Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#36. Beni dan Sari berjanji untuk selalu setia.


__ADS_3

Karena besok Beni harus pergi ke sekolah. Berarti sekarang Beni harus balik ke kota untuk balik ke tempat kos. Segera Beni pamit kepada ibu dan ayahnya untuk mengantar Sari pulang ke rumah nya.


Di perjalanan Beni minta tanggapan Sari mengenai karakter kedua orang tua Beni.


"Sari, kedua orang tua baik kan, kamu sih terlalu khawatir, kedua orang tua ku orangnya fleksibel tidak terlalu memaksakan kehendaknya kepada anak anaknya, anak anak disuruh untuk bebas memilih, asal kita bisa mempertanggungjawabkan atas apa yang menjadi pilihan kita tersebut" ucap Beni memuji sifat kedua orang tua nya.


"Sekarang hubungan kita telah direstui kedua orang tua ku, kuharap kamu pun semakin serius dan tidak main main lagi, dan harus menolak setiap lelaki yang ingin menjadikanmu pacar, jangan kamu bermain api ya, nanti kamu terbakar ", ucap Beni menambahi nasihatnya kepada Beni.


"Bermain api, maksudnya apaan sih", ucap Sari polos.


"Bermain api maksudnya, jika ada cowok yang ingin menggoda jangan kamu terima, walaupun kamu berprinsip, tidak apalah toh beni tidak tahu, tidak apalah toh aku tetap memilih Beni, tidak apalah toh aku tidak cinta kepadanya nanti kan bisa minta putus.


Walaupun awalnya kamu ingin coba coba, aku tidak suka kamu seperti itu, aku tidak mau kamu permainkan seperti itu, kamu menodai hubungan kita, bila kamu seperti itu. Kamu mengerti kan maksud aku Sari?", ucap Beni serius sambil menggenggam kedua tangan Sari, dan meletakkan nya didadanya.


Saripun terdiam, dan sangat mengerti karakter Beni, bahwa Beni sangat bersungguh sungguh kepada Sari, hampir meneteskan air mata Sari mendengar perkataan Beni, ternyata Beni begitu tulus mencintai nya. 'Benar aku tidak boleh bermain api', pikir Sari dalam hati.


"Dua bulan lagi aku mau ujian kelulusan, mungkin menjelang ujian, aku tidak balik ke kampung, aku akan di kos kosan untuk belajar mempersiapkan diri menjelang ujian kelulusan, kamu baik baik ya disini, kamu juga doa kan aku, supaya aku lulus, ini adalah langkah awal untuk masa depanku, masa depan hubungan kita, karena setelah tamat nanti aku mau pergi merantau ke Medan untuk mencari pekerjaan, kamu bisa kan menunggu aku, aku akan sering berkirim surat kepada mu, tolong berjanji lah untuk selalu setia ya Sari", ucap Beni memohon.


Sebenarnya Beni takut meninggalkan Sari, karena kecantikan Sari, banyak pria yang ingin menjadi kannya istri, beni takut Sari akan mengingkari janji kesepakatan antara Beni dan Sari untuk selalu setia.


Dalam benak Sari pun, Beni juga akan ingkar terhadap janji mereka untuk selalu setia, karena Beni tampan, berpendidikan dan saudaranya yang orang kaya pun pasti akan menjodohkannya dengan Beni.

__ADS_1


Beni tahu apa yang ada di benak Sari. "Sari jangan kau ragukan cintaku kepadamu, aku pasti akan setia, dan segera 2-3 tahun aku merantau, akan segera melamar mu, kalau aku tidak serius, mengapa aku harus mengenalkanmu, kepada kedua orang tuaku, kamu tahu sendri kalau kedua orang tuaku merestui dan mendukung hubungan kita, bahkan kamu sendiri pun, orang tuaku sangat ingin dan setuju kamu menantunya, maksudmu orang tua ku juga tidak serius?, tolong jauhkan segala pra sangka atau curiga mu terhadap aku yang tidak tidak ya!", ucap Beni tegas.


'Seketika Sari pun berpikir, iya iya kenapa aku meragukan cinta Beni terhadap aku', pikir Sari dalam hati.


