
Beni semangat sekali belajar untuk mempersiapkan ujian kelulusan nanti. Kesempatan ini di pergunakan queen untuk dekat dengan Beni, Queen banyak bertanya bagaimana cara menyelesaikan soal soal yang sulit atau yang tidak dimengerti Queen kepada Beni, bahkan tidak jarang Queen pun sengaja datang ke kos kosan Beni untuk belajar bersama.
Beni tidak berani menolak karena Queen pernah mencoba bunuh diri karena ditolak cintanya oleh Beni.
Queen tahu kalau Beni tidak balik lagi ke kampung, karena Beni fokus untuk belajar mempersiapkan ujian kelulusan. Kesempatan itupun di pergunakan Queen semakin sering datang ke kos kosan Beni.
Queen rajin untuk membersihkan kamar Beni, memasak untuk menu makan siang dan malam, bahkan mencuci pakaian Beni.
Berulang kali Beni menolak agar Queen tidak usah repot repot, tetapi Queen tetap memaksakan untuk mengerjakan nya. " Sudah lah Queen, aku bisa kok mengerjakan nya sendiri", ucap Beni menolak agar Queen tidak perlu mencuci pakaian Beni.
"Tidak apa apa kok Beni, tidak repot kok, sebentar sudah selesai", ucap Queen tersenyum ramah, menunjukkan kalau Queen senang melakukannya.
Terkadang Queen pulang hingga matahari terbenam, memang rumah Queen tidak terlalu jauh dengan kos kosan Beni.
Walaupun Beni tidak balik ke kampung, Beni sering menulis surat untuk Sari, agar Sari tidak merasa di cuekin Beni.
Beni merasa bosan untuk belajar, untuk menghilangkan kejenuhannya Beni teringat untuk menulis sepucuk surat untuk Sari.
Beni pun mulai merangkai kata.
Dear kekasih hatiku yang jauh, tetapi dekat di hati.
Setiap hari ku lalui terasa lama dan berat karena tiada kamu disisi ku, biarlah sedikit kutahan rindu ini, untuk sesuatu yang menjadi tujuan kita bersama untuk menggapai harapan dan cita-cita kita yang luar biasa.
Tolong jaga terus cinta ini, jangan kamu berbagi dengan yang lain, begitu pun diriku tidak ingin berbagi dengan yang lain, hanya kamu pemilik hatiku seorang.
Bersabarlah sedikit lagi, aku pasti akan pulang dengan membawa harapan indah.
Demikian isi surat cinta Beni yang akan beni kirim ke Sari melalui via pos. Bermaksud hendak pergi ke pos, tiba tiba Queen datang,
"Hai Ben, mau kemana kamu???", tanya Queen.
"Ehh, kamu Queen, aku mau ke kantor pos, mau mengirimkan surat kepada Sari", jawab Beni, Queen tahu perihal Sari, karena Hendra pernah cerita, kalau Beni sudah punya pacar bernama Sari. Sedikit cemberut raut wajah Queen mendengar kata Sari, tetapi Queen pura pura menutupi rasa cemburunya.
"Oh, mau mengirim surat untuk Sari, bagaimana kalau kita makan dulu, aku ada bawa makanan, nanti surat mu aku yang antar ke kantor pos, rumah ku kan dekat kantor pos, tenang saja, pasti ku antar, kita makan saja dulu", tawar Queen.
Kebetulan Beni pun sudah lapar belum makan sepulang dari sekolah tadi, karena terlalu asik belajar dan menulis surat.
__ADS_1
"Baiklah, kita makan dulu, tetapi setelah makan kamu langsung kantor pos ya, takut kantor pos tutup nanti", ucap Beni kepada Queen.
"Tenang saja, pasti ku antar kok", ucap Queen menyakinkan Beni.
Selesai makan, Queen langsung pamit buru buru, untuk segera mengirim surat ke kantor pos, Seolah oleh Queen serius dan perhatian kepada Beni. Setelah surat itu diserahkan Beni kepada Queen, Queen pun segera pamit untuk pulang sekalian mengantarkan surat Beni untuk Sari ke kantor pos.
Queen tidak rela, Beni direbut Sari, sejauh ini Beni sudah dekat kepada Queen, walaupun Beni tidak ada hati ke Queen, itu sudah cukup untuk Queen, bahkan Queen berharap suatu hari nanti, Beni bisa berpaling dari Sari, dan lebih memilih Queen.
Queen tidak jadi ke kantor pos, Queen membawa surat itu ke rumahnya, setelah membaca surat itu, Queen pun buru buru membakarnya.
Queen menulis surat baru kepada Sari. Seolah olah surat itu ditulis oleh Beni.
