
Sekarang Beni sudah Indekos. Beni merasa nyaman, tidak terikat, dan tidak diatur oleh om Burhan.
Beni semakin bersemangat bekerja, ada suatu cita-cita yang harus di raihnya, yaitu hidup bersama Sari sang pujaan hatinya, tidak sabar untuk bertemu dan segera menjemput nya.
Beni mencoba menulis surat kepada Sari, memberi tahu keadaannya saat ini, adalah baik baik saja, agar Sari tidak bingung dan bertanya-tanya bagaimana kondisinya.
Mengenai om Burhan yang mau menjodohkannya dengan Sonia, Beni tidak memberitahukan itu dalam suratnya kepada Sari, termasuk Sonia yang mencintai nya, takut Sari nanti salah paham dan menuduhnya selingkuh.
Pelan pelan Beni menulis isi surat nya, sesekali mengulangnya, takut ada salah-salah kata.
Dear Sari pujaan hatiku.
Apa kabarmu disana, kuberharap kabarmu baik baik saja, begitu juga aku disini dalam keadaan baik baik saja.
Rinduku begitu dalam dan tidak sabar untuk segera bertemu denganmu, ku berharap engkau pun pasti merindukan ku.
Terima kasih atas doa dan dukungan mu pada ku, saat ini aku sudah tidak tinggal lagi di rumah om Burhan, karena aku ingin mandiri, aku tidak mau terikat dan termakan Budi atas apa yang telah diberikan om burhan kepadaku, makanya aku indekos.
Kalau mengenai pekerjaan ku, pekerjaan saat ini masih baik dan lancar lancar saja, aku masih tetap bekerja sebagai pengawas lapangan di tempat om Burhan bekerja.
Aku masih seperti dulu Sari, jangan kamu khawatir dan meragukan cintaku, aku pun berharap kamu pun disana masih sendiri dan tetap setia menunggu ku.
Cukup sekian dulu suratku kepada mu.
Salam yang senantiasa merindukan mu.
Beni.
Beni melipat kertas tersebut dan memasukkan nya kedalam amplop. Ketika berangkat kerja, Beni akan menyempatkan diri ke kantor pos untuk mengirimkan nya.
Beni sudah pergi merantau selama setahun.
Setahun sudah Beni merantau, Sari menyemangati dirinya, "ayolah Sari, tinggal 1 ato 2 tahun lagi Beni akan datang menjemput mu, kalian akan bersatu selama nya, bersabarlah sedikit lagi".
Bulan ini adalah bulan terakhir di tahun ini. Sari berulang tahun di tanggal 5 bulan ini, Sari bangun dengan sedikit malas dan tidak bergairah, Sari ingat hari ini adalah ulang tahunnya. Melihat Sari hendak bergerak, Sita terbangun dan segera berdiri dan menjabat tangan Sari sambil mengucapkan,
__ADS_1
"Selamat ulang tahun ya kak, sehat- sehat, panjang umur dan semoga tercapai semua apa yang dicita-citakan kakak".
"Terima kasih banyak ya dek", ucap Sari sambil memeluk erat Sita.
Tidak ada perayaan-perayaan atau tiup lilin, kebiasaan itu tidak biasa dilakukan di dalam keluarga Sari, cukuplah hanya sekedar ucapan selamat ulang tahun.
Sari melakukan aktifitas dan rutinitas pagi seperti biasanya, begitu juga melakukan pekerjaan menenun ulos.
Lagi asik menenun di teras rumah, tiba tiba ada suara memanggil manggil "pos..pos..", ucap pak pos pengantar surat.
Agak terkejut Sari mendengar nya, karena surat Beni biasa datang sekali seminggu atau sekali 2 minggu, padahal surat Beni baru datang 3 hari yang lalu.
"Siapa ya, berkirim surat", pikir Sari dalam hati penasaran.
Sari pun segera menghampiri petugas pos dan bertanya dengan penasaran "Surat untuk siapa pak".
"Atas nama Sari, ada?", tanya pak pos.
"Oh ada pak, saya sendiri pak", ucap Sari.
Lantas pak pos mengambil sebuah kotak dari tas besar berisi penuh surat surat dan kotak.
"Ini paketnya", pak pos menyerahkan paket itu kepada Sari.
Dengan penasaran Sari menerima kotak itu, sembari memperhatikan siapa pengirimnya, ternyata Beni, "Terima kasih banyak ya pak", ucap Sari kepada petugas pengantar surat.
