
Setelah pulang dari mengantar Beni, Sari hanya mengurung diri di kamar. Karena 3hari belakangan selalu bersama Beni, hari ini Beni tidak ada, serasa hilang separuh nafas nya. Sungguh tidak bersemangat lemah dan tidak bertenaga.
Hendak melakukan aktifitas sungguh terasa tidak berdaya, walaupun waktu makan siang telah berlalu, dan seharusnya perut pun harus segera diisi, tetapi mulut terasa tidak berselera, lidah terasa keluh untuk mencicipi dan merasakan makanan. Hanya ingin menangis dan terbaring saja di tempat tidur.
Sita datang untuk bermaksud mencari tahu mengapa Sari sedari tadi di kamar saja.
"Kak, apakah telah terjadi sesuatu kepada kakak", tanya Sita kepada Sari, karena sedari tadi Sari hanya mengurung diri di kamar.
"Kakak, baik baik saja sit, tolong biarkan kakak sendiri, kakak lagi tidak ingin bicara dan ingin sendiri saja", pinta Sari kepada Sita.
"Baiklah kak", ucap sita meninggalkan dan langsung menutup kembali pintu kamar.
Sari kembali merebahkan tubuhnya Ditempat tidur, tidak terasa air mata nya menetes di pipinya, belum juga pergi dalam waktu yang lama, Sari sudah merasakan rindu yang sangat dalam. Karena kelelahan menangis Sari pun tertidur pulas dan lelap.
Hingga magrib, matahari sudah terbenam dan tidak terlihat lagi sinarnya, Sari masih tidur pulas dan lelap. Tidak ingin Sari sakit karena sedari siang belum ada makanan masuk ke dalam mulutnya nya, Sita datang menghampiri dan membangun kan Sari "Kak, bangun kak", sambil menggoyang goyangkan badan Sari.
Saripun akhir terbangun "Ada apa Sita", tanya Sari bingung.
"Kakak sudah sedari tadi tidur, bangun dan makan lah sedikit", bujuk Sita.
Seperti belum tersadar dari tidurnya "Jam berapa ini, apakah sudah pagi?", tanya Sari bingung karena Sari melihat nyala lampu, berarti sudah pagi.
"Ka..kak ini masih hari Rabu, lampu menyala karena sudah malam", Sita tertawa melihat Sari bingung ini hari apa, Sari pikir hari telah berlalu.
Sebentar terdiam, barulah ia ingat bahwa sejak pulang dari mengantar Beni jam 10 pagi tadi, Sari hanya mengurung diri di kamar hingga tidur pulas dan terlelap hingga matahari terbenam sampai lupa makan siang.
'Bodohnya aku, mengapa aku jadi bodoh dan konyol seperti ini, harusnya aku bertambah semangat dan tetap melakukan aktifitas bukannya tidur dan bermalas malasan, toh disana juga Beni sedang berjuang untuk masa depan kami', pikir Sari dalam hati.
Sari mengelus perut nya, karena terasa perih dan mengeluh. "Aduh perut ku sakit".
__ADS_1
"Kakak sih sejak tadi siang belum ada makan", ucap Sita mengingat kan.
Barulah Sari sadar "Iya betul, kakak belum makan siang ya", dan segera pergi ke dapur bermaksud untuk makan.
Sambil makan Sari berkomitmen 'Aku harus bersemangat, bekerja lebih keras lagi untuk masa depan yang lebih baik, aku harus percaya Beni disana baik baik saja, aku juga disini harus melakukan apa yang telah kami sepakati bersama ', pikir Sari dalam hati', dipikirannya sudah banyak perencanaan perencanaan, harus melakukan ini dan itu.
Asik makan sambil melamun, Sari dikejutkan dengan ibu tirinya yang bertanya "Sari, kamu kemana sedari tadi, kok baru makan?", tetapi Sari tidak menjawab, ibu tiri nya tahu kalau Sari sedang melamun dan tidak mendengar pertanyaan nya.
Sambil berteriak kencang dan memukul meja makan "Sari", sontak Sari kaget dan sadar.
"Ibu, ada apa", ucap Sari bingung.
