Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#18. Sari ingin, agar Tiur tidak mengulangi perbuatannya.


__ADS_3

Tiur tidak suka Sari yang pegang keuangan keluarga, Tiur tidak suka, Alex menyuruh Tiur bersikap baik kepada Sari dan adik adiknya, makanya Tiur memfitnah Sari, mengatakan kepada tetangga dan orang lain bahwa Sari telah jahat terhadap adik tirinya, dan kepada ibu tirinya, bahwa Sari yang pegang kendali di rumah, dan tidak menganggap ibu tirinya sebagai ibu.


Untung lah orang orang segera sadar bahwa Sari tidak seperti yang difitnahkan ibu tirinya.


Tetapi Sari ingin mengklarifikasinya kepada Tiur. Ketika waktu makan malam tiba, Sari sudah mengaturnya sedemikian rupa. Biasanya Alex tiba dirumah setelah tadinya kumpul kumpul di warung kopi, sekedar cari angin dan sekedar cerita cerita dengan teman temannya Alex.


Sudah suatu kebiasaan Alex sebelum tiba waktu makan malam selalu kumpul di warung kopi dengan teman temannya.


Ketika tiba di rumah, Sari dan adik adiknya langsung menyiapkan makanan dan langsung mengajak Alex duduk bersama untuk makan malam.


"Duduklah ayah, kita akan makan malam bersama", ajak Sari kepada Alex sambil menuntun Alex untuk duduk di tikar yang sudah sedari tadi di kelar di lantai.


"Ada apa ini, biasanya kalian sudah selesai makan malam", ucap Alex agak bingung diajak makan malam bersama, karena kalau tidak ada hal penting, Alex selalu makan malam bersama sendiri, karena terkadang Alex pulang dari warung kopi terlalu larut malam, kali ini pada jam 19.30, Sari dan adik adiknya masih bisa menunggu.


"Tidak ada apa apa ayah, hanya ingin makan malam bersama, kebetulan kami sedang tidak terlalu lapar tadi, masih bisa menunggu setelah ayah datang dari warung kopi", ucap Sari.


Sebelumnya Alex mengajak Tiur untuk makan malam bersama, "Tiur, sudah makan kah kamu?, ayo makan malam bersama anak anak, semua sudah di sajikan", ucap Alex mengajak Tiur.


"Makan malam saja kalian, aku sudah makan tadi", jawab Tiur ketus.


Alex pun tidak mau lagi mengajaknya.


Sari pun segera menyendoki nasi ke piring, setelah semua mendapatkan piring masing masing tidak lupa sebelum makan mereka terlebih dahulu berdoa.


Sambil menyantap makanan yang sudah disajikan, sesekali mereka bercerita, menanyakan bagaimana studi dan keseharian mereka. Alex membuka percakapan mereka setelah dari tadi diam membisu, seolah tidak ada lagi bahan yang perlu diceritakan.


"Oh iya Sari, bagaimana pekerjaan mu?, lancar?, apakah ada kendala dalam hal membiayai sekolah adik adik mu?", Tanya Alex kepada Sari.

__ADS_1


"Syukurlah, saat ini masih lancar lancar saja ayah", ucap Sari.


"Apakah ayah tidak dengar ada gosip di luar, bahwa Sari telah berbuat jahat kepada adik Reni dan Mariot, bahkan jahat kepada ibu Tiur", tanya Sari ingin tahu.


"Gosip, ayah tidak ada dengar, memangnya siapa yang telah mengatakan itu?", tanya Alex bingung.


"Ibu warung yang diseberang jalan sana ayah, ibu warung itu yang mengatakan bahwa, ibu Tiur yang telah mengatakan semua fitnah itu", jawab Sari.


"Apa, ibu kalian yang telah mengatakan itu", ucap Alex kesal dan marah.


"Iya ayah, bahkan ibu Tiur membeli banyak kebutuhan dari warung tersebut dan mengatakan, bahwa kebutuhan itu di catat di buku utang aku ayah, padahal Sari tidak pernah berhutang. Tidak apa apa ayah, kali ini Sari memaafkan ibu Tiur dan tidak memperpanjang masalah ini, Sari hanya berharap ibu Tiur tidak mengulangi hal ini dan tidak boleh berhutang dan menyuruh Sari yang membayar nya", ucap Sari dengan lemah lembut, takut ayah nya salah paham.