Sari membawa paket itu kedalam kamar, sedikit demi sedikit kertas penutup nya di sobek, setelah itu pelan-pelan Sari membuka kotak itu. Ternyata isinya sebuah pakaian dan sepucuk surat.
"Selamat ulang tahun ya kekasih hatiku, aku tidak bisa memberi mu banyak barang berharga, ku berharap gaun ini pas untuk kamu pakai. Dan untuk perayaan akhir tahun nanti, kuberharap engkau mengingat aku dan tidak menduakan aku, salam sayang dari aku kekasih hatimu, Beni", Demikian isi surat Beni kepada Sari di momen ulang tahun Sari.
Sari bahagia dan senang menerima kado itu, segera gaun itu dicocokkan ke badannya sambil berkaca, "cantik sekali, bagaimana Beni bisa tahu ukuran size Sari", tanya Sari penasaran didalam hatinya.
Suatu kebiasaan setiap akhir tahun seluruh muda mudi akan merayakan petasan dan kembang api di bukit peraduan, tempat Sari dan Beni mengikat janji.
Muda mudi desa lain pun tidak ketinggalan datang ke bukit peraduan. Biasanya momen ini dimanfaatkan untuk mencari pacar, saling berkenalan satu dengan yang lain.
__ADS_1
****
Momen tahun baru pun tiba, Sari dan 3 teman-teman gengnya berkumpul di rumah Cantika, kebetulan rumah Cantika berada di pinggir jalan, di depan teras rumah Cantika, keempat bersahabat itu bercerita dan sambil tertawa. Orang orang yang hendak pergi ke bukit peraduan harus melewati rumah Cantika. Melihat Sari dan ketiga temannya sedang asik berkumpul datang 4 pria bermaksud untuk pergi ke bukit peraduan, mereka pura pura bertanya dimana bukit peraduan.
"Hai cewek cewek, masih jauhkah bukit peraduan dari sini?", tanya salah satu dari keempat pria itu.
"Jalan saja terus, disana akan ramai sekali orang, disitulah bukit peraduan", jawab Cantika centil.
"Boleh kah kami berkenalan dengan kalian?", tanya pria asing itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Sari, karena pria itu melihat Sari adalah yang paling cantik dari keempat teman temannya.
Takut takut Sari menjabat tangan pria asing itu, lama Sari tidak mau mengulurkan tangannya setelah di dorong Cantika, barulah Sari mengulurkan tangannya "Sari", ucap nya.
"Wow, kamu Sari!, ternyata betul kata orang, ada perempuan cantik di kampung ini yang bernama Sari, aku sangat beruntung bisa kenalan sama kamu Sari, mungkin kita berjodoh", ucap pemuda itu girang.
Sari hanya diam saja, mereka pun saling berkenalan, sebenarnya keempat pria itu ingin mengerumuni Sari, tetapi Sari tidak ingin sendiri, harus ditemani ketiga sahabatnya.
Deni nama pria asing itu, bertanya kepada Sari "Sari, mau kah kamu jadi pacar ku?" ingin mengambil tangan Sari.
Tetapi Sari cepat cepat menghindar, agar tidak bisa digapai Deni, sambil berucap "Maaf, aku sudah punya pacar", ucap Sari.
"Kamu bohong mana mungkin kamu punya pacar, mana pacar kamu, harusnya momen akhir tahun begini adalah yang paling di tunggu-tunggu muda-mudi, bersama-sama dengan pacarnya untuk melihat petasan", ledek Deni.
"Iya sih. Aku sudah punya pacar, dan sekarang pacarku sedang merantau, dan aku tidak ingin menduakan nya", jawab Sari tegas dan segera meninggalkan Deni dan bergabung dengan ketiga temannya.
***
Walaupun Deni sudah ditolak Sari, Deni semakin tertantang untuk terus mendekati Sari. Deni dan ketiga temannya mendatangi rumah Sari, setelah bertanya ke pada warga disekitar.
Tok..tok..tok.. pintu diketuk.
Sita keluar dan membuka pintu "Siapa ya, dan cari siapa", tanya Sita sopan.
"Aku Deni, dan ingin mencari Sari", ucap Deni sambil mengulurkan tangannya.
"Maaf disini tidak ada yang bernama Sari, dan saya tidak kenal Sari",ucap Sita berbohong, sebelum keempat pria itu sampai depan rumah, Sari sudah melihatnya dari jendela dan memasang skenario bohong, agar keempat pria itu tidak datang-datang lagi ke rumah. Akhirnya keempat pria itu pergi dengan muka cemberut.
__ADS_1