Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#66. Sari harus extra hemat


__ADS_3

Dua minggu lamanya di perjalanan, Juan pun kembali dari luar kota. Sari tidak tahu berapa gaji Juan yang sebenarnya, Sari hanya diberi uang pegang, dan untuk urusan utang, Juan yang telah menyisihkan nya dari sebagian gajinya.


Uang belanja yang diberikan kepada Sari, dipergunakan Sari sehemat-hematnya, kalau Sari pintar berhemat dan bisa menyisihkannya, Sari simpan.


Sari tidak pernah mengembalikan lagi kepada Juan, Sari tabung untuk keperluan lain yang suatu waktu mendesak.


Kebutuhan Sari saat ini masih untuk kebutuhan makan, Sari sengaja masak dan makan seadanya, agar bisa menghemat.


Suatu waktu bila sari telah mempunyai anak, pasti Sari akan sulit untuk menghemat, atau malah sebaliknya kebutuhan malah tidak bisa tertutupi, karena tidak cukup uang, malah berutang.


Setiap bulan hanya menutupi utang yang bulan kemarin. Istilahnya, gali lobang tutup lobang, Sari tidak mau hal tersebut terjadi.


Tok..tok..tok..


Pintu diketuk, Sari sedikit bingung siapakah gerangan yang mengetuk pintu rumah nya, Sari merasa tidak ada janji ketemu atau kenal dengan seseorang,


Tok...to... tokk


Terus diketuk, mau tidak mau Sari pun memperhatikan siapa tamu dibalik pintu rumah nya.


Sari bernapas lega ternyata ada Vina, adiknya. Disuruh Sari datang agar bisa menemani Sari di rumah, karena Sari tinggal sendirian ketika Juan ke luar kota.


"Kamu ternyata Vin, kakak pikir siapa, kakak takut langsung membuka pintu, sedikit lama karena kakak mengintip terlebih dahulu, ehh ternyata kamu!" ucap Sari senang dengan kedatangan Vina.


"Iya, aku hanya menyerahkan alamat ini ke tukang becak, setelah turun di terminal" ucap Vina lega, pikir nya, " Untung saja tukang becaknya baik dan jujur, kalau tukang becak nya ada niat jahat, bisa saja Vina akan diperkosa terlebih dahulu, atau bisa saja Vina dilarikan, dijual atau dijadikan tebusan" pikiran Vina berkecambuk dan penuh ketakutan tadi sewaktu di dalam becak.


"Syukurlah kamu tidak apa-apa" ucap Sari lega.


"Pergilah dulu kamu mandi, setelah itu kita makan malam, selesai makan malam kita rebahan saja, karena kakak pun tidak suka nonton, tidak ada acara tv yang menarik di tv" ucap Sari mengarahkan dan menceritakan kebiasaan Sari.

__ADS_1


Saat Vina dan Sari makan bersama tiba-tiba Vina terdiam.


"Kenapa Vin?" tanya Sari.


"Apakah kakak bahagia?" tanya Vina, karena Vina melihat menu makanan biasa saja, porsi makan Sari juga sedikit, sayur nya juga sedikit lebih enak menu makanan ketika di kampung.


Sari diam antara jujur atau menyembunyikan kesedihannya.


"Kakak bahagia kok" jawab Sari.


"Jangan bohong kak" tanya Vina sedih.


"Memangnya kalau kakak bilang tidak bahagia, apa kakak harus pergi dan lari meninggalkan rumah tangga ini, tidak kan!, kakak sudah pasrah, hanya bisa menjalani, dan biarkan proses nya saja, mungkin suatu saat nanti ada harapan indah " ucap Sari pasrah.


"Kak kemarin Beni datang ke rumah, Beni curiga kakak tidak pernah kirim surat lagi, beni pun ada mimpi dan firasat tidak baik, makanya beni pulang untuk memastikan kakak, kak sita menceritakan semuanya yang terjadi kepada Beni. Beni terlihat sangat kecewa dan marah, 3 hari kemudian Beni langsung balik ke Medan" Vina bercerita mengenai kedatangan Beni ke rumah Sari.


