
Hari ini jadwal kegiatan paduan suara muda mudi di lakukan di luar kota. Kegiatan ini bertujuan untuk saling tukar kegiatan kunjungan, artinya suatu saat pun kita akan mengunjungi dan dikunjungi, saling berbagi pengetahuan, bagaimana untuk bisa menjadi yang terbaik, dan banyak hal hal positif yang lain.
Kunjungan ini memakan waktu di perjalanan selama 6 jam, artinya harus berangkat pada malam Minggu, agar bisa pagi sampai dan beribadah di tempat tujuan.
Selama dalam perjalanan Beni tidak mau jauh jauh dari Sari. Didalam mobil Beni dan Sari berdekatan tempat duduk.
Suasana malam itu sangat dingin sekali, dinginnya terasa sampai menusuk tulang. Walaupun sudah memakai baju hangat, serasa kurang tebal karena cuaca sangat dingin, ditambah hujan turun dengan sangat deras.
Mau bercerita pun terasa kurang enak, karena suara yang dikeluarkan dikalahkan oleh riuhnya suara hujan yang turun diatas atap kendaraan bus yang sedang ditumpangi. Karena malam juga sudah larut, rata rata penumpang bus memilih untuk tiduran.
Begitu juga dengan Sari, karena begitu lelahnya melakukan aktifitas dan rutinitas hari ini, terkadang Sari menyandarkan kepalanya di bahu Beni, beni merasa bahagia kepala sari bersandar di bahunya, Beni pun sampai rela untuk tidak tidur supaya bisa menahan kepala sari untuk tetap dibahunya Beni.
Terkadang Sari terhentak terbangun, Sari langsung gelagapan karena kepalanya bersandar di bahu Beni, buru buru sari ambil sikap untuk duduk tegap dan tidak tertidur, tetapi mata terasa sangat ngantuk, Sari pun secara tidak sadar kembali menyandarkan kepalanya di bahu Beni, sebenarnnya Beni merasa bahagia dan senang Sari menyandang kan kepalanya di bahu Beni, tetapi Sari takut dilihat teman yang lain terlalu dekat dan intim terhadap Beni.
Sesekali bila Sari tersadar bangun dari tidur nya dan memaksa untuk duduk tegap, Beni pun mengatakan kepada Sari "Tidak apa apa Sari, sandarkan saja kepalamu dibahuku, agar kamu bisa lelap tidur dan tidak terjaga jaga begitu", ucap Beni sambil memposisikan kepala sari dibahu Beni.
Seluruh teman teman Sari, sudah tahu hubungan Sari dengan Beni, mereka sudah punya pasangan masing masing.
**
Seperti Cantika berpasangan dengan Roni. Tetapi Cantika tidak terima dipasangkan dengan Roni, Cantika lebih suka dengan Beni.
Dari ketiga teman Sari, Cantika merupakan anak orang kaya, Cantika punya watak yang tidak disukai oleh teman temannya, Cantika suka pilih pilih teman, sebenarnya Cantika awalnya tidak mau berteman dengan Sari, karena tidak selevel, tetapi karena yang menemani Sari banyak, sebaliknya Cantika tidak ada yang menemani karena angkuh dan sombong, terpaksa Cantika kompak dan mau berteman dengan Sari, supaya Cantika ikutan gaul.
__ADS_1
Roni merupakan anak orang miskin, Cantika merasa tidak selevel dengan Roni, tetapi dengan terpaksa Cantika pura pura mau pacaran dengan Roni, supaya bisa gabung dengan Sari.
Cantika lebih suka pacaran dengan Beni, awalnya Cantika berusaha mencari cari perhatian Beni, dan terkadang ambil muka didepan Beni, Cantika suka ingin selalu nempel dan dekat dengan Beni, tetapi Beni selalu menghindar bila Cantika mendekati nya, kenyataannya. Semua orang pun tahu kalau Beni hanya suka sama Sari.
Cantika terkadang sok ambil perhatian dan sok manja terhadap Beni, terkadang Cantika juga penuh drama, pura pura kesakitan lah, pura pura minta tolonglah, demi mendapatkan perhatian Beni.
Untung nya Beni tahu sifat dan triknya Cantika. Benipun tidak mau memberikan perhatian lebih, takut Cantika merasa disukai atau dicintai. Dan bila Cantika penuh drama dan akting, buru buru Beni memangil Roni, agar Roni yang meladeni Cantika.
