Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#60. Pernikahan Sari dengan Juan


__ADS_3

Fashion gaya berpakaian Sari selalu mengikuti tren masa kini, walaupun Sari tinggal di desa. Begitu pun baju pengantin nya tidak terlalu berlebihan atau norak.


Masih mengikuti mode dan tren masa kini, semua terlihat cantik dan pas ditubuh Sari, yang tinggi semampai dan berat badan yang ideal. Urusan pakaian pengantin sudah dipersiapkan 7hari sebelum hari tanggal pernikahan.


Tibalah pesta pernikahan Sari, tidak banyak kerabat atau para tamu yang diundang, karena pihak laki-laki sendiri tidak mempunyai dana yang cukup untuk mengundang banyak tamu, begitu juga kerabat dari pihak perempuan, hanya kerabat yang di kampung saja yang diundang, sedangkan kerabat yang diluar kota tidak diundang.


Sari berhias mulai jam 5subuh. Jam 8semua pihak perempuan wajib stand by di rumah menunggu pihak laki-laki datang menjemput, sebelum akhirnya berangkat ke rumah pihak laki-laki, terlebih dahulu semua rombongan dari pihak laki-laki yang mengantar ke rumah pihak perempuan, di jamu untuk makan pagi.


Setelah itu semua rombongan pihak laki-laki maupun perempuan pergi kerumah ibadah untuk disahkan perkawinannya secara agama.


Baik Sari maupun Juan diminta untuk berjanji apakah mau menemani pasangan hidupnya baik dalam suka maupun dalam duka, masing-masing pasangan juga tidak boleh meminta cerai, karena cerai itu artinya salah satu pasangan perempuan atau pasangan pria meninggal dunia.


Artinya Tidak boleh bercerai kalau tidak karena kematian yang memisahkan, dan yang terakhir berjanji untuk menjalankan rumah tangga adalah sesuai dengan perintah Tuhan.


Sumpah itu diucapkan Sari dan Juan di depan tokoh agama, dan dihadapan para kerabat.


Sari tidak menyangka teman hidupnya adalah Juan, padahal Juan tidak pernah jumpa atau Sari tidak mengenal nya sama sekali.

__ADS_1


Airmata Sari menetes di pipinya, melihat adik-adiknya juga ikut menangis, mereka bersedih karena tidak akan tinggal bersama Sari lagi. Adik-adiknya sekarang dituntut untuk mandiri sendiri tanpa pertolongan dan bantuan Sari, bagai anak ayam kehilangan induknya perasaan adik-adik Sari.


Setelah pernikahan Sari dan Juan diberkati secara agama, sekarang tiba lah saat nya pernikahan Sari disahkan secara adat.


Ketiga sahabat Sari yakni Rani, Ratna dan Cantika datang ke pernikahan Sari, mereka sedih karena Sari mengambil keputusan yang salah "Kuharap kamu tidak menyesal nanti Sari" ucap Rani, Rani adalah teman yang paling dekat dengan Sari ketimbang Ratna dan Cantika. Baik Ratna dan Cantika juga menyayangkan Sari mengambil keputusan sepihak hanya gara-gara perkataan Sonia, bagaimana seandainya bila Beni tidak tahu apa-apa tanya mereka dalam hati, setelah tahu cerita mengenai Sari yang tidak jadi menikah dengan Beni.


Tangis Sari pecah karena Indri ibu Beni datang ke pesta pernikahan Sari, Indri kenal dan tahu keluarga Sari karena tahu dari tetangga terdekat Sari.


Indri sebenarnya tidak di undang Sari. tetapi ada tetangga Indri yang datang ke pesta pernikahan Sari. Indri penasaran dan kaget dan ingin mencari tahu, kabar berita pernikahan Sari.


Indri memaksakan diri untuk menghadiri pernikahan Sari, walaupun tidak diundang. Setahu Indri, Beni masih pacaran dengan Sari.