"Sudahlah baik kita tidur saja, aku sangat lelah dan ingin beristirahat" Sari menarik selimutnya menutupi wajahnya.


Sesungguhnya Sari tidak bisa terlelap, Sari masih membayangkan bagaimana ekspresi dan begitu kecewanya Beni tahu Sari menikah, "Ahh sudahlah, tidak ada yang bisa diperbaiki, dan waktu pun tidak bisa diulang, seandainya saja waktu bisa diulang" pikir Sari konyol.


Sari mencoba untuk menutup matanya, mengosongkan pikiran nya, dan terus menarik napasnya dengan panjang dan menghembuskan nya, mudah-mudahan ini bisa membuat Sari langsung lelap, sehingga terlepas penat dan letih.


Vina bosan tinggal di kota, tidak ada kegiatan yang bisa dilakukannya, berladang tidak ada lahan, mau jualan Sari takut memulai nya, tidak ada teman yang bisa membantu dan memberikan solusinya.


Sudah 2 minggu Vina berada dikota.


Ada suara mesin mobil truk berhenti di depan rumah, Vina lantas segera memperhatikan siapa yang datang, "ternyata bang Juan" pikirnya dan segera menghampirinya. Begitu juga Sari langsung mendekati Juan dan mengambil tas tentengan Juan yang berisi pakaian kotor selama dua minggu di perjalanan.


Sari pun langsung membawanya ke kamar mandi dan merendam kain kotor tersebut, agar nanti siang bisa gampang membersihka nanya.

__ADS_1


"Hai Vin" sapa Juan kepada Vina.


"Hai juga bang" balas Vina.


"Sudah lama kamu disini?, gimana betah?" tanya Juan balik.


"Sudah 2minggu bang, bosan juga bang tidak ada kerjaan soalnya" jawab Vina pelan.


Juan mengerti perasaan Vina, apalagi mungkin Sari tidak pernah membawa Vina jalan-jalan. Sari juga tidak bisa disalahkan, mungkin Sari tidak mengajak jalan-jalan, karena takut menghabis duit, jalan-jalan tanpa membeli sesuatu makanan pasti sangat membosankan.


"Sabar lah yah, nanti juga terbiasa" ucap Juan memberi semangat pada Vina.


"Iya bang" jawab Vina seadanya.


Setelah Juan mandi, segera Sari menyiapkan makanan di meja makan, karena sudah waktunya makan siang.


Ketika Juan ada di rumah Sari menyiapkan menu yang lumayan banyak dan enak, ada ikan dan sayurnya.


Tetapi kalau Juan tidak dirumah menu makan Sari hanya sepotong ikan asin tanpa sayur, bahkan tanpa di sambal, bahkan bisa juga telor ceplok, telor dadar, 1 telor dibagi 2, Alasan Sari selalu bilang agar bisa hemat.


Juan tidak tahu kalau Sari hemat menggunakan uang belanja.


Vina tidak bisa bilang apa-apa, Sebenarnya Sari dulu sangat royal, ketika Sari ke pekan menjual ulos, Sari selalu membawa banyak makanan dan jajanan, tetapi sekarang setelah menikah, Sari menjadi pelit dan perhitungan, mungkin karena Sari tidak punya pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.


Dan banyak kendala, Sari sadar suatu hari nanti akan ada pengeluaran yang lebih, bahkan penghasilan yang didapat tidak cukup.


Sebentar lagi Robert adeknya Juan akan datang ke kota tinggal seatap dengan Sari, karena Robert akan melanjutkan kelas 3SMA nya di kota, dari pada harus kos di daerah lain, jadi tambah biaya kos, kalau tinggal seatap dengan Sari tidak ada pengeluaran untuk biaya indekos lagi.


Sari pun mungkin sebentar lagi akan punya anak. Itu lah kondisinya yang mengharuskan Sari harus berhemat sehemat-hematnya, untuk bisa ada tabungan. "Dari tabungan itulah nantinya untuk menutupi kebutuhan yang mendesak", pikir Sari dalam benaknya.

__ADS_1


__ADS_2