"Aku mencintaimu Sari, dan akan selalu setia kepada mu", ucap Beni kepada Sari menggenggam erat tangan Sari sambil menatap tajam kedua mata Sari, "apakah kamu mencintai aku juga Sari?", tanya Beni balik, ingin tahu jawaban Sari.


"Aku juga mencintaimu Beni, menggenggam tangan Beni, lalu segera memeluk beni erat", ucap Sari. Tenang dan nyaman rasanya bila menyandarkan kepala ini di bahu Beni, seakan beban itu hilang dari pundak Sari, tidak sabar rasanya ingin melepaskan beban yang ada di pundak Sari berbagi dengan suaminya kelak, hayal Sari dalam pikiran nya, berharap dan berdoa, kenyataan itu akan tiba.


Spontan lamunannya bubar, karena teriakan Hendra "Beni cepat, kapal mau berangkat, kamu ikut tidak?", teriak Hendra


"Baiklah Sari, sekarang aku berangkat ya, aku takut nanti di tinggal kapal", ucap Beni pamit kepada Sari sambil melepaskan pelukan nya terhadap Sari.


Sari hanya manggut manggut tanda mengiyakan perkataan Beni.


*****


Sesampainya di rumah Sari banyak di hujani pertanyaan pertanyaan dari adik adiknya. Dari tadi adik adiknya sudah tidak sabar menunggu kedatangan Sari, ingin menanyakan sosok Beni yang baru pertama kali dilihat oleh ke empat adik Sari, dan Sari pun tidak pernah cerita mengenai Beni.


Sita sih tahu kakak nya Sari lagi di dekati pria bila sedang pulang dari paduan suara muda mudi, mereka selalu pulang bareng, Sita tidak tahu kalau kakak nya Sari menjalin hubungan dengan pria dengan serius, Sita tahu berita itu dari adiknya Cantika yang satu sekolah dengan Sita.


Dengan penasaran Sita pun bertanya kepada Sari " kak, ganteng sekali cowok kakak", ucap Sita memuji.

__ADS_1


Sari pun hanya senyum senyum malu.


"Bagaimana kedua orangtuanya, apakah banyak bertanya kepada kakak?", ucap sita penuh selidik


"Itulah, kakak kemarin tidak bisa tidur dan baru terlelap pukul 4 pagi, yah karena memikirkan segala pertanyaan pertanyaan yang akan di lontarkan kedua orang tua Beni ke kakak, padahal kedua orangtuanya cuma bilang keputusan ada pada pilihan Beni sendiri, ayah ibunya setuju saja dengan pilihan Beni, bahkan merestui hubungan kami ", ucap Sari riang.


"Apa", ucap Sita tidak percaya atas cerita Sari.


" iya, orang tua Beni baik, tidak memandang kaya atau miskin, tidak peduli latar belakang keluarga yang bakalan calon menantu nya", ucap Sari meyakinkan adik adiknya atas cerita yang disampaikan Sari.


"Terus sekarang kakak mau menikah", tanya Sita terkejut.


"Tidak sekarang dong, Beni masih sekolah, 2 bulan lagi mau ujian kelulusan, setelah lulus sekolah nanti, beni akan merantau mencari pekerjaan ke Medan, 2-3 tahun kemudian, barulah beni melamar kakak" ucap Sari menceritakan rencana rencana Beni.


Raut muka sita cemberut, begitu juga ketiga adik adik Sari yang lain. serentak berbicara dengan sedih "Berarti sebentar lagi kakak akan pergi meninggalkan kami"


" Kakak tidak akan membiarkan kalian, Beni mau kok, bila nanti kami menikah, Beni mau menerima adik adik kakak tinggal bersama sama", ucap Sari menyakinkan adik adiknya.


"Benarkah kak", ucap Siti penasaran.


"Iya, beni orangnya baik kok, walaupun beni anak orang kaya, yang ku tahu Beni tidak pilih pilih teman, karakter Beni merupakan gambaran dari kedua orang tua nya, tidak sombong", ucap Sari memuji Beni.

__ADS_1


"Mudah mudahan Beni tidak berubah, setelah kakak menikah kepada nya, dan aku berdoa semoga kakak berjodoh kepada beni ", ucap Sita berharap.


__ADS_2