"Melamun aja, sedari tadi kamu kemana?, kok baru makan sekarang", ucap ibu tirinya berkata pekan pelan seperti mengeja persuku kata.
Sari pun menjawab sambil tersenyum "Sari tidur di kamar Bu".
"Iya Bu, Sari ikut mengantar Beni, hubungan kami baik baik saja beni berjanji 2-3 tahun akan kembali untuk melamar dan menjemputku". ucap Sari menjelaskan.
"Oh baguslah kalau begitu, ibu berdoa supaya hubungan kalian tetap langgeng dan terwujud apa yang kalian cita citakan", ucap ibu tirinya sambil permisi meninggalkan nya dan pergi ke kamar untuk tidur.
Tidak ingin berlama-lama di dapur dan sendirian, lagian cuaca sangat dingin ketika malam, hanya kedengaran suara deringan jangkrik bersahut sahutan. Sari pun bergegas untuk masuk kamar.
*****
Seminggu berlalu setelah kepergian Beni ke kota. Sari menjalankan aktifitas nya seperti biasa menenun ulos di teras rumah. Lagi asik menenun ulos Sari dikejutkan oleh suara yang memanggil manggil "Pos..pos"
"Ada apa pak", jawab Sari terkejut.
"Ada surat untuk yang bernama Sari", ucap pak pos sambil menyerahkan sepucuk surat kepada Sari.
__ADS_1
"Iya pak, saya sendiri", ucap Sari sambil mengambil surat tersebut.
dan mengucapkan "Terima kasih pak", pak pos berlalu.
Sari segera melepaskan pekerjaan menenun nya dan segera pergi ke kamar untuk membaca surat pertama Beni, raut muka Sari senang dan riang menerima surat Beni. Maklum hanya surat itu yang bisa melepaskan rindunya kepada Beni. Pelan pelan disobek dan dibuka lalu segera membacanya.
Dear Sari kekasih hatiku
Apa kabarmu Sari disana, aku berharap kabarmu baik baik saja, begitu juga aku baik baik saja disini.
Setelah aku sampai di Medan, aku tinggal di rumah om ku, esoknya aku langsung buat lamaran, dan tidak disangka aku langsung ikut tes ujian dan wawancara.
Kebetulan sekali memang lagi ada pembukaan lamaran. Karena memang posisi yang dibutuhkan lagi lowong, proses penerimaan karyawan sangat cepat, setelah test wawancara aku dinyatakan lulus, dan langsung bekerja besoknya.
Aku sangat senang bisa langsung bekerja, aku pun sangat senang dengan posisiku saat ini, aku bekerja sebagai pengawas di lapangan, kalau aku bagus nantinya ada kenaikan jabatan, doakan aku bisa lancar dan sukses agar bisa cepat menjemputmu ya.
Oh ya aku kangen sekali dipelukmu tidak sabar rasa nya ingin cepat cepat ketemu dengan mu, kamu disana semangat ya, apakah kamu juga merindukan ku?, cepat balas surat ini untuk mengobati rinduku kepada mu.
Beni
Sari segera melipat surat itu, surat itu sudah dibacanya dua kali berulang-ulang, dan segera menyimpan nya dengan penuh kebahagiaan, Sari menyimpan nya di tempat rahasia yang tidak diketahui oleh adik adiknya, Sari punya lemari khusus, adik adiknya diarang membuka lemari tersebut,
'aku juga sangat merindukan mu Beni', ucap Sari dalam hati. Kembali Sari melakukan aktifitas menenun nya, nanti malam ketika adik adiknya sudah tidur, Sari berencana akan membalas surat itu.
Didalam hati Sari sudah terangkai kata kata apa yang akan ditumpahkannya dalam surat itu.
Sari menenun dengan semangat, kali ini tenaganya terasa berlipat ganda, semangatnya menggebu gebu. 'Aku pun disini harus bisa lebih baik, Sari akan bekerja keras untuk berinvestasi agar saat Sari menikah adik adiknya tidak melarat', pikir Sari dalam hati.
Sari berencana akan membeli kerbau dan perhiasan sebagai tabungan dari hasil menenun nya 'berarti harus bisa menjual 5 lembar ulos setiap pekannya', terlintas dibenak Sari.
__ADS_1