Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#43. Kebersamaan Beni dengan teman temannya setelah menerima surat kelulusan.


__ADS_3

Setelah beberapa hari menjalin kebersamaan dan kedekatan dengan Sari dan keluarga Sari. Tidak terasa tanggal hari kelulusan sudah tiba.


Beni pamit untuk balik ke kota, untuk mengambil surat lulus, dan mengurus segala keperluan yang berhubungan dengan ijazah.


Tanggal dan jam ditentukan, bahwa surat kelulusan diambil hari ini, berlokasi di Auditorium sekolah, banyak siswa dan orang tua datang untuk mengambil surat kelulusan. Sedikit dag dig dug Beni. Satu persatu nama siswa di panggil maju kedepan untuk mengambil surat tanda lulus.


"Beni", ucap Guru panitia kelulusan.


Beni samar mendengar suara itu, seperti kedengaran dipanggil nama Deni. Karena belum ada yang maju kedepan untuk mengambil surat lulus tersebut, nama Beni diulang dipanggil kali ini dengan di eja " B..E...N..I..",ucap Guru panitia kelulusan. Beni pun segera berlari kedepan mengambil surat lulus nya setelah mendengar namanya dieja.


Semua spontan bertepuk tangan karena guru panitia kelulusan menyebutkan bahwa Beni adalah peraih nilai tertinggi disekolah nya, dan merupakan siswa berprestasi karena selalu menang dalam mengikuti berbagai lomba antar sekolah.


"Selamat ya Beni, kamu hebat", ucap guru panitia kelulusan sambil menjabat tangan Beni.


"Terima kasih banyak pak", balas Beni.


Semua siswa disekolah Beni dinyatakan lulus, tidak ada siswa yang tidak lulus.


"Yes, ternyata kita berempat lulus semua", ucap Hendri, ketika empat sekawan telah berkumpul.


Beni, Hendri, Hendra dan Roni. berencana akan merayakan kelulusan mereka, karena setelah ini mereka berempat pasti akan berpisah dengan waktu yang lama, karena masing-masing mereka akan merantau entah kemana untuk menggapai masa depan yang lebih baik.


"Kemana kita pergi teman teman untuk merayakan kelulusan ini", ucap Roni senang.


"Nonton bioskop?", saran Hendri.


"Tidak ahh, aku lagi tidak ingin nangis nangisan karena cerita yang menyedihkan", tolak Beni.


"Jangan film yang baperan dong!, kita nonton yang komedian, kita kan suasana nya lagi bergembira ", saran Hendri.


"Setuju", spontan ketiganya berteriak kencang dan langsung cabut melangkah keluar auditorium untuk selanjutnya menuju bioskop.


Ada perubahan dengan gedung bioskop ini, film film yang lagi tayang dan yang akan tayang sudah lebih banyak, bahkan studio studio tempat berlangsungnya film secara bersamaan pun sudah banyak.

__ADS_1


Tiket dan makanan ringan telah dibeli siap siap untuk memasuki studio tempat berlangsungnya film komedi yang akan mereka tonton. Ternyata penonton sudah memenuhi ruang studio. Tidak beberapa lama film komedi diputar, sorak dan tertawa penonton terdengar, melihat adegan kocak nya pemain di layar bioskop.


Setelah beberapa jam berlalu. Tidak terasa film komedinya telah selesai di putar, wajah wajah penonton begitu puas dan senang, karena film komedinya sangat lucu.


"Lumayan lah, menghilangkan rasa penat dan stress aku, selama menunggu hasil surat kelulusan ini", ucap Hendra. Sontak semua tertawa dan manggut manggut.


"Sekarang kita kemana lagi", ucap Hendri.


"Kita makan makan yuk, tenang aku yang traktir", ajak Beni, karena sebelumnya hampir menolak karena ketiga teman Beni mempunyai duit yang pas pasan, sudah habis untuk beli tiket dan makanan ringan ketika nonton tadi.


"Yes, yang begini begini ini...ni., yang paling aku tunggu tunggu", ucap Roni senang.


Semua langsung tertawa dan menjitak kepala Roni pelan.


Keempat sekawan itu pun berjalan beriringan menuju restoran yang ditunjuk Beni. "Masih jauh tidak Ben, tempat kita makan nya?", tanya Hendra. "Tidak kok, dikit lagi", jawab Beni.


