
Setelah mencari beberapa calon pembeli, disepakati lah bahwa pembeli Harga tertinggi yang diterima, satu ekor kerbau akhirnya berhasil di jual, dari penjualan kerbau itu Sari memberikan sebagain kepada Alex, agar ada uang pegang untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
"Ayah, ini ada uang dari hasil penjualan kerbau, untuk ayah gunakan untuk keperluan sehari-hari di rumah ini", ucap Sari sambil menyerahkan uang itu ke tangan Alex.
Tetapi Alex menolak, "Tidak Sari, kamu lebih butuh uang ini, simpanlah dan pakailah untuk menutupi keperluan dan kebutuhan anak-anak mu Nanti.
Ayah masih punya uang pegang kok", tolak Alex, walaupun dengan kondisi Sari saat ini, yang telah keluar uang banyak untuk pengobatan Sari, tetapi Sari masih peduli terhadap keluarganya, sungguh Alex tidak bisa terima bantuan Sari.
"Baiklah kalau begitu ayah, Sari simpan dan Sari pakai uangnya ya?", Sari menyakinkan Alex.
"Iya, Sari", balas Alex lembut.
Uang sudah ditangan, waktunya berkemas-kemas untuk berangkat ke Sibolga. Sari rindu anak-anaknya.
Sari juga merasa sedih membayangkan, mungkin anak-anaknya pasti menangis dan sedih selama Sari tidak di rumah. terlebih yang baru sebulan lebih di lahirkan Sari, sampai tidak bisa memberinya ASI, karena telah ditinggalkan Sari.
Sari berangkat dari kampung dengan naik kapal menuju terminal, tempat pengambilan tiket, setelah tiket di tangan. Sari pun berangkat bersama Alex menuju Sibolga untuk menemui anak-anaknya.
Butuh waktu 12 jam untuk sampai ke tempat tujuan, yakni Sibolga.
Sampailah Sari di Sibolga, dari terminal Sibolga, Sari masih harus naik becak menuju rumah Sari.
Becak parkir pas di depan rumah.
Vina keluar langsung menemui Sari dan Alex. Karena kebetulan Vina tadi sedang menyamu rumah, melihat ada becak parkir di depan rumah, Vina jadi penasaran, ternyata Sari dan Alex yang datang, Vina pun langsung keluar menemui Sari dan Alex.
Vina langsung memeluk Sari "Syukurlah kakak sudah sembuh, Vina sedih sekali melihat kemarin kakak sakit", ucap Vina.
"Katanya ada keluarga Juan disini, mana?, kakak tidak ada melihat keluarga Juan disini?", ucap Sari bingung bercampur kesal.
"Iya kak, keluarga Juan sudah tidak ada disini lagi mereka kemarin hanya seminggu saja disini, tidak betah lalu pulang kampung.
__ADS_1
Sari kesal "Keluarga Juan hanya tahu minta duit, disuruh untuk menjaga cucunya saja tidak mau dan tidak betah", pikir Sari dalam benaknya dengan kesal.
Sari pun langsung menghampiri anak-anaknya, pertama-tama ke 4 anaknya yang sudah besar-besaran, keempatnya sudah bisa bicara dan berjalan.
Jadi mereka sudah mengerti dan melihat kejadian ketika Sari marah dan diam saja.
Saat itu Sari sama sekali tidak memperdulikan anak-anaknya, tetapi namanya Sari lagi kesurupan, Sari pun tidak ingat bagaimana keadaanya saat itu. ke 4 Anak-anaknya Sari ketakutan, menghindar dan menjauhi Sari.
"Tidak apa-apa nak, ibu tidak akan memukul kalian, ibu tidak sakit lagi, ibu sudah sembuh nak. Datang lah kemari nak ibu sangat merindukan kalian" Sari membujuk anak-anaknya untuk datang menghampiri Sari.
Dengan langkah pelan-pelan satu persatu anak-anak Sari datang menghampirinya dan memeluk Sari dengan erat. Sekarang rasa rindu Sari pun telah terpuaskan.
Mengetahui Sari telah pulang para tetangga berdatangan untuk menjenguk Sari di rumah.
