Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#41. Ciuman pertama Sari.


__ADS_3

Setelah ujian selesai, Beni sudah tidak lagi pergi ke sekolah, Saatnya Beni balik ke kampung, seluruh barang barang yang ada di tempat kos kosan di bawa balik, tidak terlalu banyak sih barang yang akan dibawa balik, karena jauh jauh hari, Beni sudah mencicilnya membawa sedikit demi sedikit ketika balik ke kampung setiap hari Sabtu nya.


Barang yang tersisa yakni, Pakaian, bantal, selimut, perlengkapan dan peralatan makan, seperti rice cooker, dan teko listrik. Semua di paking rapi dan dibawa balik ke kampung, tidak lupa Beni pamit kepada ibu kost.


" Pak, Bu Beni pamit ya, Beni mau balik ke kampung, terima kasih banyak ibu sudah banyak perhatian dan menolong Beni saat tinggal disini, bapak, ibu sudah menganggap saya sebagai anak kandung ibu sendiri, 3 tahun Beni kos kosan di tempat ini, begitu banyak suka dan duka yang Beni alami ketika berada dikosan disini, ibu senantiasa memberikan dukungan baik moril dan materil,


Beni banyak kesalahan sama bapak, ibu, kiranya segala kesalahan Beni bisa bapak, ibu maafkan, sekali lagi ibu, bapak terimakasih dan Beni pamit untuk balik ke kampung, dan minta doanya kiranya Beni bisa mencapai apa yang Beni cita citakan dan beni bisa menjadi anak yang berguna buat orang lain", ucap Beni kepada bapak dan ibu kosan, minta maaf dan pamit permisi balik ke kampung.


" Iya Beni, semoga apa yang Beni cita citakan terkabul, ibu juga minta maaf bila ada kesalahan atau perkataan kasar kepada Beni dan jangan lupa tetap lah berdoa", ucap ibu kos.


Beni pun lantas menjabat tangan bapak dan ibu kos dan segera balik badan meninggalkan tempat itu membawa semua barang pakingan nya yang telah di bungkus rapi.


***


Suasana di kampung.


Setelah Beni balik ke kampung Beni dan Sari bisa ketemuan setiap hari, Beni banyak melihat kegiatan Sari sehari harinya.


Sari beraktifitas sehari-hari sebagai penenun ulos, Beni jadi tahu bagaimana proses awal hingga akhir pembuatan ulos. Mulai dari gulungan benang hingga sebuah ulos yang menyerupai kain panjang.

__ADS_1


Ternyata proses nya sangat rumit dan panjang harus dilakukan secara cepat dan teliti, kalau tidak bisa lama selesainya dan kalau tidak rapi, harga jual nanti turun, bisa tidak sesuai dengan modal dan letih kita selama masa pembuatan nya.


"Sari bertahan lah sedikit lagi, nanti kalau kamu menjadi istri ku, kamu tidak perlu menenun ulos lagi, karena bagi aku sangat sulit dan sangat menguras tenaga", ucap Beni terhadap Sari.


Sari merasa tersentuh mendengar kata kata Beni dan senyum bahagia mendengar nya.


"Amin, aku akan bertahan dan semoga apa yang kita cita-citakan terkabul ya " ucap Sari mengaminkan perkataan Beni.


Selain menemani Sari, Beni juga berusaha kompak dengan adik adik Sari, adik Sari bekerja di kebun dan di sawah, Beni membantu mereka menanam jagung, mulai dari proses mencangkul dan menanam benih satu persatu, 'ternyata letih sekali', pikir Beni dalam hati.


Karena memang Beni tidak bekerja diladang, orang tuanya menyewakan pekerja untuk mengerjakan ladang dan sawah orang tua nya. Walaupun Beni tidak pernah ke ladang dan ke sawah, Beni tahu proses pengerjaan nya, walaupun kelihatan sulit dan canggung beni melakukannya. .


"Tidak apa apa, kakak bisa kok. Lagian dengan mengetahui dan melakukan sendiri pekerjaan mencangkul ini, kita jadi bisa menghargai orang yang berprofesi sebagai petani, kita pun tidak remeh lagi terhadap makanan, artinya tidak membuang buang makanan sembarangan", ucap Beni semangat.


