
2 Minggu berlalu, setelah Beni mengirimkan surat terakhirnya, Sari tidak membalas surat tersebut. "Mungkin Sari lagi sibuk", pikir Beni dalam hati.
Sari sudah melupakan Beni, sekarang Sari terbuka terhadap pria yang akan meminangnya. Sejauh ini Sari belum berselera untuk mencari pacar baru, hatinya terlalu sakit, Sari takut kecewa lagi.
Sari masih aktif ikut organisasi kumpulan paduan suara muda mudi kampung. Minggu depan kumpulan paduan suara muda-mudi akan pergi liburan ke luar kota.
Sari senang dan ingin ikut," Lumayan lah menghilangkan stress dan suntuk atas masalah yang baru saja menimpanya", begitu pikir Sari. Kali ini Sari pergi sendiri, artinya tidak ada Beni disampingnya yang menjadi teman bicara nya. Seluruh hal hal yang diperlukan untuk keberangkatan liburan ke luar kota sudah di persiapkan, baik penyediaan bus, dan acara yang akan dilakukan, berupa bakar-bakaran dan games.
Hari yang telah ditetapkan pun tiba.
Semua teman teman naik dan masuk kedalam bis, memilih teman duduk dan bangku yang diinginkan paling menyenangkan. Termasuk Sari, Sari duduk bersama Rani dan memilih duduk ditengah bis. Setelah semua masuk dan mendapatkan tempat duduk masing-masing, bus pun melaju ketempat yang dituju.
Sari memilih Diam dan membisu, kepalanya bersandar pada kaca jendela bus sambil menutup matanya, Rani mengira bahwa Sari sedang tidur. Sari tidak bisa terpejam, padahal hasratnya ingin sekali tidur dan terlelap, pikiran Sari terasa penat dan lelah, terlintas hubungan nya dengan Beni, kemesraan dan perhatian Beni, Sari tidak menyangka hubungannya dengan Beni akan kandas di tengah jalan, padahal mimpi Sari selama ini, adalah hidup bersama Beni menjalin kehidupan rumah tangga yang bahagia.
Tiba-tiba bus berhenti, Sari membuka matanya, bingung dan bertanya dalam hatinya kenapa bus ini tiba-tiba berhenti, ternyata kondektur bus mengatakan "Istirahat, makan....minum...makan ..minum", Barulah Sari tahu bahwa saatnya untuk istirahat makan siang. Sari merasa tidak lapar, Sari meminta kepada Rani "Aku di bus saja, aku sedang tidak berselera makan", ucap Sari, lalu Rani berbalik meninggalkan Sari sendirian di dalam bus.
__ADS_1
Setelah putus dari Beni, selera Sari untuk makan sedikit berkurang, Sari terlihat agak kurusan, keempatnya sahabat nya tidak tahu kalau Sari sudah putus dengan Beni. Dan memang Sari tidak cerita kepada sahabatnya kalau sudah putus.
Tidak lama kemudian, seluruh penumpang naik dan kembali masuk kedalam bus, semua harus dilakukan dengan cepat, waktu makan hanya 15 menit, untuk mengejar waktu agar tempat yang dituju tidak sampai kemalaman. Semua penumpang yang mau BAB atau buang air kecil, dilakukan saat istirahat untuk makan siang tadi, tidak ada namanya tiba-tiba berhenti hanya untuk buang air kecil atau BAB.
Sampailah mereka ditempat yang dituju, semua terpesona dengan pemandangan yang sangat indah, bukit yang dialiri air terjun dari atas terlihat begitu indah, suasananya begitu sejuk dan dingin. Dilakukan lah kegiatan bagi semua muda-mudi, ada games-games seru. Banyak yang turut serta ikut bermain, tidak dengan Sari, Sari hanya diam dan sebagai penonton saja, Sari tidak berselera dan bersemangat untuk terlibat dalam games-games.
Rani melihat Sari begitu pucat badannya, dingin dan tiba-tiba teriak dan menjerit kencang "Tidak..., Jangan pergi...tolong..kembali lah kepadaku". Semua teman-teman dan pemandu datang menghampiri Sari, ternyata Sari kesurupan. Sari meronta-ronta, seperti bukan diri Sari yang sebenarnya. Pemandu berusaha memanggil petugas hotel, mana tahu ada paranormal yang bisa mengusir roh yang masuk ke tubuh Sari. Sari terus berteriak kencang, terkadang menangis sejadi jadinya.