"Sari syukurlah kamu sudah sembuh, anak-anak mu selama ini kasihan sekali terlantar.
Vina sangat kewalahan mengurus ke 5 anak mu, terlebih anak ke 5 yang baru sebulan kamu lahirkan.
Bahkan tengah malam pun kami sering mendengar si bontot menangis, ketika susunya terlambat diberikan, syukur ada adikmu ini Vina.
Keluarga Juan cuma seminggu saja di sini bantu Vina, mereka langsung pulang tidak betah berlama-lama.
Tetapi sekarang kami senang dan bersyukur kamu sudah sehat dan sembuh Sari", ucap para tetangga yang datang menjenguk, sambil menyerahkan sedikit bantuan uang untuk menutupi kebutuhan Sari dan keluarga kecilnya.
Para tetangga sangat pengertian, dan sayang kepada Sari.
"Kami sangat menyayangkan sikap Juan yang tidak peduli, tidak pengertian, dan tidak mau mengalah kepada mu Sari. Masak untuk minta maaf sepenuh hatinya saja tidak mau. Malah bicara hanya sekedar saja.
Maksudnya Juan dengan sepenuh hati, benar-benar telah menyadari kesalahan dan perbuatannya.
Minta maaf dengan cara membujuk dengan penuh rendah hati saja tidak mau, demi istri dan anak-anaknya.
__ADS_1
Memang sih kasihan Juan mencari paranormal kesana kemari, bayar uang berobat sampai berutang, tetapi kan jadi sia-sia semua pengorbanannya.
Tetapi sudahlah, yang berlalu biarlah berlalu, yang penting kamu sekarang sehat-sehat saja", ucap para tetangga yang menyayangkan sifat dan tingkah laku Juan yang tidak peduli terhadap Sari.
Sari pun hanya diam saja tidak berkata apa-apa, sesungguhnya Sari tidak mengingat bagaimana kondisinya saat sakit.
"Kami hanya bisa mendoakan kamu sehat-sehat saja Sari. Kehidupan rumah tangga mu dengan Juan, ya gimana lagi memang harus dijalani.
Tidak mungkin kamu minta cerai, kasihan nanti anak-anak mu di urus mertua mu. Kami yakin mertua mu pasti akan menelantarkan anak-anak mu.
Kamu yang sabar saja ya Sari, mudah-mudahan Juan dan keluarga nya bisa berubah dan sikap mereka kepada mu bisa jadi baik", ucap para tetangga memberi support dan motivasi kepada Sari.
Sari senang para tetangga bisa lebih peduli kepadanya, daripada keluarga nya sendiri.
"Jangan banyak pikiran Sari, kamu tidak usah peduli bagaimana sikap keluarga dari Juan. Cuek saja, kamu pikirkan saja kesehatan mu dan anak-anak mu.
Soal Juan kamu sikapnya tetap baik saja, jaga hubungan dengan baik jangan marah-marah, ladeni saja dengan ramah dan baik.
Lama-kelamaan pasti Juan akan berubah dan pengertian kepada mu", ucap para tetangga menambahi nasehat dan wejangan kepada Sari.
"Selanjutnya apa rencana kamu Sari?, bagaimana kalau kamu jualan saja Sari. Jualan kecil-kecilan di rumah seperti: beras, gula, minyak, mie-mie instan, telur, kopi dan lain-lain.
Pokoknya kebutuhan rumah tangga, di daerah ini kan belum banyak yang berjualan.
Aku sangat yakin pasti jualan mu akan laris manis. Asal kamu telaten, sabar, dan hemat pasti berhasil, agar kamu tidak suntuk.
Bila ada kegiatan tidak melulu memikirkan suami dan keluarga nya akan membuat kamu patah hati. Kamu akan punya penghasilan sendiri, tidak hanya mengandalkan penghasilan suami.
Sedikit banyak kamu akan merasa puas lahir dan batin, tidak disepelekan dan diremehkan suami, itu sudah cukup membuat pikiran mu releks dan puas", ucap para tetangga menyarankan dan memberi ide berjualan kepada Sari.
"Nanti akan saya pikirkan lagi Bu", ucap Sari ramah dan sambil tersenyum.
__ADS_1