Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#49. Om Burhan Memperkenalkan Sonia


__ADS_3

Beni tinggal di rumah om Burhan, Suami dari adik perempuan ayah Beni, Burhan adalah Direktur Utama dari perusahaan BUMN, tepatnya di kantor PLN pusat.


Rumah yang ditempati om Burhan merupakan rumah dinas, Sebenarnya om Burhan mempunyai rumah pribadi, tetapi om Burhan lebih suka tinggal di rumah dinas, karena jaraknya dekat dengan tempat kerja.


Lagian lebih baik tinggal di tempat yang disediakan layanan serba gratis daripada tinggal di rumah sendiri, apa apa semua bayar, termasuk listrik dan air, Kendaraan pribadi juga di berikan, padahal di rumah om Burhan sudah ada parkir 3 mobil di bagasi yang jarang sekali digunakan.


Om Burhan memberi izin kepada Beni untuk mempergunakan nya tetapi Beni menolak, selain karena belum bisa mengendarai mobil, Beni juga tidak mau terlihat sombong dan angkuh, padahal bukan milik Beni pribadi sendiri.


Prinsip Beni biarlah Beni membeli kendaraan dengan hasil jerih payahnya dirinya sendiri, karena dengan begitu Beni jadi tahu menghargai barang, yang pada akhirnya jadi mau merawat dan menjaga barang tersebut dengan baik. Beni lebih memilih ke kantor dengan naik angkot atau naik ojek.


Om Burhan sudah menganggap Beni sebagai anak kandung nya sendiri, om Burhan mempunyai 2 orang anak 1 perempuan dan 1 laki laki, yang laki laki kelas 2 SMP Joni namanya, Beni sering ketemu dengannya karena Joni sering minta bantuan Beni bila ada soal matematika yang tidak dipahami Joni.


Tetapi kakak perempuan Joni tidak pernah jumpa dengan Beni, Beni sering bertanya dalam hati dan ingin menanyakan nya kepada Joni tetapi tidak jadi, takut dibilang 'sok ingin tahu saja urusan orang lain, sudah lah nanti kapan kapan juga bakalan ketemu ', pikir Beni dalam hati.


Ditempat kerja hubungan Beni dengan teman kerja nya sangat baik dan kompak, teman teman kerja tahu bahwa Beni adalah saudaranya om Burhan.


Teman kerja Beni sering merasa tidak enak hati dan segan bila Beni ikut bantu bantu di lapangan, padahal beni sebagai kepala pengawas lapangan. Karena dilapangan itu Beni adalah yang paling muda usianya, sementara teman Beni dilapangan rata rata sudah tua dan berkeluarga serta sudah memiliki anak. Beni segan bila orang tua di suruh suruh.


Hampir larut malam Beni selesai kerja dari lapangan. Badan rasanya lelah sekali, sesampai di rumah Beni akan segera rebahan, pikir Beni dalam hati. Empuknya tempat tidur sudah terbayang dipikirannya, tidak sabar rasanya ingin segera sampai di rumah.


'Beni naik ojek saja, karena kalau naik angkot Beni masih harus berjalan kira kira 300 m lagi dari jalan besar menuju rumah', pikir Beni dalam benaknya.


Sampai juga akhirnya di depan rumah, Beni memencet Bell rumah tet... Beni menunggu beberapa saat belum ada yang membukakan pintu, kembali Beni mencoba memencet lagi tet...., ada perempuan muda berlari ke arah pintu pagar membukakan pintu.


krekkkk. pintu dibuka.

__ADS_1


Pandangan Beni terus memperhatikan siapa perempuan muda dan cantik itu, selama Beni tinggal di rumah om Burhan, Beni tidak pernah melihat perempuan muda dan cantik ini, pikir Beni dalam hati.


Setelah pintu di buka perempuan muda dan cantik itu malah berlari meninggalkan Beni, dan membiarkan Beni yang menutup kembali pintu pagar, tanpa mempersilahkan Beni bertanya siapakah sosok perempuan muda dan cantik itu.


Ketika Beni hendak bermaksud untuk membuka pintu rumah menuju ruang tamu, om Burhan langsung berkata " Beni, silahkan duduk dulu", ucap om Burhan, sambil mempersilahkan Beni duduk di salah satu kursi yang ada diruang tamu tersebut.