Paranormal datang, menghampirinya Sari. Sebelum paranormal ingin mengusir roh yang masuk ke tubuh Sari. Sebentar ia melirik takjub terhadap kecantikan Sari. Sari terus saja berteriak kencang, lalu paranormal mengucapkan doa doa, sambil mengusap-usap wajah Sari, seketika Sari tersadar. Bingung dan lemas perasaan Sari, teman-temannya segera menemani Sari, memberi Sari minum. "Maukah kamu jadi istri ke2 ku?", tanya paranormal kepada Sari. Seketika Sari menjawab"Saya tidak mau pak, jadi istri bapak", ucap Sari sopan, tidak mau menyinggung perasaan paranormal yang sudah menyembuhkannya dari kesurupan. Ada raut kecewa di wajah paranormal. Sari pun mengajak teman-teman nya untuk membawanya ke hotel untuk segera istirahat. Sari dan teman temannya meninggalkan paranormal sambil berlalu "Terima kasih banyak ya pak, saya permisi dulu", ucap Sari pelan, karena masih lemas.
Dikamar hotel, teman-teman Sari menasihati Sari "Sebenarnya apa yang terjadi kepada mu Sari?, aku melihat bahwa kamu sering terdiam dan melamun, kamu tidak seperti Sari yang kami kenal, adalah Sari yang periang dan penuh semangat, kamu banyak diam, tidak mau ikut games, padahal dulu kamu paling senang bila ada gamesnya, tadi juga kamu tidak makan siang, karena itu kamu jadi kesurupan, pikiran kosong, ditambah lapar dan lemas. Sekarang kamu harus makan, supaya kamu jangan dimasuki roh lagi.", ucap Rani sambil menyuapi Sari, agar mau makan, setidaknya harus mengisi perutnya dengan makanan.
Sari pun menuruti perkataan Rani, dan mau makan, makanan yang disuapi Rani.
"Ayolah Sari, cerita kan lah sedikit. Sebenarnya kamu ada masalah apa, mungkin setelah berbagi pikiran mu bisa releks dan ringan", ucap Rani membujuk Sari.
__ADS_1
Sesaat Sari terdiam dan langsung menunduk sedih.
Rani khawatir Sari akan menangis, Rani pun lantas memeluk erat Sari dan mengusap-usap lembut punggung Sari. Sari menangis dan berkata "Aku sudah putus dari Beni sudah 2 minggu". Rani heran "Bagaimana mungkin, secara kalian begitu mesra dan kompak, kelihatannya juga kalian saling mencintai ".
"Sonia saudara Beni datang kerumah, mengatakan bahwa Sonia dan Beni telah dijodohkan, dimengatakan kalau orang miskin dan tidak berpendidikan jangan bermimpi untuk mendapatkan Beni ", ucap Sari menangis dan berkata dengan terbata-bata.
"Kalau Beni sendiri, apa sudah mengatakan putus?", tanya Rani penasaran.
"Tidak, aku tidak mau berhubungan lagi dengan Beni, sekalipun kami jadi berumah tangga, keluarga Beni akan sepela dengan keadaan keluarga ku", ucap Sari pelan.
"Berarti kamu mengambil keputusan sebelah pihak namanya, belum tentu Beni memutuskan kamu, sebaiknya kamu ceritakan masalah yang sebenarnya, tentang kedatangan Sonia ke rumah mu, kamu harus tahu tanggapan Beni, bukan mengambil keputusan sepihak", ucap Rani menasihati.
"Aku sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Beni ", ucap Sari tegas dan nada tinggi.
Rani takut Sari akan marah-marah dan teriak. Rani pun tidak mau membebani pikiran Sari.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kamu istirahat saja dulu ya, biar tenang dan kamu bisa bugar seperti biasa, ingat kamu jangan kosong pikiran nya, jangan melamun, dan berdoa saja di dalam hati, kalau kamu mau tidur, silahkan tidur", ucap Rani penuh perhatian.