Roni sebenarnya orangnya baik, terkadang karena kebaikan Roni, Cantika jadi sembarangan ngomong kasar kepada Roni, Roni selalu disuruh dan dimanfaatkan Cantika.
Sudah sering beni mengingatkan Roni, agar tidak selalu menuruti apa yang dikatakan Cantika.
"Roni kamu seharusnya bisa tegas terhadap Cantika, kamu jangan mau dibentak bentak dan disuruh suruh dong, aku marah kalau Cantika berbuat yang tidak sopan kepadamu", ucap Beni terhadap Roni.
"Tidak mungkin Ron, kamu lihat begitu ketus dan angkuh ya dia kalau menyuruh dan memarahimu, seolah olah kamu seperti pembantu nya", ucap Beni kesal.
"Tidak apa apa teman, aku yakin Cantika akan bisa melihat ketulusan hati ku mencintai nya", harap Roni sambil menunduk, padahal itu sangat tidak mungkin terjadi.
Beni pun tidak mau memupuskan harapan Roni, sebenarnya Beni masih ingin mengatakan, kalau itu rasanya tidak mungkin terjadi. Tetapi Beni mau memberi harapan dan semangat terhadap sahabat nya Roni
"Mudah mudahan ya Roni, aku berdoa agar kiranya Cantika bisa berubah, mencintai dan menerima mu apa adanya", ucap Beni menyemangati sahabat nya.
Beni pun berharap, walaupun akhirnya Cantika tidak menerimanya, Roni tidak putus asa, tetap semangat dan optimis, hendaknya punya prinsip masih banyak perempuan diluar sana yang lebih baik dari Cantika.
__ADS_1
**
Setelah beberapa jam diperjalanan, tiba tiba supir menghentikan bus, kondektur bis berteriak-teriak "Makan minum, makan minum", ucap kondektur bis.
Artinya, seluruh penumpang dipersilahkan turun untu beristirahat, yang mau makan, minum, atau sekedar minum teh hangat, atau yang mau buang air besar, maupun yang mau buang air kecil dipersilahkan, agar nanti tidak bolak balik minta sesuka hati untuk menyuruh supir berhenti.
Keempat sekawan bermaksud untuk makan atau minum, sekedar melepas lelah dan meregang regangkan otot otot kaki, maupun otot tangan, karena sudah berjam jam duduk. Kaki pun serasa kebas dan bengkak, karena tidak lancar peredaran darahnya.
Sari dan Beni duduk bersamaan dimeja makan untuk memesan makanan, sebenarnya Beni lebih suka duduk berdua saja dengan Sari, tetapi tiba tiba Cantika dengan sikap yang sok manja, mengatakan "Aku duduk bareng kalian saja ya", aku merasa mual dan mau muntah bila duduk dekat dekat dengan Roni", ucap Cantika sombong.
Cantika tidak menyadari ada Roni dibelakangnya yang sedari tadi memang mengikuti Cantika dari belakang.
Beni pun marah, karena Cantika bicara seperti itu, Beni merasa tersinggung dan marah karena kasar terhadap Roni sahabat nya.
"Tutup mulut mu Cantika, kami pun tidak Sudi duduk bersama sama dengan kamu", ucap Beni kasar, sambil menarik Sari, agar mencari tempat duduk yang lain saja
Cantika pun marah, karena Beni dan Sari meninggalkan nya.
Tetapi Roni selalu setia, dan mau menemani Cantika. Dengan wajah cemberut terpaksa Cantika mau duduk semeja dengan Roni.
Cantika merasa iri dan marah, karena Cantika melihat Beni dan Sari terkadang tertawa tawa dan penuh kemesraan menyantap makanan, terkadang Sari disuapi oleh Beni, tetapi Sari mencoba menghindar tidak mau disuapi, tetapi Beni memaksa, terpaksa Sari mau disuapi Beni, bila melihat kanan kiri dulu, apakah ada orang yang memperhatikan mereka.
Roni melihat lirikan mata Cantika mengarah terhadap Sari dan Beni.
__ADS_1
Ronipun ingin menyuapi Cantika, tetapi buru buru Cantika melempar sendok yang mengarah ke mulutnya dan segera berlari meninggalkan Roni makan sendiri di meja makan.