Melihat kesungguhan Beni, yang sampai rela membantu di ladang dan sawah. Sari makin mantaf dan yakin dengan kesungguhan hati Beni.


Pagi hari menemani Sari dan adik adik Sari melakukan aktifitas yang biasa dikerjakan Sari dan adik adiknya. Sore harinya Beni mengajak Sari jalan jalan keliling kampung, ketempat tempat yang pemandangan nya indah.


Sampailah Beni dan Sari sebuah tempat yang seperti bukit, tidak terlalu tinggi, tetapi dari bukit itu terlihat pemandangan danau yang sangat indah, danau yang airnya begitu tenang, angin yang berhembus begitu sejuk, seolah-olah ikut merasakan kegirangan kami saat itu menikmati pemandangan yang indah, dan memang Susana hati Beni dan Sari sedang berbunga bunga, karena kedekatan mereka saat ini tidak ada yang menggangu.

__ADS_1


Beni menjabat erat tangan Sari, begitu juga Sari menyambung tangan itu dan menggenggam seolah tidak ingin melepaskan nya.


Karena tidak lama lagi Beni akan meninggalkan Sari, dengan waktu yang lumayan lama. Beni akan mencari kerja di Medan, sebagai modal mereka nantinya untuk menjalin rumah tangga yang bahagia dan berkecukupan.


"Sari, sebentar lagi aku akan meninggalkan mu untuk sementara waktu, tolong kamu bersabar, dan selalu yakin akan cinta kita berdua ya, jangan ragu padaku Sari, sedikit lagi saja, bertahan dan tunggu aku akan pulang dan segera mempersunting mu menjadi istriku", ucap Beni sambil menggenggam dan menatap tajam sampai kedalam mata Sari.


Sari pun tidak bisa menghindar dari tatapan itu, Beni sudah begitu erat menggenggam tangan Sari dan mendekatkan tubuh Beni terhadap Sari, tatapan mata Beni seolah menghipnotis Sari untuk pasrah dan Sari juga tidak ingin munafik.


Berdegup kencang jantung Sari ketika Beni begitu dekat dan menatap dalam mata Sari dan seketika bibir Beni ******* bibir Sari, begitu mesra dan dalam, Saripun ******* bibir itu, seolah menyatakan cintanya begitu dalam, dan akan merasa rindu yang dalam ketika Beni akan meninggalkan Sari dengan waktu yang lama.


Tidak ingin terjadi hal hal yang lebih dalam, dan memalukan Sari pun mendorong badan Beni. Beni pun tersadar dan minta maaf.


"Maaf Sari, bukan maksud untuk mengambil kesempatan ini, ini bukan nafsu, tetapi ungkapan sayang ku padamu, aku ingin kau percaya dan setia kepada ku, karena kita nanti tidak bertemu dalam waktu yang cukup lama, aku tulus dan serius mencintai mu Sari, tolong percayalah terhadap setiap perkataan ku", ucap Beni serius.


"Iya Beni, terus terang aku takut ditinggal kamu lama lama, takut kamu akan berpaling, dan lebih tertarik dengan gadis kota yang cantik, berpendidikan dan modern. Daripada aku seorang gadis desa yang bodoh dan tidak modern", ucap Sari dengan sedih.


"Tolong jangan kamu berpikir hal yang tidak tidak Sari, aku tetap akan setia dan memilih mu. Jangan kamu sedikit pun meragukan cintaku kepadamu, sedikit saja kamu meragukan cintaku, kamu pun pasti akan goyah. Tolong percaya aku ya Sari, kumohon kepadamu. Aku akan pulang, bersabar dan tunggulah aku", ucap Beni serius dan langsung memeluk erat tubuh Sari.


Tangis Sari pun tumpah, air mata nya mengalir kencang sambil mengganguk anggukkan kepalanya. Beni pun segera menghapus air mata itu, kembali memeluk erat tubuh Sari sambil berkata "Aku akan pulang Sari. Seluruh suka duka mu, akan menjadi suka duka ku juga".

__ADS_1


Karena matahari hampir tenggelam, Beni pun segera mengantar Sari pulang.


__ADS_2