"Baiklah Sari, ayah akan coba berbicara baik baik kepada Tiur, sebelum nya ayah juga minta maaf mewakili ibu mu iya", ucap Alex pelan.


Setelah merasa kenyang mereka pun menyudahi makan malam dan segera membereskan, menyimpan kembali piring dan makanan sisa ke dapur. Dan selanjutnya pergi tidur ke kamar masing masing, untuk melepaskan lelah satu hari ini dan mengisi tenaga untuk besok dalam melakukan aktifitas lagi.


Alex pun langsung menanyakan atas apa yang diceritakan Sari ketika makan malam tadi.


Tetapi tidak ada jawaban, Tiur pura pura tidur lelap tidak mendengar apa apa.


"Tiur, tega sekali kamu memfitnah Sari, padahal kamulah yang selama ini berbuat jahat kepada Sari dan adik adiknya", ucap Alex kembali.


Tetap sama tidak ada jawaban.


Alex tahu bahwa tiur belum tidur, karena sebelum Alex datang ke kamar, Tiur baru saja memarahi Mariot karena ngompol di tempat tidur.


"Tiur bicara jujur saja, aku tahu kamu belum tidur, apa kamu sudah memfitnah Sari kepada tetangga dan orang lain, bahkan sudah berhutang di warung dengan mengatasnamakan Sari?", ucap Alex dengan suara agak keras.

__ADS_1


Tiur tahu Alex sudah marah dan mengetahui akal bulusnya yang pura pura tidur. Kalau Alex sudah marah baiknya mengalah saja, karena apabila di lawan itu sama saja akan memulai perang dunia ke 3.


"Maafkan aku suamiku, iya itu benar adanya", ucap Tiur pura pura sedih, dan segera menghadapkan posisi tubuhnya ke arah Alex.


"Baiklah kalau kamu sudah jujur, Sari juga tidak mengharapkan kan masalah ini menjadi besar dan berlarut larut, Sari hanya ingin kamu tidak mengulanginya dan mengatakan kepada tetangga bahwa segala yang kamu fitnahkan adalah tidak benar", ucap Alex dengan tegas.


Agar masalah ini cepat selesai dan suaminya tidak marah marah lagi, Tiur buru buru langsung mengalah saja, dalam hati Tiur 'toh suaminya juga tidak akan tahu, apa Tiur sudah mengklarifikasi nya kepada tetangga atas segala fitnahan nya kepada Sari.


"Baiklah suamiku, aku akan segera melakukannya", ucap Tiur mengalah.


Seperti biasa Tiur pergi ke warung setelah mendapatkan uang dari hasil penjualan tangkapan ikan Alex. Tiur tidak mengklarifikasi fitnahan nya kepada Sari, tetapi Tiur tidak berani lagi berhutang dengan mengatasnamakan Sari.


****


Tiur merasa tidak enak badan, Reni dan Mariot merengek terus meminta Tiur bangun untuk mengganti celana nya yang sudah dari tadi basah karena ngompol. Karena bising bising Alex segera membangunkan Tiur untuk segera bangun dan membereskan anak anak.


"Tiur bangun, ini anak anak sudah pada ngompol, ganti dulu ini celana anak anak", pinta Alex sambil membangunkan Tiur.


"Gantikan saja dulu pak, kepala ku pusing nih, bawaan ku mual, badan ku lemas semua", ucap Tiur lemas sambil berlari kekamar mandi karena merasa ingin muntah.


Dengan kondisi Tiur yang seperti itu, mau tidak mau Alex harus turun tangan untuk mengganti celana Reni dan Mariot yang basah karena ngompol. Serta melapisi tempat tidur menutupi bekas ngompol di tempat tidur, agar Reni dan Mariot kembali tidur lagi, karena ini masih menunjukkan pukul 02.30 dini hari.


Tiur datang dari kamar mandi


"Kamu kenapa Tiur?", tanya Alex bingung atas kondisi Tiur.


"Aku tidak tahu, kepalaku pusing, mual, dan lemas segala tubuhku", ucap Tiur lemah.

__ADS_1


"Apa mungkin kamu sedang hamil?", tanya Alex berandai andai.


"Tidak tahu pak, besok coba aku periksa ke bidan", ucap Tiur, sambil mengingat ingat, sepertinya memang Tiur sudah terlambat. datang bulan selama 7 hari.


__ADS_2