Isi surat yang ditulis Queen untuk Sari, seolah berasal dari Beni.
Dear Sari.
Aku ada teman bernama Queen, Queen suka sekali kepada ku, awalnya aku menolak cinta Queen, karena ada kamu di hatiku.
Sampai Queen mencoba untuk bunuh diri, karena sering ku cuekin. Untung nya Queen baik baik saja.
Selama aku di kos kosan Queen sering menemani ku belajar, membersihkan kamar ku, memasak untuk ku, bahkan mencuci baju ku, awalnya aku tidak enak Queen melakukan semua itu, tetapi karena Queen terus memaksa, aku pun menjadi terbiasa.
Maaf Sari, aku lebih memilih Queen.
Surat palsu seolah olah berasal dan ditulis oleh Beni, kini sudah dikirim kepada Sari.
Queen menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Beni.
****
Queen merasa menang.
Queen menghayal di tempat tidur nya. 'Sebentar lagi Beni akan menjadi pacarku', gumam Queen dalam hati.
'Tidak sabar rasanya surat itu, segera sampai kepada Sari, dan Sari akan mengirimkan surat balasan, bahwa Sari ingin minta putus saja', pikir Queen dalam hati.
***
__ADS_1
Beni tidak balik ke kampung, tetapi Hendra tidak tahan untuk tidak balik ke kampung. Hendra terkadang sekali 2 Minggu selalu balik ke kampung.
Ketika Hendra balik ke kampung Beni juga turut menitipkan surat kepada Sari, karena menurut Beni, sekalian Hendra yang bawa lebih cepat sampai, agar mengobati rindu Sari, seolah olah Beni pun ikut balik ke kampung.
Isi surat Beni yang dititipkan kepada Hendra.
Dear Sari, kekasih jiwaku
Walaupun aku tidak bisa balik ke kampung, jangan lah kamu marah dan berkurang rasa sayang dan cinta mu kepada ku.
Tetap lah kamu setia dan tanyakan hati kecilmu, jangan sedikit pun hati mu, meragukan cintaku, aku masih memegang teguh cita cita dan harapan kita.
Tidak akan ku ingkar janji suci kita, itu sumpah ku kepadamu.
Salam Beni yang selalu merindukanmu.
Kebetulan Sari baru balik dari warung dekat pelabuhan kapal.
Hendra teriak memanggil Sari, hendak memberikan surat Beni kepada nya.
"Sari, Sari, ini ada surat Beni dititipkan untuk mu", ucap Hendra.
"Untuk apa lagi Beni memberikan surat untuk ku, bukankah Beni sekarang memilih Queen?", ucap Sari sedih, karena telah menerima surat Beni yg di tulis Queen.
Hendra bingung Sari bicara seperti itu, darimana Sari tahu sosok Queen. Hendra pun mencoba bertanya mengapa berkata seperti itu "Mengapa kamu bicara seperti itu Sari, apakah Beni telah mengirim surat kepada mu?", tanya Hendra ingin tahu.
"Iya Hendra, kemarin aku menerima surat Beni, isinya ada sosok Queen yang lebih perhatikan kepadanya, sehingga membuat Beni jatuh cinta kepada Queen", ucap Sari sedih sambil berurai air mata, karena merasa diputuskan Beni secara tiba tiba, dan diputuskan melalui surat.
Hendra merasa bingung apa yang telah terjadi, padahal Beni masih sayang dan cinta kepada Sari. Beni tidak ada cerita kalau telah memutuskan Sari.
Kalau Beni memutuskan Sari, mengapa Beni masih memberi surat kepada Sari. Hendra bingung dan tidak tahu harus bagaimana.
Hendra tetap saja memberi surat yang dititipkan Beni kepada Sari. Tetapi Sari tidak terima, "Sudah lah Hendra bawa saja kembali surat itu kepada Beni. Aku ikhlas menerima keputusan Beni ", ucap Sari.
"Baca dulu surat ini Sari, agar tidak salah paham", ucap Hendra.
Tetapi Sari langsung pergi meninggalkan Hendra, tidak mau menerima surat dari Beni karena kecewa dengan surat Beni yang dikirim melalui pos, 1 Minggu yang lalu, yang isinya Beni lebih memilih Queen.
__ADS_1
Sari sedih, terus menangis dan tidak bisa tidur menerima dan membaca surat itu, ternyata ucapan dan janji yang diberikan Beni adalah palsu.
'Masih sebulan lamanya Beni tidak balik ke kampung, Beni sudah berpaling ke lain hati, apalagi selama bertahun-tahun, Beni pasti sudah punya istri', Gumam Sari dalam hati.