
Ajakan Beni untuk bertemu kedua orang tuanya, sungguh sangat membuat Sari gelisah dan takut.
****
Sebenarnya Sari sudah menolak dengan lembut
''Nanti lah, akan tiba waktunya, sepertinya sekarang belum waktu yang tepat", ucap Sari dengan lembut menolak ajakan Beni untuk bertemu dengan kedua orang tua nya.
Dengan penuh emosi Beni berkata kepada Sari "Kenapa harus di lama lamain, kalau bisa di percepat kan lebih baik", ucap Beni tegas.
"Iya, tetapi aku takut dan belum siap bertemu dengan kedua orang tua mu", ucap Sari memohon.
"Supaya kamu bisa berpaling ke lain hati kan rencananya, kamu lagi memilih milih pasangan, karena belum datang yang terbaik menurut mu, makanya kamu menggantung perasaan ku, itu kan rencana mu", tuduh Beni penuh curiga kepada Sari.
Sari pun balik marah, tidak terima dituduh begitu.
"Kok, kamu malah menuduh aku yang tidak tidak sih", ucap Sari sedih, dan cemberut tidak suka dituduh seperti itu.
Beni pun segera minta maaf kepada Sari karena melihat Sari raut wajahnya sedih dan cemberut.
"Maaf kan aku Sari, aku mengatakan seperti itu, karena aku tidak ingin kehilanganmu, mengapa kamu tidak mau ketemu dengan kedua orang tua ku, berarti kamu tidak serius terhadap hubungan kita", ucap Beni membela diri.
"Aku takut ketemu dengan kedua orang tuamu, karena takut orang tua mu tidak setuju atas hubungan kita, karena status kita berbeda, kamu anak orang kaya sedangkan aku anak orang miskin, aku merasa pasti orang tua nanti akan merendahkan aku, dan menanyai aku banyak hal mengenai keluarga ku", ucap Sari sedih.
"Kamu tidak perlu takut, kedua orang tua ku tidak seperti itu, mereka pasti menerima keputusan ku mengenai teman hidup, kalaupun mereka memaksakan keinginan mereka, aku akan tegas menolak nya", ucap Beni menyakinkan Sari.
__ADS_1
Walaupun Beni gigih menyakinkan Sari, tetap saja Sari takut dan tidak siap ketemu dengan kedua orang tua Beni.
Alasan apapun yang disampaikan Sari, Beni selalu menepis nya dan menyakinkan Sari, bahwa semua akan baik baik saja. Sehingga mau tidak mau Sari menyanggupi untuk mau bertemu dengan kedua orang tua Beni.
Dan itu adalah besok siang, kebetulan besok adalah hari merah, Beni tidak pergi ke sekolah, Beni lebih memilih liburan di kampung ketimbang dikota tempat beni kos kosan. Sari akan dijemput Beni di rumah Sari, Beni dan Sari akan datang bersama sama ke rumah Beni.
Malam ini sungguh membuat Sari tidak bisa tidur, karena memikirkan rencana besok. Di pikiran Sari banyak sekali kemungkinan kemungkinan yangungkin terjadi, misal: Ibu Beni akan menatap Sari dari ujung rambut hingga ke ujung kaki, menilai penampilan Sari , dan menanyakan banyak hal, 'kamu kerja apa, kamu sekolah dimana, kamu tinggal dimana, apa pekerjaan orang tua, kamu berapa bersaudara'. pertanyaan pertanyaan itu hilir mudik di pikiran Sari.
'Ah, teriak Sari sambil menggaruk garuk kepalanya, sebentar tidur menghadap ke kanan, sebentar tidur menghadap ke kiri, mencoba memejamkan mata, dan mengosongkan pikiran nya dengan berbagai bagai kemungkinan yang akan terjadi besok, tetapi mata Sari tetap tidak bisa terpejam. Sari pun melempar bantal guling yang sedari tadi begitu setia menemani Sari.
Hingga subuh pukul 04.00, karena mungkin sudah lelah berpikir, akhirnya Sari bisa memejamkan matanya lalu segera terlelap tidur.
kukuruyuk.... kukuruyuk..
Suara Kokok ayam bersahut sahutan, tanda pagi telah tiba.
