
"Sekarang kita sudah resmi pacaran, jaga hatiku ya, tetap di dalam hatimu, jangan kamu menyimpan hati lain selain hati ku, akupun begitu, akan menjaga hatimu di hati ku, aku tidak akan menyimpan hati lain selain hati mu", ucap Beni mempertegas hubungan mereka.
"Aku tidak main main Sari, aku serius, akan mempertanggung jawab kan dan memperjuangkan hubungan ini, hingga kita bisa berumah tangga akhirnya", Beni menambahi.
Sebelum Beni berangkat kembali ke kota untuk bersekolah, Beni menitipkan surat kepada Sari.
" Seluruh perasaan ku, ada pada isi surat ini, kamu baca saja nanti setelah sampai di rumah, agar kamu yakin dan tidak ragu lagi kepada ku", ucap Beni serius.
Sari merasa tersentuh ternyata Beni serius atas hubungan mereka hingga ke jenjang pernikahan nanti. Seketika hati Sari menjadi luluh dan mantaf, bahwa Beni adalah laki laki idaman nya yang akan menjadi kepala dalam rumah tangga nya.
Kemudian Beni pun, pamit untuk segera masuk kedalam kapal, yang akan membawa Beni ke kota, untuk menuntut ilmu, kelak untuk masa depan mereka nanti.
Beni senang diantar dan dilihat Sari berangkat menuju kapal, hingga kapal tidak terlihat lagi. Melihat mata Sari menatap terus keberangkatan Beni, tidak tega rasanya meninggalkan Sari, ingin rasanya membawa Sari kemana pun Beni pergi.
'Aku harus lebih bersemangat untuk meraih cita cita ku, demi Sari dan hubungan ke jenjang yang lebih serius lagi', bathin Beni dalam hati.
Tinggal lah Sari di desa yang jauh dari hiruk pikuk gemerlap kota, kehidupan pedesaan yang sederhana, yang mayoritas warganya berladang dan bersawah, serta menenun ulos, termasuk Sari adalah salah satunya. Sari rutin menenun ulos untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Saat ini Sari sudah punya tabungan beberapa ekor kerbau dan beberapa perhiasan. Semua itu untuk suatu waktu untuk kebutuhan adik adik Sari dan kebutuhan sehari hari keluarga besarnya.
Sepulang dari mengantar Beni dari pelabuhan, Beni ada menitipkan surat kepada Sari. Sari penasaran atas isi surat tersebut.
Sari langsung masuk kamar dan segera menguncinya dari dalam, Sari takut nanti di pergoki oleh adik adiknya yang selalu menggodanya.
Dear Sari
Sejak aku bertemu denganmu, jantung ku terasa berdebar debar terus, tidak bertemu dirimu, jantung terasa berhenti berdetak.
Kamu berbeda dengan perempuan lain, kamu begitu sederhana, jujur, mandiri dan tangguh.
Apapun kata orang yang membuatmu ragu atas cinta ku, jangan kamu pedulikan.
Tanyakan hati kecilmu Sari, mantaf kan hatimu, bahwa akulah yang akan selalu menjagamu, akulah yang menjadi pengobat lukamu, akulah yang akan menjadi penghibur mu, dan akulah yang akan selalu setia menemani mu.
Aku siap menjadi sandaran mu, tempat kamu mencurahkan isi hatimu, duka mu adalah dukaku, suka mu adalah suka ku, aku menerima mu apa adanya.
Jangan kau ragukan cinta ini.
Peluk cium mesra dari ku untuk mu
__ADS_1
Dari kekasih hati mu yang selalu merindukanmu.
Beni.
Sari terus membaca surat cinta itu berulang kali, hingga menetes air matanya terharu, membaca ketulusan hati Beni kepada nya.
Segera disimpan di dalam lemarinya karena ada yang mengetuk pintu kamar berulang ulang.
Tok..tok..tok..
kak ..kak...Sari...
"Siapa didalam kamar", ucap sita ragu, karena dibalik kamar Sari tidak menyahut, sita pun tidak tahu apakah Sari yang ada di balik kamar.
Karena terus di gedor gedor. Sari pun segera menyahut.
"Iya, tunggu sebentar", ucap Sari, tidak lama kemudian segera membuka pintu.
