Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#8. Tiur harus minta maaf kepada Sari dan adik adiknya supaya bisa melahirkan.


__ADS_3

Selama 9bulan lamanya Tiur mengandung anak yang ada dalam kandungan nya, Selama sembilan bulan pula Sari dan adik adiknya tertekan, Tiur malas melakukan rutinitas pekerjaan rumah, dengan berbagai alasan, capek lah, takut janinnya nanti kenapa napa lah, padahal kalau pergi ke pekan Tiur merasa baik baik saja, Tiur sanggup dan senang hati bila ke pekan.


Kegiatan menenun dilakukan Sari sepulang sekolah, tidak mungkin Tiur dalam keadaan hamil bertenun, takut perutnya nanti tertekan tekan, posisi bertenun adalah posisi duduk tegak,


****


Waktu yang ditunggu tunggu tibalah sudah, Tiur merasa mules dan kesakitan, Tiur menjerit jerit minta tolong kepada Alex, sambil menangis ia mengatakan "Sakit sekali pak, bagaimana ini, sakitnya minta pun, aku tidak tahan rasanya", Tiur terus saja berteriak.


"Sebentar aku akan panggil bidan dulu kemari, apakah memang ini adalah tanda tanda nya melahirkan atau sekedar mules mules biasa", bujuk Alex kepada Tiur.


"Iya, cepat lah panggil, jangan lama-lama aku sudah tidak tahan lagi ini", ucap Tiur kesakitan.


" Iya sabarlah, kamu kan tahu bagaimana jauhnya rumah Bu bidan dengan rumah kita, kamu tarik napas saja, aku panggil anak anak untuk ngawasin kamu, mana tahu ada kenapa napa yang terjadi kepada mu", ucap Alex menasehati.


"Aduh, sakitnya, aku merasa mau mati saja, tolong lah, segera panggil kan Bu bidannya", ucap Tiur tidak tahan menahan rasa sakitnya.


Lantas karena Tiur tidak tahan sakitnya, Alex segera berlari meninggalkan Tiur untuk selanjutnya pergi menjemput Bu bidan.


Sari berusaha menemani Tiur, mana tahu ada yang dibutuhkan Tiur gumamnya dalam hati. Tiur malah emosi dan teriak teriak, sangkin sakitnya perutnya "Aduh sakit, sakit sekali", teriak Tiur terus menerus.


Sari berusaha memberi minum, bahkan mengusuk badan Tiur mana tahu setelah dikusuk bisa enakkan, Sari dengan penuh perhatian, kasihan kepada Tiur yang sedari tadi menangis terus. Tetapi malah gelas yang diberikan Sari, langsung disingkirkan Tiur dengan emosional, bahkan tangan Sari yang berusaha untuk mengusuk tiurpun, langsung ditepis kasar oleh Tiur. Sehingga Sari salah tingkah, hanya bisa melihat saja Tiur teriak teriak sambil menangis.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Alex datang membawa Bu bidan, untung saja Alex tiba dengan cepat, sedikit saja terlambat tadinya Bu bidan mau pergi berkunjung ke tempat orang tuanya, tetapi karena Alex sudah datang, dan Tiur harus segera membutuhkan pertolongan, Bu bidan tidak jadi ke rumah orang tuanya.


Belum sampai Alex dan Bu bidan di rumah, Tiur sudah kedengaran suaranya menjerit jerit minta tolong karena kesakitan. Bu bidan heran dan menanyakan bagaimana perasaan Tiur, kok bisa merasakan sakit yang luar biasa.


"Bagaimana perasaan mu Tiur, apakah sakit sekali rasanya?", tanya bidan berusaha bertanya kepada Tiur, dan bermaksud agar Tiur tidak terlalu fokus terhadap sakitnya.


" Sakit sekali Bu bidan, tidak tahu bilangnya, luar biasa sakitnya kurasakan, tidak tahan rasanya menahan sakitnya", ucap Tiur, sambil terpatah patah bicaranya, seperti kelelahan.


Bu bidan menasihati Tiur " Sebaiknya kamu jangan terlalu banyak bicara atau teriak Tiur, karena kamu nanti kehabisan tenaga, sehingga tidak ada tenaga nanti untuk mengedan, bila sudah waktunya anakmu lahir" ucap Bu bidan.


Tetapi karena tidak tahan menahan sakitnya Tiur tidak peduli nasihat Bu bidan, Tiur terus saja berteriak karena kesakitan.


Tiur hanya menggeleng kan kepala, karena sudah tidak bertenaga dan lemas karena kelelahan menahan sakit.