Adik adik Sari pun tidak berani membangunkan Sari, karena mereka tahu, kalau Sari tidak pernah seperti ini, dan selalu bangun lebih awal, sehingga adik adik Sari mengira kalau Sari sedang tidak enak badan makanya butuh istirahat dan membiarkan Sari tetap tertidur lelap.
Pukul 09.00
Sari terbangun dari tidurnya, matahari sudah lumayan terasa terang dan terik, Sari merasa bingung mengapa begitu terang, pikir nya dalam hati. Sari pun melirik jam dinding bundar yang terpajang di dinding kamarnya.
"Aduh", teriak Sari. dan segera berlari kearah kamar mandi sambil berteriak kepada adik adiknya yang sedang sibuk untuk memasak untuk makan siang, biasanya menu untuk makan siang di masak pada pagi hari, karena hari ini hari libur, sehingga kegiatan memasak agak siangan, setelah menu makan pagi selesai dan kemudian bersiap siap untuk kegiatan masak makan siang.
Sari berkata kepada adik adiknya "Mengapa kalian tidak membangun kan kakak?".
__ADS_1
"Kakak pun tidurnya pulas banget, jadi kami segan untuk membangun kan, kalau kakak memang niat bangun, pasti kakak merasa terganggu dengan suara riuh kuali, dan rengengkan Mariot dan Raden yang dari tadi berantem dan merengek", jelas sita mengenai suasana riuh yang terjadi pagi tadi.
Sari pun hanya diam saja, memang subuh jam 4, Sari bisa terlelap karena merasa kepikiran terus, kalau rencana hari ini Sari harus ketemu dengan kedua orang tua Beni.
Setelah selesai mandi dan makan, sebentar duduk duduk bareng sambil bercanda gurau di ruang tamu dengan adik adiknya. terdengar suara klakson sepeda motor berhenti di depan rumah Sari, adik adik Sari bingung mengapa ada suara klakson sepeda motor, merasa penasaran sita langsung melihat keluar rumah, ternyata ada seorang laki laki ganteng, pikir sita dalam hati, lalu segera masuk tanpa menanyakan siapa tamu tersebut, karena memang sita tidak mengenalinya.
"Ada laki laki ganteng di depan rumah, siapa itu?", ucap sita bingung. Spontan seluruh adik adik Sari segera keluar rumah melihat siapa yang masuk.
Beni menyapa dan bertanya kepada adik adik Sari "Ada Sari dek?", tanya Beni.
Adik adik Sari bingung, ternyata lelaki ganteng itu mencari kakaknya. Terkejut mendengar lelaki itu menanyakan Sari, mereka pun langsung masuk ke rumah.
"Kak, ada lelaki ganteng di luar mencari kakak", ucap Siti.
Sari pun langsung keluar menghampiri Beni dan memperkenalkan adik adik Sari kepada Beni " Oh ya Ben, kenalkan ini semua adik adik ku", ucap Sari.
Beni pun menjabat tangan satu persatu adik adik Sari sambil berkata "Saya Beni ", ucap Beni.
Masih penuh penasaran dan bingung adik adiknya cuma bisa manggut manggut saja. Tetapi Sari langsung mengajak Beni untuk segera pergi, takut adik adiknya menanyakan macam macam.
"Ayok Ben, kita berangkat sekarang ", ajak Sari. Beni pun menyanggupi permintaan Sari dan segera permisi kepada adik adik Sari, "kami berangkat dulu ya dek", ucap saru dan Beni secara bersamaan.
Beni sebenarnya masih ingin bertamu masuk ke rumah Sari, dan mengenal lebih dekat lagi adik adik Sari, karena Sari langsung mengajak untuk berangkat beni tidak bisa menghindar.
Beni pun lantas bertanya kepada Sari mengapa tidak mengizinkan nya untuk bicara sebentar kepada adik adik Sari "Mengapa kamu tidak memperbolehkan aku bicara kepada adik adikmu?", tanya Beni bingung.
__ADS_1
"Nantilah kalau mereka bertanya aku cerita, masalah nya aku belum pernah cerita tentang kamu, mungkin setelah mereka melihat kamu, pasti mereka bertanya ", ucap Sari.
"Ok lah kalau begitu", ucap Beni.