Tangis Sari pecah, tidak ada gunanya lagi untuk mengklarifikasinya, Pemberkatan secara agama sudah berlalu, Sari dan Juan telah sah menjadi suami istri. Kenyataannya Sari sekarang sedang melangsungkan pernikahan dengan Juan. Nasi sudah menjadi bubur.


Sari hanya menangis terisak-isak, tidak berkata sepatah kata pun kepada Indri, ibu Beni. "Kuharap kamu bahagia Sari" ucap Indri sedih dan menjabat tangan Sari.


Langit terasa jatuh dikepala Sari, begitu berat hingga tidak sanggup lagi membuat Sari untuk berdiri, karena mendengar perkataan Indri.

__ADS_1


"Ternyata Indri juga tulus mau menerima Sari apa adanya", pikir Sari di benaknya.


Tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Sonia, Sonia sengaja mengatakan telah dijodohkan kepada Beni, padahal itu hanya akal-akalan nya saja, agar Sari putus dengan Beni, Sari pun bodoh tidak mau mendengar perkataan adik-adiknya dan sahabat nya Rani yang mengatakan, untuk mengklarifikasinya atau menceritakan bahwa Sonia mendatangi Sari, agar tidak terjadi kesalahpahaman, Sari terburu-buru kepancing emosi atas perkataan Sonia.


Sari sangat menyesal, "ternyata karena keegoisan ku, aku telah menghancurkan masa depan ku" sesal Sari di dalam hatinya. Sari hanya bisa menunduk selama resepsi berlangsung tidak ada senyum di raut wajah Sari, hanya kesedihan yang mendalam.


Ingin rasanya Sari pergi melompat ke Danau bertemu dengan ibunya, untuk menghindari kenyataan pahit ini. Kalau tidak melihat adik-adiknya, mungkin keinginan itu sudah segera dilakukan Sari, karena danau begitu dekat dengan rumah Juan.


Pesta pernikahan Sari dan Juan secara adat juga telah terlaksana dengan baik. Semua undangan pulang meninggalkan rumah Juan, begitu juga keluarga Sari dan adik-adiknya.


Sekarang Sari sudah tinggal di rumah orang tua Juan. Sari miris melihat kondisi rumah Juan, jauh lebih layak rumah Sari. Saat di pernikahan Sari dan Juan, Hesti dan Judha begitu manis dan ramah, begitu juga adik perempuan Juan, ramah dan kompak, mau menemani Sari, memberi sapu tangan ketika Sari tadi menangis dihadapan Indri, dan memeluk dan mengelus-elus pundak Sari agar bersabar. Ternyata itu semua hanya topeng.


Belum juga pakaian pengantin dibuka, Ayah dan ibu Juan sudah membeberkan banyaknya hutang yang akan dibayar Juan, karena biaya pengeluaran untuk pernikahan ini adalah di hutang oleh orangtua Juan, Ya Tuhan, bathin Sari, Sari akan dibebankan untuk membayar hutang orang tuanya, padahal Juan hanya seorang supir, berarti sebagian gaji Juan akan di pergunakan untuk membayar hutang orang tuanya.


Belum juga masalah hutang. Adik perempuan Juan, Tari. juga memaksa mengambil pakaian Sari. Sari membawa tas berisi pakaian ketika pihak laki-laki datang ke rumah pihak perempuan, karena secara adat Sari tidak boleh sembarangan sesuka hati pergi kerumah orangtuanya, orangtua Sari sekarang adalah orang tua Juan, Sari sudah milik pihak laki-laki.


Sari menangis dan langsung masuk ke kamar, meninggalkan orang tua Juan di ruang tamu.

__ADS_1


Tidak menyangka laki-laki yang dia pilih adalah laki-laki yang salah.


Juan tidak datang menghampiri Sari, padahal Sari saat ini sangat sedih. Sari ingin Juan bisa menguatkannya ternyata tidak, Juan begitu dingin tidak romantis dan tidak mengerti bagaimana cara menyenangkan perempuan, jauh sekali dengan Beni. Beni begitu perhatian, bahkan bila Sari tidak mau makan, Beni memaksa membuang makanan itu karena kesal Sari tidak menghargai pemberian nya.


__ADS_2