Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#7. Tiur hamil.


__ADS_3

Setelah Alex memberi ultimatum, bahwa akan menceraikan Tiur. Tiur berubah seratus delapan puluh derajat, tidak membiarkan anak anak yang mengambil alih pekerjaan semua, Tiur mau bantu bantu, mencuci pakaian ke danau, terkadang menyapu rumah, bicaranya sopan terhadap anak anak, tidak suka teriak dan marah marah!.


Seperti biasanya setiap pagi semua sibuk melakukan aktifitas dan rutinitas masing masing, semua tanpa komando, Sari dan adik adiknya semua patuh melakukan pekerjaan masing masing, tanpa mengeluh atau merasa lelah atau letih.


Tidak ada juga gunanya mengeluh tentang pekerjaannya masing masing, karena kalau mengeluh biasanya akan dimarahi dan di ancam 'jangan tinggal di rumah, lebih baik keluar saja dari rumah', begitu perintah Alex kepada anak anaknya.


Pagi ini, Tiur agak malasan bangunnya, Tiur bangun kesiangan setelah anak anak pergi ke sekolah hanya ada Vina dan Ita yang tinggal di rumah, karena Vina dan Ita tidak bersekolah.


Tiur keluar dari kamarnya dengan lemas, seketika sambil berlari terburu buru menuju kamar mandi, Vina penasaran mengapa Tiur terburu-buru ke kamar mandi, dan ternyata sesampainya di kamar mandi Tiur kedengaran seperti suara muntah "U..u a..aak.U..uaaak".


Alex bingung dan bertanya kepada Tiur "Kamu kenapa, kok pagi pagi sudah muntah, memangnya kamu barusan makan apa?", tanya Alex penuh tanda tanya.


"Aku tidak tahu, perasaanku bawaannya mau muntah saja, aku merasa mual, pusing dan letih, apa mungkin aku masuk angin barangkali", Tiur mencoba menerka nerka sakitnya.


"Oh, bisa saja sih, hanya masuk angin biasa. Apakah perlu ku panggil ibu Sri, tukang kusuk, agar kamu bisa dikusuk dan jadi enakkan", ucap Alex, sembari menawarkan tukang kusuk, supaya Tiur bisa cepat sembuh, dan bisa beraktifitas seperti biasa.


"Baiklah kalau begitu, panggil saja ibu Sri nya, aku kuduknya di rumah saja", pinta Tiur.


Setelah Alex pergi menjemput ibu Sri, tukang kusuk. Tidak lama berselang, Alex dan ibu Sri tiba di rumah. Tiur minta di kusuk di kamar saja, dan Tiur pun sudah rebahan dan bersiap siap untuk segera di kusuk ibu Sri. Sebelumya ibu Sri menanyakan, keluhan Tiur sebenarnya apa?, Langsung Tiur menjawab "Merasa pusing, lemas, mual dan ingin muntah, Bu", jawab Tiur kepada ibu Sri.


Karena Tiur mengeluh kan mual dan muntah, ibu Sri langsung memeriksa bagian perut Tiur, tepatnya di bawah pusar. Ibu Sri merasa perut Tiur agak keras dibagian bawah pusar.

__ADS_1


Dan ibu Sri pun hanya mengusuk pelan pelan saja dibagian tersebut sembari mengatakan "Kamu hamil Tiur, ini bukan karena masuk angin, ini adalah tanda tanda kehamilan, ini hal yang biasa lama lama juga mual muntah itu akan hilang, kamu isi saja perut mu, jangan sampai kosong, agar tidak merasa mual dan muntah", ucap ibu Sri menyampaikan kabar gembira itu sembari menasihati Tiur panjang lebar.


"Apa, aku hamil. Apa ibu yakin, kalau aku memang hamil", tanya Tiur penasaran atas kabar yang diberitahukan ibu Sri.


"Iya, Tiur, aku sangat yakin bahwa kamu benar benar hamil", ucap ibu Sri menyakinkan Tiur.


Tiur merasa senang atas kabar gembira ini, kalau Tiur hamil, pasti Alex tidak jadi menceraikan nya. 'Tidak sabar rasanya untuk segera memberitahukan kabar gembira ini kepada Alex', gumam Tiur dalam hati penuh semangat.


Setelah ibu Sri selesai mengkusuk Tiur, dan permisi untuk segera pulang, Alex langsung menanyakan kondisi Tiur.