"Kakak rupanya didalam kamar, kok lama sekali membuka nya?, kakak lagi ngapain sih?", tanya Sita penuh curiga.
"Kakak tadi lagi ketiduran, jadi tidak mendengar kamu mengetuk pintu", jawab Sari asal, agar tidak ketahuan Sita.
"Sepertinya kakak tidak habis tidur, ayo, kakak ngapain sih?", ucap sita terus penuh selidik.
"Kak, 10 menit yang lalu, aku lihat kakak datang menuju rumah, masak sih langsung tidur nyenyak", ucap sita yakin memergoki Sari.
"Sudah lah, kamu terlalu banyak bertanya dan ingin tahu saja", ucap Sari menjauhi dan sedikit memarahi Sita.
Sita masih saja penasaran dan ingin tahu, 'Sari tadi ngapain?', gumamnya dalam hati.
*****
Hari pertama masuk sekolah, setelah Minggu libur.
Beni bersemangat sekali dan penuh keceriaan, seperti tekadnya yang sudah mantaff untuk mengejar cita cita nya demi Sari dan hubungannya.
Beni bersemangat sekali untuk menerima pelajaran hari ini, Beni menuju bangku tempat duduknya dan meletakkan tas ranselnya di sandaran bangku.
Sembari menarik napas, Beni duduk di bangkunya, sambil memeriksa laci mejanya, Beni menemukan sepucuk surat beramplop warna warni dan wangi.
__ADS_1
Beni penasaran membuka surat itu.
Surat itu ditujukan untuk dirinya.
Dear Beni.
Maaf aku lancang mengirim sepucuk surat kepada mu,
semakin aku memendam perasaan ini, semakin aku tersiksa.
Tidak tahan rasanya untuk menyimpan perasaan ini lama lama di hatiku, yang ada aku semakin gila tidak karuan, terlebih setelah aku mengetahui kalau kamu ada suka terhadap cewek lain, tetapi sebelum hubungan kalian lanjut ke pelaminan, sepertinya aku masih berharap kamu bisa membuka hati untuk diriku.
Tidak apa apa kamu menganggap aku sebagai teman, dekat denganmu, dan sedikit perhatian mu, itu sudah cukup bagiku, walaupun mustahil rasanya untuk memiliki mu.
Dari yang selalu berharap kepadamu.
Queen.
Beni segera menutup surat itu, dan segera ******* ***** lalu membuangnya ke tempat sampah.
Tetapi Beni perhatikan dulu disekitar nya takut ada Queen.
Beni sedikit kesal kepada Queen, karena Beni sudah pernah menolaknya, tetapi Queen tetap ngotot.
Mengetahui perasaan Queen seperti itu, Beni malah ambil jarak kepada Queen, karena Beni tidak mau memberi harapan palsu, takut Queen memaksanya untuk menuntut yang tidak tidak.
Queen terus memperhatikan respon Beni, sesekali Queen tersenyum kepada Beni, tetapi Beni seolah olah tidak melihat Queen.
Hendra tahu perasaan Queen, melihat Beni cuek kepada Queen, Hendra menjadi kasihan terhadap Queen.
Hubungan Beni pun menjadi renggang, dimana ada Queen, Beni menjadi menghindar.
Queen menyesal telah memberikan surat itu, padahal sebelum queen memberikan surat itu, Beni masih mau berteman dan bercerita dengan queen.
Memang Beni hanya mengganggap queen hanya sebatas teman, tetapi pernyataan queen yang memberitahukan sebelum beni dan Sari ke pelaminan, queen masih berharap.
Harusnya queen ikhlas, kalau tahu Beni sudah punya pacar, itu namanya teman. 'jangan jangan queen akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Beni', bathin Beni dalam hati dengan perasaan ngeri.
Hendra pun menghampiri Beni ketika berada di kos kosan karena memang Beni dan Hendra adalah satu kamar.
__ADS_1
"Mengapa kamu jadi menjauh dari queen Ben?", ucap Hendra kepada Beni.
"Sudahlah Hendra, kamu tahukan masalahnya dimana, aku sudah punya Sari, dan aku tetap akan memilih Sari", ucap Beni tegas.