"Sudah berapa lama Tiur merasa kesakitan", Tanya bu bidan kepada Alex.


" Sudah hampir 3 jam", ucap Alex


Bu bidan bingung apa sebenarnya yang terjadi pada Tiur, Bu bidan pun tidak tahu apa yang harus di lakukan nya, kemudian Bu bidan berkata seperti di luar nalar manusia.


Bu bidan ini memang seperti paranormal, Bu bidan bisa merasakan ada arwah disekitar rumah Sari, tiba tiba Bu bidan berkata"Ini sepertinya ada yang menahan perut Tiur, agar anak yang di kandung Tiur tidak keluar dan Tiur merasa tersiksa dan kesakitan", ucap Bu bidan membuat Alex, Sari, dan adik adiknya bingung, dan sedikit merasa merinding.

__ADS_1


"Tiur, agar kamu bisa melahirkan dengan normal dan selamat, kamu harus minta maaf kepada Sari dan adik adiknya. Ibu Sari yang menahan perutmu, ibu Sari selalu menjaga anak anak nya, kamu jangan jahat lagi ya kepada Sari dan adik adiknya", ucap Bu bidan kepada Tiur.


Sari dan adik adiknya menangis dan terharu mendengar pernyataan Bu bidan, ternyata mendiang ibu mereka selalu mereka, mendiang ibu mereka tahu perbuatan Tiur, dan marah kepada Tiur.


Tiur masih tidak percaya kalau mendiang ibu Sari yang menghambat proses lahiran Tiur, Tiur merasa cuek dan tidak mau minta maaf kepada Sari dan adik adiknya.


Tetapi sakitnya tidak hilang hilang juga, Tiur berusaha menahan sakitnya, tidak berteriak lagi, Tiur berusaha tidak menunjukkan sakitnya.


Bu bidan berkata,"Bayi mu harus segera keluar Tiur, karena memang ini sudah waktunya, kalau kau bersikeras tidak mau minta maaf kepada Sari dan adik adiknya, bisa jadi bayi mu nanti tidak bernapas ", ucap Bu bidan kepada Tiur, membujuk supaya mau meminta maaf saja kepada Sari dan adik adiknya.


Tiur tetap membandal tidak mau minta maaf, dan tiba tiba Tiur berteriak sekencang kencangnya sambil menangis, "Tolong, ampun ampun, sakit sekali, sakit sekali, UU..UU..UU tolonglah jangan ganggu aku, tolong biarkan aku melahirkan secara normal dan lancar", teriak Tiur terus menangis.


Walaupun Tiur sudah minta tolong, tetapi Tiur belum mau minta maaf. Tiur teriak lagi sejadi jadinya, kali ini dengan kencang "UU..u.u sakit sekali, aku minta maaf, aku salah"


"Aku minta maaf ya Sari, Siti, Sita, Vina, dan Ita, aku minta maaf. Maaf kan lah aku sudah jahat selama ini kepada kalian, aku tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi, tolong kalian maaf kan aku ya", ucap Tiur dan terbaring lemas, dan setelah Tiur minta maaf. tidak berapa lama lagi Tiur segera memberi tahu kepada Bu bidan, kalau Tiur merasa pengen mau BAB. dan dengan sigap Bu bidan langsung memeriksa bagian ******** Tiur dan ternyata, sudah kelihatan rambutnya. Bu bidan langsung memberi arahan "Ayo terus edan, tanpa putus putus supaya bisa langsung keluar, 1.2....3. Mulai", Bu bidan mengarahkan Tiur untuk terus mengedan tanpa putus putus dimulai dari hitungan ke tiga. "Terus Tiur, ayo sedikit lagi" ucap Bu bidan.


ooe..oee.. akhirnya Tiur bisa melahirkan dengan normal dan selamat. Setelah berjuang dengan susah payah, mempertaruhkan nyawanya.


Tiur melahirkan bayi perempuan cantik. Tiur puas dan bahagia bisa melahirkan dengan selamat. Tidak dengan Alex, karena anak yang dilahirkan Tiur bukan anak laki laki, Alex merasa kecewa.


Bu bidan melihat raut wajah Alex, kemudian Bu bidan menasehati Alex " perempuan atau laki laki, sekarang ini sama, Tiur juga pasti pengen melahirkan sesuai keinginan kamu, tetapi Tuhan yang berkehendak, tidak kau lihat kah begitu kesakitan nya Tiur melahirkan, apa kah kamu tidak ada hati nurani, sehingga tidak bisa melihat pengorbanan nya", ucap Bu bidan panjang lebar kepada Alex. Alex pun hanya diam saja tidak bisa berkata kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2