"Bagaimana, apakah sudah enakkan setelah di kusuk", tanya Alex kepada Tiur setelah selesai di kusuk.


"Lumayan lah, sudah agak enakkan kok", ucap Tiur sambil senyum senyum.


"Aku lagi bahagia sekali pak atas kabar gembira ini", ucap Tiur, tidak langsung memberitahukan mengenai kabar apa yang membuat Tiur begitu gembira.


"Sudahlah, pertanyaan ku bolak balik tidak di jawab jawab, langsung saja jawab, membuat makin penasaran saja", ucap Alex ketus dan agak keras


, dan hampir marah.


"Sebenarnya aku lagi hamil pak, itulah yang menyebabkannya aku mual, muntah dan pusing", ucap Tiur penuh semangat. dan sukacita.

__ADS_1


"Benarkah, apa kamu serius?", tanya Alex masih penasaran dan belum percaya atas kabar gembira ini.


"Serius pak, ibu Sri yakin sekali bahwa aku benar-benar hamil", ucap Tiur menyakinkan Alex.


Lantas Alex langsung memeluk Tiur dan mengatakan "mudah mudahan anak kita yang lahir nanti, laki laki ya", harap Alex kepada Tiur.


"Amin, mudah mudahan ya pak, aku pun berharap anak kita yang lahir nanti laki laki", ucap Tiur agak berat, karena Tiur pun tidak tahu apa yang lahir laki laki atau perempuan, bagaimana kalau perempuan, apakah Alex akan menceraikan nya.


Pernyataan itu membuat Tiur merasa tertekan dan khawatir, bagaimana nanti kalau lahir perempuan, selalu terngiang di telinga nya.


****


Karena Tiur dalam kondisi hamil, Alex sangat memanjakan Tiur, Tiur dilarang banyak melakukan aktifitas. Tiur merasa senang, Tiur senang, bahwa ia tidak perlu lagi berpura pura, bersikap manis, atau melakukan kegiatan rumah, sewaktu hampir diceraikan Alex. Dengan kondisi Tiur yang lagi hamil, Alex tidak jadi menceraikan Tiur.


Walaupun Alex telah membuat bathin Tiur tidak nyaman dan merasa was was, atas keinginan Alex yang menginginkan kelahiran anak laki laki, saat ini Tiur tidak peduli yang penting baginya saat ini bisa membalaskan kejengkelan nya kepada anak anak.


Tiur merasa manja dan mentel dalam kondisi hamil ini, Tiur banyak sekali permintaan dan keinginan baik berupa makanan atau benda-benda, ini merupakan kesempatan bagi Tiur, kapan lagi aku bisa meminta kalau bukan dalam kondisi hamil sekarang, bathin Tiur dalam hati.


Alex pun langsung mengabulkan keinginan Tiur bila, Tiur minta sesuatu. Sari maupun Adik adiknya tidak suka terhadap sikap Tiur yang manja, Sari dan adik adiknya tahu, bahwa itu semua cuma akal akalan Tiur saja.


Walaupun Alex dalam kondisi tidak punya uang, terkadang permintaan Tiur yang terkadang tidak masuk akal, tetapi Alex tetap mengabulkan permintaan dan keinginan Tiur, walaupun itu sampai membuat Alex untuk meminjam uang terhadap orang lain, Tiur tidak peduli, Tiur merasa, walaupun Alex banyak hutang nantinya, dalam bathin Tiur, 'tidak apa apalah bila menjual kerbau, toh Alex mempunyai kerbau 4 ekor'.

__ADS_1


Padahal kerbau itu dimaksud kan Sari untuk keperluan mendesak dan perlu dimasa yang akan datang, bisa dibilang sebenarnya kerbau itu adalah milik Sari. Tiur tidak berhak atas kerbau tersebut, karena kerbau itu dibeli sebelum Tiur menjadi anggota keluarga di keluarga Sari.


Sari dan adik adik nya sebenarnya kurang setuju Tiur hamil, karena apabila yang dilahirkan Tiur nantinya anak laki laki, pasti Tiur akan semakin manja, Alex pun tidak akan peduli kepada anak anaknya dari istri terdahulunya. Sari dan adik adiknya pun merasa was was, sesungguhnya bukan tidak setuju ada adik laki laki, justru Sari sangat bahagia mempunyai adek laki laki, tetapi sifat angkuh dan sombong Tiur lah yang tidak disukai Sari dan adik adiknya.


__ADS_2