasi Sari, sesekali fokus pandangan ke Reni dan Mariot dan sesekali ke tenunan, Saripun tidak bisa cepat menenun nya. 'Dalam hati Sari Vina sebentar lagi akan pulang sekolah, kalau Vina sudah datang, Reni dan Mariot sudah ada yang menjaga, Sari pun bisa fokus menenun, target untuk menyelesaikan 6 lembar untuk hari Rabu bisa dikejar, harap Sari.


*****


Setelah 3 bulan kehamilan pun, Tiur masih saja merasa mual dan muntah, makan tidak berselera, apa yang dimakan segera dikeluarkan. Badan Tiur menjadi kurus, Bu bidan menyarankan Tiur tetap harus memaksakan untuk banyak makan nutrisi yang baik, agar janin tidak terganggu pertumbuhan nya.

__ADS_1


Sesungguhnya Tiur payah untuk menuruti nasihat Bu bidan, tetapi karena dipaksa dan di edukasi, ini untuk kebaikan Tiur juga dan calon bayinya. Akhirnya Tiur pun menuruti apa yang dikatakan Bu bidan, sembari Tiur juga diberi obat obatan penguat janin dan vitamin untuk perkembangan janin. Tiur minum dengan rutin.


Bu bidan juga menasihati, karena Tiur selalu lahiran nya kesusahan, Bu bidan mengingatkan untuk banyak beraktifitas, yang ringan ringan saja, seperti jalan jalan pagi, sekedar mengerakkan tangan dan kaki, agar tidak kaku kalau tidak beraktifitas.


"Tiur, jangan banyak tidur, agar kamu jangan kesusahan melahirkan nanti, apalagi kamu makannya payah. Sering sering saja makannya, walaupun sedikit sedikit, itu juga sangat membantu dan berpengaruh terhadap nutrisi mu, agar terpenuhi dengan cukup", Bu bidan menasihati Tiur.


"Iya Bu bidan, aku akan memaksa untuk tetap makan", ucap Tiur.


Tinggal beberapa bulan untuk menjelang lahiran Tiur. Seluruh perlengkapan bayi masih ada belas Mariot ketika lahir.


Dari bentuk perut Tiur, orang orang pada menebak kalau Tiur bayinya berjenis kelamin laki laki.


Agar Tiur bisa beraktifitas, Tiur memaksakan diri untuk menjual sendiri hasil tangkapan ikan Alex.


Setelah Alex tiba di rumah, Tiur segera menjualnya.


"Hai Tiur, aku melihat bentuk perutmu, kayaknya jenis kelaminnya laki laki loh", ucap Bu Tio.


"Benarkah kak", ucap Tiur senang.


"Sepertinya seperti itu", ucap Bu Tio.


"Mudah mudahan lah laki laki Bu, karena Alex selalu memaksa dan inginnya anak laki laki, kalau yang ketiga ini lahir jenis kelamin laki laki, maka aku bisa tutup, cukuplah aku melahirkan 3 anak saja, tidak mau tambah lagi", harap Tiur.


"Mudah mudahan Tiur, kamu baik baiklah kepada Sari dan adik adiknya, agar keinginan mu terkabul", ucap Bu Tio.


"Apa ada hubungannya itu Bu?", tanya Tiur kurang yakin.


"Ada lah Tiur, sedikit banyak pasti ada hubungannya itu seperti doa doa", ucap Bu Tio.

__ADS_1


"Oke Bu, aku akan mencobanya", ucap Tiur.


__ADS_2