Ternyata diruang tamu sedang kumpul bareng ada bibi istrinya om Burhan dan perempuan muda dan cantik, yang tadi membuka pintu pagar, Beni bingung dan bertanya-tanya dalam benak nya ' tumben sekali om Burhan mengajaknya duduk ngobrol bareng'.


"Beni perkenalkan ini Sonia, anak pertama om yang baru pulang dari Amerika, selama ini Sonia bersekolah di Amerika, dan sekarang balik ke Indonesia karena sedang liburan, boleh kah kamu menemani nya jalan jalan, karena kamu tahu sendiri kan om dan bibi kamu sibuk sekali tidak bisa menemani Sonia jalan jalan, kamu bawa Sonia jalan jalan ke Bali, atau ke Jogja juga boleh, terserah Sonia saja, Sonia maunya kemana, hanya 2 Minggu saja, selebihnya Sonia akan kembali lagi ke Amerika", ucap om Burhan menjelaskan kedatangan Sonia.


"Tapi om, Beni banyak kerjaan di kantor", Beni menolak tawaran om Burhan, karena Beni ingin bekerja secara profesional.


"Masalah kerjaan nanti bisa om atur, om akan buat Beni cuti, dan akan mencarinya pengganti sementara kamu", ucap om Burhan enteng.


Beni jadi dilema, antara setuju dan menolak, kalau setuju tidak enak sama karyawan yang lain mentang mentang saudara pimpinan sesuka hati cuti, padahal masih karyawan baru, kalau menolak, tidak enak sama om Burhan yang telah baik, memberikan pekerjaan, menyediakan tempat tinggal, di suruh bersenang senang saja masa tidak mau, pikir Beni bingung, harus memilih yang mana, sesaat Beni diam tidak menjawab apa apa.


"Setuju om", jawab Beni pelan dengan keadaan terpaksa, kalau menolak takut om Burhan marah dan mengatai Beni anak yang tidak tahu balas Budi, toh Beni menemani Sonia hanya 2 Minggu saja, selebihnya Sonia akan balik ke Amerika.


"Gitu dong", om Burhan senang atas jawaban Beni.


"Besok kamu mulai cuti ya Beni, kalian ngomong bareng kemana Sonia hendak berlibur", ucap om Burhan.


"Besok Beni mulai cuti om?, tapi Beni belum serah terima tugas kepada pengganti sementara, Beni belum informasi kan ke teman teman yang lain", ucap Beni bingung.


"Tidak apa apa, nanti om yang atur, kamu tenang saja, semua pasti beres", ucap om Burhan enteng.

__ADS_1


Beni sebenarnya tidak suka disetir seperti ini, Beni seperti berlindung dibawah pengaruh dan kekuasaan om Burhan, Beni punya prinsip tidak ingin hanya bergantung kepada orang lain, tetapi apa yang bisa Beni perbuat, Beni hanya bisa pasrah, semua disetir dan dikendalikan om Burhan.


Om Burhan dan bibi segera meninggalkan Beni berdua saja dengan Sonia.


Beni bingung memulai percakapan dari mana. Tiba tiba Sonia memberikan tangannya " oh ya dari tadi kita belum kenalan, aku Sonia".


Beni gelagapan menjawabnya "Beni", jawabnya singkat.


"Aku panggil apa ya, kakak atau nama ", tanya Sonia.


"Panggil saja kakak", jawab Beni, karna secara urutan silsilah keluarga Beni adalah kakak sepupu.


"Idih, kaku banget deh, panggil nama saja ya, biar kelihatan kompak dan dekat gitu", ucap Sonia manja.


"Ya udah terserah kamu saja", ucap Beni seadanya.


"Beni senangnya kita liburan kemana?", tanya Sonia sambil mendekatkan badan nya ke arah Beni.


"Terserah kamu saja", ucap Beni datar. Hanya bisa pasrah tidak bisa menolak.


"Kita ke Bali saja ya", ucap Sonia sambil merangkul tangan Beni, buru-buru Beni melepaskan tangan Sonia.


"Mengapa kamu kaku sekali, kamu sudah punya pacar ya", tanya Sonia kesal.


"Iya saya sudah punya pacar, kamu pilih saja liburan kemana, besok kasih tahu aku, sekarang aku capek sekali ingin rebahan di kamar" sambil meninggalkan Sonia sendiri diruang tamu.

__ADS_1


Dengan raut muka cemberut Sonia kesal di tinggal Beni.


__ADS_2