"Bukan, maksudnya kalau masih jauh, bagaimana kalau kita isi dulu perut kita ini dengan makan mie gitu, takut cacing dalam perutku keburu demo", canda Roni.


"ha..ha..ha", sontak ketiganya langsung terbahak bahak.


"Ayo pesan saja apa yang kalian suka, terserah, asal kalian pesan nya sesuai dengan menu yang ada disini tidak yang aneh aneh, aku masih sanggup lah bayarnya. Disini menunya enak enak lho pemandangan nya juga bagus" ucap Beni setelah mereka sampai di restoran yang dimaksud Beni.


"Berarti kamu sudah pernah ke sini?, tidak ajak ajak aku ?", canda Hendra.


Beni pun senyum malu malu "Iya dong, aku sudah pernah membawa Sari makan kesini",


"Wah, ingin mengulang kemesraan ni ceritanya, asal kamu jangan menganggap aku Sari ya, nanti kamu tiba tiba peluk aku lagi", spontan tertawa dengan ucapan Hendra.


"Iiiihh, rugi aku anggap kamu Sari, Sari kan cantik, sedangkan kamu kan centok", ucap Beni sambil menirukan gaya bencong (Laki laki kewanitaan).


"ha...ha..ha..." semua pun tertawa terbahak bahak.


"Semoga kita lain waktu ketika sudah berkeluarga nanti, kita bisa ketemu lagi ya", ucap Beni berharap, semua pun manggut manggut mengiyakan perkataan Beni.

__ADS_1


"Oh ya, kita kan beberapa hari lagi masih menunggu sidik jari dan mengambil ijazah, kita kosan nya beberapa hari dan bareng satu kamar saja ya" ajak Hendri, serentak ketiganya bilang "Setuju", sambil tertawa terbahak bahak.


Sesekali mereka hening tidak berkata kata karena begitu asik menikmati makanan yang tersaji.


Tiba tiba Roni memecah keheningan "Ben, boleh tidak minta tambah, soalnya kan nanti malam kita makan lagi, maksudnya supaya aku tidak makan lagi, irit pengeluaran cerita nya. Kamu kan traktir nya hari ini saja, besok besok tidak ".


Sontak semua tertawa terbahak bahak "ha...ha...ha..".


Beni pun membalas "Hari ini boleh makan sepuasnya. Iya iyalah, aku traktir nya hari ini saja, masa terus menerus memangnya aku Bank".


"Ha..ha...ha..", semua tertawa


Riuh sekali terdengar tertawa ke empatnya, terkadang yang makan di meja lain melirik ke arah mereka, karena merasa ditertawakan oleh Beni dan teman temannya.


"Oh iya Ben, bagaimana rencanamu setelah tamat ini, kemana kamu akan merantau?", tanya Hendra.


"Aku akan merantau ke Medan, aku akan minta tolong om aku, untuk memasukkan lamaran ku di kantor tempat dia bekerja, kebetulan dibidang kelistrikan. Setelah merantau 2-3 tahun aku akan balik dan melamar Sari ", ucap Beni menceritakan rencana masa depannya.


"Cie..cie, yang lagi berbunga-bunga ", canda Roni.


" Iya dong", balas Beni.


"Sudah bagaimana hubungan kamu dengan Sari?", tanya Roni.


"Baik baik saja, aku pernah memperkenalkan Sari kepada kedua orang tua ku, kedua orangtuaku setuju dan merestuinya, di keluarga Sari juga aku sudah ketemu dengan adik adiknya dan kedua orangtuanya, mereka juga memberi respon yang baik. Sejauh ini tidak ada yang menjadi penghalang dalam hubungan kami", cerita Beni serius.


"Syukurlah, dan kudoakan, agar apa yang menjadi cita-cita dan harapan mu semoga terkabul ya Beni " dukung ketiga teman temannya.


"Amin", jawab Beni.


"Ayo, ayo .. ayo habisin makanannya, nanti kita keburu diusir sama pemilik restoran, karena terlalu lama nongkrong dan terlalu berisik, sehingga mengganggu para pembeli lain", ucap Beni.


Keempat sekawan itu pun balik ketempat kosan karena memang sudah hampir gelap

__ADS_1


__ADS_2